Phenacold Expectorant Sirup 60 ml | Beli Online Toko SehatQ, Gratis Ongkir
SehatQ
SehatQ Profile
Phenacold expectorant sirup berguna untuk meredakan batuk berdahak karena alergi

Phenacold Expectorant Sirup 60 ml


Harga Produk
Rp 12.900

Jumlah Produk
1

Tersedia 17 Penjual

Urutkan

Deskripsi

Phenacold Expectorant sirup adalah obat yang berfungsi untuk mengurangi frekuensi batuk berdahak akibat alergi dan membantu pengenceran dahak untuk dikeluarkan bersama batuk.

Batuk karena alergi diakibatkan reaksi imunitas tubuh terhadap zat-zat alergen (penyebab alergi), seperti debu, bulu hewan peliharaan, serangga, serbuk sari, atau makanan tertentu.

Zat tersebut tergolong tidak berbahaya, tetapi pada penderita alergi, imunitas tubuh secara otomatis akan menganggap zat alergen berbahaya dan memproduksi senyawa histamin. Histamin ini yang kemudian menyebabkan hidung membengkak dan menciptakan lebih banyak lendir di paru-paru.

Batuk karena alergi membutuhkan pengobatan berbeda dibandingkan batuk karena virus. Phenacold expectorant sirup mengandung diphenhydramin HCl, amonium klorida, potassium guaiacolsulphonate, dan sodium citrate.

Perpaduan zat aktif tersebut bekerja efektif untuk meredakan batuk berdahak, serta mengurangi reaksi alergi dalam tubuh dan lendir di tenggorokan.

Phenacold Expectorant sirup tidak mengandung alkohol. Obat ini termasuk dalam golongan obat bebas terbatas yang tidak memerlukan resep dokter.

Beli obat online di Toko SehatQ, pasti asli dan aman digunakan!

Nikmati promo GRATIS ongkir ke seluruh Indonesia. Temukan kode promonya di sini.

Phenacold Expectorant Sirup 60 ml
Golongan Obat
Obat Bebas Terbatas
Informasi Tambahan
alcohol free
Kandungan Utama
Diphenhydramin, amonium klorida, potassium guaiacolsulfonate, sodium citrate
Kelas Terapi
Antialergi, ekspektoran, mukolitik
Klasifikasi
Antihistamin generasi pertama, pengencer dahak
Kemasan
1 box isi 1 botol @ 60 ml
Produsen
Caprifarmindo Laboratories

Informasi Zat Aktif

Diphenhydramine merupakan antihistamin yang dapat mengurangi aktivitas zat histamin dalam tubuh untuk mengurangi reaksi alergi. Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, diphenhydramine diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan baik dalam saluran pencernaan.
  • Distribusi: Disebarkan secara luas ke seluruh tubuh, serta melintasi plasenta dan memasuki ASI.
  • Metabolisme: Dimetabolisme secara ekstensif di dalam hati oleh isoenzim.
  • Ekskresi: Dikeluarkan melalui urine.

Amonium klorida bekerja sebagai ekspektoran untuk meredakan batuk berdahak dan membantu pengisian elektrolit untuk menjaga keseimbangan tubuh. Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, amonium klorida diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan cepat dalam saluran pencernaan setelah pemberian oral
  • Distribusi: Belum diketahui.
  • Metabolisme: Dimetabolisme dalam hati untuk membentuk urea dan asam klorida.
  • Ekskresi: Dikeluarkan melalui urine.

Potassium guaiacolsulfonate bertindak sebagai ekspektoran untuk mengeluarkan dahak di saluran pernapasan dan meredakan batuk berdahak.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, guaiphenesin diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Belum diketahui.
  • Distribusi: Belum diketahui.
  • Metabolisme: Dimetabolisme dalam hati.
  • Ekskresi: Dikeluarkan melalui urine.

Sodium citrate berperan sebagai mukolitik untuk mengencerkan kekentalan dahak agar lebih mudah dikeluarkan. Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, Sodium citrate diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dalam saluran pencernaan.
  • Distribusi: Belum diketahui.
  • Metabolisme: Dimetabolisme menjadi bikarbonat melalui oksidasi hati.
  • Ekskresi: Dikeluarkan melalui urine.

Indikasi (manfaat)

  • Meredakan batuk berdahak karena faktor alergi
  • Membantu pengeluaran dahak bersama batuk
  • Mengatasi gejala alergi di saluran pernapasan
  • Melegakan saluran pernapasan

Diphenhydramine bekerja efektif untuk menghambat produksi zat histamin secara kompetitif, sehingga gejala alergi dapat berkurang.

Amonium klorida dan potassium guaiacolsulphonate memiliki sifat ekspektoran ringan yang bekerja langsung untuk merangsang pengeluaran mukus atau lendir dari saluran pernapasan.

Lalu, sodium citrate dapat meningkatkan volume cairan di saluran pernapasan dan membantu pengenceran lendir agar lebih mudah dikeluarkan bersama obat ekspektoran.

Komposisi

Tiap 5 ml mengandung:

  • Diphenhydramine HCI 12,5 mg
  • Amonium klorida 100 mg
  • Potassium guaiacolsulphonate 30 mg
  • Sodium citrate 50 mg

Dosis

  • Dewasa dan anak-anak berusia di atas 12 tahun: 2 sendok takar 5 ml (10 ml) sebanyak 3-4 kali/hari
  • Anak-anak berusia 6-12 tahun: 1 sendok takar (5 ml) sebanyak 3-4 kali/hari

Aturan pakai

  • Dikocok terlebih dahulu.
  • Dikonsumsi setelah makan.

Perlu Resep

Tidak

Efek Samping

  • Pusing
    Jika mulai merasa pusing, sebaiknya hentikan aktivitas Anda dan segera duduk atau berbaring agar tidak pingsan. Sebaiknya, hindari mengemudi atau mengoperasikan mesin jika Anda mengalami efek samping ini.
  • Mengantuk
    Sebaiknya segera istirahat walaupun hanya sejenak. Ketika Anda mengantuk, sebaiknya jangan melakukan aktivitas berat dan jangan mengemudikan kendaraan.
  • Susah buang air besar (konstipasi)
    Disarankan untuk mengonsumsi makanan berserat dan cukupi kebutuhan air minum yaitu 2,5 liter/hari, sehingga buang air besar akan kembali lancar.
  • Muntah
    Perbanyak minum air untuk menggantikan cairan yang hilang dan mencegah dehidrasi. Dehidrasi yang dibiarkan berlanjut, akan menyebabkan penurunan frekuensi buang air kecil dan mengganggu keseimbangan tubuh.
  • Mual
  • Kram perut
  • Penglihatan kabur
  • Gangguan pendarahan
  • Mulut dan hidung terasa kering
  • Demam
  • Ruam atau kemerahan di kulit
  • Pembengkakan

Cara Penyimpanan

Simpan pada suhu antara 15-30°C di tempat kering dan terhindar dari sinar matahari.

Perhatian Khusus

  • Pasien yang mengonsumsi obat-obatan saraf
  • Anak-anak berusia di bawah 6 tahun
  • Ibu hamil dan menyusui
  • Pasien yang kejang (epilepsi)
  • Pasien dengan radang paru (bronkitis) akibat merokok
  • Pasien yang memiliki kelenjar tiroid terlalu aktif (hipertiroidisme).
  • Pasien yang mengalami penumpukan urine di saluran kemih
  • Pasien yang mengalami sesak napas kronis (emfisema)
  • Pasien yang mengalami susah buang air kecil karena pembesaran prostat.
  • Pasien yang mengalami gangguan fungsi ginjal dan hati yang ringan

Kategori Kehamilan

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan Phenacold Expectorant sirup pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.

Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang mengonsumsi alkohol
  • Pasien yang mengalami pembengkakan di kaki (edema)
  • Penderita alergi berat terhadap salah satu kandungan obati ini
  • Pasien yang mengalami gangguan irama jantung (aritmia)
  • Pasien yang mengalami penyumbatan usus (obstruksi usus)
  • Pasien dengan gangguan fungsi hati dan ginjal akut
  • Pasien yang sedang melalukan terapi dengan antibiotik
  • Pasien yang mengalami asma
  • Pasien yang menderita tekanan di saraf mata (glaukoma)
  • Pasien yang mengalami penyakit jantung akut
  • Pasien yang memiliki luka di lambung (tukak lambung)
  • Pasien dengan tekanan darah tinggi berat (hipertensi)

Interaksi (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Acebutolol
    Obat ini digunakan untuk menurunkan tekanan darah tinggi. Jika dikombinasikan dengan potassium guaiacolsulfonate dapat meningkatkan aktivitas kalium dalam acebutolol dan menyebabkan penumpukan kalium (hiperkalemia).
  • Tranquilizer, hypnotic, anxiolytic
    Obat tersebut merupakan antidepressan atau penenang. Bila diberikan bersama diphenhydramine akan meningkatkan efek sedatif (kepekaan terhadap rangsangan dari luar).
  • Methenamine
    Obat ini merupakan jenis antibiotik untuk mengatasi infeksi bakteri. Penggunaan bersama sodium citrate dapat mengurangi penyerapan methenamine.
  • Obat-obatan MAOI atau monoamine oxidase inhibitors
    Obat MAOI digunakan untuk mengatasi depresi pada pasien dengan gangguan mental. Apabila diberikan bersama diphenhydramine, dapat menghambat kinerja neurotransmitter asetilkolin di pusat saraf atau perifer (efek antikolinergik).
  • Amantadine dan amphetamine
    Obat tersebut digunakan untuk menstimulasi sistem saraf dan juga sebagai antivirus. Pemberian bersama amonium klorida dapat menurunkan konsentrasi serum amantadine dan amphetamine.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya
    Jika masih dekat dengan jadwal sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali atas anjuran dokter.
  • Sering lupa mengonsumsi obat
    Jika sering lupa mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hentikan penggunaan obat ini dan segera hubungi dokter jika Anda mengalami efek samping serius, seperti:

  • Tubuh mengalami pembengkakan
  • Kejang-kejang (epilepsi)
  • Kebingungan atau gelisah
  • Sulit buang air kecil
  • Detak jantung yang cepat atau tidak teratur
  • Reaksi alergi berat (anafilaksis)
  • Batuk tidak reda dalam tiga hari

Drugs. https://www.drugs.com/cdi/potassium-guaiacolsulfonate.html
Diakses pada 28 September 2021

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/diphenhydramine?mtype=generic
Diakses pada 28 September 2021

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-1428/diphenhydramine-oral/details
Diakses pada 28 September 2021

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/ammonium%20chloride?mtype=generic
Diakses pada 28 September 2021

DrugBank. https://go.drugbank.com/drugs/DB06767
Diakses pada 28 September 2021

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/sodium%20citrate?mtype=generic
Diakses pada 28 September 2021

Sesuai kemasan per September 2021

SehatQ
Belum Ada UlasanJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.
Nama Produk

Phenacold Expectorant Sirup 60 ml

Total

Rp 12.900