Moxam Suppositoria 15 mg (1 Strip @ 6 Suppositoria)


Harga Produk
Rp 0

Jumlah Produk
0

logo-prescription
Obat ResepKirimkan resep ke alamat email apotek@sehatq.comJumlah pembelian obat terbatas.SehatQ memiliki kewenangan untuk tidak memproses pesanan lebih lanjut jika resep tidak dapat diverifikasi.

Deskripsi

Moxam Suppositoria adalah obat keras atau obat resep yang mengandung meloxicam 15 mg. Beli obat online di Toko SehatQ - Pasti asli!

Nikmati promo GRATIS Ongkir ke seluruh Indonesia. Temukan kode promonya di https://toko.sehatq.com/voucher

Moxam Suppositoria 15 mg (1 Strip @ 6 Suppositoria)
Golongan Obat
Obat Keras
Informasi Tambahan
obat resep
Kandungan Utama
Meloxicam
Kelas Terapi
Antiinflamasi dan antireumatik
Klasifikasi Obat
Non-Steroidal Anti-Inflammatory Drugs (NSAID)
Kemasan
1 Strip @ 6 Suppositoria (15 mg)
Produsen
Prima Medika Laboratories

Informasi Zat Aktif

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, meloxicam diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan baik dari saluran pencernaan. Waktu saat obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu puncak konsentrasi plasma) selama 4-5 jam.
  • Distribusi: Volume distribusi kira-kira 10 liter. Ikatan protein plasma sekitar 99,4%.
  • Metabolisme: Dimetabolisme di hati melalui.
  • Ekskresi: Melalui urine dan tinja sebagai metabolit tidak aktif. Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) sekitar 15-22 jam.

Indikasi (manfaat) Obat

  • Mengatasi nyeri pada peradangan sendi yang disebabkan gesekan antara ujung tulang penyusun sendi (osteoarthritis)
  • Meringankan gejala peradangan sendi (arthritis)
  • Meringankan peradangan sendi akibat sistem kekebalan tubuh menyerang jaringannya sendiri (rheumatoid arthritis).
  • Mengobati peradangan sendi pada punggung belakang yang menyebabkan nyeri dan kaku (ankylosing spondylitis)

Meloxicam mampu menghambat pembentukan prostaglandin, yaitu senyawa yang menyebabkan peradangan, melalui penghambatan enzim siklooksigenase. Proses tersebut akan membuat peradangan di tubuh mereda.

Komposisi Obat

Meloxicam 15 mg

Dosis Obat

  • Rheumatoid arthritis: 15 mg/hari, dosis dapat dikurangi hingga 7,5 mg/hari
  • Osteoarthritis: 7,5 mg/hari, dosis dapat ditingkatkan hingga 15 mg/hari
  • Pasien penderita gagal ginjal atau yang melakukan cuci darah:
    • Dosis maksimal: 7,5 mg/hari

Perlu Resep

Ya

Efek Samping Obat

  • Mual
    Konsumsilah makanan ringan dan hindari makanan berat atau pedas. Minumlah obat ini setelah makan. Hubungi dokter Anda jika gejala berlangsung lebih dari beberapa hari atau semakin memburuk.
  • Diare dan muntah
    Konsumsi banyak cairan untuk mencegah terjadinya dehidrasi atau kekurangan cairan. Dehidrasi ditandai dengan gejala buang air kecil yang lebih sedikit dari biasanya dan urine berbau tajam. Minumlah air sedikit demi sedikit saat sedang merasa sakit. Jangan minum obat lain untuk mengatasi diare atau muntah tanpa konsultasi ke dokter.
  • Sakit kepala
    Beristirahatlah dan minum banyak cairan. Hindari mengonsumsi alkohol. Mintalah apoteker merekomendasi obat untuk menghilangkan rasa sakit. Sakit kepala biasanya akan hilang dalam minggu pertama mengonsumsi obat ini. Jika sakit kepala berlangsung lebih lama, segera hubungi dokter.
  • Pusing
    Berbaringlah hingga pusing hilang, lalu bangun secara perlahan. Bergeraklah dengan hati-hati. Beristirahatlah yang banyak. Minumlah banyak cairan terutama air, serta hindari kopi, rokok, alkohol, dan obat-obatan.
  • Kesulitan buang air besar (konstipasi)
  • Gangguan pencernaan dan perut terasa tidak nyaman
  • Perut kembung
  • Badan lemas
  • Kemerahan pada kulit
  • Kesulitan tidur (insomnia)
  • Sakit kepala hingga terasa seperti berputar (vertigo)
  • Mengantuk
  • Perubahan suasana hati
  • Telinga berdering (tinnitus)
  • Gatal dan ruam kulit
  • Dehidrasi
  • Kecemasan

Cara Penyimpanan Obat

Simpan di lemari pendingin pada suhu 2-8 °C dalam wadah tertutup rapat. Jauhkan dari cahaya matahari langsung.

Perhatian Khusus

  • Pasien penderita penyakit jantung
  • Pasien penderita tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, ataupun diabetes
  • Pasien yang merokok, serta memiiki riwayat serangan jantung, stroke, atau pembekuan darah
  • Pada penggunaan jangka panjang dan dosis tinggi dapat menyebabkan risiko serangan jantung dan stroke
  • Pasien yang memiliki riwayat asma, gangguan pencernaan, penyakit hati, penyakit jantung, atau stroke
  • Anak-anak
  • Hindari mengemudi kendaraan atau menjalankan mesin
  • Pasien yang sedang menjalani terapi dengan mengonsumsi obat penghambat pembekuan darah (antikoagulan)
  • Pasien penderita lanjut usia
  • Pasien dengan retensi atau penumpukan cairan atau gagal jantung
  • Pasien dengan riwayat sakit maag atau perdarahan
  • Pasien penderita asma
  • Pasien penderita penyakit ginjal atau sedang menjalani cuci darah
  • Pasien penderita penyakit hati

Kategori Kehamilan

Pada trimester pertama dan kedua:
Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan Meloxin tablet pada ibu hamil, namun ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Pada trimester ketiga:
Kategori D: Hasil penelitian menunjukkan bahwa obat ini menimbulkan risiko pada janin manusia.
Penggunaan pada ibu hamil dapat dipertimbangkan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Misalnya, bila obat dibutuhkan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau penyakit serius, di mana obat lain tidak efektif atau tidak bisa diberikan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien penderita luka pada dinding lambung (tukak lambung aktif) selama 6 bulan terakhir
  • Wanita hamil trimester ketiga
  • Pasien yang memiliki alergi terhadap meloxicam, asetosal, atau obat antiinflamasi nonsteroid lainnya
  • Anak-anak 15 tahun ke bawah
  • Pasien yang memiliki riwayat perdarahan pada saluran pencernaan
  • Pasien penderita atau memiliki riwayat asma, jaringan yang tumbuh di bagian dalam saluran hidung (polip nasal), biduran (urtikaria), dan pembengkakan akibat penumpukan cairan pada beberapa bagian tubuh yang biasanya berada di sekitar mata, pipi, atau bibir (angioedema)
  • Pasien penderita gangguan fungsi hati berat
  • Pasien yang mengalami pendarahan pada saluran pencernaan, pendarahan pada serebrovaskular, atau kelainan pendarahan lainnya
  • Pasien penderita penyakit ginjal berat
  • Pasien penderita penyakit radang usus
  • Pasien penderita gagal jantung berat

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Alkohol
    Pasien yang mengonsumsi alkohol dapat menyebabkan iritasi mukosa lambung.
  • Penghambat pembekuan darah atau obat pengencer darah, seperti warfarin, heparin, dan kumarin
    Penggunaan bersama obat di atas dapat meningkatkan perdarahan.
  • Obat diuretik
    Penggunaan bersama obat untuk memudahkan pengeluaran air seni (diuretik) dapat menyebabkan gangguan fungsi ginjal.
  • Kortikosteroid
    Penggunaan bersama kortikosteroid dapat menyebabkan peningkatan risiko luka pada dinding lambung.
  • Kontrasepsi IUD
    Penggunaan bersama kontrasepsi IUD dapat menyebabkan penurunan efektivitas IUD.
  • Kolestiramin
    Penggunaan bersama kolestiramin dapat mempercepat eliminasi meloxicam, sehingga efektivitas meloxicam dalam mengatasi peradangan akan berkurang.
  • Penggunaan bersama AINS, seperti aspirin, ibuprofen, asam mefenamat, dan naproksen
    Penggunaan bersama obat di atas dapat meningkatkan risiko luka dan pendarahan pada saluran pencernaan.
  • Methotrexate
    Penggunaan bersama methotrexate dapat meningkatkan toksisitas hematologik atau gangguan pada darah.
  • Obat antihipertensi
    Penggunaan bersama obat penurun tekanan darah tinggi dapat menurunkan efek obat antihipertensi.
  • Ciclosporin
    Penggunaan bersama ciclosporin dapat meningkatkan kerusakan pada ginjal (nefrotoksik).
  • Lithium
    Meloxicam dapat meningkatkan kadar lithium dalam plasma, sehingga dapat menyebabkan toksisitas atau keracunan.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Jika efek samping tidak kunjung hilang atau bertambah buruk, segera hubungi dokter Anda.
-
SehatQ
Produk ini belum diulasJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.
Nama Produk

Moxam Suppositoria 15 mg (1 Strip @ 6 Suppositoria)