Molacort Tablet 0,75 mg (1 Strip @ 10 Tablet) | Manfaat dan Indikasi Obat, Dosis, Efek Samping
Molacort tablet adalah obat untuk mengurangi peradangan dan reaksi alergi

Molacort Tablet 0,75 mg (1 Strip @ 10 Tablet)


Harga Produk
Mulai dari
Rp 1.200

Jumlah Produk
1

Tersedia 31 Penjual

Apotek Berkah Farma
Rp 1.200
Apotek Berkah Farma
Kabupaten Cianjur79.26 km
Apotek Melati Mas
Rp 1.684
Apotek Melati Mas
Kota Tangerang Selatan21.66 km
Apotek Sehat Bersama 1
Rp 1.902
Apotek Sehat Bersama 1
Kota Jakarta Timur10.71 km
Apotek Golden Sehat Duri Raya
Rp 1.950
Apotek Golden Sehat Duri Raya
Jakarta Barat6.45 km
logo-prescription
Obat ResepKirimkan resep ke alamat email apotek@sehatq.comJumlah pembelian obat terbatas.SehatQ memiliki kewenangan untuk tidak memproses pesanan lebih lanjut jika resep tidak dapat diverifikasi.

Deskripsi

Molacort tablet adalah obat untuk mengurangi peradangan dan reaksi alergi. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Molacort tablet mengandung zat aktif dexamethasone.

Dexamethasone adalah obat golongan kortikosteroid yang mampu mencegah pelepasan zat dalam tubuh yang menyebabkan peradangan. Zat aktif ini juga bisa digunakan untuk mengobati radang usus besar (kolitis ulserativa), radang sendi (arthritis), penyakit autoimun (lupus), peradangan kulit berupa ruam merah (psoriasis), dan gangguan pernapasan.

Informasi zat aktif :

Dexamethasone termasuk dalam golongan obat steroid. Steroid dapat membantu memblokir respons sistem kekebalan tubuh terhadap peradangan.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, dexamethasone diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Mudah diserap dari saluran pencernaan. Waktu ketika obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu untuk konsentrasi plasma puncak) 1-2 jam (oral).
  • Distribusi: Melintasi plasenta dan memasuki ASI. Ikatan protein plasma: Sekitar 77%, terutama pada albumin.
  • Metabolisme: Dimetabolisme di hati.
  • Ekskresi: Melalui urine (hingga 65%). Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) 4 ± 0,9 jam (oral).

Kategori kehamilan dan menyusui :

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan Molacort tablet pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Interaksi obat :

  • Ibuprofen dan naproxen.
    Mengonsumsi dexamethasone bersama obat di atas dapat meningkatkan risiko terjadinya efek samping pada saluran pencernaan, seperti peradangan dan perdarahan.
  • Aspirin.
    Mengonsumsi aspirin dengan dexamethasone dapat meningkatkan efek samping di saluran pencernaan, seperti peradangan dan perdarahan.
  • Hydrocodone dan oxycodone.
    Dexamethasone dapat menurunkan kadar obat di atas dalam darah, sehingga akan mengurangi kemampuan obat tersebut dalam meringankan rasa sakit.
  • Ciprofloxacin.
    Mengonsumsi dexamethasone dengan ciprofloxacin dapat menyebabkan peradangan pada tendon (tendinitis).
  • Furosemide.
    Mengonsumsi dexamethasone bersama furosemide dapat menyebabkan nyeri atau kram otot, kehilangan nafsu makan, merasa lemah, dan pusing.

Apa yang harus dilakukan jika dosis terlewat :

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali atas anjuran dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa menggunakan obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter :

Segera hubungi dokter jika Anda mengalami salah satu gejala berikut:

  • Pembengkakan pada tungkai bawah atau pergelangan kaki.
  • Pilek atau infeksi yang berlangsung lama.
  • Masalah penglihatan.
  • Feses berwarna hitam.
  • Kelemahan otot.
  • Ruam kulit.

Indikasi (manfaat) Obat

Fungsi obat Molacort, antara lain:

  • Sebagai terapi tambahan jangka pendek pada asma bronkial, yaitu kondisi medis yang menyebabkan jalan napas paru-paru membengkak dan menyempit.
  • Mengatasi dermatitis, yaitu peradangan pada kulit yang menyebabkan kulit merah dan gatal.
  • Menekan sistem imun dan mengatasi penyakit radang sendi (rheumatoid arthritis).
  • Mengobati pembesaran otak akibat adanya penumpukan cairan dalam otak (edema serebral).
  • Mengatasi biduran (urtikaria).
  • Meredakan alergi.

Dexamethasone merupakan kortikosteroid buatan manusia (sintetis). Kortikosteroid adalah bahan kimia alami yang diproduksi oleh kelenjar adrenal yang terletak di atas ginjal. Bahan kimia ini dapat memengaruhi fungsi banyak sel di dalam tubuh, serta menekan sistem kekebalan dan peradangan.

Itu sebabnya, obat ini digunakan untuk mengatasi berbagai peradangan yang memengaruhi banyak organ tubuh. Dexamethasone digunakan secara khusus untuk mengurangi pembengkakan (edema) yang disebabkan tumor tulang belakang dan otak, serta mengobati peradangan mata.

Komposisi Obat

Dexamethasone 0,75 mg.

Dosis Obat

  • Dewasa: 0,5-10 mg/hari. Rata-rata penggunaan 2-4 kali pemberian.
  • Anak-anak: 0,08-0,3 mg/kgBB/hari, diberikan dalam 3-4 dosis terbagi.
    Dosis dihitung dengan mengalikan berat badan anak.

Aturan pakai obat

Dkonsumsi setelah makan.

Perlu Resep

Ya

Efek Samping Obat

  • Mual.
    Hindari makanan yang sulit dicerna. Jangan berbaring setelah makan. Beristirahatlah dengan kepala lebih tinggi dari kaki Anda. Jika Anda merasa mual saat bangun di pagi hari, makanlah daging tanpa lemak atau keju sebelum tidur. Anda juga bisa menyiapkan biskuit di samping tempat tidur Anda dan makanlah sedikit saat bangun tidur. Minumlah setidaknya enam gelas air sehari.
  • Muntah.
    Duduk atau berbaring dalam posisi bersandar. Minumlah sedikit minuman manis. Hal ini dikarenakan, minuman dengan kandungan gula mampu membantu menenangkan perut. Namun, hindari minuman asam, seperti jus jeruk atau jus anggur.
  • Sakit perut.
    Cobalah istirahat dan relaks. Letakkan bantalan atau botol air panas tertutup di perut Anda untuk membantu mengurangi efek samping ini.
  • Sakit kepala.
    Istirahat dan tidur yang cukup akan membantu Anda lebih rileks. Jika Anda duduk untuk waktu yang lama, bangun dan sering-seringlah bergerak. Buatlah rahang, leher, dan bahu Anda lebih rileks.
  • Pusing.
    Jika Anda mulai merasa pusing, berbaringlah agar tidak pingsan, lalu duduklah sampai Anda merasa lebih baik. Berhati-hatilah saat mengemudi atau mengoperasikan mesin.
  • Terjadi pembengkakan pada organ akibat penumpukan jaringan (edema).
  • Penurunan kadar kalium dalam darah.
  • Peningkatan kadar glukosa dalam darah.
  • Tekanan darah tinggi (hipertensi).
  • Perubahan suasana hati, seperti depresi.
  • Penglihatan kabur.
  • Penurunan jumlah urine.
  • Kesulitan tidur.
  • Merasa gelisah.
  • Kelelahan.

Cara Penyimpanan Obat

Simpan di dalam wadah tertutup rapat, di tempat kering, dan pada suhu di bawah 30°C.

Perhatian Khusus

  • Pasien penderita gangguan fungsi hati dan fungsi ginjal.
  • Pasien yang mengalami peningkatan tekanan bola mata (glaukoma).
  • Pasien penderita kelemahan otot (miastenia gravis).
  • Pasien penderita tekanan darah tinggi (hipertensi).
  • Pasien yang memiliki gangguan tiroid.
  • Pasien penderita kencing manis (diabetes).
  • Hentikan penggunaan obat ini secara bertahap.
  • Pasien penderita malaria.
  • Wanita hamil hamil dan ibu menyusui.
  • Anak-anak berusia di bawah 6 tahun.
  • Pasien penderita gangguan pencernaan, seperti luka pada dinding lambung (tukak lambung), serta peradangan pada usus besar (kolon) dan bagian akhir usus besar yang tersambung ke anus (kolitis ulseratif).
  • Penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan nyeri otot (mialgia), nyeri sendi (arthralgia), serta persaaan lelah, lemah, dan tidak nyaman (malaise).
  • Pasien yang mengalami kegagalan jantung dalam memompa pasokan darah yang dibutuhkan tubuh (gagal jantung kongestif).
  • Dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh, sehingga menyebabkan pasien lebih rentan terkena cacar atau campak.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap dexamethasone.
  • Pasien yang menerima atau melakukan vaksinasi.
  • Pasien penderita pengeroposan tulang (osteoporosis).
  • Pasien penderita herpes pada mata (herpes simpleks okular).
  • Pasien penderita infeksi jamur yang menyerang organ tubuh (sistemik).
  • Pasien yang memiliki luka pada dinding lambung atau usus 12 jari (ulkus gaster).
  • Pasien yang mengalami gangguan mental berupa kesulitan membedakan kenyataan dan imajinasi (psikosis) atau gangguan kecemasan (psikoneurotik).
-
SehatQ
Produk ini belum diulasJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.
Nama Produk

Molacort Tablet 0,75 mg (1 Strip @ 10 Tablet)

Total

Rp 1.200

Jual dan Beli Molacort Tablet 0,75 mg (1 Strip @ 10 Tablet) dari Apotek Online Toko SehatQ

Molacort tablet adalah obat untuk mengurangi peradangan dan reaksi alergi. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Molacort tablet mengandung zat aktif dexamethasone.

Dexamethasone adalah obat golongan kortikosteroid yang mampu mencegah pelepasan zat dalam tubuh yang menyebabkan peradangan. Zat aktif ini juga bisa digunakan untuk mengobati radang usus besar (kolitis ulserativa), radang sendi (arthritis), penyakit autoimun (lupus), peradangan kulit berupa ruam merah (psoriasis), dan gangguan pernapasan.

Informasi zat aktif :

Dexamethasone termasuk dalam golongan obat steroid. Steroid dapat membantu memblokir respons sistem kekebalan tubuh terhadap peradangan.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, dexamethasone diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Mudah diserap dari saluran pencernaan. Waktu ketika obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu untuk konsentrasi plasma puncak) 1-2 jam (oral).
  • Distribusi: Melintasi plasenta dan memasuki ASI. Ikatan protein plasma: Sekitar 77%, terutama pada albumin.
  • Metabolisme: Dimetabolisme di hati.
  • Ekskresi: Melalui urine (hingga 65%). Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) 4 ± 0,9 jam (oral).

Kategori kehamilan dan menyusui :

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan Molacort tablet pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Interaksi obat :

  • Ibuprofen dan naproxen.
    Mengonsumsi dexamethasone bersama obat di atas dapat meningkatkan risiko terjadinya efek samping pada saluran pencernaan, seperti peradangan dan perdarahan.
  • Aspirin.
    Mengonsumsi aspirin dengan dexamethasone dapat meningkatkan efek samping di saluran pencernaan, seperti peradangan dan perdarahan.
  • Hydrocodone dan oxycodone.
    Dexamethasone dapat menurunkan kadar obat di atas dalam darah, sehingga akan mengurangi kemampuan obat tersebut dalam meringankan rasa sakit.
  • Ciprofloxacin.
    Mengonsumsi dexamethasone dengan ciprofloxacin dapat menyebabkan peradangan pada tendon (tendinitis).
  • Furosemide.
    Mengonsumsi dexamethasone bersama furosemide dapat menyebabkan nyeri atau kram otot, kehilangan nafsu makan, merasa lemah, dan pusing.

Apa yang harus dilakukan jika dosis terlewat :

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali atas anjuran dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa menggunakan obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter :

Segera hubungi dokter jika Anda mengalami salah satu gejala berikut:

  • Pembengkakan pada tungkai bawah atau pergelangan kaki.
  • Pilek atau infeksi yang berlangsung lama.
  • Masalah penglihatan.
  • Feses berwarna hitam.
  • Kelemahan otot.
  • Ruam kulit.


Merek: {""id""=>2210, ""label""=>""Molacort"", ""data_custom""=>{""id""=>2210, ""label""=>""Molacort""}}
Bentuk sediaan: Tablet
Principal/Distributor obat: Molex Ayus
Manufacture: Molex Ayus
Kemasan obat: 1 strip @ 10 tablet

Indikasi/Manfaat Molacort Tablet 0,75 mg (1 Strip @ 10 Tablet)

Fungsi obat Molacort, antara lain:

  • Sebagai terapi tambahan jangka pendek pada asma bronkial, yaitu kondisi medis yang menyebabkan jalan napas paru-paru membengkak dan menyempit.
  • Mengatasi dermatitis, yaitu peradangan pada kulit yang menyebabkan kulit merah dan gatal.
  • Menekan sistem imun dan mengatasi penyakit radang sendi (rheumatoid arthritis).
  • Mengobati pembesaran otak akibat adanya penumpukan cairan dalam otak (edema serebral).
  • Mengatasi biduran (urtikaria).
  • Meredakan alergi.

Dexamethasone merupakan kortikosteroid buatan manusia (sintetis). Kortikosteroid adalah bahan kimia alami yang diproduksi oleh kelenjar adrenal yang terletak di atas ginjal. Bahan kimia ini dapat memengaruhi fungsi banyak sel di dalam tubuh, serta menekan sistem kekebalan dan peradangan.

Itu sebabnya, obat ini digunakan untuk mengatasi berbagai peradangan yang memengaruhi banyak organ tubuh. Dexamethasone digunakan secara khusus untuk mengurangi pembengkakan (edema) yang disebabkan tumor tulang belakang dan otak, serta mengobati peradangan mata.


Dosis Molacort Tablet 0,75 mg (1 Strip @ 10 Tablet)


  • Dewasa: 0,5-10 mg/hari. Rata-rata penggunaan 2-4 kali pemberian.
  • Anak-anak: 0,08-0,3 mg/kgBB/hari, diberikan dalam 3-4 dosis terbagi.
    Dosis dihitung dengan mengalikan berat badan anak.

Cara Penggunaan Molacort Tablet 0,75 mg (1 Strip @ 10 Tablet)


Dkonsumsi setelah makan.

Cara Menyimpan Molacort Tablet 0,75 mg (1 Strip @ 10 Tablet)


Simpan di dalam wadah tertutup rapat, di tempat kering, dan pada suhu di bawah 30°C.

Kontraindikasi/Jangan Menggunakan Molacort Tablet 0,75 mg (1 Strip @ 10 Tablet) Jika:


  • Pasien yang memiliki alergi terhadap dexamethasone.
  • Pasien yang menerima atau melakukan vaksinasi.
  • Pasien penderita pengeroposan tulang (osteoporosis).
  • Pasien penderita herpes pada mata (herpes simpleks okular).
  • Pasien penderita infeksi jamur yang menyerang organ tubuh (sistemik).
  • Pasien yang memiliki luka pada dinding lambung atau usus 12 jari (ulkus gaster).
  • Pasien yang mengalami gangguan mental berupa kesulitan membedakan kenyataan dan imajinasi (psikosis) atau gangguan kecemasan (psikoneurotik).

Yang Perlu Diperhatikan Saat/Sebelum Menggunakan Molacort Tablet 0,75 mg (1 Strip @ 10 Tablet)


  • Pasien penderita gangguan fungsi hati dan fungsi ginjal.
  • Pasien yang mengalami peningkatan tekanan bola mata (glaukoma).
  • Pasien penderita kelemahan otot (miastenia gravis).
  • Pasien penderita tekanan darah tinggi (hipertensi).
  • Pasien yang memiliki gangguan tiroid.
  • Pasien penderita kencing manis (diabetes).
  • Hentikan penggunaan obat ini secara bertahap.
  • Pasien penderita malaria.
  • Wanita hamil hamil dan ibu menyusui.
  • Anak-anak berusia di bawah 6 tahun.
  • Pasien penderita gangguan pencernaan, seperti luka pada dinding lambung (tukak lambung), serta peradangan pada usus besar (kolon) dan bagian akhir usus besar yang tersambung ke anus (kolitis ulseratif).
  • Penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan nyeri otot (mialgia), nyeri sendi (arthralgia), serta persaaan lelah, lemah, dan tidak nyaman (malaise).
  • Pasien yang mengalami kegagalan jantung dalam memompa pasokan darah yang dibutuhkan tubuh (gagal jantung kongestif).
  • Dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh, sehingga menyebabkan pasien lebih rentan terkena cacar atau campak.

Efek Samping Obat Molacort Tablet 0,75 mg (1 Strip @ 10 Tablet)


  • Mual.
    Hindari makanan yang sulit dicerna. Jangan berbaring setelah makan. Beristirahatlah dengan kepala lebih tinggi dari kaki Anda. Jika Anda merasa mual saat bangun di pagi hari, makanlah daging tanpa lemak atau keju sebelum tidur. Anda juga bisa menyiapkan biskuit di samping tempat tidur Anda dan makanlah sedikit saat bangun tidur. Minumlah setidaknya enam gelas air sehari.
  • Muntah.
    Duduk atau berbaring dalam posisi bersandar. Minumlah sedikit minuman manis. Hal ini dikarenakan, minuman dengan kandungan gula mampu membantu menenangkan perut. Namun, hindari minuman asam, seperti jus jeruk atau jus anggur.
  • Sakit perut.
    Cobalah istirahat dan relaks. Letakkan bantalan atau botol air panas tertutup di perut Anda untuk membantu mengurangi efek samping ini.
  • Sakit kepala.
    Istirahat dan tidur yang cukup akan membantu Anda lebih rileks. Jika Anda duduk untuk waktu yang lama, bangun dan sering-seringlah bergerak. Buatlah rahang, leher, dan bahu Anda lebih rileks.
  • Pusing.
    Jika Anda mulai merasa pusing, berbaringlah agar tidak pingsan, lalu duduklah sampai Anda merasa lebih baik. Berhati-hatilah saat mengemudi atau mengoperasikan mesin.
  • Terjadi pembengkakan pada organ akibat penumpukan jaringan (edema).
  • Penurunan kadar kalium dalam darah.
  • Peningkatan kadar glukosa dalam darah.
  • Tekanan darah tinggi (hipertensi).
  • Perubahan suasana hati, seperti depresi.
  • Penglihatan kabur.
  • Penurunan jumlah urine.
  • Kesulitan tidur.
  • Merasa gelisah.
  • Kelelahan.