Pantozol Tablet 20 mg (1 Strip @ 7 Tablet)


Harga Produk
Rp 0

Jumlah Produk
0

logo-prescription
Obat ResepKirimkan resep ke alamat email apotek@sehatq.comJumlah pembelian obat terbatas.SehatQ memiliki kewenangan untuk tidak memproses pesanan lebih lanjut jika resep tidak dapat diverifikasi.

Deskripsi

Pantozol Tablet adalah obat keras atau obat resep yang mengandung pantoprazole 20 mg.. Beli obat online di Toko SehatQ - Pasti asli!

Nikmati promo GRATIS Ongkir ke seluruh Indonesia. Temukan kode promonya di https://toko.sehatq.com/voucher

Pantozol Tablet 20 mg (1 Strip @ 7 Tablet)
Golongan Obat
Obat Keras
Informasi Tambahan
obat resep
Kandungan Utama
Pantoprazole.
Kelas Terapi
Antasida.
Klasifikasi Obat
Penghambat Pompa Proton (PPI).
Kemasan
1 Strip @ 7 Tablet (20 mg)
Produsen
Takeda Indonesia

Informasi Zat Aktif

Pantoprazole berada dalam kelas obat yang disebut inhibitor pompa proton (PPI). Obat ini bekerja dengan memblokir enzim di dinding lambung yang menghasilkan asam. Dengan memblokir enzim, produksi asam akan menurun dan menyembuhkan luka pada lambung, usus, ataupun kerongkongan.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, pantoprazole diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan cepat.
  • Distribusi: Memasuki ASI.
  • Metabolisme: Metabolisme di hati.
  • Ekskresi: Terutama melalui urine (sekitar 80%) dan feses.

Indikasi (manfaat) Obat

Mengatasi gejala akibat peningkatan asam lambung, seperti:

  • Peradangan mukosa esofagus yang disebabkan refluks cairan lambung dan duodenum esofagus (esofagitis refluks).
  • Luka pada dinding usus 12 jari (tukak duodenum).
  • Luka pada dinding lambung (tukak lambung).
  • Tumor di pankreas atau bagian atas usus halus (sindrom Zollinger-Ellison).
  • Sensasi rasa terbakar pada area dada dan kerongkongan yang disebabkan oleh peningkatan asam lambung ke kerongkongan dan terjadi iritasi kerongkongan.

Pantoprazole digunakan untuk mengobati esofagitis erosif atau kerusakan kerongkongan akibat asam lambung yang disebabkan GERD pada orang dewasa dan anak-anak dengan usia minimal 5 tahun. Obat ini biasanya diberikan hingga 8 minggu.

Komposisi Obat

Pantoprazole 20 mg.

Dosis Obat

Sindrom Zollinger-Ellison:

  • Dewasa: 80 mg/hari, dikonsumsi pada pagi hari, dosis dapat ditingkatkan hingga 240 mg/hari. Dosis harian lebih dari 80 mg harus dikonsumsi dalam 2 dosis terbagi.

Penyakit refluks gastroesofageal (GERD):

  • Dewasa: 20-40 mg/hari, dikonsumsi pada pagi hari selama 4 minggu, dosis dapat diteruskan hingga 8 minggu. Pemberian dapat diteruskan dengan dosis pemeliharaan 40 mg/hari atau 20 mg/hari pada gejala yang berulang.

Peptic ulcer:

  • Dewasa: 40 mg satu kali sehari di pagi hari selama 2-4 minggu untuk ulkus duodenum atau 4-8 minggu untuk ulkus lambung.

Esofagitis erosif:

  • Dewasa: 20-40 mg/hari, dikonsumsi pada pagi hari selama 4 minggu, dosis dapat diteruskan hingga 16 minggu bila diperlukan. Dosis diteruskan 20-40 mg/hari atau, 20 mg/hari pada gejala yang berulang.
  • Anak-anak berusia 5 tahun ke atas:
    • Berat badan 15-40 kg: 20 mg/hari.
    • Berat badan 40 kg ke atas: 40 mg/hari.
      Dikonsumsi selama 8 minggu.

Pencegahan luka yang disebabkan karena mengonsumsi OAINS:

  • Dewasa: 20 mg/hari, dikonsumsi pada pagi hari.

Infeksi H. pylori:

  • Dewasa: Dikonsumsi selama 1 minggu bersama kombinasi 3 obat: 40 mg, sebanyak 2 kali/hari dikombinasikan dengan klaritromisin 500 mg sebanyak 2 kali/hari dan amoxicillin 1 g sebanyak 2 kali/hari atau kombinasi dengan klaritromisin 250 mg sebanyak 2 kali/hari dan 400 mg metronidazol sebanyak 2 kali/hari.

Aturan pakai obat

Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan, sebelum atau ketika makan pagi. Tablet ditelan secara utuh, jangan dikunyah atau dihancurkan.

Perlu Resep

Ya

Efek Samping Obat

  • Mual atau muntah.
    Tetaplah mengonsumsi makanan sederhana dan jangan makan makanan yang kaya rasa seperti makanan pedas. Jika Anda muntah, cobalah sesering mungkin minum air putih. Jangan minum obat lain untuk mengobati muntah tanpa berbicara dengan apoteker atau dokter.
  • Sakit kepala.
    Pastikan Anda istirahat dan minum banyak cairan. Jangan minum terlalu banyak alkohol. Mintalah apoteker Anda untuk merekomendasikan obat penghilang rasa sakit. Sakit kepala biasanya akan hilang setelah minggu pertama mengonsumsi pantoprazol. Segera hubungi dokter Anda jika berlangsung lebih dari seminggu atau semakin parah.
  • Sakit perut atau perut kembung.
    Hindari makanan yang menyebabkan kembung, seperti kacang-kacangan dan bawang. Makanlah dalam porsi kecil, tetapi lebih sering. Makan dan minum perlahan. Lakukan olahraga secara teratur. Beberapa obat, seperti simetikon, dapat meredakan gejala perut kembung ini.
  • Diare.
    Minum banyak air dengan jumlah sedikit, tetapi sering untuk menghindari terjadinya kekurangan cairan atau dehidrasi. Gejala dehidrasi, antara lain buang air kecil lebih sedikit dari biasanya atau urine berbau tajam. Jangan minum obat lain untuk mengobati diare tanpa berkonsultasi dengan apoteker atau dokter.
  • Kesulitan buang air besar (sembelit).
    Konsumsi makanan yang mengandung banyak serat, seperti buah, sayur, dan sereal. Minumlah banyak air putih. Cobalah berolahraga, misalnya dengan berjalan-jalan atau berlari setiap hari. Jika cara ini tidak membantu, hubungi apoteker atau dokter Anda.

Cara Penyimpanan Obat

Simpan di tempat kering dan sejuk pada suhu di bawah 30 °C. Jauhkan dari cahaya matahari langsung.

Perhatian Khusus

  • Pasien dengan riwayat luka pada dinding lambung (tukak lambung) atau usus 12 jari (tukak duodenum), serta perdarahan pada saluran pencernaan atas.
  • Pasien dalam pengobatan untuk menangani atau mencegah infeksi virus, termasuk HIV (HIV protease inhibitor).
  • Pasien berusia 65 tahun ke atas.
  • Anak-anak.
  • Pasien yang berisiko mengalami pengeroposan tulang (osteoporosis).
  • Pasien dengan gangguan penyerapan vitamin B12.
  • Pasien penderita gangguan fungsi hati yang berat.
  • Hentikan penggunaan jika enzim hati meningkat.
  • Lakukan pemantauan enzim hati dalam penggunaan jangka panjang.
  • Lakukan pemantauan kadar magnesium sebelum terapi dan secara berkala.
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.
  • Pasien dengan kondisi kadar magnesium dalam tubuh rendah (hipomagnesemia).

Kategori Kehamilan

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan Pantozol tablet pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi pantoprazole.
  • Pasien yang mengonsumsi obat rilpivirin dan atazanavir.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Methotrexate.
    Pantoprazole dapat meningkatkan kadar methotrexte dalam plasma dan risiko efek samping.
  • Warfarin.
    Pantoprazole dan warfarin dapat meningkatkan waktu protrombin atau pembekuan darah, sehingga meningkatkan risiko perdarahan.
  • Itraconazole, ketoconazole, erlotinib, dan posaconazole.
    Pantoprazole dapat menurunkan absorpsi dari obat di atas, sehingga akan menurunkan efektivitas obat dalam mengatasi jamur.
  • Clopidogrel.
    Pantoprazole dapat mengurangi efektivitas clopidogrel dan menurunkan efek obat dalam mengencerkan darah, sehingga dapat menyebabkan terjadinya pembekuan darah.
  • Rilpivirin dan atazanavir.
    Pantoprazole dapat menurunkan kadar rilpivirin dan atazanavir dalam darah, sehingga akan menurunkan efek antivirus.
  • Diuretik.
    Pantoprazole dan diuretik dapat meningkatkan risiko penurunan kadar magnesium dalam darah (hipomagnesia).

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali atas anjuran dokter.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa untuk mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) atau mintalah orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Jika efek samping tidak kunjung hilang atau bertambah buruk, segera hubungi dokter Anda.
-
SehatQ
Produk ini belum diulasJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.
Nama Produk

Pantozol Tablet 20 mg (1 Strip @ 7 Tablet)