Phaproxin Tablet 500 mg (1 Strip @ 10 Tablet)


Harga Produk
Rp 0

Jumlah Produk
0

logo-prescription
Obat ResepKirimkan resep ke alamat email apotek@sehatq.comJumlah pembelian obat terbatas.SehatQ memiliki kewenangan untuk tidak memproses pesanan lebih lanjut jika resep tidak dapat diverifikasi.

Deskripsi

Phaproxin Tablet adalah obat keras atau obat resep yang mengandung ciprofloxacin 500 mg.. Beli obat online di Toko SehatQ - Pasti asli!

Nikmati promo GRATIS Ongkir ke seluruh Indonesia. Temukan kode promonya di https://toko.sehatq.com/voucher

Phaproxin Tablet 500 mg (1 Strip @ 10 Tablet)
Golongan Obat
Obat Keras
Informasi Tambahan
obat resep
Kandungan Utama
Ciprofloxacin
Kelas Terapi
Antiinfeksi
Klasifikasi Obat
Antibiotik kuinolon
Kemasan
1 strip @ 10 tablet (500 mg)
Produsen
Phapros

Informasi Zat Aktif

Ciprofloxacin bekerja dengan membunuh bakteri yang menyebabkan infeksi. Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, ciprofloxacin diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Cepat dan terserap dengan baik dari saluran pencernaan. Kadar obat yang masuk ke dalam peredaran darah (ketersediaan hayati) sekitar 70-80%.
  • Distribusi: Didistribusikan secara luas di jaringan. Melintasi plasenta, serta memasuki ASI, empedu (konsentrasi tinggi), dan cairan serebrospinal. Pengikatan protein plasma: 20-40%.
  • Metabolisme: Sebagian dimetabolisme di hati.
  • Ekskresi: Melalui urine sekitar 40-50% dalam bentuk obat tidak berubah, sekitar 15% sebagai metabolit. Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) sekitar 3-5 jam.

Indikasi (manfaat) Obat

Mengatasi:

  • Infeksi pada perut.
  • Infeksi pada kulit dan jaringan lunak.
  • Kencing nanah (gonore).
  • Infeksi saluran pencernaan.
  • Infeksi pada tulang dan sendi.
  • Infeksi saluran kemih. 
  • Infeksi pada rongga perut.
  • Infeksi saluran pernapasan.
  • Peradangan pada uretra (uretritis).
  • Peradangan pada kelenjar prostat (prostatitis).
  • Peradangan pada kandung kemih (sistitis).
  • Penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Salmonella typhii (demam tifoid).

Antibiotik ini hanya efektif mengobati infeksi bakteri. Ciprofloxacin tidak akan bekerja untuk infeksi virus, seperti pilek dan flu.

Komposisi Obat

Ciprofloxacin 500 mg.

Dosis Obat

Dewasa:

  • Infeksi saluran pernapasan, infeksi kulit, dan jaringan lunak: 500-750 mg, dalam dua dosis terbagi. Dikonsumsi selama 7-14 hari.
  • Otitis eksterna: 750 mg/hari, dikonsumsi selama 28 hari-3 bulan.
  • Prostatitis: 500-750 mg/hari, pada kondisi akut dikonsumsi selama 2-4 minggu dan pada kondisi kronis dikonsumsi selama 4-6 minggu.
  • Demam tifoid: 500 mg/hari, dikonsumsi selama 7 hari.
  • Servisitis dan uretritis gonococcal: 500 mg/hari dikonsumsi dalam dosis tunggal.
  • Radang panggul: 500-750 mg dikonsumsi dalam dua dosis terbagi. Dikonsumsi selama 14 hari.
  • Infeksi tulang dan sendi: 500-750 mg dikonsumsi dalam 2 dosis terbagi. Dikonsumsi selama 3 bulan.
  • Perawatan dan anthrax: 500 mg/hari dalam dua dosis terbagi. Dikonsumsi selama 60 hari.
  • Infeksi saluran kemih tidak terkomplikasi: 250-500 mg/hari, dikonsumsi selama 3 hari.
  • Infeksi yang disebabkan bakteri usus: 500-750 mg, dikonsumsi dalam dua dosis terbagi. Dikonsumsi selama 5-14 hari.

Anak-anak:

  • Perawatan dan anthrax: 10-15 mg/kg BB, dikonsumsi dalam dua dosis terbagi. Dikonsumsi selama 60 hari.
  • Dosis maksimal: 500 mg/hari.

Aturan pakai obat

Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan. Untuk mengurangi rasa tidak nyaman pada saluran pencernaan, obat ini dapat dikonsumsi bersama makanan.

Perlu Resep

Ya

Efek Samping Obat

Efek pada saluran pencernaan:

  • Mual.
    Hindari makanan kaya rasa atau pedas saat mengonsumsi obat ini. Minumlah obat ini setelah Anda makan.
  • Diare.
    Konsumsi banyak cairan, seperti air untuk menghindari dehidrasi. Tanda-tanda dehidrasi, misalnya buang air kecil lebih sedikit dari biasanya atau urine berbau tajam. Jangan minum obat lain untuk mengobati diare tanpa berbicara dengan apoteker atau dokter.
  • Muntah.
  • Gangguan pencernaan.
  • Rasa tidak nyaman pada perut (dispepsia).
  • Nyeri pada perut.
  • Kehilangan nafsu makan (anoreksia).
  • Kesulitan menelan (disfagia).

Efek pada darah:

  • Peningkatan kadar eosinofil dalam darah (eosinofilia).
  • Penurunan kadar sel darah putih dalam darah (leukositopenia).
  • Anemia.
  • Kegagalan sumsum tulang membentuk granulosit (agranulositosis).

Reaksi alergi:

  • Erupsi kulit.
  • Biduran (urtikaria).
  • Kelainan serius pada kulit, lapisan bola mata, mulut bagian dalam, dubur, dan alat kelamin (sindrom Stevens-Johnson).
  • Kemerahan pada kulit.
  • Gatal pada sebagian atau seluruh tubuh (pruritus).
  • Demam obat.
  • Reaksi alergi berat (reaksi anafilaksis).

Efek pada ginjal:

  • Infeksi yang menyebabkan peradangan dan pembengkakan pada ginjal.
  • Gagal ginjal.
  • Poliuria.
  • Peradangan pada vagina.

Efek pada sistem saraf:

  • Pusing.
  • Sakit kepala.
  • Letih.
  • Gangguan kesulitan tidur (insomnia).
  • Gangguan kondisi kejiwaan, seperti marah dan gelisah dengan atau tanpa pemicu (agitasi).
  • Gemetar yang tidak terkendali (tremor).

Efek pada hati:

  • Peradangan pada hati.

Efek pada kardiovaskular:

  • Detak jantung melebihi 100 kali/menit (takikardia).
  • Jantung berdebar-debar (palpitasi).
  • Peningkatan tekanan darah hingga di atas normal (hipertensi).
  • Sakit kepala sebelah (migrain).
  • Sensasi panas dan kemerahan pada wajah.
  • Pingsan.
  • Nyeri sendi.
  • Lemas.
  • Nyeri otot.
  • Telinga berdering (tinnitus).
  • Sesak napas.

Cara Penyimpanan Obat

Simpan di tempat kering dan sejuk pada suhu di bawah 30 °C. Jauhkan dari cahaya matahari langsung.

Perhatian Khusus

  • Dapat mengganggu kemampuan mengemudi atau menjalankan mesin.
  • Pasien lanjut usia.
  • Anak-anak.
  • Pasien yang menerima transplantasi ginjal atau jantung atau paru-paru.
  • Pasien yang mengalami kejang.
  • Pasien yang memiliki riwayat atau risiko mengalami gangguan irama jantung.
  • Pasien yang memiliki ambang kejang yang lebih rendah.
  • Pasien penderita peradangan pada sendi atau rheumatoid arthritis.
  • Pasien penderita gangguan ginjal dan hati.
  • Pasien yang mengalami infeksi virus.
  • Pasien penderita penyakit jantung.
  • Pasien penderita tekanan darah tinggi (hipertensi).
  • Pasien penderita kencing manis (diabetes melitus).

Kategori Kehamilan

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan Phaproxin tablet pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap ciprofloxacin atau antibiotik derivat quinolon lainnya.
  • Wanita hamil dan menyusui.
  • Anak-anak berusia 12 tahun ke bawah.
  • Jangan dikonsumsi bersama dengan tizanidin.
  • Pasien penderita epilepsi atau pasien dengan gangguan kejang.
  • Pasien yang memiliki riwayat tendon pecah.
  • Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen obat ini.
  • Pasien dengan riwayat melemahnya otot tubuh akibat gangguan pada saraf dan otot (myasthenia gravis).

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Antasida, seperti aluminium hidroksida dan magnesium hidroksida, serta suplemen yang mengandung zat besi dan zink.
    Antasida dapat menurunkan penyerapan ciprofloxacin, sehingga efektivitas ciprofloxacin dalam mengatasi infeksi akan berkurang.
  • Susu, produk kalsium, multivitamin, serta suplemen mineral yang mengandung zat besi, zink, dan kalsium.
    Dapat menurunkan kadar ciprofloxacin dalam tubuh, sehingga efektivitas ciprofloxcin dalam mengatasi infeksi akan berkurang.
  • Methotrexate.
    Ciprofloxcin dapat meningkatkan kadar methotrexate, sehingga dapat menimbulkan terjadinya keracunan atau toksisitas.
  • Tizanidin.
    Penggunaan bersama tizanidin dapat menurunkan tekanan darah hingga di bawah batas normal (hipotensi).
  • Dexamethasone.
    Penggunaan bersama ciprofloxacin dapat meningkatkan risiko gangguan tendon parah.
  • Probenesid.
    Penggunaan bersama probenesid dapat meningkatkan konsentrasi plasma ciprofloxacin, sehingga dapat menimbulkan efek samping, seperti mual dan diare.
  • Warfarin.
    Penggunaan bersama ciprofloxcin dapat meningkatkan efek penghambat pembekuan darah, sehingga meningkatkan terjadinya risiko perdarahan dan memar.
  • Obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID), seperti asam mefenamat.
    Penggunaan obat di atas dapat menyebabkan kejang.
  • Glibenklamid.
    Penggunaan bersama ciprofloxacin dapat meningkatkan efektivitas antidiabetes, sehingga menimbulkan risiko hipoglikemia atau kadar gula darah menjadi sangat rendah.
  • Kuinidin, prokainamid, amiodaron, dan sotalol.
    Penggunaan obat di atas bersama ciprofloxacin dapat menyebabkan terjadinya gangguan irama jantung.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hentikan penggunaan dan segera hubungi dokter jika Anda memiliki:

  • Gula darah rendah, seperti sakit kepala, lapar, mudah tersinggung, pusing, mual, detak jantung cepat, atau perasaan gemetar.
  • Gejala kerusakan saraf, seperti mati rasa, kesemutan, serta nyeri terbakar di tangan atau kaki.
  • Perubahan suasana hati atau perilaku yang serius, seperti gugup, kebingungan, agitasi, paranoia, halusinasi, masalah ingatan, kesulitan berkonsentrasi, dan pikiran untuk bunuh diri.
  • Tanda-tanda pecahnya tendon, seperti nyeri tiba-tiba, bengkak, memar, nyeri tekan, kaku, masalah gerakan, atau suara benturan di salah satu persendian. Jika ini terjadi, istirahatkan persendian sampai Anda menerima perawatan atau instruksi medis.
-
SehatQ
Produk ini belum diulasJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.
Nama Produk

Phaproxin Tablet 500 mg (1 Strip @ 10 Tablet)