Moxigra Tablet 500 mg (10 Strip @ 10 Tablet)


Harga Produk
Rp 72.650

Jumlah Produk
0

logo-prescription
Obat ResepKirimkan resep ke alamat email apotek@sehatq.comJumlah pembelian obat terbatas.SehatQ memiliki kewenangan untuk tidak memproses pesanan lebih lanjut jika resep tidak dapat diverifikasi.

Deskripsi

Moxigra tablet adalah obat yang digunakan untuk mengatasi berbagai jenis infeksi bakteri, seperti infeksi pada saluran pernapasan, saluran pencernaan, dan saluran kemih. Obat moxigra mengandung zat aktif amoxicillin.

Kandungan zat aktif dalam obat ini bekerja dengan cara menghambat perkembangbiakan, bahkan membunuh bakteri penyebab infeksi. Obat ini juga bisa digunakan untuk mengatasi radang paru-paru atau pneumonia dan infeksi telinga. Moxigra tablet merupakan obat keras, sehingga untuk mendapatkannya harus dengan resep dokter.

Antibiotik ini tidak bekerja untuk infeksi akibat virus, seperti penyakit covid-19 yang disebabkan virus corona. Penggunaan antibiotik yang tidak sesuai anjuran tenaga kesehatan, seperti dokter dan apoteker dapat menyebabkan bakteri resisten atau kebal di kemudian hari. 

Informasi zat aktif :

Amoxicillin merupakan antibiotik dengan sifat mirip penisilin, tetapi memiliki konsentrasi serum lebih tinggi. Obat ini akan menghambat sintesis peptidoglikan, yaitu senyawa yang menyusun dinding sel bakteri, dengan cara mengikat protein pengikat penisilin. Proses ini akan menghambat pembentukan dinding sel, sehingga membuat membran sel bakteri pecah. Dengan begitu, bakteri pun akan mati.



Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, amoxicillin diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap secara cepat dan sempurna dari saluran pencernaan. Waktu saat obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu puncak konsentrasi plasma) selama 1-2 jam.
  • Distribusi: Tersebar luas ke jaringan dan cairan tubuh. Melintasi plasenta dan memasuki ASI (jumlah kecil).
  • Metabolisme: Mengalami metabolisme hati.
  • Ekskresi: Melalui urine (60% sebagai obat tidak berubah) dan feses. Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) sekitar 1-1,5 jam.

Kategori kehamilan dan menyusui :

Kategori B: Penelitian tidak menemukan efek malformasi atau efek yang mengganggu perkembangan janin pada trimester pertama dan selanjutnya.
Studi pada reproduksi hewan telah membuktikan tingkat keamanan obat ini.

Interaksi obat :

  • Obat penghambat pembekuan darah (antikoagulan).
    Penggunaan amoxicillin dengan antikoagulan dapat meningkatkan efek antikoagulan, sehingga dapat menimbulkan risiko memar dan perdarahan.
  • Chloramphenicol, makrolida, sulfonamida, dan tetracycline.
    Obat di atas dapat mengganggu efektivitas amoxicillin dalam menghentikan pertumbuhan bakteri.
  • Probenesid atau obat untuk mengatasi asam urat.
    Penggunaan amoxicillin dengan probenesid dapat meningkatkan kadar probenesid dalam darah, sehingga dapat menimbulkan efek samping, seperti mual dan muntah.

Apa yang harus dilakukan jika dosis terlewat :

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali atas anjuran dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter :

Konsultasikan dengan dokter jika Anda mengalami:

  • Perubahan perilaku.
  • Kejang.
  • Perubahan warna gigi menjadi cokelat, kuning, dan abu-abu.
  • Sesak napas.
  • Kram perut yang dapat terjadi hingga 2 bulan atau lebih setelah pengobatan.
  • Diare parah dengan tinja berair atau berdarah, yang dapat terjadi dengan atau tanpa demam.
  • Ruam dan gatal pada kulit.
  • Kulit melepuh atau mengelupas.
  • Kesulitan menelan atau bernapas.
  • Pembengkakan pada wajah, tenggorokan, lidah, bibir, dan mata.

Indikasi (manfaat) Obat

Fungsi obat Moxigra, antara lain:

  • Mengobati infeksi bakteri pada saluran pencernaan.
  • Mengobati infeksi pada saluran pernapasan, seperti peradangan pada tenggorokan, radang amandel (tonsilitis), dan peradangan pada dinding sinus (sinusitis).
  • Mengobati infeksi saluran kemih, seperti infeksi ginjal yang disebabkan bakteri atau virus (pielonefritis), infeksi kandung kemih, dan kencing nanah.
  • Mengobati infeksi kulit dan jaringan lunak, seperti infeksi bakteri pada kulit dan lapisan bawah kulit (selulitis).
  • Mengatasi demam tifoid atau tipes yang disebabkan infeksi bakteri Salmonella typhii.

Amoxicillin adalah antibiotik yang aktif terhadap bakteri Gram negatif dan Gram positif dan dapat menghentikan pertumbuhan bakteri tersebut.

Obat ini terkadang dikombinasikan dengan antibiotik clarithromycin untuk mengobati dan mencegah tukak lambung yang disebabkan bakteri Helicobacter pylori. Selain itu, obat ini juga digunakan bersama lansoprazole untuk menurunkan asam lambung.

Komposisi Obat

Amoxicillin 500 mg.

Dosis Obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk dokter.

  • Dewasa: ½-1 kaplet (250-500 mg) sebanyak 1 kali/8 jam.
  • Anak-anak dengan BB 20 kg ke bawah: 20-40 mg/kgBB/hari dalam dosis terbagi tiap 8 jam.
  • Anak-anak dengan BB 20 kg ke atas: ½-1 kaplet (250-500 mg) sebanyak 1 kali/8 jam.

Aturan pakai obat

Dapat dikonsumsi sebelum atau sesudah makan.

Perlu Resep

Ya

Efek Samping Obat

  • Mual.
    Hindari makanan yang sulit dicerna. Jangan berbaring setelah makan. Beristirahatlah dengan posisi kepala lebih tinggi dari kaki Anda. Jika Anda merasa mual saat bangun di pagi hari, makanlah daging tanpa lemak atau keju sebelum tidur atau taruh biskuit biasa di samping tempat tidur Anda dan makanlah sedikit sebelum bangun. Minumlah setidaknya enam gelas air sehari.
  • Diare.
    Minumlah sedikit air, tetapi lebih sering. Hubungi dokter jika Anda mengalami tanda-tanda dehidrasi, seperti buang air kecil lebih jarang dari biasanya atau urine berwarna gelap dan berbau menyengat. Hindari mengonsumsi obat untuk mengobati diare tanpa berbicara dengan apoteker atau dokter.
  • Muntah.
    Muntah dapat menyebabkan terjadinya dehidrasi. Minumlah banyak air untuk menggantikan cairan yang hilang dan mencegah dehidrasi. Hindari mengonsumsi makanan kaya rasa, seperti makanan pedas.
  • Gelisah.
  • Kulit kemerahan.
  • Demam.
  • Sakit tenggorokan.
  • Gangguan saluran pencernaan.
  • Perubahan pada warna gigi.
  • Urine berwarna gelap.

Cara Penyimpanan Obat

Simpan pada suhu di bawah 30°C dan terlindung dari cahaya matahari langsung. Jauhkan dari jangkauan anak-anak.

Perhatian Khusus

  • Ibu hamil dan menyusui.
  • Pasien penderita infeksi yang disebabkan virus.
  • Pasien dengan gangguan fungsi ginjal.
  • Pasien penderita kanker darah (leukimia).

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien hipersensitif terhadap zat aktif amoxicillin.
  • Pasien hipersensitif terhadap golongan antibiotik sefalosporin dan beta laktam.
-
SehatQ
Produk ini belum diulasJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.
Nama Produk

Moxigra Tablet 500 mg (10 Strip @ 10 Tablet)