SehatQ
SehatQ Cart
SehatQ Profile

Noperten Tablet 10 mg (3 Strip @ 10 Tablet)


Harga Produk
Rp 0

Jumlah Produk
0

logo-prescription
Obat ResepKirimkan resep ke alamat email apotek@sehatq.comJumlah pembelian obat terbatas.SehatQ memiliki kewenangan untuk tidak memproses pesanan lebih lanjut jika resep tidak dapat diverifikasi.

Deskripsi

Noperten tablet adalah obat untuk membantu menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi dan gagal jantung kongestif. Selain itu, obat ini juga digunakan untuk mengobati serangan jantung atau infark miokard akut dan masalah ginjal yang disebabkan diabetes (nefropati diabetik).

Noperten mengandung zat aktif lisinopril, yaitu obat yang bekerja dengan menurunkan kadar hormon angiotensin dan meningkatkan kadar bradikinin. Penurunan kadar angiotensin berpengaruh terhadap penumpukan air dan natrium, serta menyebabkan pelebaran pembuluh darah dan penurunan tekanan darah.

Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter.

Informasi zat aktif :

Lisinopril merupakan golongan penghambat ACE (angiotensin-converting enzyme). Obat ini akan menghambat enzim tersebut untuk mengubah angiotensin I menjadi angiotensin II, yaitu enzim yang dapat mempersempit pembuluh darah.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, lisinopril diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap secara perlahan dan tidak lengkap dari saluran pencernaan. Kadar obat yang masuk ke dalam peredaran darah sekitar 25%. Waktu saat obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu puncak konsentrasi plasma) sekitar 7 jam.
  • Distribusi: Melintasi plasenta.
  • Ekskresi: Terutama melalui urine. Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) 12 jam.

Kategori kehamilan dan menyusui :

Kategori D: Hasil penelitian menunjukkan bahwa obat ini menimbulkan risiko pada janin manusia.
Penggunaan pada ibu hamil dapat dipertimbangkan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Misalnya, bila obat dibutuhkan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau penyakit serius, di saat obat lain tidak efektif atau tidak bisa diberikan.

Interaksi obat :

  • Obat pengontrol tekanan darah (antihipertensi) dan peluruh air seni (diuretik)
    Penggunaan bersama dapat menurunkan tekanan darah hingga di bawah normal (hipotensi).
  • Spironolakton dan amilorid, suplemen kalium, trimetoprim, dan siklosporin
    Penggunaan bersama dapat meningkatan kadar kalium dalam darah (hiperkalemia).
  • Insulin
    Penggunaan bersama insulin dapat meningkatkan efek insulin dalam menurunkan kadar gula darah.
  • Obat NSAID
    Penggunaan bersama obat NSAID dapat menyebabkan penurunan fungsi ginjal dan mengurangi efek obat antihipertensi
  • Lithium
    Penggunaan bersama dapat meningkatkan kadar serum dan keracunan (toksisitas) lithium.
  • Aliskiren
    Penggunaan bersama dapat meningkatan risiko penurunan tekanan darah (hipotensi), peningkatan kadar kalium (hiperkalemia), dan gagal ginjal.

Apa yang harus dilakukan jika dosis terlewat :

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya
    Jika masih dekat dengan jadwal sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat
    Jika sering lupa mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter :

Segera hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Perasaan pusing, seperti akan pingsan
  • Demam dan sakit tenggorokan
  • Kadar kalium tinggi, seperti mual, lemah, perasaan geli, nyeri dada, dan detak jantung tidak teratur
  • Masalah ginjal, seperti sedikit atau tidak bisa buang air kecil, bengkak di kaki atau pergelangan kaki, merasa lelah, atau sesak napas
  • Masalah hati, seperti mual, sakit perut bagian atas, gatal, perasaan lelah, kehilangan nafsu makan, urine berwarna gelap, tinja berwarna tanah liat, dan kulit atau mata menguning

Indikasi (manfaat)

  • Menurunkan tekanan darah tinggi (hipertensi)
  • Mengatasi penyakit ginjal yang disebabkan diabetes (nefropati diabetik)
  • Mengobati penyakit gagal jantung
  • Terapi setelah mengalami serangan jantung

Lisinopril bekerja dengan mengurangi produksi hormon angiotensin II. Dengan berkurangnya produksi hormon tersebut, pembuluh darah pun dapat melebar, sehingga aliran darah lebih lancar dan jantung dapat lebih efisien memompa darah.

Komposisi

Lisinopril 10 mg

Dosis

Dewasa:

  • Hipertensi:
    • Dosis awal: 20 mg/hari
  • Hipertensi berat atau deplesi volume:
    • Dosis awal: 5 mg/hari
    • Dosis pemeliharaan: 20 mg/hari
    • Dosis maksimal: 80 mg/hari
  • Gagal jantung:
    • Dosis awal: 2,5 atau 5 mg/hari, dosis dapat ditingkatkan hingga di bawah 10 mg dalam rentang waktu minimal 2 minggu
    • Dosis maksimal: 40 mg/hari
  • Setelah serangan jantung:
    • Dosis awal: 5 mg/hari selama 2 hari dimulai dalam waktu 24 jam setelah mengalami gejala, dosis dapat ditingkatkan hingga 10 mg/hari
  • Pasien dengan tekanan darah sistolik rendah:
    • Dosis awal: 2,5 mg/hari
  • Nefropati diabetik: 10 mg/hari, dosis dapat ditingkatkan hingga 20 mg/hari

Anak-anak berusia 6-16 tahun dengan berat badan:

  • 20-50 kg:
    • Dosis awal: 2,5 mg/hari
    • Dosis maksimal: 20 mg/hari
  • 50 kg ke atas:
    • Dosis awal: 5 mg/hari
    • Dosis maksimal: 40 mg/hari

Aturan pakai

Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.

Perlu Resep

Ya

Efek Samping

  • Diare
    Untuk mengatasi diare ringan, Anda perlu mengganti cairan dan elektrolit (garam) yang hilang dengan meminum banyak air atau minuman olahraga kaya elektrolit. Hindari kopi, minuman berkafein, minuman manis, soda, dan alkohol karena memiliki efek pencahar.
  • Muntah
    Minumlah banyak air untuk menggantikan cairan yang hilang dari dalam tubuh dan mencegah dehidrasi. Kondisi dehidrasi ditandai dengan penurunan frekuensi dan jumlah urine, atau urine berwarna gelap dan berbau menyengat. Hindari konsumsi makanan pedas.
  • Sakit kepala
    Istirahat dan tidur yang cukup akan membantu Anda lebih rileks. Jika Anda duduk dalam waktu yang lama, bangun dan sering-seringlah bergerak. Lemaskan otot rahang, leher, dan bahu Anda.
  • Batuk kering
    Penggunaan obat batuk biasanya tidak membantu mengatasi batuk yang disebabkan lisinopril. Terkadang, batuk membaik dengan sendirinya. Hubungi dokter jika batuk mengganggu tidur Anda. Walaupun Anda berhenti meminum lisinopril, batuk dapat memakan hingga satu bulan untuk sembuh.
  • Gatal atau ruam
    Minumlah antihistamin yang dapat dibeli di apotek. Mintalah saran obat antihistamin yang cocok kepada apoteker
  • Penglihatan kabur
    Hindari mengemudi kendaraan atau menjalankan mesin. Jika gejala berlangsung lebih dari satu hari,segera hubungi dokter Anda. Dokter mungkin perlu mengubah perawatan Anda.
  • Pusing
    Berbaringlah hingga pusing hilang, lalu bangun secara perlahan. Bergeraklah dengan hati-hati. Beristirahatlah yang banyak. Minumlah banyak cairan terutama air, serta hindari kopi, rokok, alkohol, dan obat-obatan.

Cara Penyimpanan

Simpan pada suhu 15-30°C. Hindari tempat lembap.

Perhatian Khusus

  • Ibu menyusui
  • Pasien dengan gangguan penyempitan pada katup aorta jantung (stenosis aorta berat)
  • Pasien penderita gangguan ginjal dan hati
  • Pasien dengan riwayat serangan jantung
  • Pasien yang memiliki kadar kalium tinggi dalam tubuh (hiperkalemia)
  • Pasien yang mengalami kelainan pembuluh darah
  • Anak-anak

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap lisinopril
  • Penggunaan bersama obat aliskiren pada pasien gangguan ginjal atau kencing manis (diabetes melitus)
  • Pasien yang mengonsumsi obat sacubitril
  • Wanita hamil
  • Pasien dengan riwayat pembengkakan karena reaksi alergi (angioedema)
SehatQ
Belum Ada UlasanJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.
Nama Produk

Noperten Tablet 10 mg (3 Strip @ 10 Tablet)