SehatQ
SehatQ Profile
Panadol Flu & Batuk kaplet adalah obat untuk meredakan gejala flu dan batuk tidak berdahak

Panadol Flu & Batuk Kaplet (1 Strip @ 10 Kaplet)


Harga Produk
Mulai dari
Rp 11.500

Jumlah Produk
1

Tersedia 15 Penjual

Apotek Altaday
Rp 16.500
Apotek Altaday
Kota Jakarta Selatan10.55 km
Apotek Charista
Rp 16.500
Apotek Charista
Kota Jakarta Barat11.18 km
Apotek Hidayah
Rp 15.900
Apotek Hidayah
Kota Tangerang14.11 km
Apotek Al Ikhlas
Rp 17.600
Apotek Al Ikhlas
Kota Jakarta Timur15.47 km

Deskripsi

Panadol Flu & Batuk kaplet adalah obat untuk meredakan gejala flu, seperti demam, sakit kepala, hidung tersumbat, dan bersin yang disertai batuk tidak berdahak.

Obat ini mengandung zat aktif paracetamol, phenylephrine HCl, dan dextromethorphan HBr.

Paracetamol adalah pereda nyeri dan penurun demam. Lalu, phenylephrine HCl adalah dekongestan yang akan mengecilkan pembuluh darah di saluran hidung. Pasalnya, pembuluh darah yang melebar dapat menyebabkan hidung tersumbat.

Sementara, dextromethorphan adalah penekan batuk. Obat ini dapat memengaruhi sinyal di otak yang memicu refleks batuk.

Panadol Flu & Batuk kaplet termasuk dalam golongan obat bebas terbatas.

Beli obat online di Toko SehatQ - Pasti asli!

Nikmati promo GRATIS Ongkir ke seluruh Indonesia. Temukan kode promonya di https://toko.sehatq.com/voucher

Panadol Flu & Batuk Kaplet (1 Strip @ 10 Kaplet)
Golongan Obat
Obat Bebas Terbatas
Informasi Tambahan
-
Kandungan Utama
Paracetamol, phenylephrine HCl, dan dextromethorphan HBr
Kelas Terapi
Analgesik, antipiretik, dekongestan, dan antitusif
Klasifikasi
-
Kemasan

1 strip @ 10 kaplet

Produsen
Sterling Products

Informasi Zat Aktif

Paracetamol bekerja untuk menghentikan pesan rasa sakit agar tidak masuk ke otak dan juga bekerja di otak untuk menurunkan demam.

Dextromethorphan merupakan pereda batuk kering (antitusif) yang bekerja secara terpusat, menekan pusat batuk, dan mengakibatkan penurunan sensitivitas reseptor batuk.

Phenylephrine hidroklorida bekerja untuk mengurangi hidung tersumbat.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, paracetamol, dextromethorphan, dan phenylephrine diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Parasetamol diserap dengan baik setelah pemberian oral. Waktu saat obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu untuk konsentrasi plasma puncak) kira-kira 10-60 menit.
    Dextromethorphan diserap dengan cepat dari saluran gastrointestinal atau pencernaan. Waktu saat obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu untuk konsentrasi plasma puncak) sekitar 2-3 jam.
    Phenylephrine mudah diserap, tetapi tidak menentu dan tidak lengkap. Kadar obat yang masuk ke dalam peredaran darah (ketersediaan hayati) sekitar 40%. 
  • Distribusi: Paracetamol didistribusikan ke sebagian besar jaringan tubuh, melintasi plasenta dan memasuki ASI. Dextromethorphan terdistribusi dengan baik. Ikatan protein plasma sekitar 10-25%. Phenylephrine didistribusi cepat ke jaringan perifer dengan penetrasi minimal ke otak. Volume distribusi: 200-500 L.
  • Metabolisme: Dimetabolisme di hati.
  • Ekskresi: Paracetamol dikeluarkan melalui urine. Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) kira-kira 1-3 jam.
    Dextromethorphan dikeluarkan melalui urine. Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) sekitar 2-4 jam.
    Phenylephrine juga dikeluarkan melalui urine. Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) kira-kira 5 menit.

Indikasi (manfaat)

  • Membantu meredakan gejala flu 

Paracetamol termasuk dalam kelas obat analgesik (pereda nyeri) dan antipiretik (penurun demam). Obat ini bekerja dengan mengubah cara tubuh merasakan rasa sakit dan dengan mendinginkan tubuh.

Phenylephrine termasuk dalam kelas obat dekongestan hidung. Obat ini bekerja dengan cara mengurangi pembengkakan pembuluh darah di saluran hidung.

Dextromethorphan HBr termasuk dalam kelas obat antitusif. Obat ini bekerja dengan cara mengurangi aktivitas di bagian otak yang menyebabkan batuk.

Komposisi

  • Paracetamol 500 mg
  • Phenylepherine HCl 5 mg
  • Dextromethorphan HBr 15 mg

Dosis

Dewasa: 1 kaplet sebanyak 3 kali/hari

Aturan pakai

Dikonsumsi sebelum atau sesudah makan.

Perlu Resep

Tidak

Efek Samping

  • Pusing
    Ketika merasa pusing, berbaringlah agar tidak pingsan dan duduklah hingga merasa lebih baik. Berhati-hatilah saat mengemudi atau menggunakan alat atau mesin jika Anda mengalami pusing.
  • Muntah
    Hindari terjadinya dehidrasi dengan mengonsumsi banyak cairan untuk menggantikan cairan yang hilang. Dehidrasi ditandai dengan penurunan frekuensi dan jumlah urine serta urine berwarna gelap dan berbau menyengat. Hindari konsumsi makanan pedas.
  • Sakit perut
    Istirahatkan tubuh Anda agar merasa rileks. Makan dan minum secara perlahan dalam porsi yang lebih sedikit dan lebih sering dapat membantu. Kompres perut dengan handuk hangat untuk meredakan gejala.
  • Mengantuk
    Beristirahatlah hingga merasa lebih baik dan hindari mengemudi kendaraan atau menjalankan mesin ketika mengantuk.
  • Mual
    Tetaplah mengonsumsi makanan ringan dan hindari mengonsumsi makanan pedas. Minumlah obat ini setelah makan untuk mengurangi mual. Konsultasi ke dokter jika mual terus berlangsug atau semakin parah.
  • Gangguan pencernaan
  • Gangguan irama jantung (aritmia)
  • Jantung berdebar (palpitasi)
  • Penumpukan urine di kandung kemih (retensi urine)
  • Gangguan tidur (insomnia)
  • Gelisah
  • Gemetar tidak terkendali atau tremor
  • Detak jantung melebihi 100 kali per menit (takikardia)

Cara Penyimpanan

Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat yang kering pada suhu di bawah 30°C.

Perhatian Khusus

  • Pasien yang berpotensi mengalami tekanan darah tinggi atau stroke seperti pada penderita dengan berat badan berlebih (over weight)
  • Pasien yang mengonsumsi alkohol
  • Pasien yang mengalami peningkatan tekanan bola mata (glaukoma)
  • Pasien dengan pembesaran kelenjar prostat (hipertrofi prostat)
  • Pasien yang memiliki pembesaran kelenjar tiroid
  • Pasien yang mengalami kekurangan oksigen (hipoksia)
  • Anak-anak
  • Ibu hamil dan menyusui
  • Pasien yang memiliki gangguan fungsi hati atau ginjal

Hubungi dokter jika dalam tiga hari gejala flu tidak mereda. Penggunaan dosis tinggi atau pada pasien dengan gangguan fungsi pernapasan, seperti asma dan emfisema dapat menyebabkan depresi pernapasan dan susunan saraf pusat.

Kategori Kehamilan

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan Panadol Flu & Batuk kaplet pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap kandungan panadol flu dan batuk
  • Anak-anak 2 tahun ke bawah
  • Pasien asma, bronkitis, kerusakan kantong udara (emfisema), atau kondisi lain yang menyebabkan batuk terus-menerus atau kronis
  • Pasien penderita gangguan fungsi hati berat
  • Pasien penderita gangguan jantung
  • Pasien penderita kencing manis (diabetes melitus)
  • Penderita yang peka terhadap obat simpatomimatik lain misal seperti pseudoephedrine hidroklorida, ephedrine hidroklorida, dan phenylpropanolamine hidroklorida
  • Pasien penderita tekanan darah tinggi berat
  • Pasien yang mendapat terapi obat antidepresan tipe penghambat monoamin oksidase (MAOI)

Interaksi (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Albuterol
    Menggunakan phenylephrine bersama albuterol dapat meningkatkan efek samping kardiovaskular, seperti peningkatan denyut jantung dan tekanan darah atau irama jantung tidak teratur.
  • Duloksetin, escitalopram, setralin, dan kuinidin
    Penggunaan dextromethorphan bersama salah satu atau beberapa obat di atas dapat meningkatkan risiko kondisi langka tetapi serius yang disebut sindrom serotonin. Gejala sindrom serotonin, yaitu kebingungan, halusinasi, kejang, perubahan tekanan darah yang ekstrem, peningkatan detak jantung, demam, keringat berlebih, menggigil atau gemetar, penglihatan kabur, kejang otot atau kekakuan, tremor, inkoordinasi, kram perut, mual, muntah, dan diare
  • Obat pengambat monoamine oxidase (MAOI) atau Selective Serotonin Re-uptake Inhibitor (SSRI)
    Penggunaan bersama obat di atas dapat meningkatkan kadar serotonin di dalam darah.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya
    Jika masih dekat dengan jadwal sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali atas anjuran dokter.
  • Sering lupa menggonsumsi obat
    Jika sering lupa untuk mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

  • Hentikan penggunaan obat ini jika Anda mengalami insomnia, jantung berdebar, dan pusing.
  • Bila dalam tiga hari gejala flu tidak berkurang, segera konsultasikan ke dokter.

Sesuai kemasan per Agustus 2021

Panadol. https://www.panadol.com/id-id/produk/dewasa/panadol-flu-n-batuk.html

Diakses pada 13 Agustus 2021



MedlinePlus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a682492.html

Diakses pada 13 Agustus 2021



Drugs. https://www.drugs.com/dextromethorphan.html

Diakses pada 13 Agustus 2021



WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-363/dextromethorphan-hbr-oral/details

Diakses pada 13 Agustus 2021



Drugs. https://www.drugs.com/acetaminophen.html

Diakses pada 13 Agustus 2021



WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-362/acetaminophen-oral/details

Diakses pada 13 Agustus 2021



MedlinePlus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a681004.html

Diakses pada 13 Agustus 2021



Rxlist. https://www.rxlist.com/consumer_acetaminophen_tylenol/drugs-condition.htm

Diakses pada 13 Agustus 2021



MedlinePlus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a606008.html

Diakses pada 13 Agustus 2021



Drugs. https://www.drugs.com/mtm/phenylephrine.html

Diakses pada 13 Agustus 2021



Drugs. https://www.drugs.com/ingredient/phenylephrine.html

Diakses pada 13 Agustus 2021



WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-21821/phenylephrine-oral/details

Diakses pada 13 Agustus 2021

SehatQ
Belum Ada UlasanJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.
Nama Produk

Panadol Flu & Batuk Kaplet (1 Strip @ 10 Kaplet)

Total

Rp 16.500