OMZ Kapsul 20 mg (5 Strip @ 6 Kapsul)


Harga Produk
Rp 0

Jumlah Produk
0

logo-prescription
Obat ResepKirimkan resep ke alamat email apotek@sehatq.comJumlah pembelian obat terbatas.SehatQ memiliki kewenangan untuk tidak memproses pesanan lebih lanjut jika resep tidak dapat diverifikasi.

Deskripsi

OMZ Kapsul adalah obat keras atau obat resep yang mengandung omeprazole 20 mg.. Beli obat online di Toko SehatQ - Pasti asli!

Nikmati promo GRATIS Ongkir ke seluruh Indonesia. Temukan kode promonya di https://toko.sehatq.com/voucher

OMZ Kapsul 20 mg (5 Strip @ 6 Kapsul)
Golongan Obat
Obat Keras
Informasi Tambahan
obat resep
Kandungan Utama
Omeprazole
Kelas Terapi
Antasida, agen antireflux, dan antiulser
Klasifikasi Obat
Penghambat Pompa Proton (PPI)
Kemasan
1 box isi 5 Strip @ 6 Kapsul
Produsen
Ferron

Informasi Zat Aktif

Omeprazole adalah obat yang termasuk dalam kelas inhibitor pompa proton (PPI). Obat ini bekerja dengan cara memblokir sistem di sel-sel perut, yang disebut pompa proton. Pompa proton adalah zat kecil di lapisan perut yang membantu membuat asam untuk mencerna makanan. Ketika pompa proton diblokir, asam lambung akan berkurang, begitu juga gejala akibat peningkatan asam lambung.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, omeprazole memiliki status:

  • Absorpsi: Cepat tetapi diserap secara bervariasi dari saluran pencernaan. Kadar obat yang masuk ke dalam peredaran darah sekitar 30-40%. Waktu saat obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu untuk konsentrasi plasma puncak) selama 0,5-3,5 jam.
  • Distribusi: Sekitar 95% terikat protein.
  • Metabolisme: Terutama dimetabolisme di hati.
  • Ekskresi: Terutama dikeluarkan oleh ginjal. Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) adalah 30 menit hingga 1 jam, tetapi efek obat dapat bertahan selama berhari-hari.

Indikasi (manfaat) Obat

  • Membantu menurunkan asam lambung berlebih dalam tubuh
  • Mengatasi penyakit karena tumor yang menyebabkan perut memproduksi terlalu banyak asam, sehingga menimbulkan tukak lambung (sindrom Zollinger-Ellison)
  • Mengobati infeksi lambung yang disebabkan bakteri Helicobacter pylori
  • Mengatasi kerusakan karena asam pada esofagus atau kerongkongan (esofagitis erosif), luka pada dinding lambung (tukak lambung), atau luka pada dinding usus 12 jari (tukak duodenum)
  • Mengobati penyakit yang menimbulkan rasa terbakar pada dada karena asam lambung naik ke kerongkongan (gastroesophageal reflux (GERD))

Omeprazole digunakan untuk mengobati sejumlah kondisi akibat tingginya asam lambung yang mempengaruhi perut dan usus, seperti gangguan pencernaan. Obat asam lambung omeprazole dapat mencegah pembentukan bisul atau membantu proses penyembuhan ketika kerusakan sudah terjadi.

Komposisi Obat

Omeprazole 20 mg.

Dosis Obat

  • Tukak duodenum: 20 mg/hari dikonsumsi selama 4-8 minggu.
  • Tukak lambung ringan: 20 mg/hari dikonsumsi selama 4-8 minggu.
  • Refluks esofagitis: 20 mg/hari selama 4- 8 minggu. Beberapa kasus 40 mg/hari selama 8 minggu.
  • Terapi infeksi bakteri H. pylori: 40 mg/hari dengan kombinasi dengan 1,5 g amoxicillin selama 2 minggu atau 40 mg/hari dengan kombinasi dengan 500 mg clarithromycin sebanyak 3 kali/hari selama 2 minggu.
  • Sindrom Zollinger-Ellison: 60 mg/hari.

Aturan pakai obat

Harus dikonsumsi dengan makanan atau segera sebelum makan.

Perlu Resep

Ya

Efek Samping Obat

  • Sakit perut, seperti merasa mual, kembung, dan muntah.
    Istirahatkan tubuh Anda agar lebih relaks. Makan dan minum secara perlahan dalam porsi lebih sedikit, tetapi lebih sering dapat membantu mengurangi efek samping ini. Anda juga bisa mengompres perut dengan bantalan panas atau botol berisi air panas.
  • Diare.
    Minumlah sedikit air, tetapi dalam waktu yang sering. Bicaralah dengan apoteker jika Anda memiliki tanda-tanda dehidrasi, seperti buang air kecil lebih jarang dari biasanya, atau urine berwarna gelap dan berbau menyengat. Jangan minum obat lain untuk mengobati diare tanpa berbicara dengan apoteker atau dokter.
  • Kesulitan buang air besar (sembelit).
    Usahakan untuk makan makanan yang seimbang dan minum beberapa gelas air setiap hari. Konsumsi makanan yang mengandung serat, seperti sayuran, buah segar, serta sereal.
  • Sakit kepala.
    Minumlah banyak air dan mintalah apoteker merekomendasikan obat penghilang rasa sakit yang sesuai. Jika sakit kepala terus berlanjut, beri tahu dokter Anda.
  • Pasien yang mengalami patah tulang terkait karena pengeroposan tulang (osteoporosis).
  • Batuk.
  • Kesemutan (paresthesia).
  • Infeksi saluran cerna.
  • Ruam, peradangan pada kulit (dermatitis), dan gatal pada sebagian atau seluruh tubuh (pruritus).
  • Nyeri punggung.
  • Pusing hingga membuat penderitanya merasa seperti berputar (vertigo).
  • Penurunan kadar magnesium dalam tubuh (hipomagnesia).
  • Gangguan kesulitan tidur (insomnia).
  • Penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan kekurangan vitamin B12.
  • Kelelahan.

Cara Penyimpanan Obat

Simpan di tempat kering dan sejuk pada suhu di bawah 30 °C. Jauhkan dari cahaya matahari langsung.

Perhatian Khusus

  • Pasien yang berisiko mengalami pengeroposan tulang (osteoporosis).
  • Pasien penderita penyakit hati.
  • Pasien dengan faktor risiko penyerapan vitamin B12 rendah.
  • Pasien yang mengalami penyakit autoimun lupus.
  • Anak-anak.
  • Pasien lanjut usia.
  • Wanita hamil dan menyusui.

Kategori Kehamilan

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan Ulzol kapsul pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

Pasien yang mengonsumsi obat omeprazole.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Diazepam.
    Omeprazole dapat meningkatkan kadar dan efektivitas diazepam dalam mengatasi kejang, sehingga gangguan kecemasan akan meningkat.
  • Citalopram.
    Omeprazole dapat meningkatkan jumlah citalopram di tubuh, sehingga dapat meningkatkan risiko masalah irama jantung.
  • Erlotinib.
    Omeprazole dapat mencegah tubuh menyerap erlotinib dengan baik, sehingga efektivitasnya dalam mengobati kanker akan berkurang.
  • Ketokoconazole.
    Omeprazole dapat mencegah tubuh menyerap ketoconazole dengan baik, sehingga efektivitasnya dalam mengobati infeksi akan berkurang.
  • Digoxin.
    Omeprazol dapat meningkatkan kadar digoxin dalam tubuh, sehingga dapat menyebabkan risiko gangguan irama jantung.
  • Saquinavir.
    Omeprazole dapat sangat meningkatkan kadar saquinavir dalam tubuh. Hal ini dapat meningkatkan efek samping, seperti mual dan diare.
  • Garam besi.
    Omeprazole dapat mencegah tubuh menyerap sepenuhnya obat-obatan yang mengandung zat besi.
  • Warfarin.
    Omeprazole dapat meningkatkan kadar warfarin, sehingga dapat menyebabkan memar dan perdarahan.
  • Tacrolimus.
    Omeprazole dapat meningkatkan kadar tacrolimus dalam tubuh dan menyebabkan efek samping, seperti iritasi dan gatal.
  • Phenytoin.
    Omeprazole dapat meningkatkan kadar phenytoin, sehingga dapat menyebabkan terjadinya mual dan muntah.
  • Cilostazol.
    Omeprazole dapat meningkatkan kadar dan efektivitas cilostazol, sehingga dapat memicu timbulnya efek samping, seperti pusing dan memar.
  • Methotrexate.
    Omeprazole dapat meningkatkan efek methotrexate dalam mengatasi radang sendi.
  • Ester ampicilin.
    Omeprazole dapat mencegah tubuh menyerap antibiotik, seperti ampicilin dengan baik, sehingga menurunkan efektivitasnya dalam mengobati infeksi.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali atas anjuran dokter.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa untuk mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) atau mintalah orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Jika efek samping tidak kunjung hilang atau bertambah buruk, segera hubungi dokter Anda.
-
SehatQ
Produk ini belum diulasJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.
Nama Produk

OMZ Kapsul 20 mg (5 Strip @ 6 Kapsul)