SehatQ
SehatQ Profile
Stok Habis
Methylprednisolone Tablet adalah obat untuk mengatasi asma bronkial

Methylprednisolone Tablet 4 mg (10 Strip @ 10 Tablet)


Harga Produk
Mulai dari
Rp 37.350

Jumlah Produk
0

Tersedia 17 Penjual

Apotek Kota Bambu
Rp 31.000
Apotek Kota Bambu
Kota Jakarta Barat2.96 km
Apotek Putih
Rp 67.000
Apotek Putih
Kota Jakarta Selatan6.45 km
Apotek Mulia Farma
Rp 44.000
Apotek Mulia Farma
Kota Jakarta Barat8.95 km
Apotek Zea
Rp 57.750
Apotek Zea
Kota Jakarta Timur12.39 km
logo-prescription
Obat ResepPembelian, dosis, dan penggunaan obat ini harus sesuai petunjuk dokter. Kami segera menghubungi Anda untuk membantu proses transaksi.

Deskripsi

Methylprednisolone Tablet 4 mg (10 Strip @ 10 Tablet) adalah obat untuk
mengatasi asma bronkial.
mengobati penyakit kelainan pada darah.
mengobati jenis kanker tertentu.
mengobati gangguan kolagen, seperti lupus eritematosus sistemik.
mengobati kelainan kelenjar endokrin.
mengobati alergi parah.
penyakit peradangan pada sendi yang disebabkan sistem kekebalan tubuh menyerang jaringannya sendiri (rheumatoid arthritis).
mengatasi gangguan pada kulit, seperti gatal-gatal, kemerahan pada kulit, peradangan kulit (dermatitis), peradangan pada kulit yang ditandai dengan kemerahan, kulit kering, dan mudah terkelupas (psoriasis), kelainan pada kulit, mulut, alat kelamin, dubur, dan lapisan bola mata (sindrom stevens-johnson), dan kelainan kulit lainnya yang responsif terhadap kortikosteroid.
mengatasi peradangan sendi (artritis), gangguan kulit, sel darah, ginjal, mata, tiroid, dan usus seperti peradangan pada usus besar atau kolon (kolitis).

methylprednisolone adalah obat yang termasuk dalam golongan yang disebut glukokortikoid, yang merupakan golongan hormon steroid yang mampu mengobati peradangan. methylprednisolone bekerja dengan mengurangi peradangan dan mengubah respons kekebalan tubuh, sehingga mampu mengurangi terjadinya gejala atau reaksi dari peradangan.

Informasi zat aktif :

-

Kategori kehamilan dan menyusui :

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan Methylprednisolon tablet pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Interaksi obat :

  • Ketoconazole, boseprevir, ciclosporin, erithromycin, rifampicin, phenytoin, phenobarbital, dan telaprevir.
    Penggunaan obat di atas bersama methylprednisolone dapat menyebabkan terganggunya kerja methylprednisolone.
  • Aldesleukin, mifepriston, klopidogrel, warfarin, ibuprofen, celecoxib, aspirin, dan salisilat.
    Penggunaan obat di atas bersama methylprednisolone dapat menyebabkan pendarahan atau timbul memar.

Apa yang harus dilakukan jika dosis terlewat :

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter :

Jika efek samping tidak kunjung hilang atau bertambah buruk, segera hubungi dokter Anda.

Methylprednisolone Tablet 4 mg (10 Strip @ 10 Tablet)
Golongan Obat
Obat Keras
Informasi Tambahan
obat resep
Kandungan Utama
Methylprednisolone
Kelas Terapi
-
Klasifikasi
-
Kemasan
1 box isi 10 strip @ 10 tablet (4 mg)
Produsen
-

Informasi Zat Aktif

-

Indikasi (manfaat)

  • Mengatasi asma bronkial.
  • Mengobati penyakit kelainan pada darah.
  • Mengobati jenis kanker tertentu.
  • Mengobati gangguan kolagen, seperti lupus eritematosus sistemik.
  • mengobati kelainan kelenjar endokrin.
  • Mengobati alergi parah.
  • Penyakit peradangan pada sendi yang disebabkan sistem kekebalan tubuh menyerang jaringannya sendiri (rheumatoid arthritis).
  • Mengatasi gangguan pada kulit, seperti gatal-gatal, kemerahan pada kulit, peradangan kulit (dermatitis), peradangan pada kulit yang ditandai dengan kemerahan, kulit kering, dan mudah terkelupas (psoriasis), kelainan pada kulit, mulut, alat kelamin, dubur, dan lapisan bola mata (sindrom Stevens-Johnson), dan kelainan kulit lainnya yang responsif terhadap kortikosteroid.
  • Mengatasi peradangan sendi (artritis), gangguan kulit, sel darah, ginjal, mata, tiroid, dan usus seperti peradangan pada usus besar atau kolon (kolitis).

Methylprednisolone adalah obat yang termasuk dalam golongan yang disebut glukokortikoid, yang merupakan golongan hormon steroid yang mampu mengobati peradangan. Methylprednisolone bekerja dengan mengurangi peradangan dan mengubah respons kekebalan tubuh, sehingga mampu mengurangi terjadinya gejala atau reaksi dari peradangan.

Komposisi

Methylprednisolone 4 mg.

Dosis

Dewasa dan anak-anak berusia 12 tahun ke atas:

  • Dosis awal: 4-48 mg/hari, dikonsumsi dalam dosis tunggal atau dosis terbagi.
  • Dosis pemeliharaan: 4-16 mg/hari.

Anak-anak berusia 12 tahun ke bawah: 0,8-1,5 mg/kgBB/hari.

  • Dosis maksimal: 80 mg/hari.

Dosis dihitung dengan mengalikan berat badan pasien.

Aturan pakai

Dikonsumsi bersama makanan.

Perlu Resep

Ya

Efek Samping

  • Mudah berkeringat.
    Penggunaan methylprednisolone dapat meningkatkan kadar gula darah yang akan memperburuk penderita diabetes. Berkonsultasilah dengan dokter jika mengalami gejala kadar gula darah tinggi, seperti mudah merasa haus dan meningkatnya kecenderungan ingin buang air kecil. Metylprednisolone juga dapat menurunkan kemampuan tubuh dalam melawan infeksi dan akan memperparah infeksi. Konsultasikan juga kepada dokter jika memiliki gejala infeksi, seperti demam, menggigil, sakit tenggorokan terus menerus, dan batuk.
  • Muntah.
    Minumlah banyak air untuk mengganti cairan yang hilang dan mencegah terjadinya dehidrasi. Dehidrasi ditandai dengan penurunan frekuensi dan jumlah urine, serta urine berwarna gelap dan berbau menyengat. Konsumsilah makanan sederhana dan hindari makanan kaya rasa, seperti makanan pedas.
  • Diare.
    Minumlah sedikit air tetapi dalam waktu yang sering. Jika Anda mengalami gejala dehidrasi, seperti buang air kecil lebih jarang dari biasanya atau urine berwarna gelap dan berbau menyengat, segera hubungi dokter. Hindari mengonsumsi obat lain untuk menghentikan diare tanpa berkonsultasi dengan apoteker atau dokter terlebih dahulu.
  • Mual.
    Konsumsilah makanan ringan dan hindari makanan berat atau pedas. Minumlah obat ini setelah makan. Hubungi dokter Anda jika gejala berlangsung lebih dari beberapa hari atau bertambah buruk.
  • Pusing.
    Jika Anda mulai merasa pusing, baringkan tubuh Anda agar tidak pingsan, lalu duduklah sampai Anda merasa lebih baik. Berhati-hatilah saat mengemudi atau mengoperasikan mesin jika Anda pusing.
  • Sakit kepala.
    Istirahat dan tidur yang cukup akan membantu Anda merasa lebih relaks. Jika Anda duduk dalam waktu yang lama, bangun dan sering-seringlah bergerak. Lemaskan otot rahang, leher, dan bahu Anda.
  • Gangguan tidur.
  • Luka pada dinding lambung (tukak lambung).
  • Rasa tidak nyaman pada perut (dispepsia).
  • Kesulitan buang air besar (sembelit).
  • Rasa terbakar pada dada.
  • Perubahan nafsu makan.
  • Kesulitan bernapas.
  • Gatal-gatal.
  • Keringat berlebih.

Cara Penyimpanan

Simpan di tempat kering dan sejuk pada suhu di bawah 30 °C. Jauhkan dari cahaya matahari langsung.

Perhatian Khusus

  • Pasien dengan riwayat pembedahan pada saluran pencernaan, peradangan yang berupa kantung-kantung kecil (divertikula) yang muncul pada dinding saluran pencernaan (divertikulitis), luka pada dinding lambung (tukak peptik) aktif atau laten, gangguan ginjal (insufisiensi ginjal), tekanan darah tinggi (hipertensi), pengeroposan tulang (osteoporosis), dan kelemahan otot (myasthenia gravis).
  • Pasien penderita peradangan pada usus besar (kolon) dan bagian akhir usus besar yang tersambung ke anus (kolitis ulseratif non spesifik).
  • Pasien dengan kondisi ketika tubuh hanya menghasilkan sedikit hormon tiroid (hipotiroid).
  • Pasien yang mengalami kerusakan pada organ hati akibat terbentuknya jaringan parut (sirosis).
  • Penggunaan bersama asam asetilsalisilat dapat meningkatkan risiko efek samping pada saluran pencernaan seperti peradangan, perdarahan, dan maag.
  • Pasien penderita kencing manis (diabetes melitus).
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.
  • Penggunaan jangka panjang.
  • Pasien penderita tuberkulosis.
  • Anak-anak.
  • Bayi.

Kategori Kehamilan

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan Methylprednisolon tablet pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien penderita penyakit saraf yang dapat menyebabkan kelumpuhan permanen (poliomielitis).
  • Pasien penderita peningkatan tekanan bola mata menjadi terlalu tinggi (glaukoma sudut tertutup).
  • Pasien yang memiliki alergi terhadap methylprednisolone.
  • Pasien penderita infeksi parasit di dalam usus besar (amebiasis).
  • Pasien yang mengalami pengeroposan tulang (osteoporosis).
  • Pasien penderita luka pada dinding lambung (tukak lambung).
  • Pasien penderita infeksi jamur sistemik.
  • Pasien penderita gangguan mental.
  • Pasien penderita infeksi virus.

Interaksi (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Ketoconazole, boseprevir, ciclosporin, erithromycin, rifampicin, phenytoin, phenobarbital, dan telaprevir.
    Penggunaan obat di atas bersama methylprednisolone dapat menyebabkan terganggunya kerja methylprednisolone.
  • Aldesleukin, mifepriston, klopidogrel, warfarin, ibuprofen, celecoxib, aspirin, dan salisilat.
    Penggunaan obat di atas bersama methylprednisolone dapat menyebabkan pendarahan atau timbul memar.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Jika efek samping tidak kunjung hilang atau bertambah buruk, segera hubungi dokter Anda.
SehatQ
Belum Ada UlasanJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.
Nama Produk

Methylprednisolone Tablet 4 mg (10 Strip @ 10 Tablet)

Total

Rp 0