SehatQ
SehatQ Profile
Mezatrin kapsul adalah obat untuk membantu mengatasi infeksi bakteri

Mezatrin Kapsul 250 mg (1 Strip @ 6 Kapsul)


Harga Produk
Mulai dari
Rp 107.800

Jumlah Produk
1

Tersedia 17 Penjual

Apotek Golden Sehat Duri Raya
Rp 122.900
Apotek Golden Sehat Duri Raya
Kota Jakarta Barat6.45 km
Apotek Mulia Farma
Rp 110.200
Apotek Mulia Farma
Kota Jakarta Barat8.95 km
Apotek Satrio Puri Botanical
Rp 121.200
Apotek Satrio Puri Botanical
Kota Jakarta Barat10.6 km
Apotek Sehat Bersama 1
Rp 120.204
Apotek Sehat Bersama 1
Kota Jakarta Timur10.74 km
logo-prescription
Obat ResepPembelian, dosis, dan penggunaan obat ini harus sesuai petunjuk dokter. Kami segera menghubungi Anda untuk membantu proses transaksi.

Deskripsi

Mezatrin kapsul adalah obat untuk mengatasi berbagai infeksi yang disebabkan bakteri, seperti infeksi saluran pernapasan atas dan bawah, infeksi kulit, infeksi telinga, radang panggul, dan infeksi saluran kemih.

Obat ini mengandung zat aktif azithromycin. Azithromycin digunakan untuk mengobati berbagai macam infeksi bakteri dengan cara menghentikan pertumbuhan bakteri penyebab infeksi tersebut.

Mezatrin kapsul merupakan obat keras, sehingga untuk mendapatkannya harus menggunakan resep dokter.

Beli obat online di Toko SehatQ - Pasti asli!

Nikmati promo GRATIS Ongkir ke seluruh Indonesia. Temukan kode promonya di https://toko.sehatq.com/voucher

Mezatrin Kapsul 250 mg (1 Strip @ 6 Kapsul)
Golongan Obat
Obat Keras
Informasi Tambahan
obat resep
Kandungan Utama
Azithromycin
Kelas Terapi
Antiinfeksi
Klasifikasi
Makrolida
Kemasan
1 strip @ 6 kapsul (250 mg)
Produsen
Sanbe Farma

Informasi Zat Aktif

Azithromycin merupakan antibiotik golongan makrolida. Obat ini akan merusak siklus perpanjangan komponen penyusun dinding sel (rantai peptidil) dengan mengikat tempat sintesis atau pembentukan protein bakteri, yaitu subunit 50S ribosom.

Hal tersebut akan menghambat proses penerjemahan atau translasi mRNA menjadi protein. Dengan terhambatnya translasi mRNA, perkembangbiakan bakteri akan turut terhambat, sehingga dapat membunuh bakteri dan mengobati infeksi yang terjadi di tubuh.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, azithromycin diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan cepat dari saluran pencernaan. Kadar obat yang masuk ke dalam peredaran darah (ketersediaan hayati) sekitar 37%. Waktu saat obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu untuk konsentrasi puncak plasma) selama 2-3 jam.
  • Distribusi: Tersebar luas di jaringan kulit, paru-paru, amandel, dan serviks, serta dahak (sputum). Masuk ke dalam ASI.
  • Metabolisme: Dimetabolisme di hati menjadi metabolit tidak aktif.
  • Ekskresi: Melalui empedu dan urine. Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi terminal) sekitar 68-72 jam.

Indikasi (manfaat)

Mengobati infeksi bakteri, seperti:

  • Infeksi saluran napas atas dan bawah, seperti penyakit peradangan paru yang berkembang semakin memburuk (eksaserbasi akut) dan bronkitis kronis yang disebabkan bakteri H. influenzae, M. catarrhalis, atau S. pneumoniae
  • Peradangan pada faring (faringitis) yang disebabkan bakteri Streptococcus pyogenes
  • Infeksi kulit dan struktur kulit tanpa komplikasi yang disebabkan bakteri Staphylococcus aureus, Staphylococcus pyogenes, dan Staphylococcus agalaticae
  • Infeksi menular seksual
  • Infeksi yang disebabkan peradangan pada paru (pneumonia)
  • Peradangan pada dinding sinus (sinusitis) yang disebabkan bakteri H. influenzae, M. catarrhalis, atau S. pneumoniae
  • Peradangan pada daerah serviks (servisitis)
  • Radang amandel (tonsilitis) yang disebabkan Streptococcus pyogenes
  • Peradangan pada saluran untuk mengeluarkan urine (uretra) yang disebabkan bakteri, tetapi tidak menyebabkan terjadinya kencing nanah atau gonorrhea (uretritis nongonokokal). Bakteri yang dapat menyebabkan uretritis, di antaranya C. trachomatis atau N. gonorrhoeae.

Azitromycin termasuk dalam kelompok antibiotik spektrum luas yang mampu mengobati berbagai infeksi yang disebabkan bakteri Gram positif maupun Gram negatif.

Komposisi

Dosis

Dewasa dan remaja berusia 16 tahun ke atas:

  • Servisitis dan uretritis non-gonokokal: 4 tablet/hari dikonsumsi dalam dosis tunggal.
  • Infeksi saluran pernapasan atas dan bawah, serta infeksi kulit dan struktur kulit tanpa komplikasi:
    • Hari ke 1: 2 tablet dikonsumsi dalam dosis tunggal.
    • Hari ke 2-5: 1 tablet/hari.

Anak-anak: 10 mg/kg BB/hari, dikonsumsi selama 3 hari.

Dosis dihitung dengan mengalikan berat badan pasien.

Aturan pakai

Sebaiknya dikonsumsi saat perut kosong. Dikonsumsi 1 jam sebelum makan atau 2 jam sesudah makan.

Perlu Resep

Ya

Efek Samping

  • Pusing atau lelah
    Jika merasa pusing saat berdiri, cobalah bangun perlahan atau tetap duduk sampai merasa lebih baik. Jika merasa mulai pusing, berbaringlah agar tidak pingsan, lalu duduk hingga merasa lebih baik. Jangan mengemudi kendaraan atau menjalankan mesin ketika merasa pusing. Hindari mengonsumsi alkohol karena dapat memperburuk keadaan.
  • Mual
    Konsumsi makanan ringan dan jangan makan terlalu banyak. Hindarilah makanan pedas.
  • Diare atau muntah
    Konsumsi banyak cairan untuk mencegah terjadinya dehidrasi atau kekurangan cairan. Dehidrasi ditandai dengan gejala buang air kecil yang lebih sedikit dari biasanya dan urine berbau tajam. Minumlah air sedikit demi sedikit saat sedang merasa sakit. Jangan minum obat lain untuk mengatasi diare atau muntah tanpa konsultasi ke dokter.
  • Kehilangan nafsu makan
    Makanlah ketika merasa lapar dalam porsi kecil dan lebih sering dari biasanya. Konsumsilah makanan ringan ketika merasa lapar. Pilihlah makanan ringan bergizi dengan kandungan tinggi kalori dan protein, seperti buah kering dan kacang-kacangan.
  • Sakit kepala
    Pastikan untuk istirahat dan minum banyak cairan. Jika hal tersebut mengganggu, mintalah apoteker untuk merekomendasikan obat penghilang rasa sakit. Bicaralah dengan dokter jika sakit kepala berlangsung lebih dari seminggu atau bertambah parah.
  • Gangguan pengecapan rasa
    Jika Anda mengalami gangguan pada indera perasa, segera hubungi dokter
  • Rasa tidak enak pada perut (dispepsia)
  • Nyeri dada
  • Ruam pada kulit
  • Pusing dan merasa sekelilingnya seperti berputar (vertigo)
  • Jantung berdebar-debar (palpitasi)
  • Gangguan irama jantung

Cara Penyimpanan

Simpan di tempat sejuk dan kering. Hindari dari paparan sinar matahari langsung.

Perhatian Khusus

  • Pasien penderita kelemahan otot (myasthenia gravis)
  • Pasien penderita gangguan elektrolit terutama pasien yang memiliki kadar kalium yang rendah dalam darah (hipokalemia) dan kadar magnesium yang rendah dalam darah (hipomagnesia)
  • Pasien yang memiliki denyut jantung yang lebih lambat dari biasanya (bradikardia)
  • Pasien penderita gangguan ginjal berat
  • Pada penggunaan jangka panjang
  • Pasien kanker darah atau kelenjar getah bening yang menjalani transplantasi sumsum tulang (transplantasi sel punca hematopoietik)
  • Pasien penderita gangguan irama jantung (aritmia)
  • Pasien penderita gangguan fungsi jantung yang berat
  • Hentikan penggunaan jika terjadi reaksi alergi, seperti (angioedema) dan reaksi alergi berat (anafilaksis)
  • Pasien penderita gangguan ginjal berat
  • Pasien dengan kondisi gangguan irama jantung
  • Pasien penderita penyakit hati
  • Wanita hamil dan menyusui
  • Pasien lanjut usia atau pasien dengan kondisi lemah

Kategori Kehamilan

Kategori B: Penelitian tidak menemukan efek malformasi atau efek yang mengganggu perkembangan janin pada trimester pertama dan selanjutnya.
Studi pada reproduksi hewan telah membuktikan tingkat keamanan obat ini.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap antibiotik golongan makrolida
  • Pasien dengan riwayat gangguan fungsi hati yang disebabkan akibat penggunaan antibiotik
  • Pasien yang mengonsumsi turunan (derivat) ergot, yaitu obat yang dapat mengatasi sakit kepala sebelah atau migrain

Interaksi (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Golongan obat untuk mengatasi gangguan irama jantung, seperti kuinidin, prokainamid, dofetilid, amiodaron, sotalol, pimozid, cisapride, dan terfenadin
    Penggunaan azithromycin dan obat di atas dapat menyebabkan peningkatan risiko terjadinya gangguan irama jantung yang berkepanjangan (interval QT)
  • Digoksin yang dapat mengatasi penyakit jantung, obat untuk mengatasi asam urat seperti kolkisin, dan obat penekan sistem imun seperti siklosporin
    Azithromycin dapat meningkatkan kadar obat di atas, sehingga dapat meningkatkan risiko timbulnya efek samping seperti sakit kepala, mual, dan muntah jika dikonsumsi secara bersamaan
  • Warfarin
    Azithromycin dapat meningkatkan penghambatan pembekuan darah (antikoagulan), sehingga dapat meningkatkan risiko terjadinya perdarahan

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya
    Jika masih dekat dengan jadwal sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali atas anjuran dokter.
  • Sering lupa mengonsumsi obat
    Jika sering lupa mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Telinga berdenging (tinnitus), gangguan pendengaran sementara, pusing hingga merasa seperti sekeliling Anda berputar (vertigo), dan sakit parah di perut atau punggung Anda bisa menjadi tanda terjadinya peradangan pankreas (pankreatitis)
  • Nyeri dada atau detak jantung lebih cepat atau tidak teratur, perubahan warna kulit atau bagian putih mata menjadi kuning, serta kotoran pucat dengan urine berwarna gelap bisa menjadi tanda masalah hati atau kandung empedu
  • Diare (mungkin disertai dengan kram otot) yang mengandung darah atau lendir. Segera hubungi dokter, jika Anda mengalami diare parah tanpa darah atau lendir selama lebih dari 4 hari.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/mezatrin?type=brief&lang=id
Diakses pada 13 Juli 2021

NHS. https://www.nhs.uk/medicines/azithromycin/
Diakses pada 13 Juli 2021

Drugs. https://www.drugs.com/azithromycin.html
Diakses pada 13 Juli 2021

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-1527-3223/azithromycin-oral/azithromycin-250-500-mg-oral/details
Diakses pada 13 Juli 2021

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/azithromycin?mtype=generic
Diakses pada 13 Juli 2021

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a697037.html
Diakses pada 13 Juli 2021

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/azithromycin-oral-tablet#overview
Diakses pada 18 Agustus 2020

SehatQ
Belum Ada UlasanJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.
Nama Produk

Mezatrin Kapsul 250 mg (1 Strip @ 6 Kapsul)

Total

Rp 122.900

Jual dan Beli Mezatrin Kapsul 250 mg (1 Strip @ 6 Kapsul) dari Apotek Online Toko SehatQ

Mezatrin kapsul adalah obat untuk mengatasi berbagai infeksi, seperti infeksi saluran pernapasan atas dan bawah, infeksi telinga, pneumonia, infeksi kulit, dan infeksi saluran kemih yang disebabkan bakteri. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter.

Obat Mezatrin mengandung zat aktif azithromycin. Azithromycin merupakan antibiotik golongan makrolida, yaitu jenis antibiotik yang dapat mengatasi berbagai macam infeksi bakteri dengan cara menghentikan pertumbuhan bakteri tersebut.

Obat ini juga termasuk dalam kelompok spektrum luas, sehingga mampu mengobati berbagai infeksi yang disebabkan bakteri Gram positif maupun Gram negatif.

Informasi zat aktif :

Azithromycin dapat menghambat sintesis protein bakteri dengan mengikat subunit ribosom 50, sehingga akan menghentikan pertumbuhan bakteri.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, Azithromycin diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan cepat dari saluran pencernaan. Kadar obat yang masuk ke dalam peredaran darah (ketersediaan hayati) sekitar 37%. Waktu saat obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu untuk konsentrasi puncak plasma) selama 2-3 jam.
  • Distribusi: Tersebar luas di jaringan (kulit, paru-paru, amandel, serviks) dan dahak (sputum). Masuk ke dalam ASI. Volume distribusi sebanyak 31-33 L/kg. Pengikatan protein plasma sebanyak 7-51%.
  • Metabolisme: Dimetabolisme di hati menjadi metabolit tidak aktif.
  • Ekskresi: Melalui empedu (50%, sebagai obat tidak berubah); urine (6-14%, sebagai obat tidak berubah). Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi terminal) sekitar 68-72 jam.

Kategori kehamilan dan menyusui :

Kategori B: Penelitian tidak menemukan efek malformasi atau efek yang mengganggu perkembangan janin pada trimester pertama dan selanjutnya.
Studi pada reproduksi hewan telah membuktikan tingkat keamanan obat ini.

Interaksi obat :

  • Digoksin yang dapat mengatasi penyakit jantung, obat untuk mengatasi asam urat seperti kolkisin, dan obat penekan sistem imun seperti siklosporin.
    Azithromycin dapat meningkatkan kadar obat di atas, sehingga dapat meningkatkan risiko efek samping, seperti sakit kepala, mual, dan muntah.
  • Golongan obat untuk mengatasi gangguan irama jantung, seperti kuinidin, prokainamid, dofetilid, amiodaron, sotalol, pimozid, cisapride, dan terfenadin.
    Penggunaan azithromycin dan obat di atas dapat meningkatkan risiko gangguan irama jantung berkepanjangan (interval QT).
  • Warfarin.
    Azithromycin dapat meningkatkan penghambatan pembekuan darah (antikoagulan), sehingga dapat meningkatkan risiko perdarahan.

Apa yang harus dilakukan jika dosis terlewat :

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali atas anjuran dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa menggunakan obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter :

Hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Nyeri dada, detak jantung lebih cepat atau tidak teratur, perubahan warna kulit atau bagian putih mata menjadi kuning, serta kotoran pucat dengan urine berwarna gelap. Gejala tersebut bisa menjadi tanda masalah hati atau kandung empedu.
  • Telinga berdenging (tinnitus), gangguan pendengaran sementara, pusing hingga merasa sekeliling berputar (vertigo), dan sakit parah di perut atau punggung. Gejala tersebut bisa menjadi tanda peradangan pankreas (pankreatitis).
  • Diare dengan atau tanpa kram otot yang mengandung darah atau lendir. Segera hubungi dokter, jika Anda mengalami diare parah tanpa darah atau lendir selama lebih dari 4 hari.


Merek: Mezatrin
Bentuk sediaan: Kapsul
Principal/Distributor obat: Sanbe Farma
Manufacture: Sanbe Farma
Kemasan obat: 1 strip @ 6 kapsul (250 mg)

Indikasi/Manfaat Mezatrin Kapsul 250 mg (1 Strip @ 6 Kapsul)

Mengobati infeksi bakteri, seperti:

  • Infeksi saluran napas atas dan bawah, seperti peradangan paru yang memburuk (eksaserbasi akut) dan bronkitis kronis yang disebabkan bakteri H. influenzae, M. catarrhalis, atau S. pneumoniae.
  • Infeksi kulit dan struktur kulit tanpa komplikasi yang disebabkan bakteri Staphylococcus aureus, Staphylococcus pyogenes, dan Staphylococcus agalactiae.
  • Peradangan pada dinding sinus (sinusitis) yang disebabkan bakteri H. influenzae, M. catarrhalis, atau S. pneumoniae.
  • Peradangan pada saluran untuk mengeluarkan urine (uretra) yang disebabkan bakteri, tetapi tidak menyebabkan terjadinya kencing nanah atau gonorrhea (uretritis nongonokokal). Bakteri yang dapat menyebabkan uretritis, di antaranya C. trachomatis atau N. gonorrhoeae.
  • Peradangan pada faring (faringitis) yang disebabkan Streptococcus pyogenes.
  • Radang amandel (tonsilitis) yang disebabkan Streptococcus pyogenes.
  • Peradangan pada daerah serviks (servisitis).
  • Infeksi menular seksual.
  • Infeksi yang disebabkan peradangan pada paru (pneumonia).

Dalam mengobati infeksi bakteri, azithromycin akan merusak siklus perpanjangan komponen penyusun dinding sel (rantai peptidil) dengan mengikat tempat pembentukan protein, yaitu subunit 50S dari ribosom. Dengan begitu, proses penerjemahan (translasi) mRNA menjadi protein akan terhambat.

Penghambatan translasi mRNA akan menyebabkan perkembangbiakan bakteri turut terhambat, sehingga dapat membunuh bakteri dan mengobati infeksi tersebut.


Dosis Mezatrin Kapsul 250 mg (1 Strip @ 6 Kapsul)


Dewasa dan remaja berusia 16 tahun ke atas:

  • Servisitis dan uretritis non-gonokokal: 1000 mg dikonsumsi dalam dosis tunggal.
  • Infeksi saluran pernapasan atas dan bawah, serta infeksi kulit dan struktur kulit tanpa komplikasi:

Anak-anak: 10 mg/kg BB/hari, dikonsumsi selama 3 hari.

Dosis dihitung dengan mengalikan berat badan pasien.


Cara Penggunaan Mezatrin Kapsul 250 mg (1 Strip @ 6 Kapsul)


Sebaiknya dikonsumsi saat perut kosong. Dikonsumsi 1 jam sebelum makan atau 2 jam sesudah makan.

Cara Menyimpan Mezatrin Kapsul 250 mg (1 Strip @ 6 Kapsul)


Simpan di tempat sejuk dan kering. Hindari dari paparan sinar matahari langsung.

Kontraindikasi/Jangan Menggunakan Mezatrin Kapsul 250 mg (1 Strip @ 6 Kapsul) Jika:


  • Pasien yang memiliki alergi terhadap antibiotik golongan makrolida.
  • Pasien yang mengonsumsi turunan (derivat) ergot, yaitu obat yang dapat mengatasi sakit kepala sebelah atau migrain.
  • Pasien dengan riwayat gangguan fungsi hati yang disebabkan penggunaan antibiotik.


Yang Perlu Diperhatikan Saat/Sebelum Menggunakan Mezatrin Kapsul 250 mg (1 Strip @ 6 Kapsul)


  • Pasien kanker darah atau kelenjar getah bening yang menjalani transplantasi sumsum tulang (transplantasi sel punca hematopoietik).
  • Hentikan penggunaan jika terjadi reaksi alergi, seperti (angioedema) dan reaksi alergi berat (anafilaksis).
  • Pasien penderita gangguan elektrolit terutama pasien yang memiliki kadar kalium rendah dalam darah (hipokalemia) dan kadar magnesium rendah dalam darah (hipomagnesia).
  • Pasien yang memiliki denyut jantung lebih lambat dari biasanya (bradikardia).
  • Pasien penderita gangguan irama jantung (aritmia).
  • Pasien penderita gangguan fungsi jantung berat.
  • Pasien penderita gangguan ginjal berat.
  • Pasien dengan kondisi gangguan irama jantung.
  • Pasien penderita penyakit hati.
  • Wanita hamil dan menyusui.
  • Pasien lanjut usia atau pasien dengan kondisi lemah.
  • Pasien penderita kelemahan otot (myasthenia gravis).
  • Pasien penderita gangguan ginjal berat.


Efek Samping Obat Mezatrin Kapsul 250 mg (1 Strip @ 6 Kapsul)


  • Diare atau muntah.
    Konsumsi banyak cairan untuk mencegah terjadinya dehidrasi atau kekurangan cairan. Dehidrasi ditandai dengan gejala buang air kecil yang lebih sedikit dari biasanya dan urine berbau tajam. Minumlah air sedikit demi sedikit saat sedang merasa sakit. Jangan minum obat lain untuk mengatasi diare atau muntah tanpa konsultasi ke dokter.
  • Kehilangan nafsu makan.
    Makanlah ketika merasa lapar dalam porsi kecil dan lebih sering dari biasanya. Konsumsilah makanan ringan ketika merasa lapar. Pilihlah makanan ringan bergizi dengan kandungan tinggi kalori dan protein, seperti buah kering dan kacang-kacangan.
  • Sakit kepala.
    Pastikan untuk istirahat dan minum banyak cairan. Jika hal tersebut mengganggu, mintalah apoteker untuk merekomendasikan obat penghilang rasa sakit. Bicaralah dengan dokter jika sakit kepala berlangsung lebih dari seminggu atau bertambah parah.
  • Pusing atau lelah.
    Jika merasa pusing saat berdiri, cobalah bangun perlahan atau tetap duduk sampai merasa lebih baik. Jika merasa mulai pusing, berbaringlah agar tidak pingsan, lalu duduk hingga merasa lebih baik. Jangan mengemudi kendaraan atau menjalankan mesin ketika merasa pusing. Hindari mengonsumsi alkohol karena dapat memperburuk keadaan.
  • Mual.
    Konsumsi makanan ringan dan jangan makan terlalu banyak. Hindarilah makanan pedas.
  • Gangguan pengecapan rasa.
    Jika Anda mengalami gangguan pada indera perasa, segera hubungi dokter.
  • Pusing dan merasa sekelilingnya seperti berputar (vertigo).
  • Rasa tidak enak pada perut (dispepsia).
  • Jantung berdebar-debar (palpitasi).
  • Gangguan irama jantung.
  • Nyeri dada.
  • Ruam pada kulit.