SehatQ
SehatQ Profile
Opistan kaplet adalah obat untuk meringankan nyeri seperti sakit kepala dan sakit gigi

Opistan 500 Kaplet 500 mg (1 Strip @ 10 Kaplet)


Harga Produk
Mulai dari
Rp 4.503

Jumlah Produk
1

Tersedia 107 Penjual

Apotek Sumber Sehat Sejahtera 2
Rp 6.004
Apotek Sumber Sehat Sejahtera 2
Kota Jakarta Pusat1.54 km
Apotek Plaza Medika Grogol
Rp 7.400
Apotek Plaza Medika Grogol
Kota Jakarta Barat3.59 km
Apotek Sehat Krendang
Rp 6.500
Apotek Sehat Krendang
Kota Jakarta Barat3.71 km
Apotek Rave Pharma
Rp 6.100
Apotek Rave Pharma
Kota Jakarta Pusat3.8 km
logo-prescription
Obat ResepPembelian, dosis, dan penggunaan obat ini harus sesuai petunjuk dokter. Kami segera menghubungi Anda untuk membantu proses transaksi.

Deskripsi

Opistan kaplet adalah obat untuk meringankan nyeri ringan hingga sedang, seperti sakit kepala, sakit gigi, nyeri haid, nyeri otot, nyeri karena trauma, dan nyeri setelah operasi.

Obat ini mengandung zat aktif asam mefenamat. Asam mefenamat digunakan untuk mengobati nyeri dalam jangka pendek, yaitu tidak lebih dari tujuh hari.

Selain itu, zat aktif ini sebaiknya digunakan pada orang dewasa dan anak-anal yang berusia minimal 14 tahun.

Opistan kaplet merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter.

Beli obat online di Toko SehatQ - Pasti asli!

Nikmati promo GRATIS Ongkir ke seluruh Indonesia. Temukan kode promonya di https://toko.sehatq.com/voucher

Opistan 500 Kaplet 500 mg (1 Strip @ 10 Kaplet)
Golongan Obat
Obat Keras
Informasi Tambahan
obat resep
Kandungan Utama
Asam mefenamat
Kelas Terapi
Analgesik dan antiinflamasi
Klasifikasi
Nonsteroidal Anti-inflammatory Drugs (NSAID)
Kemasan
1 strip @ 10 kaplet (500 mg)
Produsen
Landson Pertiwi Agung

Informasi Zat Aktif

Asam mefenamat termasuk dalam golongan obat antiinflamasi nonsteroid yang memiliki efek analgesik atau antinyeri dan antiradang.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, asam mefenamat diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan cepat di saluran pencernaan. Waktu ketika obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu puncak konsentrasi plasma) sekitar 2-4 jam.
  • Distribusi: Melewati ASI.
  • Metabolisme: Metabolisme di hati
  • Ekskresi: Melalui urine dan feses. Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat sekitar 2 jam.

Indikasi (manfaat)

Membantu meringankan nyeri ringan hingga sedang, seperti:

  • Sakit gigi
  • Sakit kepala
  • Nyeri haid (dismenore)
  • Nyeri setelah operasi
  • Nyeri ringan akibat peradangan sendi
  • Nyeri otot

Asam mefenamat bekerja dengan cara mengikat dan menghambat reseptor prostaglandin. Reseptor prostaglandin berperan sebagai mediator utama terjadinya peradangan. Dengan terhambatnya reseptor tersebut, maka gejala peradangan seperti demam dan nyeri akan berkurang.

Komposisi

Asam mefenamat 500 mg

Dosis

Dewasa dan anak-anak berusia 14 tahun ke atas: 1 kaplet (500 mg) sebagai dosis awal, kemudian dilanjutkan dengan ½ kaplet (250 mg) tiap 6 jam

Aturan pakai

Sebaiknya dikonsumsi bersama makanan atau sesudah makan.

Perlu Resep

Ya

Efek Samping

  • Diare
    Untuk mengatasi diare ringan, Anda perlu mengganti cairan dan elektrolit (garam) yang hilang dengan meminum banyak air atau minuman olahraga kaya elektrolit. Hindari kopi, minuman berkafein, minuman manis, soda, dan alkohol karena memiliki efek pencahar. Sebaiknya, hindari juga produk susu.
  • Muntah
    Duduk atau berbaring dalam posisi bersandar. Minumlah sedikit minuman manis. Minuman dengan gula di dalamnya bisa membantu menenangkan perut. Namun, hindari minuman asam, seperti jus jeruk atau jus anggur.
  • Sakit kepala
    Istirahat dan tidur yang cukup bisa membuat tubuh Anda lebih rileks. Jika Anda duduk dalam waktu yang lama, bangun dan sering-seringlah bergerak.
  • Pusing
    Jika Anda mulai merasa pusing, berbaringlah agar tidak pingsan, lalu duduklah sampai Anda merasa lebih baik. Berhati-hatilah saat mengemudi atau mengoperasikan mesin jika Anda mengalami efek samping ini.
  • Sakit perut
    Cobalah istirahat agar tubuh Anda lebih rileks. Mengompres perut menggunakan handuk hangat atau botol air minum berisi air panas dapat membantu meredakan efek samping ini.
  • Mual
    Hindari makanan yang sulit dicerna. Jangan berbaring setelah makan. Beristirahatlah dengan posisi kepala lebih tinggi dari kaki Anda. Minumlah setidaknya enam gelas air sehari.
  • Telinga berdenging (tinnitus)
  • Peningkatan tekanan darah (hipertensi)
  • Mengantuk
  • Kesulitan buang air besar (sembelit)

Cara Penyimpanan

Simpan pada suhu di bawah 30°C.

Perhatian Khusus

  • Pasien lanjut usia
  • Pasien dengan kondisi kadar lipid atau lemak dalam darah meningkat tinggi (hiperlipidemia)
  • Pasien penderita kencing manis (diabetes melitus)
  • Pasien penderita gagal jantung
  • Pasien yang mengalami dehidrasi
  • Pasien yang mengalami penurunan jumlah darah dan cairan dalam tubuh secara drastis (hipovolemia)
  • Pasien penderita gagal ginjal dan hati
  • Pasien penderita gangguan jantung
  • Pasien penderita tekanan darah tinggi (hipertensi)
  • Pasien yang mengalami nyeri setelah operasi arteri koroner (coronary artery bypass graft)

Penggunaan obat anti inflamasi nonsteroid seperti meloxicam dapat meningkatkan risiko penyumbatan pembuluh darah jantung, serangan jantung (infark miokard), maupun stroke yang dapat berakibat fatal.

Risiko gangguan jantung dapat meningkat seiring dengan lama penggunaan obat. Pasien dengan riwayat gangguan jantung memiliki risiko kekambuhan yang lebih besar.

Obat ini juga dapat meningkatkan kadar SGOT atau SGPT pada hati.

Kategori Kehamilan

Pada trimester pertama dan kedua:
Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan Opistan 500 kaplet pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Pada trimester ketiga:
Kategori D: Hasil penelitian menunjukkan bahwa obat ini menimbulkan risiko pada janin manusia. Penggunaan pada ibu hamil dapat dipertimbangkan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Misalnya, bila obat dibutuhkan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau penyakit serius, di saat obat lain tidak efektif atau tidak bisa diberikan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap asam mefenamat ini
  • Pasien dengan riwayat mengalami pendarahan pada saluran pencernaan akibat penggunaan obat aintiinflamasi non-steroid (NSAID)
  • Pasien yang memiliki luka pada dinding lambung (tukak lambung) dan usus 12 jari (ulkus duodenum)
  • Pasien penderita peradangan pada saluran pencernaan
  • Pasien penderita gangguan fungsi ginjal yang berat
  • Wanita hamil pada trimester terakhir
  • Pasien penderita peradangan pada usus besar (gastritis)
  • Pasien yang mengalami pengencangan otot-otot yang melapisi saluran udara (bronkus) di paru-paru (bronkospasma)
  • Pasien yang mengalami peradangan yang terjadi pada rongga hidung akibat reaksi alergi (rhinitis alergi), biduran (urtikaria) atau obat non steroid karena dapat menyebabkan terjadinya sensititvitas silang (cross sensitivity) akibat penggunaan antiinflamasi non-steroid (NSAID)
  • Pasien penderita gagal jantung
  • Pasien dengan riwayat asma

Interaksi (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Digoxin dan metotreksat
    Asam mefenamat dapat meningkatkan serum digoxin dan metotreksat, sehingga dapat meningkatkan risiko keracunan.
  • Lithium
    Penggunaan asam mefenamat bersama lithium akan meningkatan kadar lithium dalam plasma dan menurunkan pengeluaran lithium pada ginjal, sehingga dapat menimbulkan efek samping, seperti muntah, masalah koordinasi, diare, dan otot lemah.
  • Obat penurun tekanan darah tinggi (antihipertensi) golongan ACE inhibitor, antagonis angiotensin II, dan beta blocker
    Asam mefenamat dapat mengurangi efek obat-obatan di atas dalam menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi.
  • Ciclosporin dan takrolimus
    Penggunaan bersama obat-obat di atas dapat meningkatkan risiko gangguan fungsi ginjal (nefrotoksisitas).
  • Obat diuretik, atau untuk meningkatkan pengeluaran urine, seperti furosemid dan hidroklortiazid
    Penggunaan bersama asam mefenamat dapat menurunkan efek obat diuretik.
  • Obat pereda peradangan nonsteroid lain atau salisilat, seperti aspirin dan obat penghambat proses pembekuan darah (antikoagulan), seperti warfarin
    Penggunaan asam mefenamat bersama obat-obatan di atas dapat meningkatkan risiko perdarahan.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya
    Jika masih dekat dengan jadwal sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat
    Jangan menggunakan total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali atas anjuran dokter
  • Sering lupa mengonsumsi obat
    Jika sering lupa mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hentikan penggunaan asam mefenamat dan segera hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Mual, diare, dan gejala seperti flu seperti demam, kelenjar bengkak, nyeri otot, dan kelemahan parah
  • Kemerahan atau ruam kulit
  • Tanda-tanda perdarahan perut seperti feses berdarah atau lembek, batuk darah atau muntah yang terlihat seperti bubuk kopi
  • Penurunan sel darah merah (anemia) yang ditandai dengan gejala kulit pucat, kelelahan yang tidak biasa, merasa pusing atau sesak napas, tangan dan kaki dingin
  • Gangguan pada hati yang ditandai dengan kehilangan nafsu makan, sakit perut (sisi kanan atas), kelelahan, gatal-gatal, urine gelap, feses berwarna tanah liat, penyakit kuning (kulit atau mata menguning)
  • Masalah ginjal yang menyebabkan sedikit atau tidak buang air kecil, bengkak di kaki atau pergelangan kaki, merasa lelah atau sesak napas
  • Sesak napas (bahkan dengan aktivitas ringan)
  • Pembengkakan atau penambahan berat badan yang cepat

Healthline. https://www.healthline.com/health/mefenamic-acid-oral-capsule#about
Diakses pada 23 Juli 2021

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/mefenamic%20acid
Diakses pada 23 Juli 2021

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-11586/mefenamic-acid-oral/details
Diakses pada 23 Juli 2021

Drug. https://www.drugs.com/mtm/mefenamic-acid.html
Diakses pada 23 Juli 2021

Rxlist. https://www.rxlist.com/mefenamic-acid-drug.htm
Diakses pada 23 Juli 2021

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a681028.html
Diakses pada 23 Juli 2021

Patient. https://patient.info/medicine/mefenamic-acid-for-pain-and-inflammation-ponstan
Diakses pada 23 Juli 2020

SehatQ
Belum Ada UlasanJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.
Nama Produk

Opistan 500 Kaplet 500 mg (1 Strip @ 10 Kaplet)

Total

Rp 6.004

Jual dan Beli Opistan 500 Kaplet 500 mg (1 Strip @ 10 Kaplet) dari Apotek Online Toko SehatQ

Opistan 500 adalah obat untuk mengobati nyeri ringan sampai sedang, seperti sakit kepala, sakit gigi, nyeri haid, nyeri otot, dan nyeri setelah operasi. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter.
Obat Opistan 500 mengandung zat aktif asam mefenamat. Obat ini bekerja dengan menghentikan produksi zat yang menyebabkan nyeri, demam, dan pembengkakan pada tubuh.
Asam mefenamat digunakan jangka pendek, yaitu maksimal tujuh hari, untuk mengobati nyeri ringan hingga sedang. Obat ini pun sebaiknya digunakan oleh orang dewasa atau anak-anak dengan usia minimal 14 tahun.

Informasi zat aktif :

Asam mefenamat termasuk dalam golongan nonsteroidal anti-inflammatory drug (NSAID). Obat ini mampu menghambat enzim siklooksigenase-1 dan -2 (COX-1 dan COX-2), sehingga menurunkan pelepasan prostaglandin, yaitu senyawa penyebab peradangan.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, asam mefenamat diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan cepat di saluran pencernaan. Waktu ketika obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu puncak konsentrasi plasma): 2-4 jam.
  • Distribusi: Melewati ASI. Ikatan protein plasma: 90% ke atas untuk albumin.
  • Metabolisme: Metabolisme di hati menjadi 3-asam karboksimefenamat.
  • Ekskresi: Melalui urine (sekitar 52%; 6% sebagai glukuronida, 25% sebagai asam 3-hidroksimefenamat, 21% sebagai asam 3-karboksimefenamat), feses (hingga 20%, terutama sebagai asam 3-karboksimfenamat). Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat sekitar 2 jam.

Kategori kehamilan dan menyusui :

Pada trimester pertama dan kedua:
Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan Opistan 500 kaplet pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Pada trimester ketiga:
Kategori D: Hasil penelitian menunjukkan bahwa obat ini menimbulkan risiko pada janin manusia. Penggunaan pada ibu hamil dapat dipertimbangkan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Misalnya, bila obat dibutuhkan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau penyakit serius ketika obat lain tidak efektif atau tidak bisa diberikan.

Interaksi obat :

  • Ciclosporin dan takrolimus.
    Penggunaan bersama siklosporin dan takrolimus dapat meningkatkan risiko gangguan fungsi pada ginjal (nefrotoksisitas).
  • Digoxin dan metotreksat.
    Asam mefenamat dapat meningkatkan serum digoksin dan metotreksat, sehingga dapat meningkatkan risiko keracunan.
  • Obat golongan ACE inhibitor, antagonis angiotensin II, dan beta blocker untuk menurunkan tekanan darah tinggi.
    Asam mefenamat dapat mengurangi efek penurunan tekanan darah pada obat tekanan darah tinggi (antihipertensi).
  • Furosemid dan hidroklortiazid.
    Penggunaan obat di atas bersama asam mefenamat dapat menurunkan efek obat di atas dalam mengeluarkan urine.
  • Obat antiinflamasi nonsteroid lain atau salisilat, seperti aspirin dan obat penghambat proses pembekuan darah (antikoagulan), seperti warfarin.
    Penggunaan asam mefenamat bersama obat-obatan di atas dapat meningkatkan risiko perdarahan.
  • Lithium.
    Penggunaan asam mefenamat bersama lithium akan meningkatan kadar lithium dalam plasma dan penurunan ekskresi lithium pada ginjal, sehingga dapat menimbulkan risiko efek samping.

Apa yang harus dilakukan jika dosis terlewat :

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali atas anjuran dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa menggunakan obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter :

Hentikan pengunaan asam mefenamat dan hubungi dokter jika Anda mengalami sakit perut, mulas, muntah berdarah atau terlihat seperti bubuk kopi, darah di tinja, atau tinja berwarna hitam dan berlendir.


Merek: Opistan
Bentuk sediaan: Kaplet
Principal/Distributor obat: Pertiwi Agung
Manufacture: Pertiwi Agung
Kemasan obat: 1 strip @ 10 tablet (500 mg)

Indikasi/Manfaat Opistan 500 Kaplet 500 mg (1 Strip @ 10 Kaplet)

Membantu meringankan nyeri ringan hingga sedang, seperti:

  • Sakit kepala.
  • Sakit gigi.
  • Nyeri perut bagian bawah saat menstruasi (dismenore primer).
  • Nyeri setelah pencabutan gigi.
  • Nyeri otot dan sendi.
  • Nyeri karena trauma.
  • Nyeri setelah operasi.

Manfaat obat Opistan 500, antara lain meringankan peradangan (antiinflamasi), meredakan rasa sakit (analgesik), dan menurunkan demam (antipiretik).


Dosis Opistan 500 Kaplet 500 mg (1 Strip @ 10 Kaplet)


Dewasa dan anak-anak berusia 14 tahun ke atas:

  • Dosis awal: 1 tablet (500 mg) pada pemberian pertama.
  • Dosis lanjutan: ½ tablet (250 mg)/6 jam.
    Obat dapat dikonsumsi maksimal selama 7 hari.

Cara Penggunaan Opistan 500 Kaplet 500 mg (1 Strip @ 10 Kaplet)


Dikonsumsi sesudah makan.

Cara Menyimpan Opistan 500 Kaplet 500 mg (1 Strip @ 10 Kaplet)


Simpan pada suhu di bawah 30°C dan terlindung dari cahaya matahari langsung.

Kontraindikasi/Jangan Menggunakan Opistan 500 Kaplet 500 mg (1 Strip @ 10 Kaplet) Jika:


  • Pasien yang memiliki alergi terhadap asam mefenamat.
  • Pasien penderita gagal jantung.
  • Pasien dengan riwayat asma.
  • Wanita hamil pada trimester terakhir.
  • Pasien yang mengalami peradangan pada usus besar (gastritis).
  • Pasien penderita peradangan pada saluran pencernaan.
  • Pasien penderita biduran (urtikaria).
  • Pasien penderita gangguan fungsi ginjal berat.
  • Pasien penderita peradangan yang terjadi pada rongga hidung akibat reaksi alergi (rhinitis alergi).
  • Pasien yang mengalami pengencangan otot-otot yang melapisi saluran udara (bronkus) di paru-paru (bronkospasma).
  • Penggunaan obat ini dikontraindikasikan untuk pasien yang mengalami nyeri setelah operasi arteri koroner (coronary artery bypass graft).
  • Pasien dengan riwayat pendarahan pada saluran pencernaan akibat penggunaan obat untuk mengatasi nyeri dan peradangan golongan aintiinflamasi nonsteroid (NSAID).
  • Pasien yang memiliki luka pada dinding lambung (tukak lambung) dan usus 12 jari (ulkus duodenum).

Yang Perlu Diperhatikan Saat/Sebelum Menggunakan Opistan 500 Kaplet 500 mg (1 Strip @ 10 Kaplet)


  • Pasien penderita tekanan darah tinggi (hipertensi).
  • Pasien penderita gagal ginjal dan hati.
  • Pasien lanjut usia.
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.
  • Risiko pada sistem pembuluh darah.
  • Pasien penderita gangguan jantung.
  • Dapat menyebabkan kerusakan pada hati.
  • Pasien penderita kencing manis (diabetes melitus).
  • Pasien penderita gagal jantung.
  • Pasien yang mengalami dehidrasi.
  • Pasien yang mengalami penurunan jumlah darah dan cairan dalam tubuh secara drastis (hipovolemia).
  • Dapat meningkatkan kadar enzim yang bekerja untuk membantu hati dalam mencerna lemak, yaitu SGOT atau SGPT.
  • Risiko gangguan jantung dapat meningkat seiring dengan lama penggunaan obat. Pasien dengan riwayat gangguan jantung memiliki risiko kambuh lebih besar.
  • Pasien dengan kondisi kadar lipid atau lemak dalam darah meningkat tinggi (hiperlipidemia).
  • Penggunaan bersama obat antiinflamasi nonsteroid, seperti meloxicam dapat meningkatkan risiko penyumbatan pembuluh darah jantung, serangan jantung (infark miokard), maupun stroke yang dapat berakibat fatal.

Efek Samping Obat Opistan 500 Kaplet 500 mg (1 Strip @ 10 Kaplet)


  • Sakit perut.
    Istirahatkan tubuh Anda agar lebih relaks. Makan dan minum secara perlahan dalam porsi lebih sedikit, tetapi lebih sering dapat membantu mengurangi efek samping ini. Anda juga bisa mengompres perut dengan bantalan panas atau botol berisi air panas.
  • Mual.
    Hindari makanan yang sulit dicerna. Jangan berbaring setelah makan. Beristirahatlah dengan posisi kepala lebih tinggi dari kaki Anda. Jika Anda merasa mual saat bangun di pagi hari, makanlah daging tanpa lemak atau keju sebelum tidur. Anda juga bisa menyediakan biskuit di samping tempat tidur dan makanlah sedikit sesaat setelah bangun tidur. Minumlah setidaknya enam gelas air sehari.
  • Diare.
    Minumlah sedikit air, tetapi lebih sering. Jika Anda mengalami gejala dehidrasi, seperti buang air kecil lebih jarang dari biasanya atau urine berwarna gelap dan berbau menyengat, segera hubungi dokter. Hindari mengonsumsi obat lain untuk menghentikan diare tanpa berkonsultasi dengan apoteker atau dokter terlebih dahulu.
  • Muntah.
    Konsumsi banyak air untuk menggantikan cairan yang hilang dari dalam tubuh dan mencegah dehidrasi. Kondisi dehidrasi ditandai dengan penurunan frekuensi dan jumlah urine, serta urine berwarna gelap dan berbau menyengat. Hindari konsumsi makanan pedas.
  • Sakit kepala.
    Ketika merasa sakit kepala, jangan mengonsumsi alkohol karena akan memperburuk keadaan Anda. Pastikan Anda beristirahat dan minum banyak cairan. Sebelum mengonsumsi obat penghilang rasa sakit, mintalah rekomendasi kepada apoteker.
  • Kesulitan buang air besar (sembelit).
  • Telinga berdenging (tinnitus).
  • Peningkatan tekanan darah (hipertensi).
  • Pusing.
  • Mengantuk.