SehatQ
SehatQ Profile
Stok Habis
Nairet Tablet adalah obat untuk untuk mengobati bronkospasme akut

Nairet Tablet 2,5 mg (1 Strip @ 10 Tablet)


Harga Produk
Mulai dari
Rp 15.900

Jumlah Produk
0

Tersedia 10 Penjual

Apotek Madinah Farma
Rp 18.100
Apotek Madinah Farma
Kota Jakarta Barat5.96 km
Apotek Mulia Farma
Rp 16.000
Apotek Mulia Farma
Kota Jakarta Barat8.95 km
Apotek Evita
Rp 17.300
Apotek Evita
Jakarta Barat9.41 km
Apotek Pratama Medika
Rp 15.900
Apotek Pratama Medika
Kota Jakarta Utara12.45 km
logo-prescription
Obat ResepPembelian, dosis, dan penggunaan obat ini harus sesuai petunjuk dokter. Kami segera menghubungi Anda untuk membantu proses transaksi.

Deskripsi

Nairet tablet adalah obat untuk untuk mengobati penyempitan saluran napas menuju paru-paru (bronkospasme) akut. 

Bronkospasme terjadi akibat otot-otot yang melapisi bronkus atau saluran udara pada paru-paru mengencang dan menegang. Hal inilah yang menyebabkan kesulitan bernapas.

Nairet tablet mengandung zat aktif terbutaline sulfate. Obat terbutaline juga digunakan untuk mengobati suara tinggi saat bernapas (mengi) dan sesak napas karena masalah paru-paru misalnya asma, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), bronkitis, dan penyakit paru kronis berupa kerusakan kantung udara atau alveolus (emfisema).

Obat ini termasuk golongan obat keras yang harus menggunakan resep dokter.

Beli obat online di Toko SehatQ - Pasti asli!

Nikmati promo GRATIS Ongkir ke seluruh Indonesia. Temukan kode promonya di https://toko.sehatq.com/voucher

Nairet Tablet 2,5 mg (1 Strip @ 10 Tablet)
Golongan Obat
Obat Keras
Informasi Tambahan
obat resep
Kandungan Utama
Terbutaline sulfate
Kelas Terapi
Bronkodilator
Klasifikasi
Agonis adrenoseptor beta 2
Kemasan
1 strip @ 10 tablet (2,5 mg)
Produsen
Otto Pharmaceutical Industries

Informasi Zat Aktif

Terbutaline adalah bronkodilator, yaitu obat yang melebarkan (memperluas) saluran udara di paru-paru.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, terbutaline diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap secara bervariasi dari saluran pencernaan dan saluran udara sebanyak kurang dari 10%. Kadar obat yang masuk ke dalam peredaran darah (ketersediaan hayati) sekitar 14-15% dan waktu saat obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu konsentrasi puncak plasma) sekitar 1-4 jam.
  • Distribusi: Melewati plasenta dan memasuki ASI dan ikatan protein plasma sebanyak 25%.
  • Metabolisme: Menjalani metabolisme lintas pertama melalui proses perubahan senyawa tidak toksik dan mudah larut agar mudah diekskresi (konjugasi) oleh sulfat dan glukoronida di hati dan dinding usus.
  • Ekskresi: Dikeluarkan melalui urine. Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) adalah 16-20 jam.

Indikasi (manfaat)

Mengatasi berbagai penyakit paru-paru, seperti:

  • Penyakit paru-paru dengan komplikasi penyempitan saluran saluran pernapasan 
  • Peradangan saluran napas yang menyebabkan sesak napas (asma bronkial)
  • Peradangan saluran pernapasan (bronkitis) kronis
  • Kerusakan kantong udara di paru-paru (emfisema)

Terbutaline menempel pada reseptor beta adrenergik di otot-otot di sekitar saluran udara. Hal ini akan menyebabkan otot-otot rileks dan saluran udara melebar.

Saluran udara yang lebih lebar memungkinkan lebih banyak udara mengalir masuk dan keluar dari paru-paru, sehingga meningkatkan aliran udara serta mengurangi sesak napas, mengi, dan batuk.

Komposisi

Terbutaline sulfate 2,5 mg

Dosis

Dewasa dan anak berusia 12 tahun ke atas: 1-2 tablet sebanyak 2-3 kali sehari

Aturan pakai

Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.

Perlu Resep

Ya

Efek Samping

  • Sakit kepala
    Pastikan Anda istirahat dan minum banyak cairan. Jangan minum terlalu banyak alkohol. Mintalah apoteker merekomendasikan obat penghilang rasa sakit. Bicaralah dengan dokter Anda jika berlangsung lebih dari seminggu atau parah.
  • Pusing
    Cobalah bangun dengan sangat lambat atau tetap duduk sampai Anda merasa lebih baik. Jika Anda mulai merasa pusing, berbaringlah agar tidak pingsan, lalu duduklah sampai Anda merasa lebih baik.
  • Mengantuk
    Minum terbutalin di malam hari dan kurangi jumlah alkohol yang Anda minum. Jangan mengemudi atau menggunakan alat atau mesin jika Anda merasa mengantuk. Jika ini tidak membantu, segera hubungi dengan dokter Anda.
  • Mual dan muntah
    Konsumsi makanan sederhana dan hindari makanan dengan rasa yang kuat, seperti makanan pedas. Cobalah mengonsumsi obat ini setelah makan untuk mengurangi rasa mual.
  • Kekurangan aliran darah ke organ atau jaringan tubuh (iskemia miokard)
  • Kadar gula darah tinggi yang bersifat sementara (hiperglikemia)
  • Kadar kalium tinggi yang bersifat sementara (hiperkalemia)
  • Gangguan irama jantung (aritmia jantung)
  • Penumpukan cairan dalam paru-paru (edema paru)
  • Gerakan tidak terkendali (tremor)
  • Jantung berdebar atau berdegup kencang (palpitasi)
  • Detak jantung yang cepat (takikardia)
  • Nyeri dada
  • Sesak napas (dispnea)

Cara Penyimpanan

Simpan pada suhu 20-25°C. Terlindung dari cahaya.

Perhatian Khusus

  • Pasien dengan riwayat kejang
  • Pasien dengan tekanan darah tinggi (hipertensi)
  • Pasien dengan kadar gula darah tinggi (diabetes melitus)
  • Pasien dengan penyempitan pembuluh darah arteri (penyakit jantung iskemik)
  • Pasien dengan kadar tiroid yang tinggi (hipertiroidisme)
  • Anak-anak
  • Ibu hamil dan menyusui

Kategori Kehamilan

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan Nairet tablet pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien dengan kadar hormon tiroid yang meningkat dalam darah (tirtoksikosis)
  • Penggunaan bersama obat penghambat monoamine oxidase (MAOI) untuk mengatasi depresi

Interaksi (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Propanolol
    Penggunaan propranolol bersama terbutaline dapat mengurangi manfaat kedua obat tersebut karena memiliki efek berlawanan dalam tubuh. Selain itu, propranolol terkadang dapat menyebabkan penyempitan saluran udara yang dapat memperburuk masalah pernapasan atau memicu serangan asma yang parah.
  • Difilin
    Penggunaan difilin bersama terbutalin dapat meningkatkan efek samping kardiovaskular, seperti jantung berdebar-debar, peningkatan denyut jantung dan denyut nadi, dan peningkatan tekanan darah. Penggunaan obat-obatan ini secara bersamaan juga dapat meningkatkan risiko penurunan kadar kalium (hipokalemia).
  • Furosemide
    Penggunaan furosemide bersama terbutalin dapat meningkatkan risiko penurunan kadar kalium (hipokalemia). Pada kasus yang parah, hipokalemia dapat menyebabkan kelemahan otot, kelumpuhan, kesulitan bernapas dan menelan (akibat kelumpuhan otot), dan irama jantung yang tidak teratur.
  • Prometazine, oxytocin, dan ondansetron
    Penggunaan terbutaline bersama obat-obatan tersebut dapat meningkatkan risiko irama jantung tidak teratur yang mungkin serius dan berpotensi mengancam jiwa, meskipun efek samping ini jarang terjadi.
  • Epinephrine dan formoterol
    Penggunaan terbutaline bersama obat-obatan tersebut dapat meningkatkan efek samping kardiovaskular, seperti peningkatan detak jantung dan tekanan darah atau irama jantung tidak teratur.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya
    Jika masih dekat dengan jadwal sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat
    Jika sering lupa mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Segera hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Suara tinggi saat bernapas (mengi), tersedak, atau masalah pernapasan lainnya setelah menggunakan terbutaline
  • Nyeri dada dan detak jantung cepat
  • Berdebar detak jantung atau berkibar di dada
  • Perasaan pusing, seperti akan pingsan
  • Kejang
  • Kadar kalium rendah yang ditandai kram kaki, sembelit, detak jantung tidak teratur, dada berdebar-debar, rasa haus atau buang air kecil meningkat, mati rasa atau kesemutan, kelemahan otot atau perasaan lemas
  • Gemetar yang tidak terkendali (tremor)
  • Gejala yang memburuk atau kondisi tidak kunjung membaik

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/terbutaline?mtype=generic
Diakses pada 15 Juni 2021

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-12399/terbutaline-oral/details
Diakses pada 15 Juni 2021

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a682144.html
Diakses pada 15 Juni 2021

Drugs. https://www.drugs.com/drug-interactions/terbutaline.html
Diakses pada 15 Juni 2021

MedicineNet. https://www.medicinenet.com/terbutaline/article.htm
Diakses pada 15 Juni 2021

SehatQ
Belum Ada UlasanJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.
Nama Produk

Nairet Tablet 2,5 mg (1 Strip @ 10 Tablet)

Total

Rp 0