SehatQ
SehatQ Profile
|
|
|
Metofrmin tablet adalah obat untuk menurunkan kadar gula darah

Metformin Tablet 850 mg (1 Strip @ 10 tablet)


Harga Produk
Mulai dari
Rp 3.000


Tersedia 90 Penjual

Urutkan
Apotek Kota Bambu
Rp 4.500
Apotek Kota BambuKota Jakarta Barat
2.95 km
Apotek Plaza Medika Grogol
Rp 5.400
Apotek Plaza Medika GrogolKota Jakarta Barat
3.65 km
Apotek Sehat Krendang
Rp 5.400
Apotek Sehat KrendangKota Jakarta Barat
3.73 km
Apotek Fakhira 24 Jam
Rp 7.000
Apotek Fakhira 24 JamKota Jakarta Selatan
4.57 km
logo-prescription
Obat ResepProduk ini hanya dapat dibeli melalui Chat Dokter berdasarkan gejala Anda.

Deskripsi

Metofrmin tablet adalah obat untuk menurunkan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus tipe 2. Tingginya kadar gula darah dalam tubuh dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, seperti kerusakan ginjal, kebutaan, masalah saraf, dan masalah fungsi seksual. Itu sebabnya, mengendalikan kadar gula darah dapat mencegah timbulnya permasalahan tersebut.

Selain itu, mengendalikan diabetes juga dapat mengurangi risiko serangan jantung atau stroke. Metofrmin tablet mengandung zat aktif metformin yang akan membantu menurunkan jumlah gula yang dibuat hati dan diserap perut atau usus.

Obat ini merupakan obat keras, sehingga memerlukan resep dokter untuk mendapatkannya.

Informasi zat aktif :

Metformin termasuk dalam kelas obat biguanides. Obat ini digunakan untuk mengobati kadar gula darah tinggi yang disebabkan kencing manis atau diabetes melitus tipe 2. Penggunaan obat ini sebaiknya dikombinasikan dengan diet dan olahraga.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, metformin diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap secara perlahan dan tidak lengkap dari saluran pencernaan. Makanan mengurangi tingkat dan sedikit memperlambat penyerapan. Kadar obat yang masuk ke dalam peredaran darah (ketersediaan hayati) sekitar 50-60% pada waktu puasa dan dapat berkurang jika dikonsumsi bersama makanan.
  • Distribusi: Didistribusikan dan berkonsentrasi di hati, ginjal, dan saluran pencernaan. Melintasi plasenta dan memasuki ASI.
  • Metabolisme: Tidak dimetabolisme.
  • Ekskresi: Melalui urine (90% dalam bentuk obat yang tidak berubah). Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) sekitar 6,2 jam di dalam plasma dan sekitar 17,6 jam dalam darah.

Kategori kehamilan dan menyusui :

Kategori B: Penelitian tidak menemukan efek malformasi atau efek yang mengganggu perkembangan janin pada trimester pertama dan selanjutnya.
Studi pada reproduksi hewan telah membuktikan tingkat keamanan obat ini.

Interaksi obat :

  • Pasien penderita kelainan biokimia, yaitu peningkatan kadar kreatinin dan nitrogen urea darah dan berkaitan dengan penurunan laju filtrasi glomerular (azotemia prerenal), yaitu laju rata-rata penyaringan darah.
  • Pasien yang berisiko mengalami peningkatan produksi asam laktat berlebih dalam tubuh (asidosis laktat).
  • Pasien yang mengalami stres (trauma, syok, infeksi, dan pembedahan).
  • Pasien yang memiliki kadar keton tinggi dalam darah atau urine.
  • Pasien yang menggunakan insulin atau obat diabetes oral lainnya.
  • Pasien penderita gagal jantung.
  • Pasien dengan riwayat serangan jantung.
  • Pasien yang mengalami dehidrasi.
  • Pasien penderita gangguan ginjal ringan hingga sedang.
  • Pasien penderita gangguan hati.
  • Anak-anak dan orang tua.
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.
  • Pasien penderita penyakit jantung.

Apa yang harus dilakukan jika dosis terlewat :

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali atas anjuran dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa menggunakan obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter :

Hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Detak jantung lambat atau tidak teratur.
  • Merasa pusing, lelah, atau sangat lemah.
  • Nyeri otot yang tidak biasa.
  • Merasa dingin.
  • Kesulitan bernapas.
  • Sakit perut dan muntah.

Indikasi (manfaat)

  • Terapi tingkat pertama untuk mengatasi diabetes melitus tipe 2, terutama pada pasien yang memiliki berat badan berlebih dan penurunan kadar gula darahnya tidak cukup hanya dengan berolahraga dan pengaturan pola makan.
  • Terapi prediabetes atau pasien yang memiliki kadar gula darah cenderung tinggi dan berisiko terkena diabetes melitus tipe 2.

Metformin menurunkan kadar glukosa darah dengan bekerja meningkatkan respons tubuh terhadap insulin. Insulin sendiri merupakan hormon yang mengontrol kadar glukosa atau gula dalam darah. Metformin tidak menyebabkan penambahan berat badan dan biasanya diresepkan untuk penderita prediabetes yang kelebihan berat badan.

Komposisi

Metformin hydrochloride 500 mg.

Dosis

1 tablet sebanyak 3 kali/hari.

Aturan pakai

Dikonsumsi saat makan atau sesudah makan. Tablet harus ditelan utuh, tidak dihancurkan, tidak dilarutkan dalam air, dan tidak dikunyah.

Efek Samping

  • Diare.
    Untuk mengatasi diare ringan, Anda perlu mengganti cairan dan elektrolit (garam) yang hilang dengan meminum banyak air atau minuman olahraga kaya elektrolit. Hindari kopi, minuman berkafein, minuman manis, soda, dan alkohol karena memiliki efek pencahar. Sebaiknya, hindari juga produk susu.
  • Pusing.
    Berbaringlah hingga pusing hilang, lalu bangun secara perlahan. Istirahatlah yang cukup. Minum banyak cairan, terutama air. Hindari kopi, rokok, alkohol, dan obat-obatan.
  • Sakit perut.
    Istirahatkan tubuh Anda agar rileks. Makan dan minum secara perlahan dalam porsi lebih sedikit dan lebih sering. Kompreslah perut Anda dengan bantalan panas atau botol berisi air panas.
  • Muntah.
    Minumlah banyak air untuk menggantikan cairan yang hilang dan mencegah terjadinya dehidrasi. Dehidrasi ditandai dengan penurunan frekuensi dan jumlah urine, serta urine berwarna gelap dan berbau menyengat. Hindari makanan pedas.
  • Jantung berdetak lambat atau tidak teratur.
  • Merasa dingin.
  • Kesulitan bernapas.
  • Nyeri otot yang tidak biasa.
  • Gula darah rendah.
  • Lelah.

Cara Penyimpanan

Simpan pada suhu di bawah 30ºC.

Perhatian Khusus

  • Pasien penderita kelainan biokimia, yaitu peningkatan kadar kreatinin dan nitrogen urea darah dan berkaitan dengan penurunan laju filtrasi glomerular (azotemia prerenal), yaitu laju rata-rata penyaringan darah.
  • Pasien yang berisiko mengalami peningkatan produksi asam laktat berlebih dalam tubuh (asidosis laktat).
  • Pasien yang mengalami stres (trauma, syok, infeksi, dan pembedahan).
  • Pasien yang memiliki kadar keton tinggi dalam darah atau urine.
  • Pasien yang menggunakan insulin atau obat diabetes oral lainnya.
  • Pasien penderita gagal jantung.
  • Pasien dengan riwayat serangan jantung.
  • Pasien yang mengalami dehidrasi.
  • Pasien penderita gangguan ginjal ringan hingga sedang.
  • Pasien penderita gangguan hati.
  • Anak-anak dan orang tua.
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.
  • Pasien penderita penyakit jantung.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien dengan gangguan fungsi ginjal atau pasien dengan riwayat penyakit ginjal kronis karena berisiko meningkatkan kadar asam laktat dalam tubuh (asidosis laktat). Hal ini dapat menyebabkan kegagalan saluran pernapasan akut, sehingga jaringan dalam tubuh tidak dapat menggunakan oksigen (dysoxia) atau kekurangan oksigen (hipoksia) yang dapat menyebabkan kematian.
  • Pasien yang mengalami kekurangan oksigen karena penyakit akut atau kronis, seperti gagal jantung atau gagal napas, serangan jantung, dan syok.
  • Pasien yang mengalami kondisi tingginya tingkat keasaman darah yang terjadi akibat ketidakseimbangan kimia asam dan basa (metabolik asidosis) kronis atau akut, tanpa atau disertai koma.
  • Pasien yang mengonsumsi alkohol.
  • Pasien penderita diabetes mellitus tipe 1 atau dengan komplikasi diabetes yang mematikan, yang disebabkan tingginya produksi asam darah tubuh (ketoasidosis diabetikum).
  • Pasien penderita gangguan ginjal berat.
  • Pasien penyakit hati kronis.

Nomor Izin Edar

GKL1522723709B1 (Tempo Scan)
SehatQ
Belum Ada UlasanJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.

Produk Terkait

FAQ

Terapi tingkat pertama untuk mengatasi diabetes melitus tipe 2, terutama pada pasien yang memiliki berat badan berlebih dan penurunan kadar gula darahnya tidak cukup hanya dengan berolahraga dan pengaturan pola makan.Terapi prediabetes atau pasien yang memiliki kadar gula darah cenderung tinggi dan berisiko terkena diabetes melitus tipe 2.Metformin menurunkan kadar glukosa darah dengan bekerja meningkatkan respons tubuh terhadap insulin. Insulin sendiri merupakan hormon yang mengontrol kadar glukosa atau gula dalam darah. Metformin tidak menyebabkan penambahan berat badan dan biasanya diresepkan untuk penderita prediabetes yang kelebihan berat badan.

1 tablet sebanyak 3 kali/hari.

Dikonsumsi saat makan atau sesudah makan. Tablet harus ditelan utuh, tidak dihancurkan, tidak dilarutkan dalam air, dan tidak dikunyah.

Diare.Untuk mengatasi diare ringan, Anda perlu mengganti cairan dan elektrolit (garam) yang hilang dengan meminum banyak air atau minuman olahraga kaya elektrolit. Hindari kopi, minuman berkafein, minuman manis, soda, dan alkohol karena memiliki efek pencahar. Sebaiknya, hindari juga produk susu.Pusing.Berbaringlah hingga pusing hilang, lalu bangun secara perlahan. Istirahatlah yang cukup. Minum banyak cairan, terutama air. Hindari kopi, rokok, alkohol, dan obat-obatan.Sakit perut.Istirahatkan tubuh Anda agar rileks. Makan dan minum secara perlahan dalam porsi lebih sedikit dan lebih sering. Kompreslah perut Anda dengan bantalan panas atau botol berisi air panas.Muntah.Minumlah banyak air untuk menggantikan cairan yang hilang dan mencegah terjadinya dehidrasi. Dehidrasi ditandai dengan penurunan frekuensi dan jumlah urine, serta urine berwarna gelap dan berbau menyengat. Hindari makanan pedas.Jantung berdetak lambat atau tidak teratur.Merasa dingin.Kesulitan bernapas.Nyeri otot yang tidak biasa.Gula darah rendah.Lelah.

Nama Produk

Metformin Tablet 850 mg (1 Strip @ 10 tablet)

Total

Rp 4.500