Stok Habis
Piroxicam Indofarma tablet adalah obat untuk mengatasi nyeri dan peradangan pada otot

Piroxicam Indofarma Tablet 20 mg (10 Strip @ 12 Kapsul)


Harga Produk
Rp 0

Jumlah Produk
0

logo-prescription
Obat ResepKirimkan resep ke alamat email apotek@sehatq.comJumlah pembelian obat terbatas.SehatQ memiliki kewenangan untuk tidak memproses pesanan lebih lanjut jika resep tidak dapat diverifikasi.

Deskripsi

Piroxicam Indofarma tablet adalah obat untuk meredakan nyeri, bengkak, dan sendi yang kaku karena peradangan sendi akibat kerusakan tulang rawan (osteoartritis) dan peradangan sendi akibat sistem imun menyerang jaringannya sendiri (rheumatoid arthritis). Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter.

Piroxicam Indofarma tablet mengandung zat aktif piroxicam. Zat aktif ini mampu membantu mengurangi pembengkakan dengan menurunkan kadar prostaglandin, yaitu zat mirip hormon yang menyebabkan peradangan.

Informasi zat aktif :

Piroxicam merupakan sebuah obat yang termasuk dalam golongan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID turunan). Obat ini akan menghambat enzim siklooksigenase-1 dan siklooksigenase-2, sehingga mengakibatkan penurunan pembentukan senyawa prostaglandin.


Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, piroxicam diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan baik dari saluran pencernaan. Tingkat penyerapan dengan makanan sedikit tertunda. Waktu saat obat mencapai kadar tertinggi dalam aliran darah adalah 3-5 jam.
  • Distribusi: Memasuki ASI. Volume distribusi: 0,14 L/kg. Ikatan protein plasma: 99%.
  • Metabolisme: Dimetabolisme secara ekstensif di hati.
  • Ekskresi: Melalui urine dan feses (kurang dari 5% sebagai obat tidak berubah). Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) sekitar 50 jam.

Kategori kehamilan dan menyusui :

Pada usia kehamilan 30 minggu ke bawah:
Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan Piroxicam Indofarma tablet pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Pada usia kehamilan 30 minggu ke atas:
Kategori D: Hasil penelitian menunjukkan bahwa obat ini menimbulkan risiko pada janin manusia.
Penggunaan pada ibu hamil dapat dipertimbangkan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Misalnya, bila obat dibutuhkan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau penyakit serius, ketika obat lain tidak efektif atau tidak bisa diberikan.

Interaksi obat :

  • Quinolone.
    Piroxicam dapat meningkatkan risiko kejang jika dikonsumsi dengan quinolon.
  • Obat yang meningkatkan efek pengenceran darah (antikoagulan), seperti warfarin.
    Piroxicam dapat meningkatkan efek obat di atas dan menyebabkan risiko terjadinya perdarahan.
  • Aspirin.
    Aspirin dan NSAID dapat meningkatkan risiko gangguan pada saluran pencernaan yang serius.
  • Ciclosporin dan tacrolimus.
    Penggunaan bersama dapat terjadi peningkatan risiko kerusakan pada ginjal.
  • Natriuretik diuretik.
    Piroxicam dapat mengganggu efek obat di atas.
  • Lithium.
    Piroxicam dapat meningkatkan kadar lithium, sehingga turut meningkatkan risiko terjadinya efek samping.
  • Obat penurun tekanan darah tinggi (antihipertensi).
    Piroxicam dapat melawan efek penurunan tekanan darah pada obat antihipertensi.
  • Metotreksat.
    Piroksikam dapat menurunkan pengeluaran (ekskresi) metotreksat, sehingga menyebabkan keracunan akut.

Apa yang harus dilakukan jika dosis terlewat :

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal menggunakan obat sebelumnya, segera gunakan obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan menggunakan total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa menggunakan obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter :

Hentikan penggunaan dan hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Sakit kepala parah.
  • Penglihatan kabur.
  • Jantung berdebar-debar.
  • Masalah jantung, seperti pembengkakan, penambahan berat badan yang cepat, dan sesak napas.
  • Masalah hati, seperti kehilangan nafsu makan, sakit perut pada sisi kanan atas, kelelahan, gatal, urine gelap, feses berwarna tanah liat, serta penyakit kuning yang ditandai dengan kulit atau mata menjadi menguning.
  • Tanda-tanda pendarahan perut, seperti feses berdarah, batuk darah, atau muntah yang terlihat seperti bubuk kopi.
  • Masalah ginjal, seperti sedikit atau tidak bisa buang air kecil, serta bengkak di kaki atau pergelangan kaki.
  • Sel darah merah rendah (anemia) yang ditandai dengan kulit pucat, kelelahan yang tidak biasa, rasa pusing, sesak napas, atau tangan dan kaki dingin.

Indikasi (manfaat) Obat

Mengatasi nyeri dan peradangan yang disebabkan:

  • Peradangan sendi (osteoartritis).
  • Gangguan muskuloskeletal atau pascatrauma, seperti peradangan pada tendon (tendinitis), peradangan pada selubung tendon dan ibu jari (tenosinovitis), peradangan pada bahu yang membuat bahu terasa sakit dan kaku (periartritis), otot terkilir, otot teregang, dan nyeri punggung.

Piroxicam memiliki sifat analgesik atau meredakan nyeri, antiinflamasi atau mengurangi gejala peradangan, dan antipiretik atau menurunkan demam.

Komposisi Obat

Piroxicam 20 mg.

Dosis Obat

Penyakit muskuloskeletal akut: 40 mg/hari untuk 2 hari pertama, dikonsumsi dalam dosis tunggal atau dosis terbagi. Lalu, dilanjutkan dengan 20 mg/hari selama 7-14 hari.

Osteoarthritis, arthritis rheumatoid, dan spondilitis ankilosa: 20 mg/hari, dikonsumsi dalam dosis tunggal.

Gout akut:

  • Dosis awal: 40 mg/hari, dikonsumsi dalam dosis tunggal atau dosis terbagi selama 4-6 hari.

Aturan pakai obat

Sebaiknya dikonsumsi saat atau sesudah makan.

Perlu Resep

Ya

Efek Samping Obat

  • Pusing.
    Jika Anda mulai merasa pusing, baringkan tubuh Anda agar tidak pingsan. Duduklah sampai Anda merasa lebih baik. Berhati-hatilah saat mengemudi atau mengoperasikan mesin.
  • Sakit kepala.
    Istirahat dan minum banyak air. Mintalah apoteker merekomendasikan obat penghilang rasa sakit. Jika sakit kepala berlangsung lebih dari seminggu atau bertambah buruk, segera hubungi dokter.
  • Pembengkakan pada organ yang disebabkan penumpukan cairan pada jaringan tubuh (edema).
  • Gatal pada sebagian atau seluruh tubuh (pruritus).
  • Gangguan saluran pencernaan.
  • Perdarahan pada saluran pencernaan.
  • Luka pada dinding usus 12 jari dan lambung.
  • Penglihatan kabur.
  • Telinga berdenging (tinnitus).
  • Ruam pada kulit.

Cara Penyimpanan Obat

Simpan pada suhu antara 20-25°C.

Perhatian Khusus

  • Pasien penderita gangguan fungsi ginjal.
  • Pasien yang mengalami kelemahan fungsi jantung.
  • Pasien penderita tekanan darah tinggi (hipertensi).
  • Pasien yang mengalami gangguan pembekuan darah karena terjadi trauma dalam darah (koagulasi intrinsik).
  • Pasien yang mengonsumsi obat yang memperlambat pembekuan darah (antikoagulan).
  • Pasien yang mengalami luka pada dinding lambung dan usus 12 jari (tukak peptik).

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang mengalami alergi terhadap komponen obat ini.
  • Pasien yang memiliki riwayat perdarahan atau luka pada saluran pencernaan.
-
SehatQ
Produk ini belum diulasJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.
Nama Produk

Piroxicam Indofarma Tablet 20 mg (10 Strip @ 12 Kapsul)