SehatQ
SehatQ Profile
Metformin tablet adalah obat untuk menurunkan kadar gula darah pada pasien diabetes tipe 2

Metformin Kaplet 500 mg (1 Strip @ 10 Tablet)


Harga Produk
Rp 4.100

Jumlah Produk
1

Tersedia 1 Penjual

Apotek Benedetto
Rp 4.100
Apotek Benedetto
Kota Jakarta Barat4.79 km
logo-prescription
Obat ResepPembelian, dosis, dan penggunaan obat ini harus sesuai petunjuk dokter. Kami segera menghubungi Anda untuk membantu proses transaksi.

Deskripsi

Metformin tablet adalah obat untuk menurunkan kadar gula darah pada pasien diabetes tipe 2. Obat ini mengandung metformin sebagai zat aktifnya. Metformin dapat menurunkan jumlah glukosa yang diserap dari makanan dan jumlah glukosa yang diproduksi hati.

Obat ini dapat digunakan sendiri atau dengan obat lain, termasuk insulin. Mengendalikan gula darah tinggi pada penderita diabetes dapat mengurangi risiko serangan jantung atau stroke.

Metformin merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter.

Informasi zat aktif :

Metformin termasuk dalam kelas obat biguanides. Obat ini digunakan untuk mengobati kadar gula darah tinggi yang disebabkan kencing manis atau diabetes melitus tipe 2. Penggunaan obat ini sebaiknya dikombinasikan dengan diet dan olahraga.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, metformin diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap secara perlahan dan tidak lengkap dari saluran pencernaan. Makanan mengurangi tingkat dan sedikit memperlambat penyerapan. Kadar obat yang masuk ke dalam peredaran darah (ketersediaan hayati) sekitar 50-60% pada waktu puasa dan dapat berkurang jika dikonsumsi bersama makanan.
  • Distribusi: Didistribusikan dan berkonsentrasi di hati, ginjal, dan saluran pencernaan. Melintasi plasenta dan memasuki ASI.
  • Metabolisme: Tidak dimetabolisme.
  • Ekskresi: Melalui urine (90% dalam bentuk obat yang tidak berubah). Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) sekitar 6,2 jam di dalam plasma dan sekitar 17,6 jam dalam darah.

Kategori kehamilan dan menyusui :

Kategori B: Penelitian tidak menemukan efek malformasi atau efek yang mengganggu perkembangan janin pada trimester pertama dan selanjutnya.
Studi pada reproduksi hewan telah membuktikan tingkat keamanan obat ini.

Interaksi obat :

  • Obat diabetes, seperti insulin
    Penggunaan obat tersebut bersama metformin dapat menurunkan gula darah hingga di bawah normal (hipoglikemia).
  • Furosemid dan hydrochlorothiazide
    Penggunaan obat tersebut bersama metformin dapat menurunkan efektivitas metformin dalam menurunkan gula darah.
  • Acetazolamide, methazolamide, dan dorzolamide
    Penggunaan obat tersebut bersama metformin dapat meningkatkan risiko terjadinya asidosis laktat, yaitu gangguan yang terjadi akibat tingginya asam laktat di dalam tubuh.

Apa yang harus dilakukan jika dosis terlewat :

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya
    Jika masih dekat dengan jadwal sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat
    Jangan menggunakan total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali atas anjuran dokter.
  • Sering lupa mengonsumsi obat
    Jika sering lupa menggunakan obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter :

Hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Detak jantung lambat atau tidak teratur
  • Merasa pusing, lelah, atau sangat lemah
  • Nyeri otot yang tidak biasa
  • Merasa dingin
  • Kesulitan bernapas
  • Sakit perut dan muntah

Indikasi (manfaat)

  • Terapi tingkat pertama untuk mengatasi diabetes melitus tipe 2, terutama pada pasien yang memiliki berat badan berlebih dan penurunan kadar gula darahnya tidak cukup hanya dengan berolahraga dan mengatur pola makan
  • Terapi prediabetes atau pasien yang memiliki kadar gula darah cenderung tinggi dan berisiko terkena diabetes melitus tipe 2

Metformin bekerja dalam menurunkan kadar glukosa darah dengan meningkatkan respons tubuh terhadap insulin. Insulin sendiri merupakan hormon yang mengontrol kadar glukosa atau gula dalam darah.

Metformin tidak menyebabkan penambahan berat badan dan biasanya diresepkan untuk penderita prediabetes yang kelebihan berat badan.

Komposisi

Metformin 850 mg.

Dosis

1 tablet sebanyak 3 kali/hari.

Aturan pakai

Dikonsumsi saat makan atau sesudah makan. Tablet harus ditelan utuh dan jangan dihancurkan, dilarutkan dalam air, atau dikunyah.

Perlu Resep

Ya

Efek Samping

  • Pusing
    Berbaringlah hingga pusing hilang, lalu bangun secara perlahan. Istirahatlah yang cukup. Minum banyak cairan, terutama air. Hindari kopi, rokok, alkohol, dan obat-obatan.
  • Muntah
    Minumlah banyak air untuk menggantikan cairan yang hilang dan mencegah terjadinya dehidrasi. Dehidrasi ditandai dengan penurunan frekuensi dan jumlah urine, serta urine berwarna gelap dan berbau menyengat. Hindari makanan pedas.
  • Sakit perut
    Istirahatkan tubuh Anda agar rileks. Makan dan minum secara perlahan dalam porsi lebih sedikit dan lebih sering. Kompreslah perut Anda dengan handuk hangat atau botol berisi air panas.
  • Diare
    Untuk mengatasi diare ringan, Anda perlu mengganti cairan dan elektrolit (garam) yang hilang dengan meminum banyak air atau minuman olahraga kaya elektrolit. Hindari kopi, minuman berkafein, minuman manis, soda, dan alkohol karena memiliki efek pencahar. Sebaiknya, hindari juga produk susu.
  • Jantung berdetak lambat atau tidak teratur
  • Merasa dingin
  • Kesulitan bernapas
  • Nyeri otot yang tidak biasa
  • Gula darah rendah
  • Lelah

Cara Penyimpanan

Simpan pada suhu di bawah 30ºC.

Perhatian Khusus

  • Pasien penderita kelainan biokimia, yaitu peningkatan kadar kreatinin dan nitrogen urea darah dan berkaitan dengan penurunan laju filtrasi glomerular (azotemia prerenal), yaitu laju rata-rata penyaringan darah.
  • Pasien yang berisiko mengalami peningkatan produksi asam laktat berlebih dalam tubuh (asidosis laktat).
  • Pasien yang mengalami stres (trauma, syok, infeksi, dan pembedahan).
  • Pasien yang memiliki kadar keton tinggi dalam darah atau urine.
  • Pasien yang menggunakan insulin atau obat diabetes oral lainnya.
  • Pasien dengan riwayat serangan jantung.
  • Pasien yang mengalami dehidrasi.
  • Pasien penderita gangguan ginjal ringan hingga sedang.
  • Pasien penderita gangguan hati.
  • Pasien penderita gagal jantung.
  • Anak-anak dan orang tua.
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.
  • Pasien penderita penyakit jantung.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien penderita diabetes mellitus tipe 1 atau dengan komplikasi diabetes mematikan yang disebabkan tingginya produksi asam dalam tubuh (ketoasidosis diabetikum)
  • Pasien yang mengalami kekurangan oksigen karena penyakit akut atau kronis, seperti gagal jantung atau gagal napas, serangan jantung, dan syok
  • Pasien yang dengan tingginya tingkat keasaman darah yang terjadi akibat ketidakseimbangan kimia asam dan basa (metabolik asidosis) kronis atau akut, tanpa atau disertai koma
  • Pasien yang mengonsumsi alkohol
  • Pasien penderita gangguan ginjal berat
  • Pasien penyakit hati kronis
  • Pasien dengan gangguan fungsi ginjal atau riwayat penyakit ginjal kronis karena berisiko meningkatkan kadar asam laktat dalam tubuh (asidosis laktat). Hal ini dapat menyebabkan kegagalan saluran pernapasan akut, sehingga jaringan dalam tubuh tidak dapat menggunakan oksigen (dysoxia) atau kekurangan oksigen (hipoksia) yang dapat menyebabkan kematian.
SehatQ
Belum Ada UlasanJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.
Nama Produk

Metformin Kaplet 500 mg (1 Strip @ 10 Tablet)

Total

Rp 4.100