Opistan 500 kaplet adalah obat untuk mengobati nyeri ringan sampai sedang, seperti sakit kepala

Opistan 500 Kaplet 500 mg (1 Strip @ 10 Kaplet)


Harga Produk
Mulai dari
Rp 5.800

Jumlah Produk
1

Tersedia 36 Penjual

Apotek Golden
Rp 5.800
Apotek Golden
Kota Bogor45.07 km
Apotek Wibawa Mukti
Rp 6.000
Apotek Wibawa Mukti
Kota Bekasi20.86 km
Apotek Mitra Sehat
Rp 6.300
Apotek Mitra Sehat
Kota Jakarta Utara4.54 km
Apotek Al Rizky 2
Rp 6.300
Apotek Al Rizky 2
Kota Depok27.5 km
logo-prescription
Obat ResepKirimkan resep ke alamat email apotek@sehatq.comJumlah pembelian obat terbatas.SehatQ memiliki kewenangan untuk tidak memproses pesanan lebih lanjut jika resep tidak dapat diverifikasi.

Deskripsi

Opistan 500 adalah obat untuk mengobati nyeri ringan sampai sedang, seperti sakit kepala, sakit gigi, nyeri haid, nyeri otot, dan nyeri setelah operasi. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter.

Obat Opistan 500 mengandung zat aktif asam mefenamat. Obat ini bekerja dengan menghentikan produksi zat yang menyebabkan nyeri, demam, dan pembengkakan pada tubuh.

Asam mefenamat digunakan jangka pendek, yaitu maksimal tujuh hari, untuk mengobati nyeri ringan hingga sedang. Obat ini pun sebaiknya digunakan oleh orang dewasa atau anak-anak dengan usia minimal 14 tahun.

Informasi zat aktif :

Asam mefenamat termasuk dalam golongan nonsteroidal anti-inflammatory drug (NSAID). Obat ini mampu menghambat enzim siklooksigenase-1 dan -2 (COX-1 dan COX-2), sehingga menurunkan pelepasan prostaglandin, yaitu senyawa penyebab peradangan.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, asam mefenamat diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan cepat di saluran pencernaan. Waktu ketika obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu puncak konsentrasi plasma): 2-4 jam.
  • Distribusi: Melewati ASI. Ikatan protein plasma: 90% ke atas untuk albumin.
  • Metabolisme: Metabolisme di hati menjadi 3-asam karboksimefenamat.
  • Ekskresi: Melalui urine (sekitar 52%; 6% sebagai glukuronida, 25% sebagai asam 3-hidroksimefenamat, 21% sebagai asam 3-karboksimefenamat), feses (hingga 20%, terutama sebagai asam 3-karboksimfenamat). Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat sekitar 2 jam.

Kategori kehamilan dan menyusui :

Pada trimester pertama dan kedua:
Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan Opistan 500 kaplet pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Pada trimester ketiga:
Kategori D: Hasil penelitian menunjukkan bahwa obat ini menimbulkan risiko pada janin manusia. Penggunaan pada ibu hamil dapat dipertimbangkan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Misalnya, bila obat dibutuhkan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau penyakit serius ketika obat lain tidak efektif atau tidak bisa diberikan.

Interaksi obat :

  • Ciclosporin dan takrolimus.
    Penggunaan bersama siklosporin dan takrolimus dapat meningkatkan risiko gangguan fungsi pada ginjal (nefrotoksisitas).
  • Digoxin dan metotreksat.
    Asam mefenamat dapat meningkatkan serum digoksin dan metotreksat, sehingga dapat meningkatkan risiko keracunan.
  • Obat golongan ACE inhibitor, antagonis angiotensin II, dan beta blocker untuk menurunkan tekanan darah tinggi.
    Asam mefenamat dapat mengurangi efek penurunan tekanan darah pada obat tekanan darah tinggi (antihipertensi).
  • Furosemid dan hidroklortiazid.
    Penggunaan obat di atas bersama asam mefenamat dapat menurunkan efek obat di atas dalam mengeluarkan urine.
  • Obat antiinflamasi nonsteroid lain atau salisilat, seperti aspirin dan obat penghambat proses pembekuan darah (antikoagulan), seperti warfarin.
    Penggunaan asam mefenamat bersama obat-obatan di atas dapat meningkatkan risiko perdarahan.
  • Lithium.
    Penggunaan asam mefenamat bersama lithium akan meningkatan kadar lithium dalam plasma dan penurunan ekskresi lithium pada ginjal, sehingga dapat menimbulkan risiko efek samping.

Apa yang harus dilakukan jika dosis terlewat :

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali atas anjuran dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa menggunakan obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter :

Hentikan pengunaan asam mefenamat dan hubungi dokter jika Anda mengalami sakit perut, mulas, muntah berdarah atau terlihat seperti bubuk kopi, darah di tinja, atau tinja berwarna hitam dan berlendir.

Opistan 500 Kaplet 500 mg (1 Strip @ 10 Kaplet)
Golongan Obat
Obat Keras
Informasi Tambahan
obat resep
Kandungan Utama
-
Kelas Terapi
-
Klasifikasi Obat
-
Kemasan
1 strip @ 10 tablet (500 mg)
Produsen
Pertiwi Agung

Indikasi (manfaat) Obat

Membantu meringankan nyeri ringan hingga sedang, seperti:

  • Sakit kepala.
  • Sakit gigi.
  • Nyeri perut bagian bawah saat menstruasi (dismenore primer).
  • Nyeri setelah pencabutan gigi.
  • Nyeri otot dan sendi.
  • Nyeri karena trauma.
  • Nyeri setelah operasi.

Manfaat obat Opistan 500, antara lain meringankan peradangan (antiinflamasi), meredakan rasa sakit (analgesik), dan menurunkan demam (antipiretik).

Komposisi Obat

Asam mefenamat 500 mg.

Dosis Obat

Dewasa dan anak-anak berusia 14 tahun ke atas:

  • Dosis awal: 1 tablet (500 mg) pada pemberian pertama.
  • Dosis lanjutan: ½ tablet (250 mg)/6 jam.
    Obat dapat dikonsumsi maksimal selama 7 hari.

Aturan pakai obat

Dikonsumsi sesudah makan.

Perlu Resep

Ya

Efek Samping Obat

  • Sakit perut.
    Istirahatkan tubuh Anda agar lebih relaks. Makan dan minum secara perlahan dalam porsi lebih sedikit, tetapi lebih sering dapat membantu mengurangi efek samping ini. Anda juga bisa mengompres perut dengan bantalan panas atau botol berisi air panas.
  • Mual.
    Hindari makanan yang sulit dicerna. Jangan berbaring setelah makan. Beristirahatlah dengan posisi kepala lebih tinggi dari kaki Anda. Jika Anda merasa mual saat bangun di pagi hari, makanlah daging tanpa lemak atau keju sebelum tidur. Anda juga bisa menyediakan biskuit di samping tempat tidur dan makanlah sedikit sesaat setelah bangun tidur. Minumlah setidaknya enam gelas air sehari.
  • Diare.
    Minumlah sedikit air, tetapi lebih sering. Jika Anda mengalami gejala dehidrasi, seperti buang air kecil lebih jarang dari biasanya atau urine berwarna gelap dan berbau menyengat, segera hubungi dokter. Hindari mengonsumsi obat lain untuk menghentikan diare tanpa berkonsultasi dengan apoteker atau dokter terlebih dahulu.
  • Muntah.
    Konsumsi banyak air untuk menggantikan cairan yang hilang dari dalam tubuh dan mencegah dehidrasi. Kondisi dehidrasi ditandai dengan penurunan frekuensi dan jumlah urine, serta urine berwarna gelap dan berbau menyengat. Hindari konsumsi makanan pedas.
  • Sakit kepala.
    Ketika merasa sakit kepala, jangan mengonsumsi alkohol karena akan memperburuk keadaan Anda. Pastikan Anda beristirahat dan minum banyak cairan. Sebelum mengonsumsi obat penghilang rasa sakit, mintalah rekomendasi kepada apoteker.
  • Kesulitan buang air besar (sembelit).
  • Telinga berdenging (tinnitus).
  • Peningkatan tekanan darah (hipertensi).
  • Pusing.
  • Mengantuk.

Cara Penyimpanan Obat

Simpan pada suhu di bawah 30°C dan terlindung dari cahaya matahari langsung.

Perhatian Khusus

  • Pasien penderita tekanan darah tinggi (hipertensi).
  • Pasien penderita gagal ginjal dan hati.
  • Pasien lanjut usia.
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.
  • Risiko pada sistem pembuluh darah.
  • Pasien penderita gangguan jantung.
  • Dapat menyebabkan kerusakan pada hati.
  • Pasien penderita kencing manis (diabetes melitus).
  • Pasien penderita gagal jantung.
  • Pasien yang mengalami dehidrasi.
  • Pasien yang mengalami penurunan jumlah darah dan cairan dalam tubuh secara drastis (hipovolemia).
  • Dapat meningkatkan kadar enzim yang bekerja untuk membantu hati dalam mencerna lemak, yaitu SGOT atau SGPT.
  • Risiko gangguan jantung dapat meningkat seiring dengan lama penggunaan obat. Pasien dengan riwayat gangguan jantung memiliki risiko kambuh lebih besar.
  • Pasien dengan kondisi kadar lipid atau lemak dalam darah meningkat tinggi (hiperlipidemia).
  • Penggunaan bersama obat antiinflamasi nonsteroid, seperti meloxicam dapat meningkatkan risiko penyumbatan pembuluh darah jantung, serangan jantung (infark miokard), maupun stroke yang dapat berakibat fatal.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap asam mefenamat.
  • Pasien penderita gagal jantung.
  • Pasien dengan riwayat asma.
  • Wanita hamil pada trimester terakhir.
  • Pasien yang mengalami peradangan pada usus besar (gastritis).
  • Pasien penderita peradangan pada saluran pencernaan.
  • Pasien penderita biduran (urtikaria).
  • Pasien penderita gangguan fungsi ginjal berat.
  • Pasien penderita peradangan yang terjadi pada rongga hidung akibat reaksi alergi (rhinitis alergi).
  • Pasien yang mengalami pengencangan otot-otot yang melapisi saluran udara (bronkus) di paru-paru (bronkospasma).
  • Penggunaan obat ini dikontraindikasikan untuk pasien yang mengalami nyeri setelah operasi arteri koroner (coronary artery bypass graft).
  • Pasien dengan riwayat pendarahan pada saluran pencernaan akibat penggunaan obat untuk mengatasi nyeri dan peradangan golongan aintiinflamasi nonsteroid (NSAID).
  • Pasien yang memiliki luka pada dinding lambung (tukak lambung) dan usus 12 jari (ulkus duodenum).
-
SehatQ
Produk ini belum diulasJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.
Nama Produk

Opistan 500 Kaplet 500 mg (1 Strip @ 10 Kaplet)

Total

Rp 5.800

Jual dan Beli Opistan 500 Kaplet 500 mg (1 Strip @ 10 Kaplet) dari Apotek Online Toko SehatQ

Opistan 500 adalah obat untuk mengobati nyeri ringan sampai sedang, seperti sakit kepala, sakit gigi, nyeri haid, nyeri otot, dan nyeri setelah operasi. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter.
Obat Opistan 500 mengandung zat aktif asam mefenamat. Obat ini bekerja dengan menghentikan produksi zat yang menyebabkan nyeri, demam, dan pembengkakan pada tubuh.
Asam mefenamat digunakan jangka pendek, yaitu maksimal tujuh hari, untuk mengobati nyeri ringan hingga sedang. Obat ini pun sebaiknya digunakan oleh orang dewasa atau anak-anak dengan usia minimal 14 tahun.

Informasi zat aktif :

Asam mefenamat termasuk dalam golongan nonsteroidal anti-inflammatory drug (NSAID). Obat ini mampu menghambat enzim siklooksigenase-1 dan -2 (COX-1 dan COX-2), sehingga menurunkan pelepasan prostaglandin, yaitu senyawa penyebab peradangan.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, asam mefenamat diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan cepat di saluran pencernaan. Waktu ketika obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu puncak konsentrasi plasma): 2-4 jam.
  • Distribusi: Melewati ASI. Ikatan protein plasma: 90% ke atas untuk albumin.
  • Metabolisme: Metabolisme di hati menjadi 3-asam karboksimefenamat.
  • Ekskresi: Melalui urine (sekitar 52%; 6% sebagai glukuronida, 25% sebagai asam 3-hidroksimefenamat, 21% sebagai asam 3-karboksimefenamat), feses (hingga 20%, terutama sebagai asam 3-karboksimfenamat). Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat sekitar 2 jam.

Kategori kehamilan dan menyusui :

Pada trimester pertama dan kedua:
Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan Opistan 500 kaplet pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Pada trimester ketiga:
Kategori D: Hasil penelitian menunjukkan bahwa obat ini menimbulkan risiko pada janin manusia. Penggunaan pada ibu hamil dapat dipertimbangkan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Misalnya, bila obat dibutuhkan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau penyakit serius ketika obat lain tidak efektif atau tidak bisa diberikan.

Interaksi obat :

  • Ciclosporin dan takrolimus.
    Penggunaan bersama siklosporin dan takrolimus dapat meningkatkan risiko gangguan fungsi pada ginjal (nefrotoksisitas).
  • Digoxin dan metotreksat.
    Asam mefenamat dapat meningkatkan serum digoksin dan metotreksat, sehingga dapat meningkatkan risiko keracunan.
  • Obat golongan ACE inhibitor, antagonis angiotensin II, dan beta blocker untuk menurunkan tekanan darah tinggi.
    Asam mefenamat dapat mengurangi efek penurunan tekanan darah pada obat tekanan darah tinggi (antihipertensi).
  • Furosemid dan hidroklortiazid.
    Penggunaan obat di atas bersama asam mefenamat dapat menurunkan efek obat di atas dalam mengeluarkan urine.
  • Obat antiinflamasi nonsteroid lain atau salisilat, seperti aspirin dan obat penghambat proses pembekuan darah (antikoagulan), seperti warfarin.
    Penggunaan asam mefenamat bersama obat-obatan di atas dapat meningkatkan risiko perdarahan.
  • Lithium.
    Penggunaan asam mefenamat bersama lithium akan meningkatan kadar lithium dalam plasma dan penurunan ekskresi lithium pada ginjal, sehingga dapat menimbulkan risiko efek samping.

Apa yang harus dilakukan jika dosis terlewat :

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali atas anjuran dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa menggunakan obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter :

Hentikan pengunaan asam mefenamat dan hubungi dokter jika Anda mengalami sakit perut, mulas, muntah berdarah atau terlihat seperti bubuk kopi, darah di tinja, atau tinja berwarna hitam dan berlendir.


Merek: Opistan
Bentuk sediaan: Kaplet
Principal/Distributor obat: Pertiwi Agung
Manufacture: Pertiwi Agung
Kemasan obat: 1 strip @ 10 tablet (500 mg)

Indikasi/Manfaat Opistan 500 Kaplet 500 mg (1 Strip @ 10 Kaplet)

Membantu meringankan nyeri ringan hingga sedang, seperti:

  • Sakit kepala.
  • Sakit gigi.
  • Nyeri perut bagian bawah saat menstruasi (dismenore primer).
  • Nyeri setelah pencabutan gigi.
  • Nyeri otot dan sendi.
  • Nyeri karena trauma.
  • Nyeri setelah operasi.

Manfaat obat Opistan 500, antara lain meringankan peradangan (antiinflamasi), meredakan rasa sakit (analgesik), dan menurunkan demam (antipiretik).


Dosis Opistan 500 Kaplet 500 mg (1 Strip @ 10 Kaplet)


Dewasa dan anak-anak berusia 14 tahun ke atas:

  • Dosis awal: 1 tablet (500 mg) pada pemberian pertama.
  • Dosis lanjutan: ½ tablet (250 mg)/6 jam.
    Obat dapat dikonsumsi maksimal selama 7 hari.

Cara Penggunaan Opistan 500 Kaplet 500 mg (1 Strip @ 10 Kaplet)


Dikonsumsi sesudah makan.

Cara Menyimpan Opistan 500 Kaplet 500 mg (1 Strip @ 10 Kaplet)


Simpan pada suhu di bawah 30°C dan terlindung dari cahaya matahari langsung.

Kontraindikasi/Jangan Menggunakan Opistan 500 Kaplet 500 mg (1 Strip @ 10 Kaplet) Jika:


  • Pasien yang memiliki alergi terhadap asam mefenamat.
  • Pasien penderita gagal jantung.
  • Pasien dengan riwayat asma.
  • Wanita hamil pada trimester terakhir.
  • Pasien yang mengalami peradangan pada usus besar (gastritis).
  • Pasien penderita peradangan pada saluran pencernaan.
  • Pasien penderita biduran (urtikaria).
  • Pasien penderita gangguan fungsi ginjal berat.
  • Pasien penderita peradangan yang terjadi pada rongga hidung akibat reaksi alergi (rhinitis alergi).
  • Pasien yang mengalami pengencangan otot-otot yang melapisi saluran udara (bronkus) di paru-paru (bronkospasma).
  • Penggunaan obat ini dikontraindikasikan untuk pasien yang mengalami nyeri setelah operasi arteri koroner (coronary artery bypass graft).
  • Pasien dengan riwayat pendarahan pada saluran pencernaan akibat penggunaan obat untuk mengatasi nyeri dan peradangan golongan aintiinflamasi nonsteroid (NSAID).
  • Pasien yang memiliki luka pada dinding lambung (tukak lambung) dan usus 12 jari (ulkus duodenum).

Yang Perlu Diperhatikan Saat/Sebelum Menggunakan Opistan 500 Kaplet 500 mg (1 Strip @ 10 Kaplet)


  • Pasien penderita tekanan darah tinggi (hipertensi).
  • Pasien penderita gagal ginjal dan hati.
  • Pasien lanjut usia.
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.
  • Risiko pada sistem pembuluh darah.
  • Pasien penderita gangguan jantung.
  • Dapat menyebabkan kerusakan pada hati.
  • Pasien penderita kencing manis (diabetes melitus).
  • Pasien penderita gagal jantung.
  • Pasien yang mengalami dehidrasi.
  • Pasien yang mengalami penurunan jumlah darah dan cairan dalam tubuh secara drastis (hipovolemia).
  • Dapat meningkatkan kadar enzim yang bekerja untuk membantu hati dalam mencerna lemak, yaitu SGOT atau SGPT.
  • Risiko gangguan jantung dapat meningkat seiring dengan lama penggunaan obat. Pasien dengan riwayat gangguan jantung memiliki risiko kambuh lebih besar.
  • Pasien dengan kondisi kadar lipid atau lemak dalam darah meningkat tinggi (hiperlipidemia).
  • Penggunaan bersama obat antiinflamasi nonsteroid, seperti meloxicam dapat meningkatkan risiko penyumbatan pembuluh darah jantung, serangan jantung (infark miokard), maupun stroke yang dapat berakibat fatal.

Efek Samping Obat Opistan 500 Kaplet 500 mg (1 Strip @ 10 Kaplet)


  • Sakit perut.
    Istirahatkan tubuh Anda agar lebih relaks. Makan dan minum secara perlahan dalam porsi lebih sedikit, tetapi lebih sering dapat membantu mengurangi efek samping ini. Anda juga bisa mengompres perut dengan bantalan panas atau botol berisi air panas.
  • Mual.
    Hindari makanan yang sulit dicerna. Jangan berbaring setelah makan. Beristirahatlah dengan posisi kepala lebih tinggi dari kaki Anda. Jika Anda merasa mual saat bangun di pagi hari, makanlah daging tanpa lemak atau keju sebelum tidur. Anda juga bisa menyediakan biskuit di samping tempat tidur dan makanlah sedikit sesaat setelah bangun tidur. Minumlah setidaknya enam gelas air sehari.
  • Diare.
    Minumlah sedikit air, tetapi lebih sering. Jika Anda mengalami gejala dehidrasi, seperti buang air kecil lebih jarang dari biasanya atau urine berwarna gelap dan berbau menyengat, segera hubungi dokter. Hindari mengonsumsi obat lain untuk menghentikan diare tanpa berkonsultasi dengan apoteker atau dokter terlebih dahulu.
  • Muntah.
    Konsumsi banyak air untuk menggantikan cairan yang hilang dari dalam tubuh dan mencegah dehidrasi. Kondisi dehidrasi ditandai dengan penurunan frekuensi dan jumlah urine, serta urine berwarna gelap dan berbau menyengat. Hindari konsumsi makanan pedas.
  • Sakit kepala.
    Ketika merasa sakit kepala, jangan mengonsumsi alkohol karena akan memperburuk keadaan Anda. Pastikan Anda beristirahat dan minum banyak cairan. Sebelum mengonsumsi obat penghilang rasa sakit, mintalah rekomendasi kepada apoteker.
  • Kesulitan buang air besar (sembelit).
  • Telinga berdenging (tinnitus).
  • Peningkatan tekanan darah (hipertensi).
  • Pusing.
  • Mengantuk.