Molacort tablet adalah obat untuk mengatasi alergi dan peradangan

Molacort Tablet 0,5 mg (1 Strip @ 10 Tablet)


Harga Produk
Mulai dari
Rp 1.400

Jumlah Produk
1

Tersedia 36 Penjual

Apotek Berkah Farma
Rp 1.400
Apotek Berkah Farma
Kabupaten Cianjur79.26 km
Apotek Ade
Rp 1.912
Apotek Ade
Kota Jakarta Selatan8.27 km
Apotek Sehat Bersama 1
Rp 1.937
Apotek Sehat Bersama 1
Kota Jakarta Timur10.71 km
Apotek Junia
Rp 2.000
Apotek Junia
Kota Depok29.69 km
logo-prescription
Obat ResepKirimkan resep ke alamat email apotek@sehatq.comJumlah pembelian obat terbatas.SehatQ memiliki kewenangan untuk tidak memproses pesanan lebih lanjut jika resep tidak dapat diverifikasi.

Deskripsi

Molacort tablet adalah obat yang digunakan untuk meredakan alergi dan peradangan pada rheumatoid arthritis, alergi kulit, masalah pernapasan, gangguan usus, dan gangguan kelenjar adrenal. Fungsi obat Molacort lainnya adalah untuk mengatasi berbagai gejala yang timbul akibat tingginya kadar hormon kortisol dalam tubuh (sindrom Cushing).
Molacort mengandung dexamethasone sebagai zat aktifnya. Dexamethasone merupakan imunosupresan, yaitu obat yang menurunkan respons sistem kekebalan tubuh terhadap berbagai penyakit untuk mengurangi gejala peradangan, seperti pembengkakan dan reaksi alergi.
Obat ini merupakan obat keras, sehingga untuk mendapatkannya harus menggunakan resep dokter.

Informasi zat aktif :

Deksametason adalah obat golongan kortikosteroid, yaitu senyawa menyerupai hormon alami yang diproduksi oleh kelenjar adrenal. Obat ini dapat mengurangi peradangan ,seperti bengkak, panas, kemerahan, dan nyeri..

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, dexamethasone diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Mudah diserap dari saluran pencernaan. Waktu ketika obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu untuk konsentrasi plasma puncak) 1-2 jam (oral).
  • Distribusi: Melintasi plasenta dan memasuki ASI. Pengikatan protein plasma: Sekitar 77%, terutama pada albumin.
  • Metabolisme: Dimetabolisme di hati.
  • Ekskresi: Melalui urine (hingga 65%). Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) 4 ± 0,9 jam (oral).

Kategori kehamilan dan menyusui :

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan Molacort tablet pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Interaksi obat :

  • Ibuprofen dan naproxen.
    Mengonsumsi dexamethasone bersama ibuprofen dapat meningkatkan risiko efek samping pada saluran cerna, seperti peradangan dan perdarahan.
  • Furosemide.
    Mengonsumsi dexamethasone bersama furosemide menyebabkan nyeri atau kram otot, kehilangan nafsu makan, kelemahan, dan pusing.
  • Aspirin.
    Mengonsumsi aspirin dengan dexamethasone dapat meningkatkan efek samping di saluran pencernaan, seperti peradangan dan perdarahan.
  • Ciprofloxacin.
    Mengonsumsi dexamethasone dengan ciprofloxacin dapat menyebabkan peradangan pada tendon (tendinitis).
  • Hydrocodone dan oxycodone.
    Dexamethasone dapat menurunkan kadar hydrocodone dalam darah, sehingga akan mengurangi efek dalam meringankan rasa sakit.

Apa yang harus dilakukan jika dosis terlewat :

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal menggunakan obat sebelumnya, segera gunakan obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan menggunakan total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa menggunakan obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter :

Segera hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Kelemahan otot atau lemas
  • Penglihatan kabur, sakit mata, atau melihat lingkaran cahaya di sekitar lampu.
  • Sesak napas meski melakukan kegiatan ringan, pembengkakan, dan penambahan berat badan yang cepat.
  • Depresi berat, serta pikiran atau perilaku yang tidak biasa.
  • Kejang.
  • Terdapat darah pada feses.
  • Denyut jantung cepat atau lambat, serta denyut nadi lemah.
  • Peradangan pada pankreas yang ditandai dengan sakit parah di perut bagian atas yang menyebar ke punggung, mual, dan muntah.
  • Kadar kalium rendah disertai kram kaki, sembelit, detak jantung tidak teratur, berdebar-debar di dada, peningkatan rasa haus atau buang air kecil, serta mati rasa atau kesemutan.
  • Peningkatan tekanan darah yang diikuti sakit kepala parah, penglihatan kabur, berdebar-debar di leher atau telinga, gelisah, dan mimisan.

Indikasi (manfaat) Obat

Mengobati:

  • Gangguan pernapasan.
  • Gangguan usus dan kanker tertentu.
  • Gangguan kelenjar adrenal (sindrom Cushing).
  • Peradangan sendi akibat sistem kekebalan tubuh menyerang jaringannya sendiri (rheumatoid arthritis).
  • Asma bronkial sebagai terapi tambahan jangka pendek.
  • Peradangan pada kulit (dermatitis) dan biduran (urtikaria).
  • Gangguan pada darah, hormon, ataupun kekebalan tubuh.
  • Reaksi alergi.

Peradangan dapat menyebabkan sistem imun menjadi terlalu aktif dan akan merusak jaringan tubuh. Steroid seperti dexamethasone dapat membantu memblokir respons sistem kekebalan tubuh, sehingga meredakan peradangan.
Selain itu, dexamethasone juga dapat mengatasi gangguan pada kelenjar adrenal. Kelenjar adrenal dapat membantu mengelola glukosa darah, melawan infeksi, dan mengendalikan stres. Pada orang dengan insufisiensi adrenal, kelenjar adrenal melepaskan hormon tertentu dalam jumlah lebih rendah. Dexamethasone membantu menggantikan hormon-hormon ini.

Komposisi Obat

Dexamethasone 0,5 mg.

Dosis Obat

Dewasa: 0,5 mg-9 mg dalam dosis terbagi sebanyak 2 kali/hari.

Anak-anak:

  • 1 tahun ke bawah: 0,1 mg-0,25 mg sebanyak 2 kali/hari.
  • 1-5 tahun: 0,25 mg-1 mg sebanyak 2 kali/hari.
  • 6-12 tahun: 0,25 mg-2mg sebanyak 2 kali/hari.

Aturan pakai obat

Dikonsumsi bersama makanan.

Perlu Resep

Ya

Efek Samping Obat

  • Gangguan tidur.
    Minum dexamethasone di pagi hari, sehingga kadar dexmethasone dalam tubuh Anda paling rendah pada waktu tidur. Jika Anda mengonsumsi dexamethasone lebih dari sekali sehari, coba minum dosis terakhir sebelum jam 6 sore.
  • Gangguan pencernaan.
    Minum dexamethasone dengan makanan atau camilan untuk mengurangi masalah perut. Hindari juga makanan kaya rasa atau pedas. Jika gejala ini berlanjut, bicarakan dengan dokter Anda. Anda mungkin akan diberikan obat tambahan untuk mengatasi efek samping ini.
  • Peningkatan berat badan.
    Cobalah makan tanpa menambah porsi, sehingga berat badan tidah bertambah terlalu banyak. Olahraga teratur juga akan membantu menjaga berat badan Anda tetap stabil.
  • Perubahan suasana hati yang ringan.
    Dexamethasone dapat memengaruhi suasana hati Anda. Bicaralah dengan dokter jika Anda merasa sulit mengatasinya.
  • Pengeroposan tulang (osteoporosis).
  • Menghambat penyembuhan luka.
  • Luka pada dinding lambung (tukak lambung).
  • Sakit kepala.
  • Kelelahan (malaise).
  • Nyeri otot.
  • Mata kabur.
  • Nyeri sendi (artralgia).
  • Demam.

Cara Penyimpanan Obat

Simpan pada suhu di bawah 30°C, di tempat kering dalam wadah tertutup rapat.

Perhatian Khusus

  • Pasien penderita penyakit hati, seperti sirosis.
  • Pasien penderita kelemahan otot (miastenia gravis).
  • Pasien dengan gangguan kelenjar tiroid.
  • Pasien penderita tuberkulosis.
  • Pasien penderita kencing manis (diabetes).
  • Pasien yang mengalami peningkatan tekanan bola mata (glaukoma).
  • Pasien yang mengalami kegagalan jantung dalam memompa pasokan darah yang dibutuhkan tubuh (gagal jantung kongestif).
  • Penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan nyeri otot.
  • Dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh, sehingga menyebabkan pasien lebih rentan terkena cacar atau campak.
  • Pasien penderita osteoporosis atau pengeroposan tulang.
  • Pasien penderita gangguan pencernaan dan peradangan pada usus besar (kolon) dan rektum (kolitis ulseratif).
  • Pasien penderita gangguan fungsi hati dan fungsi ginjal.
  • Hentikan penggunaan obat ini secara bertahap.
  • Pasien penderita malaria.
  • Pasien yang memiliki gangguan tiroid.
  • Pasien penderita tekanan darah tinggi (hipertensi).

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap dexamethasone.
  • Pasien penderita infeksi jamur sistemik.
  • Pasien penderita infeksi herpes okuler atau radang pada kornea mata.
  • Pasien yang memiliki luka pada dinding lambung atau usus 12 jari (ulkus peptikum).
  • Pasien yang mengalami kesulitan membedakan kenyataan dan imajinasi (psikosis) atau gangguan kecemasan (psikoneurotik).
  • Pasien yang melakukan vaksinasi.
-
SehatQ
Produk ini belum diulasJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.
Nama Produk

Molacort Tablet 0,5 mg (1 Strip @ 10 Tablet)

Total

Rp 1.400

Jual dan Beli Molacort Tablet 0,5 mg (1 Strip @ 10 Tablet) dari Apotek Online Toko SehatQ

Molacort tablet adalah obat yang digunakan untuk meredakan alergi dan peradangan pada rheumatoid arthritis, alergi kulit, masalah pernapasan, gangguan usus, dan gangguan kelenjar adrenal. Fungsi obat Molacort lainnya adalah untuk mengatasi berbagai gejala yang timbul akibat tingginya kadar hormon kortisol dalam tubuh (sindrom Cushing).
Molacort mengandung dexamethasone sebagai zat aktifnya. Dexamethasone merupakan imunosupresan, yaitu obat yang menurunkan respons sistem kekebalan tubuh terhadap berbagai penyakit untuk mengurangi gejala peradangan, seperti pembengkakan dan reaksi alergi.
Obat ini merupakan obat keras, sehingga untuk mendapatkannya harus menggunakan resep dokter.

Informasi zat aktif :

Deksametason adalah obat golongan kortikosteroid, yaitu senyawa menyerupai hormon alami yang diproduksi oleh kelenjar adrenal. Obat ini dapat mengurangi peradangan ,seperti bengkak, panas, kemerahan, dan nyeri..

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, dexamethasone diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Mudah diserap dari saluran pencernaan. Waktu ketika obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu untuk konsentrasi plasma puncak) 1-2 jam (oral).
  • Distribusi: Melintasi plasenta dan memasuki ASI. Pengikatan protein plasma: Sekitar 77%, terutama pada albumin.
  • Metabolisme: Dimetabolisme di hati.
  • Ekskresi: Melalui urine (hingga 65%). Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) 4 ± 0,9 jam (oral).

Kategori kehamilan dan menyusui :

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan Molacort tablet pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Interaksi obat :

  • Ibuprofen dan naproxen.
    Mengonsumsi dexamethasone bersama ibuprofen dapat meningkatkan risiko efek samping pada saluran cerna, seperti peradangan dan perdarahan.
  • Furosemide.
    Mengonsumsi dexamethasone bersama furosemide menyebabkan nyeri atau kram otot, kehilangan nafsu makan, kelemahan, dan pusing.
  • Aspirin.
    Mengonsumsi aspirin dengan dexamethasone dapat meningkatkan efek samping di saluran pencernaan, seperti peradangan dan perdarahan.
  • Ciprofloxacin.
    Mengonsumsi dexamethasone dengan ciprofloxacin dapat menyebabkan peradangan pada tendon (tendinitis).
  • Hydrocodone dan oxycodone.
    Dexamethasone dapat menurunkan kadar hydrocodone dalam darah, sehingga akan mengurangi efek dalam meringankan rasa sakit.

Apa yang harus dilakukan jika dosis terlewat :

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal menggunakan obat sebelumnya, segera gunakan obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan menggunakan total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa menggunakan obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter :

Segera hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Kelemahan otot atau lemas
  • Penglihatan kabur, sakit mata, atau melihat lingkaran cahaya di sekitar lampu.
  • Sesak napas meski melakukan kegiatan ringan, pembengkakan, dan penambahan berat badan yang cepat.
  • Depresi berat, serta pikiran atau perilaku yang tidak biasa.
  • Kejang.
  • Terdapat darah pada feses.
  • Denyut jantung cepat atau lambat, serta denyut nadi lemah.
  • Peradangan pada pankreas yang ditandai dengan sakit parah di perut bagian atas yang menyebar ke punggung, mual, dan muntah.
  • Kadar kalium rendah disertai kram kaki, sembelit, detak jantung tidak teratur, berdebar-debar di dada, peningkatan rasa haus atau buang air kecil, serta mati rasa atau kesemutan.
  • Peningkatan tekanan darah yang diikuti sakit kepala parah, penglihatan kabur, berdebar-debar di leher atau telinga, gelisah, dan mimisan.


Merek: {""id""=>2210, ""label""=>""Molacort"", ""data_custom""=>{""id""=>2210, ""label""=>""Molacort""}}
Bentuk sediaan: Tablet
Principal/Distributor obat: Molex Ayus
Manufacture: Molex Ayus
Kemasan obat: 1 strip @ 10 tablet (0,5 mg)

Indikasi/Manfaat Molacort Tablet 0,5 mg (1 Strip @ 10 Tablet)

Mengobati:

  • Gangguan pernapasan.
  • Gangguan usus dan kanker tertentu.
  • Gangguan kelenjar adrenal (sindrom Cushing).
  • Peradangan sendi akibat sistem kekebalan tubuh menyerang jaringannya sendiri (rheumatoid arthritis).
  • Asma bronkial sebagai terapi tambahan jangka pendek.
  • Peradangan pada kulit (dermatitis) dan biduran (urtikaria).
  • Gangguan pada darah, hormon, ataupun kekebalan tubuh.
  • Reaksi alergi.

Peradangan dapat menyebabkan sistem imun menjadi terlalu aktif dan akan merusak jaringan tubuh. Steroid seperti dexamethasone dapat membantu memblokir respons sistem kekebalan tubuh, sehingga meredakan peradangan.
Selain itu, dexamethasone juga dapat mengatasi gangguan pada kelenjar adrenal. Kelenjar adrenal dapat membantu mengelola glukosa darah, melawan infeksi, dan mengendalikan stres. Pada orang dengan insufisiensi adrenal, kelenjar adrenal melepaskan hormon tertentu dalam jumlah lebih rendah. Dexamethasone membantu menggantikan hormon-hormon ini.


Dosis Molacort Tablet 0,5 mg (1 Strip @ 10 Tablet)


Dewasa: 0,5 mg-9 mg dalam dosis terbagi sebanyak 2 kali/hari.

Anak-anak:

  • 1 tahun ke bawah: 0,1 mg-0,25 mg sebanyak 2 kali/hari.
  • 1-5 tahun: 0,25 mg-1 mg sebanyak 2 kali/hari.
  • 6-12 tahun: 0,25 mg-2mg sebanyak 2 kali/hari.


Cara Penggunaan Molacort Tablet 0,5 mg (1 Strip @ 10 Tablet)


Dikonsumsi bersama makanan.

Cara Menyimpan Molacort Tablet 0,5 mg (1 Strip @ 10 Tablet)


Simpan pada suhu di bawah 30°C, di tempat kering dalam wadah tertutup rapat.

Kontraindikasi/Jangan Menggunakan Molacort Tablet 0,5 mg (1 Strip @ 10 Tablet) Jika:


  • Pasien yang memiliki alergi terhadap dexamethasone.
  • Pasien penderita infeksi jamur sistemik.
  • Pasien penderita infeksi herpes okuler atau radang pada kornea mata.
  • Pasien yang memiliki luka pada dinding lambung atau usus 12 jari (ulkus peptikum).
  • Pasien yang mengalami kesulitan membedakan kenyataan dan imajinasi (psikosis) atau gangguan kecemasan (psikoneurotik).
  • Pasien yang melakukan vaksinasi.

Yang Perlu Diperhatikan Saat/Sebelum Menggunakan Molacort Tablet 0,5 mg (1 Strip @ 10 Tablet)


  • Pasien penderita penyakit hati, seperti sirosis.
  • Pasien penderita kelemahan otot (miastenia gravis).
  • Pasien dengan gangguan kelenjar tiroid.
  • Pasien penderita tuberkulosis.
  • Pasien penderita kencing manis (diabetes).
  • Pasien yang mengalami peningkatan tekanan bola mata (glaukoma).
  • Pasien yang mengalami kegagalan jantung dalam memompa pasokan darah yang dibutuhkan tubuh (gagal jantung kongestif).
  • Penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan nyeri otot.
  • Dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh, sehingga menyebabkan pasien lebih rentan terkena cacar atau campak.
  • Pasien penderita osteoporosis atau pengeroposan tulang.
  • Pasien penderita gangguan pencernaan dan peradangan pada usus besar (kolon) dan rektum (kolitis ulseratif).
  • Pasien penderita gangguan fungsi hati dan fungsi ginjal.
  • Hentikan penggunaan obat ini secara bertahap.
  • Pasien penderita malaria.
  • Pasien yang memiliki gangguan tiroid.
  • Pasien penderita tekanan darah tinggi (hipertensi).

Efek Samping Obat Molacort Tablet 0,5 mg (1 Strip @ 10 Tablet)


  • Gangguan tidur.
    Minum dexamethasone di pagi hari, sehingga kadar dexmethasone dalam tubuh Anda paling rendah pada waktu tidur. Jika Anda mengonsumsi dexamethasone lebih dari sekali sehari, coba minum dosis terakhir sebelum jam 6 sore.
  • Gangguan pencernaan.
    Minum dexamethasone dengan makanan atau camilan untuk mengurangi masalah perut. Hindari juga makanan kaya rasa atau pedas. Jika gejala ini berlanjut, bicarakan dengan dokter Anda. Anda mungkin akan diberikan obat tambahan untuk mengatasi efek samping ini.
  • Peningkatan berat badan.
    Cobalah makan tanpa menambah porsi, sehingga berat badan tidah bertambah terlalu banyak. Olahraga teratur juga akan membantu menjaga berat badan Anda tetap stabil.
  • Perubahan suasana hati yang ringan.
    Dexamethasone dapat memengaruhi suasana hati Anda. Bicaralah dengan dokter jika Anda merasa sulit mengatasinya.
  • Pengeroposan tulang (osteoporosis).
  • Menghambat penyembuhan luka.
  • Luka pada dinding lambung (tukak lambung).
  • Sakit kepala.
  • Kelelahan (malaise).
  • Nyeri otot.
  • Mata kabur.
  • Nyeri sendi (artralgia).
  • Demam.