Stok Habis
Pantozol tablet adalah obat untuk mengatasi gejala yang disebabkan peningkatan asam lambung

Pantozol Tablet 40 mg (1 Strip @ 7 Tablet)


Harga Produk
Rp 26.675

Jumlah Produk
0

logo-prescription
Obat ResepKirimkan resep ke alamat email apotek@sehatq.comJumlah pembelian obat terbatas.SehatQ memiliki kewenangan untuk tidak memproses pesanan lebih lanjut jika resep tidak dapat diverifikasi.

Deskripsi

Pantozol tablet adalah obat untuk mengatasi gejala yang disebabkan peningkatan asam lambung. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Obat Pantozol 40 mg ini mengandung zat aktif pantoprazole.

Pantoprazole digunakan untuk mengobati kondisi ketika perut menghasilkan terlalu banyak asam, seperti sindrom Zollinger-Ellison pada orang dewasa. Selain itu, obat ini juga digunakan untuk mengobati kerusakan akibat penyakit gastroesophageal reflux (GERD).

Informasi zat aktif :

Pantoprazole berada dalam kelas obat yang disebut inhibitor pompa proton (PPI). Obat ini bekerja dengan memblokir enzim di dinding lambung yang menghasilkan asam. Dengan memblokir enzim, produksi asam akan menurun dan menyembuhkan luka pada lambung, usus, ataupun kerongkongan.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, pantoprazole diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan cepat.
  • Distribusi: Memasuki ASI.
  • Metabolisme: Metabolisme di hati.
  • Ekskresi: Terutama melalui urine (sekitar 80%) dan feses.

Kategori kehamilan dan menyusui :

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan Pantozol tablet pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Interaksi obat :

  • Methotrexate.
    Pantoprazole dapat meningkatkan kadar methotrexte dalam plasma dan risiko efek samping.
  • Warfarin.
    Pantoprazole dan warfarin dapat meningkatkan waktu protrombin atau pembekuan darah, sehingga meningkatkan risiko perdarahan.
  • Itraconazole, ketoconazole, erlotinib, dan posaconazole.
    Pantoprazole dapat menurunkan absorpsi dari obat di atas, sehingga akan menurunkan efektivitas obat dalam mengatasi jamur.
  • Clopidogrel.
    Pantoprazole dapat mengurangi efektivitas clopidogrel dan menurunkan efek obat dalam mengencerkan darah, sehingga dapat menyebabkan terjadinya pembekuan darah.
  • Rilpivirin dan atazanavir.
    Pantoprazole dapat menurunkan kadar rilpivirin dan atazanavir dalam darah, sehingga akan menurunkan efek antivirus.
  • Diuretik.
    Pantoprazole dan diuretik dapat meningkatkan risiko penurunan kadar magnesium dalam darah (hipomagnesia).

Apa yang harus dilakukan jika dosis terlewat :

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali atas anjuran dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa menggunakan obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter :

Segera hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Sakit perut parah serta diare berair atau berdarah.
  • Nyeri tiba-tiba atau kesulitan menggerakkan pinggul, pergelangan tangan, atau punggung.
  • Masalah ginjal, seperti buang air kecil lebih sedikit dari biasanya, adanya darah dalam urine, bengkak, dan penambahan berat badan yang cepat.
  • Kadar magnesium rendah yang ditandai dengan pusing, detak jantung cepat atau tidak teratur, tremor, gemetar atau gerakan otot yang menyentak, merasa gelisah, kram otot, kejang otot di tangan dan kaki, serta batuk atau perasaan tersedak.
  • Gejala lupus yang baru terjadi atau bertambah parah, seperti nyeri sendi, dan ruam kulit di pipi atau lengan yang memburuk di bawah sinar matahari.

Pantozol Tablet 40 mg (1 Strip @ 7 Tablet)
Golongan Obat
Obat Keras
Informasi Tambahan
obat resep
Kandungan Utama
-
Kelas Terapi
-
Klasifikasi Obat
-
Kemasan
1 box isi 1 strip @ 7 tablet (40 mg)
Produsen
Takeda Indonesia

Indikasi (manfaat) Obat

Mengatasi gejala akibat peningkatan asam lambung, seperti:

  • Peradangan mukosa esofagus yang disebabkan refluks cairan lambung dan duodenum esofagus (esofagitis refluks).
  • Luka pada dinding usus 12 jari (tukak duodenum).
  • Luka pada dinding lambung (tukak lambung).
  • Tumor di pankreas atau bagian atas usus halus (sindrom Zollinger-Ellison).
  • Sensasi rasa terbakar pada area dada dan kerongkongan yang disebabkan oleh peningkatan asam lambung ke kerongkongan dan terjadi iritasi kerongkongan.

Pantoprazole digunakan untuk mengobati esofagitis erosif atau kerusakan kerongkongan akibat asam lambung yang disebabkan GERD pada orang dewasa dan anak-anak dengan usia minimal 5 tahun. Obat ini biasanya diberikan hingga 8 minggu.

Komposisi Obat

Pantoprazole 40 mg.

Dosis Obat

Sindrom Zollinger-Ellison:

  • Dewasa: 80 mg/hari, dikonsumsi pada pagi hari, dosis dapat ditingkatkan hingga 240 mg/hari. Dosis harian lebih dari 80 mg harus dikonsumsi dalam 2 dosis terbagi.

Penyakit refluks gastroesofageal (GERD):

  • Dewasa: 20-40 mg/hari, dikonsumsi pada pagi hari selama 4 minggu, dosis dapat diteruskan hingga 8 minggu. Pemberian dapat diteruskan dengan dosis pemeliharaan 40 mg/hari atau 20 mg/hari pada gejala yang berulang.

Peptic ulcer:

  • Dewasa: 40 mg satu kali sehari di pagi hari selama 2-4 minggu untuk ulkus duodenum atau 4-8 minggu untuk ulkus lambung.

Esofagitis erosif:

  • Dewasa: 20-40 mg/hari, dikonsumsi pada pagi hari selama 4 minggu, dosis dapat diteruskan hingga 16 minggu bila diperlukan. Dosis diteruskan 20-40 mg/hari atau, 20 mg/hari pada gejala yang berulang.
  • Anak-anak berusia 5 tahun ke atas:

Pencegahan luka yang disebabkan karena mengonsumsi OAINS:

  • Dewasa: 20 mg/hari, dikonsumsi pada pagi hari.

Infeksi H. pylori:

  • Dewasa: Dikonsumsi selama 1 minggu bersama kombinasi 3 obat: 40 mg, sebanyak 2 kali/hari dikombinasikan dengan klaritromisin 500 mg sebanyak 2 kali/hari dan amoxicillin 1 g sebanyak 2 kali/hari atau kombinasi dengan klaritromisin 250 mg sebanyak 2 kali/hari dan 400 mg metronidazol sebanyak 2 kali/hari.

Aturan pakai obat

Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan, sebelum atau ketika makan pagi. Tablet ditelan secara utuh, jangan dikunyah atau dihancurkan.

Perlu Resep

Ya

Efek Samping Obat

  • Mual atau muntah.
    Tetaplah mengonsumsi makanan sederhana dan jangan makan makanan yang kaya rasa seperti makanan pedas. Jika Anda muntah, cobalah sesering mungkin minum air putih. Jangan minum obat lain untuk mengobati muntah tanpa berbicara dengan apoteker atau dokter.
  • Sakit kepala.
    Pastikan Anda istirahat dan minum banyak cairan. Jangan minum terlalu banyak alkohol. Mintalah apoteker Anda untuk merekomendasikan obat penghilang rasa sakit. Sakit kepala biasanya akan hilang setelah minggu pertama mengonsumsi pantoprazol. Segera hubungi dokter Anda jika berlangsung lebih dari seminggu atau semakin parah.
  • Sakit perut atau perut kembung.
    Hindari makanan yang menyebabkan kembung, seperti kacang-kacangan dan bawang. Makanlah dalam porsi kecil, tetapi lebih sering. Makan dan minum perlahan. Lakukan olahraga secara teratur. Beberapa obat, seperti simetikon, dapat meredakan gejala perut kembung ini.
  • Diare.
    Minum banyak air dengan jumlah sedikit, tetapi sering untuk menghindari terjadinya kekurangan cairan atau dehidrasi. Gejala dehidrasi, antara lain buang air kecil lebih sedikit dari biasanya atau urine berbau tajam. Jangan minum obat lain untuk mengobati diare tanpa berkonsultasi dengan apoteker atau dokter.
  • Kesulitan buang air besar (sembelit).
    Konsumsi makanan yang mengandung banyak serat, seperti buah, sayur, dan sereal. Minumlah banyak air putih. Cobalah berolahraga, misalnya dengan berjalan-jalan atau berlari setiap hari. Jika cara ini tidak membantu, hubungi apoteker atau dokter Anda.

Cara Penyimpanan Obat

Simpan pada suhu 20-25°C.

Perhatian Khusus

  • Pasien dengan riwayat luka pada dinding lambung (tukak lambung) atau usus 12 jari (tukak duodenum), serta perdarahan pada saluran pencernaan atas.
  • Pasien dalam pengobatan untuk menangani atau mencegah infeksi virus, termasuk HIV (HIV protease inhibitor).
  • Pasien berusia 65 tahun ke atas.
  • Anak-anak.
  • Pasien yang berisiko mengalami pengeroposan tulang (osteoporosis).
  • Pasien dengan gangguan penyerapan vitamin B12.
  • Pasien penderita gangguan fungsi hati yang berat.
  • Hentikan penggunaan jika enzim hati meningkat.
  • Lakukan pemantauan enzim hati dalam penggunaan jangka panjang.
  • Lakukan pemantauan kadar magnesium sebelum terapi dan secara berkala.
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.
  • Pasien dengan kondisi kadar magnesium dalam tubuh rendah (hipomagnesemia).

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi pantoprazole.
  • Pasien yang mengonsumsi obat rilpivirin dan atazanavir.
-
SehatQ
Produk ini belum diulasJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.
Nama Produk

Pantozol Tablet 40 mg (1 Strip @ 7 Tablet)

Jual dan Beli Pantozol Tablet 40 mg (1 Strip @ 7 Tablet) dari Apotek Online Toko SehatQ

Pantozol tablet adalah obat untuk mengatasi gejala yang disebabkan peningkatan asam lambung. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Obat Pantozol 40 mg ini mengandung zat aktif pantoprazole.

Pantoprazole digunakan untuk mengobati kondisi ketika perut menghasilkan terlalu banyak asam, seperti sindrom Zollinger-Ellison pada orang dewasa. Selain itu, obat ini juga digunakan untuk mengobati kerusakan akibat penyakit gastroesophageal reflux (GERD).

Informasi zat aktif :

Pantoprazole berada dalam kelas obat yang disebut inhibitor pompa proton (PPI). Obat ini bekerja dengan memblokir enzim di dinding lambung yang menghasilkan asam. Dengan memblokir enzim, produksi asam akan menurun dan menyembuhkan luka pada lambung, usus, ataupun kerongkongan.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, pantoprazole diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan cepat.
  • Distribusi: Memasuki ASI.
  • Metabolisme: Metabolisme di hati.
  • Ekskresi: Terutama melalui urine (sekitar 80%) dan feses.

Kategori kehamilan dan menyusui :

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan Pantozol tablet pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Interaksi obat :

  • Methotrexate.
    Pantoprazole dapat meningkatkan kadar methotrexte dalam plasma dan risiko efek samping.
  • Warfarin.
    Pantoprazole dan warfarin dapat meningkatkan waktu protrombin atau pembekuan darah, sehingga meningkatkan risiko perdarahan.
  • Itraconazole, ketoconazole, erlotinib, dan posaconazole.
    Pantoprazole dapat menurunkan absorpsi dari obat di atas, sehingga akan menurunkan efektivitas obat dalam mengatasi jamur.
  • Clopidogrel.
    Pantoprazole dapat mengurangi efektivitas clopidogrel dan menurunkan efek obat dalam mengencerkan darah, sehingga dapat menyebabkan terjadinya pembekuan darah.
  • Rilpivirin dan atazanavir.
    Pantoprazole dapat menurunkan kadar rilpivirin dan atazanavir dalam darah, sehingga akan menurunkan efek antivirus.
  • Diuretik.
    Pantoprazole dan diuretik dapat meningkatkan risiko penurunan kadar magnesium dalam darah (hipomagnesia).

Apa yang harus dilakukan jika dosis terlewat :

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali atas anjuran dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa menggunakan obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter :

Segera hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Sakit perut parah serta diare berair atau berdarah.
  • Nyeri tiba-tiba atau kesulitan menggerakkan pinggul, pergelangan tangan, atau punggung.
  • Masalah ginjal, seperti buang air kecil lebih sedikit dari biasanya, adanya darah dalam urine, bengkak, dan penambahan berat badan yang cepat.
  • Kadar magnesium rendah yang ditandai dengan pusing, detak jantung cepat atau tidak teratur, tremor, gemetar atau gerakan otot yang menyentak, merasa gelisah, kram otot, kejang otot di tangan dan kaki, serta batuk atau perasaan tersedak.
  • Gejala lupus yang baru terjadi atau bertambah parah, seperti nyeri sendi, dan ruam kulit di pipi atau lengan yang memburuk di bawah sinar matahari.


Merek: Pantozol
Bentuk sediaan: Tablet
Principal/Distributor obat: Takeda Indonesia
Manufacture: Takeda Indonesia
Kemasan obat: 1 box isi 1 strip @ 7 tablet (40 mg)

Indikasi/Manfaat Pantozol Tablet 40 mg (1 Strip @ 7 Tablet)

Mengatasi gejala akibat peningkatan asam lambung, seperti:

  • Peradangan mukosa esofagus yang disebabkan refluks cairan lambung dan duodenum esofagus (esofagitis refluks).
  • Luka pada dinding usus 12 jari (tukak duodenum).
  • Luka pada dinding lambung (tukak lambung).
  • Tumor di pankreas atau bagian atas usus halus (sindrom Zollinger-Ellison).
  • Sensasi rasa terbakar pada area dada dan kerongkongan yang disebabkan oleh
    peningkatan asam lambung ke kerongkongan dan terjadi iritasi kerongkongan.

Pantoprazole digunakan untuk mengobati esofagitis erosif atau kerusakan kerongkongan akibat asam lambung yang disebabkan GERD pada orang dewasa dan anak-anak dengan usia minimal 5 tahun. Obat ini biasanya diberikan hingga 8 minggu.


Dosis Pantozol Tablet 40 mg (1 Strip @ 7 Tablet)


Sindrom Zollinger-Ellison:

  • Dewasa: 80 mg/hari, dikonsumsi pada pagi hari, dosis dapat ditingkatkan hingga 240 mg/hari. Dosis harian lebih dari 80 mg harus dikonsumsi dalam 2 dosis terbagi.

Penyakit refluks gastroesofageal (GERD):

  • Dewasa: 20-40 mg/hari, dikonsumsi pada pagi hari selama 4 minggu, dosis dapat diteruskan hingga 8 minggu. Pemberian dapat diteruskan dengan dosis pemeliharaan 40 mg/hari atau 20 mg/hari pada gejala yang berulang.

Peptic ulcer:

  • Dewasa: 40 mg satu kali sehari di pagi hari selama 2-4 minggu untuk ulkus duodenum atau 4-8 minggu untuk ulkus lambung.

Esofagitis erosif:

  • Dewasa: 20-40 mg/hari, dikonsumsi pada pagi hari selama 4 minggu, dosis dapat diteruskan hingga 16 minggu bila diperlukan. Dosis diteruskan 20-40 mg/hari atau, 20 mg/hari pada gejala yang berulang.
  • Anak-anak berusia 5 tahun ke atas:

Pencegahan luka yang disebabkan karena mengonsumsi OAINS:

  • Dewasa: 20 mg/hari, dikonsumsi pada pagi hari.

Infeksi H. pylori:

  • Dewasa: Dikonsumsi selama 1 minggu bersama kombinasi 3 obat: 40 mg, sebanyak 2 kali/hari dikombinasikan dengan klaritromisin 500 mg sebanyak 2 kali/hari dan amoxicillin 1 g sebanyak 2 kali/hari atau kombinasi dengan klaritromisin 250 mg sebanyak 2 kali/hari dan 400 mg metronidazol sebanyak 2 kali/hari.


Cara Penggunaan Pantozol Tablet 40 mg (1 Strip @ 7 Tablet)


Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan, sebelum atau ketika makan pagi. Tablet ditelan secara utuh, jangan dikunyah atau dihancurkan.

Cara Menyimpan Pantozol Tablet 40 mg (1 Strip @ 7 Tablet)


Simpan pada suhu 20-25°C.

Kontraindikasi/Jangan Menggunakan Pantozol Tablet 40 mg (1 Strip @ 7 Tablet) Jika:


  • Pasien yang memiliki alergi pantoprazole.
  • Pasien yang mengonsumsi obat rilpivirin dan atazanavir.


Yang Perlu Diperhatikan Saat/Sebelum Menggunakan Pantozol Tablet 40 mg (1 Strip @ 7 Tablet)


  • Pasien dengan riwayat luka pada dinding lambung (tukak lambung) atau usus 12 jari (tukak duodenum), serta perdarahan pada saluran pencernaan atas.
  • Pasien dalam pengobatan untuk menangani atau mencegah infeksi virus, termasuk HIV (HIV protease inhibitor).
  • Pasien berusia 65 tahun ke atas.
  • Anak-anak.
  • Pasien yang berisiko mengalami pengeroposan tulang (osteoporosis).
  • Pasien dengan gangguan penyerapan vitamin B12.
  • Pasien penderita gangguan fungsi hati yang berat.
  • Hentikan penggunaan jika enzim hati meningkat.
  • Lakukan pemantauan enzim hati dalam penggunaan jangka panjang.
  • Lakukan pemantauan kadar magnesium sebelum terapi dan secara berkala.
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.
  • Pasien dengan kondisi kadar magnesium dalam tubuh rendah (hipomagnesemia).


Efek Samping Obat Pantozol Tablet 40 mg (1 Strip @ 7 Tablet)


  • Mual atau muntah.
    Tetaplah mengonsumsi makanan sederhana dan jangan makan makanan yang kaya rasa seperti makanan pedas. Jika Anda muntah, cobalah sesering mungkin minum air putih. Jangan minum obat lain untuk mengobati muntah tanpa berbicara dengan apoteker atau dokter.
  • Sakit kepala.
    Pastikan Anda istirahat dan minum banyak cairan. Jangan minum terlalu banyak alkohol. Mintalah apoteker Anda untuk merekomendasikan obat penghilang rasa sakit. Sakit kepala biasanya akan hilang setelah minggu pertama mengonsumsi pantoprazol. Segera hubungi dokter Anda jika berlangsung lebih dari seminggu atau semakin parah.
  • Sakit perut atau perut kembung.
    Hindari makanan yang menyebabkan kembung, seperti kacang-kacangan dan bawang. Makanlah dalam porsi kecil, tetapi lebih sering. Makan dan minum perlahan. Lakukan olahraga secara teratur. Beberapa obat, seperti simetikon, dapat meredakan gejala perut kembung ini.
  • Diare.
    Minum banyak air dengan jumlah sedikit, tetapi sering untuk menghindari terjadinya kekurangan cairan atau dehidrasi. Gejala dehidrasi, antara lain buang air kecil lebih sedikit dari biasanya atau urine berbau tajam. Jangan minum obat lain untuk mengobati diare tanpa berkonsultasi dengan apoteker atau dokter.
  • Kesulitan buang air besar (sembelit).
    Konsumsi makanan yang mengandung banyak serat, seperti buah, sayur, dan sereal. Minumlah banyak air putih. Cobalah berolahraga, misalnya dengan berjalan-jalan atau berlari setiap hari. Jika cara ini tidak membantu, hubungi apoteker atau dokter Anda.