SehatQ
SehatQ Profile
|
|
|
Motilium tablet adalah obat untuk mengatasi rasa tidak nyaman pada perut, mual, dan muntah

Motilium Tablet 10 mg (5 Strip @ 10 Tablet)


Harga Produk
Mulai dari
Rp 343.538


Tersedia 34 Penjual

Urutkan
Apotek Garuda
Rp 363.800
Apotek GarudaKota Jakarta Barat
3.27 km
Apotek Berkah Syifa
Rp 360.000
Apotek Berkah SyifaKota Jakarta Barat
6.43 km
Apotek Taman Puring
Rp 392.846
Apotek Taman PuringKota Jakarta Selatan
8.48 km
Apotek Rapha Farma Cilincing
Rp 788.117
Apotek Rapha Farma CilincingKota Jakarta Utara
13.97 km
logo-prescription
Obat ResepProduk ini hanya dapat dibeli melalui Chat Dokter berdasarkan gejala Anda.

Deskripsi

Motilium tablet adalah obat untuk mengatasi rasa tidak nyaman pada perut, mual, dan muntah. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Motilium tablet mengandung zat aktif domperidone.

Domperidone digunakan untuk menghilangkan rasa kenyang berlebihan, perut kembung, serta sendawa yang disertai rasa tidak nyaman dan mulas pada perut setelah makan. Zat aktif ini termasuk dalam kelompok obat antagonis dopamin yang bekerja dengan merangsang gerakan usus.

Domperidone dapat juga digunakan untuk mencegah mual dan muntah yang mungkin disebabkan obat-obatan untuk penyakit Parkinson, yaitu penyakit yang disebabkan kerusakan atau kematian sel saraf di bagian otak tertentu.

Informasi zat aktif :

Domperidone termasuk obat golongan antiemetik yang digunakan untuk mengatasi gejala mual, muntah, nyeri, dan rasa tidak nyaman pada perut karena makan terlalu banyak. Obat ini bekerja dalam mempercepat proses pencernaan makanan.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, domperidone diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan cepat dari saluran pencernaan. Penyerapan sedikit tertunda dengan makanan. Kadar obat yang masuk ke dalam peredaran darah (ketersediaan hayati) sekitar 15%. Waktu saat obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma kira-kira 30 menit.
  • Distribusi: Tidak langsung melewati sawar darah-otak. Memasuki ASI dalam jumlah kecil.
  • Metabolisme: Dimetabolisme secara cepat dan ekstensif di hati.
  • Ekskresi: Terutama melalui feses 66% (10% sebagai obat tidak berubah) dan urine 31%, terutama sebagai metabolit (kira-kira 1% sebagai obat tidak berubah). Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat kira-kira 7,5 jam.

Kategori kehamilan dan menyusui :

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan Motilium tablet pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Interaksi obat :

  • Protease inhibitor, antijamur azol sistemik, klaritromisin, telitromisin, nefazodon, diltiazem, verapamil, dofetilid, amiodaron, haloperidol, pimozid, citalopram, eritromisin, levofloksasin, pentamidin, halofantrin, lumefantrin, cisapride, dolasetron, mizolastin, mequitazin, toremifen, vandetanib, vincamin, dan beprid.
    Penggunaan domperidone dengan obat di atas dapat meningkatkan risiko gangguan irama jantung.
  • Azithromycin, roksitromisin, serta obat yang memicu perlambatan denyut jantung (bradikardia) dan penurunan kadar kalium dalam darah (hipokalemia).
    Penggunaan domperidone dengan obat di atas dapat menyebabkan gangguan irama jantung.
  • Bromikriptin.
    Domperidone dapat melawan efek bromokriptin, sehingga menyebabkan gangguan siklus menstruasi dan produksi ASI.
  • Antasida atau agen antisekretori.
    Domperidone dapat menurunkan efektivitas antasida dalam menurunkan asam lambung.
  • Levodopa.
    Domperidone dapat meningkatkan konsentrasi levodopa dalam plasma, sehingga meningkatkan risiko efek samping, seperti pusing, mual, dan muntah.

Apa yang harus dilakukan jika dosis terlewat :

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali atas anjuran dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa menggunakan obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter :

Hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Gangguan pada otot atau mata yang bergerak dengan cara tidak biasa atau tidak terkontrol.
  • Masalah buang air kecil.

Indikasi (manfaat)

  • Membantu menghentikan rasa mual atau muntah.
  • Membantu meningkatkan kontraksi usus dan lambung.
  • Mengobati mual dan muntah yang terjadi karena obat untuk Parkinson.

Domperidone bekerja dengan meningkatkan pergerakan makanan melalui perut dan saluran pencernaan. Dengan begitu, rasa kembung dan begah, serta gangguan pencernaan akan berkurang. Selain itu, domperidone juga bekerja dengan memblokir aksi bahan kimia di otak yang menyebabkan rasa mual dan muntah.

Komposisi

Domperidone 10 mg.

Dosis

  • Dewasa: 10 mg sebanyak 3 kali/hari.
  • Anak-anak di bawah 12 tahun dengan berat badan kurang dari 35 kg: 250 mcg/kgBB sebanyak tiga hari/hari.
    Dosis dihitung dengan mengalikan berat badan pasien.

Aturan pakai

Sebaiknya dikonsumsi saat perut kosong, atau 15-30 menit sebelum makan dan menjelang tidur malam.

Efek Samping

  • Sakit kepala.
    Istirahat dan tidur yang cukup dapat membantu Anda lebih relaks. Jika Anda duduk dalam waktu lama, cobalah bangun dan sering-seringlah bergerak. Cobalah membuat rahang, leher, dan bahu Anda lebih relaks.
  • Diare.
    Untuk mengatasi diare ringan, Anda perlu mengganti cairan dan elektrolit (garam) yang hilang dengan meminum banyak air atau minuman olahraga kaya elektrolit. Hindari kopi, minuman berkafein, minuman manis, soda, dan alkohol karena memiliki efek pencahar. Sebaiknya, hindari juga produk susu.
  • Mulut kering.
    Cobalah mengunyah permen karet atau manisan bebas gula.
  • Pingsan.
    Jika Anda mengalami efek samping di atas, segera hubungi dokter.
  • Produksi ASI yang tidak biasa atau ruam kulit yang gatal.
  • Gangguan irama jantung (aritmia).
  • Cemas dan mengantuk.
  • Payudara bengkak atau nyeri tekan.
  • Perubahan menstruasi.
  • Gatal atau biduran.
  • Kejang.

Cara Penyimpanan

Simpan pada suhu di bawah 30°C dan terlindung dari sinar matahari langsung.

Perhatian Khusus

  • Pasien dengan risiko kematian jantung mendadak, misalnya pasien dengan riwayat keluarga penyakit arteri koroner, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, kencing manis (diabetes melitus), obesitas, merokok, dan pasien yang mengonsumsi alkohol.
  • Pasien yang memiliki masalah pada jantung, seperti pasien dengan gangguan irama jantung.
  • Pasien dengan kondisi motilitas lambung membahayakan, misalnya pasien yang mengalami perdarahan dan penyumbatan (obstruksi) saluran pencernaan.
  • Pasien dengan riwayat pribadi atau keluarga mengalami kanker payudara.
  • Pasien penderita gangguan hati dan ginjal ringan.
  • Anak-anak berusia di bawah 12 tahun.
  • Bayi berusia di bawah 1 tahun.
  • Pasien lanjut usia.
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang mengonsumsi obat ketoconazole, erythromycin, protease inhibitor, atau nefazodon.
  • Pasien yang memiliki tumor jinak pada kelenjar hipofisis (pituitary) yang terletak di bagian dasar otak (prolaktinomia).
  • Pasien yang memiliki gangguan elektrolit, seperti pasien dengan kadar kalium rendah dalam darah (hipokalemia) dan kadar magnesium rendah dalam darah (hipomagnesemia).
  • Pasien yang memiliki alergi terhadap domperidone.
  • Pasien penderita gangguan hati sedang hingga berat.
  • Tidak dianjurkan untuk penggunaan jangka panjang.

Nomor Izin Edar

DKL1124401017A1
SehatQ
Belum Ada UlasanJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.

Produk Terkait

FAQ

Membantu menghentikan rasa mual atau muntah.Membantu meningkatkan kontraksi usus dan lambung.Mengobati mual dan muntah yang terjadi karena obat untuk Parkinson.Domperidone bekerja dengan meningkatkan pergerakan makanan melalui perut dan saluran pencernaan. Dengan begitu, rasa kembung dan begah, serta gangguan pencernaan akan berkurang. Selain itu, domperidone juga bekerja dengan memblokir aksi bahan kimia di otak yang menyebabkan rasa mual dan muntah.

Dewasa: 10 mg sebanyak 3 kali/hari.Anak-anak di bawah 12 tahun dengan berat badan kurang dari 35 kg: 250 mcg/kgBB sebanyak tiga hari/hari.Dosis dihitung dengan mengalikan berat badan pasien.

Sebaiknya dikonsumsi saat perut kosong, atau 15-30 menit sebelum makan dan menjelang tidur malam.

Sakit kepala.Istirahat dan tidur yang cukup dapat membantu Anda lebih relaks. Jika Anda duduk dalam waktu lama, cobalah bangun dan sering-seringlah bergerak. Cobalah membuat rahang, leher, dan bahu Anda lebih relaks.Diare.Untuk mengatasi diare ringan, Anda perlu mengganti cairan dan elektrolit (garam) yang hilang dengan meminum banyak air atau minuman olahraga kaya elektrolit. Hindari kopi, minuman berkafein, minuman manis, soda, dan alkohol karena memiliki efek pencahar. Sebaiknya, hindari juga produk susu.Mulut kering.Cobalah mengunyah permen karet atau manisan bebas gula.Pingsan.Jika Anda mengalami efek samping di atas, segera hubungi dokter.Produksi ASI yang tidak biasa atau ruam kulit yang gatal.Gangguan irama jantung (aritmia).Cemas dan mengantuk.Payudara bengkak atau nyeri tekan.Perubahan menstruasi.Gatal atau biduran.Kejang.

Nama Produk

Motilium Tablet 10 mg (5 Strip @ 10 Tablet)

Total

Rp 363.800