SehatQ
SehatQ Profile
|
|
|
Methylprednisolone Tablet adalah obat untuk mengatasi asma bronkial

Methylprednisolone Tablet 8 mg (1 Strip @ 10 Tablet)


Harga Produk
Mulai dari
Rp 4.400


Tersedia 121 Penjual

Urutkan
Mandjur
Rp 6.500
MandjurKota Jakarta Pusat
1.32 km
Apotek Garuda
Rp 7.000
Apotek GarudaKota Jakarta Barat
3.29 km
Apotek Komplit Jaya
Rp 6.130
Apotek Komplit JayaJakarta Pusat
3.53 km
Apotek Plaza Medika Grogol
Rp 6.600
Apotek Plaza Medika GrogolKota Jakarta Barat
3.61 km
logo-prescription
Obat ResepProduk ini hanya dapat dibeli melalui Chat Dokter berdasarkan gejala Anda.

Deskripsi

Methylprednisolone Tablet adalah obat yang digunakan untuk mengatasi kondisi alergi dan peradangan, seperti reumatik, penyakit kulit, peradangan pada saluran napas, gangguan endokrin, penyakit autoimun, gangguan pada darah, dan sindrom nefrotik.

Methylprednisolone Tablet mengandung zat aktif methylprednisolone 8 mg. Methylprednisolone merupakan obat golongan kortikosteroid yang mampu mengurangi respons sistem kekebalan tubuh terhadap berbagai penyakit untuk mengurangi gejala peradangan, seperti pembengkakan, nyeri, dan reaksi tipe alergi.

Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter.

Beli obat online di Toko SehatQ - Pasti asli!

Nikmati promo GRATIS Ongkir ke seluruh Indonesia. Temukan kode promonya di https://toko.sehatq.com/voucher

Methylprednisolone Tablet 8 mg (1 Strip @ 10 Tablet)
Golongan Obat
Obat Keras
Informasi Tambahan
obat resep
Kandungan Utama
Methylprednisolone
Kelas Terapi

Hormon kortikosteroid

Klasifikasi

Glukokortikoid

Kemasan

1 strip @ 10 tablet (8 mg)

Produsen
-

Informasi Zat Aktif

Methylprednisolone adalah obat golongan kortikosteroid yang bekerja pada sistem kekebalan untuk membantu meredakan pembengkakan, kemerahan, gatal, dan reaksi alergi.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, Metilprednisolon memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan mudah setelah pemberian melalui mulut atau oral.
  • Distribusi: Didistribusikan dengan cepat ke otot, hati, kulit, usus, dan ginjal. Didistribusikan ke dalam ASI dan melalui plasenta.
  • Metabolisme: Dimetabolisme di hati.
  • Ekskresi: Waktu paruh plasma lebih dari 3,5 jam.

Indikasi (manfaat)

  • Mengatasi asma bronkial
  • Mengatasi penyakit peradangan pada sendi yang disebabkan sistem kekebalan tubuh menyerang jaringannya sendiri (rheumatoid arthritis)
  • Mengobati penyakit kelainan pada darah
  • Mengatasi peradangan sendi (artritis), gangguan kulit, sel darah, ginjal, mata, dan tiroid, serta peradangan pada usus besar atau kolon (kolitis)
  • Mengobati jenis kanker tertentu
  • Mengobati gangguan kolagen, seperti lupus eritematosus sistemik
  • Mengatasi gangguan pada kulit, seperti gatal-gatal, kemerahan, dermatitis, psoriasis, sindrom Stevens-Johnson, dan kelainan kulit lainnya yang responsif terhadap kortikosteroid
  • mengobati kelainan endokrin
  • Mengobati alergi parah

Komposisi

Methylprednisolone 8 mg

Dosis

Dewasa dan anak-anak berusia 12 tahun ke atas:

  • Dosis awal: 4-48 mg/hari, dikonsumsi dalam dosis tunggal atau dosis terbagi.
  • Dosis pemeliharaan: 4-16 mg/hari.

Anak-anak berusia 12 tahun ke bawah:

  • Dosis lazim: 0,8-1,5 mg/kgBB/hari.
  • Dosis maksimal: 80 mg/hari.

Dosis dihitung dengan mengalikan berat badan pasien.

Aturan pakai

Dikonsumsi setelah makan

Perlu Resep

Ya

Efek Samping

  • Pusing
    Jika Anda mulai merasa pusing, baringkan tubuh Anda agar tidak pingsan, lalu duduklah sampai Anda merasa lebih baik. Berhati-hatilah saat mengemudi atau mengoperasikan mesin jika Anda pusing.
  • Mudah berkeringat.
    Penggunaan methylprednisolone dapat menyebabkan naiknya kadar gula darah yang akan memperburuk kondisi penderita diabetes. Jadi, konsultasikan dengan dokter jika mengalami gejala kadar gula darah tinggi, seperti mudah merasa haus dan meningkatnya keinginan buang air kecil. Metylprednisolone juga dapat menurunkan kemampuan tubuh dalam melawan infeksi yang menyerang dan akan memperparah infeksi. Konsultasikan juga kepada dokter jika memiliki gejala infeksi, seperti demam, menggigil, sakit tenggorokan terus menerus, dan batuk.
  • Muntah
    Minumlah banyak air untuk menggantikan cairan yang hilang dan mencegah terjadinya dehidrasi. Dehidrasi ditandai dengan penurunan frekuensi dan jumlah urine, serta urine berwarna gelap dan berbau menyengat. Konsumsilah makanan sederhana dan hindari makanan kaya rasa, seperti makanan pedas.
  • Mual
    Konsumsilah makanan ringan dan hindari makanan berat atau pedas. Minumlah obat ini setelah makan. Hubungi dokter Anda jika gejala berlangsung lebih dari beberapa hari atau semakin memburuk.
  • Sakit kepala
    Istirahat dan tidur yang cukup akan membantu Anda lebih rileks. Jika Anda duduk dalam waktu yang lama, bangun dan sering-seringlah bergerak. Lemaskan otot rahang, leher, dan bahu Anda.
  • Gangguan tidur
  • Rasa terbakar pada dada
  • Rasa tidak nyaman pada perut (dispepsia)
  • Perubahan nafsu makan
  • Kesulitan bernapas
  • luka pada dinding lambung (tukak lambung)
  • Gatal-gatal
  • Diare
  • Kesulitan buang air besar (sembelit)
  • Keringat berlebih

Cara Penyimpanan

Simpan di tempat kering dan sejuk pada suhu di bawah 30°C. Jauhkan dari cahaya matahari langsung.

Perhatian Khusus

  • Bayi
  • Pasien penderita peradangan pada usus besar (kolon) dan bagian akhir usus besar yang tersambung ke anus (kolitis ulseratif nonspesifik)
  • Pasien dengan kondisi ketika tubuh hanya menghasilkan sedikit hormon tiroid (hipotiroid)
  • Pasien yang mengalami kerusakan pada organ hati akibat terbentuknya jaringan parut (sirosis)
  • Penggunaan bersama asam asetilsalisilat dapat meningkatkan efek samping pada saluran pencernaan, seperti peradangan, perdarahan, dan maag
  • Pasien penderita kencing manis (diabetes melitus)
  • Wanita hamil dan ibu menyusui
  • Pasien dengan riwayat pembedahan pada saluran pencernaan, peradangan berupa kantung-kantung kecil (divertikula) yang muncul di dinding saluran pencernaan (divertikulitis), luka pada dinding lambung (tukak peptik) aktif atau laten, gangguan ginjal (insufisiensi ginjal), tekanan darah tinggi (hipertensi), pengeroposan tulang (osteoporosis), dan kelemahan otot (myasthenia gravis)
  • Penggunaan jangka panjang
  • Pasien penderita tuberkulosis
  • Anak-anak

Kategori Kehamilan

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan Methylprednisolon tablet pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.

Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap methylprednisolone
  • Pasien penderita infeksi parasit di dalam usus besar (amebiasis)
  • Pasien yang mengalami pengeroposan tulang (osteoporosis)
  • Pasien penderita gangguan mental
  • Pasien penderita infeksi virus
  • Pasien penderita infeksi jamur sistemik
  • Pasien penderita luka pada dinding lambung (tukak lambung)
  • Pasien penderita penyakit saraf yang dapat menyebabkan kelumpuhan permanen (poliomielitis)
  • Pasien penderita peningkatan tekanan bola mata menjadi terlalu tinggi (glaukoma sudut tertutup)

Interaksi (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Ketokonazol, boseprevir, siklosporin, eritromisin, rifamisin, phenytoin, fenobarbital, dan telaprevir
    Penggunaan obat di atas bersama methylprednisolone dapat menyebabkan terganggunya kerja methylprednisolone
  • Aldesleukin, mifepriston, klopidogrel, warfarin, ibuprofen, celecoxib, aspirin, dan salisilat.
    Penggunaan obat di atas bersama methylprednisolone dapat menyebabkan pendarahan atau timbul memar

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya
    Jika masih dekat dengan jadwal sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat
    Jika sering lupa mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Jika efek samping tidak kunjung hilang atau bertambah buruk, segera hubungi dokter Anda

Nomor Izin Edar

GKL0305035210B1 (Dexa Medica)
Ulasan Pembeli

Produk Terkait

FAQ

Mengatasi asma bronkialMengatasi penyakit peradangan pada sendi yang disebabkan sistem kekebalan tubuh menyerang jaringannya sendiri (rheumatoid arthritis)Mengobati penyakit kelainan pada darahMengatasi peradangan sendi (artritis), gangguan kulit, sel darah, ginjal, mata, dan tiroid, serta peradangan pada usus besar atau kolon (kolitis)Mengobati jenis kanker tertentuMengobati gangguan kolagen, seperti lupus eritematosus sistemikMengatasi gangguan pada kulit, seperti gatal-gatal, kemerahan, dermatitis, psoriasis, sindrom Stevens-Johnson, dan kelainan kulit lainnya yang responsif terhadap kortikosteroidmengobati kelainan endokrinMengobati alergi parah

Dewasa dan anak-anak berusia 12 tahun ke atas:Dosis awal: 4-48 mg/hari, dikonsumsi dalam dosis tunggal atau dosis terbagi.Dosis pemeliharaan: 4-16 mg/hari.Anak-anak berusia 12 tahun ke bawah: Dosis lazim: 0,8-1,5 mg/kgBB/hari.Dosis maksimal: 80 mg/hari.Dosis dihitung dengan mengalikan berat badan pasien.

Dikonsumsi setelah makan

PusingJika Anda mulai merasa pusing, baringkan tubuh Anda agar tidak pingsan, lalu duduklah sampai Anda merasa lebih baik. Berhati-hatilah saat mengemudi atau mengoperasikan mesin jika Anda pusing.Mudah berkeringat.Penggunaan methylprednisolone dapat menyebabkan naiknya kadar gula darah yang akan memperburuk kondisi penderita diabetes. Jadi, konsultasikan dengan dokter jika mengalami gejala kadar gula darah tinggi, seperti mudah merasa haus dan meningkatnya keinginan buang air kecil. Metylprednisolone juga dapat menurunkan kemampuan tubuh dalam melawan infeksi yang menyerang dan akan memperparah infeksi. Konsultasikan juga kepada dokter jika memiliki gejala infeksi, seperti demam, menggigil, sakit tenggorokan terus menerus, dan batuk.MuntahMinumlah banyak air untuk menggantikan cairan yang hilang dan mencegah terjadinya dehidrasi. Dehidrasi ditandai dengan penurunan frekuensi dan jumlah urine, serta urine berwarna gelap dan berbau menyengat. Konsumsilah makanan sederhana dan hindari makanan kaya rasa, seperti makanan pedas.MualKonsumsilah makanan ringan dan hindari makanan berat atau pedas. Minumlah obat ini setelah makan. Hubungi dokter Anda jika gejala berlangsung lebih dari beberapa hari atau semakin memburuk.Sakit kepalaIstirahat dan tidur yang cukup akan membantu Anda lebih rileks. Jika Anda duduk dalam waktu yang lama, bangun dan sering-seringlah bergerak. Lemaskan otot rahang, leher, dan bahu Anda.Gangguan tidurRasa terbakar pada dadaRasa tidak nyaman pada perut (dispepsia)Perubahan nafsu makanKesulitan bernapasluka pada dinding lambung (tukak lambung)Gatal-gatalDiareKesulitan buang air besar (sembelit)Keringat berlebih

Nama Produk

Methylprednisolone Tablet 8 mg (1 Strip @ 10 Tablet)

Total

Rp 6.500