SehatQ
SehatQ Profile
|
|
|
Omeprazole Kapsul adalah obat untuk membantu mengatasi kadar asam lambung tinggi dalam tubuh

Omeprazole Kapsul 20 mg (1 Strip @ 10 Kapsul)

5,0(2)

Harga Produk
Mulai dari
Rp 4.210

Jumlah Produk
1

Tersedia 85 Penjual

Urutkan
Apotek Plaza Medika Grogol
Rp 5.000
Apotek Plaza Medika GrogolKota Jakarta Barat
3.61 km
Apotek Rave Pharma
Rp 7.700
Apotek Rave PharmaKota Jakarta Pusat
3.76 km
Apotek Tanjung Duren Raya
Rp 6.000
Apotek Tanjung Duren RayaKota Jakarta Barat
4.88 km
Apotek Seni Budaya
Rp 5.900
Apotek Seni BudayaKota Jakarta Barat
5.58 km
logo-prescription
Obat ResepProduk ini hanya dapat dibeli melalui Chat Dokter berdasarkan gejala Anda.

Deskripsi

Omeprazole Kapsul 20 mg (1 Strip @ 10 Kapsul) adalah obat untuk
membantu mengatasi kadar asam lambung tinggi dalam tubuh.
mengobati infeksi lambung karena bakteri helicobacter pylori.
mengatasi kerusakan yang disebabkan asam lambung, seperti peradangan pada lapisan kerongkongan (esofagus), saluran yang menghubungkan mulut ke perut (esofagitis erosif), luka pada dinding lambung (tukak lambung), atau luka pada dinding usus 12 jari (tukak duodenum).
mengobati penyakit yang menimbulkan rasa sensasi terbakar pada dada karena naiknya asam lambung menuju ke kerongkongan (gastroesophageal reflux (gerd)).
mengatasi kondisi ketika tumor menyebabkan perut memproduksi terlalu banyak asam dan menyebabkan tukak lambung (sindrom zollinger-ellison).

omeprazole dapat meredakan gejala, seperti mulas, kesulitan menelan, dan batuk terus-menerus. obat ini membantu menyembuhkan kerusakan asam pada lambung dan esofagus, membantu mencegah luka pada dinding lambung atau usus, dan dapat membantu mencegah kanker esofagus.

Informasi zat aktif :

Omeprazole digunakan untuk mengobati masalah perut dan kerongkongan karena tingginya asam lambung. Omeprazole bekerja dengan menurunkan jumlah asam yang diproduksi di lambung.

Obat ini digunakan untuk mengobati gejala penyakit gastroesophageal reflux (GERD) dan kondisi lain yang disebabkan asam lambung berlebih. Omeprazole juga digunakan untuk meningkatkan penyembuhan esofagitis erosif atau kerusakan pada kerongkongan akibat asam lambung.

Penggunaan omeprazole juga dapat dikombinasikan dengan antibiotik untuk mengobati tukak lambung yang disebabkan infeksi Helicobacter pylori (H. pylori).

Kategori kehamilan dan menyusui :

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan Omeprazole kapsul pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Interaksi obat :

  • Tacrolimus.
    Omeprazole dapat meningkatkan kadar tacrolimus dalam tubuh, sehingga dapat menyebabkan efek samping, seperti iritasi dan gatal.
  • Ester ampicilin.
    Omeprazole dapat mencegah tubuh menyerap antibiotik, seperti ampicilin dengan baik.
  • Diazepam.
    Omeprazole dapat meningkatkan kadar dan efektivitas diazepam dalam mengatasi kejang, sehingga gangguan kecemasan akan meningkat.
  • Saquinavir.
    Omeprazole dapat sangat meningkatkan kadar saquinavir dalam tubuh, sehingga dapat meningkatkan efek samping, seperti mual dan diare.
  • Garam besi.
    Omeprazole dapat mencegah tubuh Anda menyerap sepenuhnya obat-obatan yang mengandung zat besi.
  • Citalopram.
    Omeprazole dapat meningkatkan kadar citalopram di tubuh, sehingga dapat meningkatkan risiko gangguan pada irama jantung.
  • Erlotinib.
    Omeprazole dapat mengganggu penyerapan dari erlotinib, sehingga efektivitas erlotinib dalam terapi kanker akan berkurang.
  • Ketoconazole.
    Omeprazole dapat menghambat penyerapan dari ketoconazole, sehingga efektivitas ketoconazole dalam mengatasi infeksi jamur akan menurun.
  • Digoxin.
    Omeprazol dapat meningkatkan kadar digoxin dalam tubuh dan menyebabkan risiko gangguan irama jantung.
  • Warfarin.
    Omeprazole dapat meningkatkan kadar warfarin, sehingga dapat menyebabkan memar dan perdarahan.
  • Phenytoin.
    Omeprazole dapat meningkatkan kadar phenytoin, sehingga dapat menyebabkan mual dan muntah.
  • Cilostazol.
    Omeprazole dapat meningkatkan kadar dan efektivitas cilostazol, sehingga dapat memicu timbulnya efek samping, seperti pusing dan memar.
  • Methotrexate.
    Omeprazole dapat meningkatkan efek methotrexate dalam mengatasi radang sendi.

Apa yang harus dilakukan jika dosis terlewat :

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter :

Jika efek samping tidak kunjung hilang atau bertambah buruk, segera hubungi dokter Anda.

Omeprazole Kapsul 20 mg (1 Strip @ 10 Kapsul)
Golongan Obat
Obat Keras
Informasi Tambahan
obat resep
Kandungan Utama
Omeprazole
Kelas Terapi
-
Klasifikasi
-
Kemasan
1 strip @ 10 kaplet (20 mg)
Produsen
-

Informasi Zat Aktif

Omeprazole digunakan untuk mengobati masalah perut dan kerongkongan karena tingginya asam lambung. Omeprazole bekerja dengan menurunkan jumlah asam yang diproduksi di lambung.

Obat ini digunakan untuk mengobati gejala penyakit gastroesophageal reflux (GERD) dan kondisi lain yang disebabkan asam lambung berlebih. Omeprazole juga digunakan untuk meningkatkan penyembuhan esofagitis erosif atau kerusakan pada kerongkongan akibat asam lambung.

Penggunaan omeprazole juga dapat dikombinasikan dengan antibiotik untuk mengobati tukak lambung yang disebabkan infeksi Helicobacter pylori (H. pylori).

Indikasi (manfaat)

  • Membantu mengatasi kadar asam lambung tinggi dalam tubuh.
  • Mengobati infeksi lambung karena bakteri Helicobacter pylori.
  • Mengatasi kerusakan yang disebabkan asam lambung, seperti peradangan pada lapisan kerongkongan (esofagus), saluran yang menghubungkan mulut ke perut (esofagitis erosif), luka pada dinding lambung (tukak lambung), atau luka pada dinding usus 12 jari (tukak duodenum).
  • Mengobati penyakit yang menimbulkan rasa sensasi terbakar pada dada karena naiknya asam lambung menuju ke kerongkongan (gastroesophageal reflux (GERD)).
  • Mengatasi kondisi ketika tumor menyebabkan perut memproduksi terlalu banyak asam dan menyebabkan tukak lambung (sindrom Zollinger-Ellison).

Omeprazole dapat meredakan gejala, seperti mulas, kesulitan menelan, dan batuk terus-menerus. Obat ini membantu menyembuhkan kerusakan asam pada lambung dan esofagus, membantu mencegah luka pada dinding lambung atau usus, dan dapat membantu mencegah kanker esofagus.

Komposisi

Omeprazole 20 mg.

Dosis

  • Tukak duodenum: 20 mg/hari dikonsumsi selama 4-8 minggu.
  • Tukak lambung ringan: 20 mg/hari dikonsumsi selama 4-8 minggu.
  • Refluks esofagitis: 20 mg/hari selama 4- 8 minggu. Beberapa kasus 40 mg/hari selama 8 minggu.
  • Terapi infeksi bakteri H. pylori: 40 mg/hari dengan kombinasi dengan 1,5 g amoxicillin selama 2 minggu atau 40 mg/hari dengan kombinasi dengan 500 mg clarithromycin sebanyak 3 kali/hari selama 2 minggu.
  • Sindrom Zollinger-Ellison: 60 mg/hari.

Aturan pakai

Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.

Perlu Resep

Ya

Efek Samping

  • Sakit kepala.
    Minumlah banyak air dan mintalah apoteker merekomendasikan obat penghilang rasa sakit yang sesuai. Jika sakit kepala terus berlanjut, segera hubungi dokter.
  • Diare.
    Minumlah sedikit air, tetapi dalam waktu yang sering. Bicaralah dengan apoteker jika Anda memiliki tanda-tanda dehidrasi, seperti buang air kecil lebih jarang dari biasanya, atau urine berwarna gelap dan berbau menyengat. Jangan minum obat lain untuk mengobati diare tanpa berbicara dengan apoteker atau dokter.
  • Sakit perut, mual atau perut kembung dan muntah.
    Istirahatkan tubuh Anda agar lebih relaks. Makan dan minum secara perlahan dalam porsi lebih sedikit, tetapi lebih sering dapat membantu mengurangi efek samping ini. Anda juga bisa mengompres perut dengan bantalan panas atau botol berisi air panas.
  • Kesulitan buang air besar (sembelit).
    Usahakan untuk makan makanan yang seimbang dan minum beberapa gelas air setiap hari. Konsumsi makanan yang mengandung serat seperti sayuran dan buah segar serta sereal.
  • Pasien yang mengalami patah tulang karena pengeroposan tulang (osteoporosis).
  • Batuk.
  • Kesemutan (paresthesia).
  • Penurunan kadar magnesium dalam tubuh (hipomagnesia).
  • Gangguan kesulitan tidur (insomnia).
  • Penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan defisiensi atau kekurangan vitamin B12.
  • Kelelahan.
  • Infeksi saluran cerna.
  • Ruam, peradangan pada kulit (dermatitis), dan gatal pada sebagian atau seluruh tubuh (pruritus).
  • Nyeri punggung.
  • Pusing hingga membuat penderitanya merasa seperti berputar (vertigo).

Cara Penyimpanan

Simpan di tempat kering dan sejuk pada suhu di bawah 30 °C. Jauhkan dari cahaya matahari langsung.

Perhatian Khusus

  • Pasien lanjut usia.
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.
  • Pasien yang berisiko mengalami pengeroposan tulang (osteoporosis).
  • Pasien yang memiliki gangguan organ hati.
  • Pasien dengan faktor risiko penyerapan vitamin B12 rendah.
  • Pasien yang mengalami penyakit autoimun, seperti lupus.
  • Anak-anak.

Kategori Kehamilan

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan Omeprazole kapsul pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap omeprazole.
  • Pasien yang mengonsumsi rilpivirine, nelfinavir, dan atazanavir.

Interaksi (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Tacrolimus.
    Omeprazole dapat meningkatkan kadar tacrolimus dalam tubuh, sehingga dapat menyebabkan efek samping, seperti iritasi dan gatal.
  • Ester ampicilin.
    Omeprazole dapat mencegah tubuh menyerap antibiotik, seperti ampicilin dengan baik.
  • Diazepam.
    Omeprazole dapat meningkatkan kadar dan efektivitas diazepam dalam mengatasi kejang, sehingga gangguan kecemasan akan meningkat.
  • Saquinavir.
    Omeprazole dapat sangat meningkatkan kadar saquinavir dalam tubuh, sehingga dapat meningkatkan efek samping, seperti mual dan diare.
  • Garam besi.
    Omeprazole dapat mencegah tubuh Anda menyerap sepenuhnya obat-obatan yang mengandung zat besi.
  • Citalopram.
    Omeprazole dapat meningkatkan kadar citalopram di tubuh, sehingga dapat meningkatkan risiko gangguan pada irama jantung.
  • Erlotinib.
    Omeprazole dapat mengganggu penyerapan dari erlotinib, sehingga efektivitas erlotinib dalam terapi kanker akan berkurang.
  • Ketoconazole.
    Omeprazole dapat menghambat penyerapan dari ketoconazole, sehingga efektivitas ketoconazole dalam mengatasi infeksi jamur akan menurun.
  • Digoxin.
    Omeprazol dapat meningkatkan kadar digoxin dalam tubuh dan menyebabkan risiko gangguan irama jantung.
  • Warfarin.
    Omeprazole dapat meningkatkan kadar warfarin, sehingga dapat menyebabkan memar dan perdarahan.
  • Phenytoin.
    Omeprazole dapat meningkatkan kadar phenytoin, sehingga dapat menyebabkan mual dan muntah.
  • Cilostazol.
    Omeprazole dapat meningkatkan kadar dan efektivitas cilostazol, sehingga dapat memicu timbulnya efek samping, seperti pusing dan memar.
  • Methotrexate.
    Omeprazole dapat meningkatkan efek methotrexate dalam mengatasi radang sendi.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Jika efek samping tidak kunjung hilang atau bertambah buruk, segera hubungi dokter Anda.

Nomor Izin Edar

Done
Ulasan Pembeli
52 ulasan
5
100%
(2)
4
0%
(0)
3
0%
(0)
2
0%
(0)
1
0%
(0)

herlinar dwi ningsih23

Pembelian dariApotek Kranggan
09 Des 2021

Intan Kusumasdewi

Kondisi produk baik
Khasiatnya terasa
Produk sesuai deskripsi
Pembelian dariApotek Plaza Medika Grogol
07 Okt 2021
Nama Produk

Omeprazole Kapsul 20 mg (1 Strip @ 10 Kapsul)

Total

Rp 5.000