SehatQ
SehatQ Cart
SehatQ Profile

Meloxin Tablet 15 mg (5 Strip @ 10 Tablet)


Harga Produk
Rp 370.000

Jumlah Produk
0

logo-prescription
Obat ResepKirimkan resep ke alamat email apotek@sehatq.comJumlah pembelian obat terbatas.SehatQ memiliki kewenangan untuk tidak memproses pesanan lebih lanjut jika resep tidak dapat diverifikasi.

Deskripsi

Meloxin Tablet 15 mg (5 Strip @ 10 Tablet) adalah obat untuk mengatasi nyeri pada peradangan sendi yang disebabkan gesekan antara ujung tulang penyusun sendi (osteoarthritis) meringankan gejala peradangan sendi (arthritis) meringankan peradangan sendi akibat sistem kekebalan tubuh menyerang jaringannya sendiri (rheumatoid arthritis). mengobati peradangan sendi pada punggung belakang yang menyebabkan nyeri dan kaku (ankylosing spondylitis)

Informasi zat aktif :

Meloxicam adalah obat golongan NSAID. Obat ini bekerja dengan memblok enzim cyclooxygenase di tubuh. Enzim ini berperan dalam pembentukan prostaglandin, yaitu senyawa yang dapat menyebabkan terjadinya peradangan di tubuh, misalnya nyeri dan pembengkakan. Dengan menghalangi kerja enzim tersebut, maka produksi prostaglandin di tubuh akan berkurang, begitu juga dengan gejala peradangan yang terjadi.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, meloxicam diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan baik dari saluran pencernaan. Waktu saat obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu puncak konsentrasi plasma) selama 4-5 jam.
  • Distribusi: Volume distribusi: kira-kira 10 liter. Ikatan protein plasma sekitar 99,4%.
  • Metabolisme: Dimetabolisme di hati melalui.
  • Ekskresi: Melalui urine dan feses sebagai metabolit tidak aktif. Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) sekitar 15-22 jam.

Kategori kehamilan dan menyusui :

Pada trimester pertama dan kedua:
Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan Meloxin tablet pada ibu hamil, namun ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Pada trimester ketiga:
Kategori D: Hasil penelitian menunjukkan bahwa obat ini menimbulkan risiko pada janin manusia.
Penggunaan pada ibu hamil dapat dipertimbangkan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Misalnya, bila obat dibutuhkan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau penyakit serius, di mana obat lain tidak efektif atau tidak bisa diberikan.

Interaksi obat :

  • Alkohol
    Pasien yang mengonsumsi alkohol dapat menyebabkan iritasi mukosa lambung.
  • Penghambat pembekuan darah atau obat pengencer darah, seperti warfarin, heparin, dan kumarin
    Penggunaan bersama obat di atas dapat meningkatkan perdarahan.
  • Obat diuretik
    Penggunaan bersama obat untuk memudahkan pengeluaran air seni (diuretik) dapat menyebabkan gangguan fungsi ginjal.
  • Kortikosteroid
    Penggunaan bersama kortikosteroid dapat menyebabkan peningkatan risiko luka pada dinding lambung.
  • Kontrasepsi IUD
    Penggunaan bersama kontrasepsi IUD dapat menyebabkan penurunan efektivitas IUD.
  • Kolestiramin
    Penggunaan bersama kolestiramin dapat mempercepat eliminasi meloxicam, sehingga efektivitas meloxicam dalam mengatasi peradangan akan berkurang.
  • Penggunaan bersama AINS, seperti aspirin, ibuprofen, asam mefenamat, dan naproksen
    Penggunaan bersama obat di atas dapat meningkatkan risiko luka dan pendarahan pada saluran pencernaan.
  • Methotrexate
    Penggunaan bersama methotrexate dapat meningkatkan toksisitas hematologik atau gangguan pada darah.
  • Obat antihipertensi
    Penggunaan bersama obat penurun tekanan darah tinggi dapat menurunkan efek obat antihipertensi.
  • Ciclosporin
    Penggunaan bersama ciclosporin dapat meningkatkan kerusakan pada ginjal (nefrotoksik).
  • Lithium
    Meloxicam dapat meningkatkan kadar lithium dalam plasma, sehingga dapat menyebabkan toksisitas atau keracunan.

Apa yang harus dilakukan jika dosis terlewat :

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutnya konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa untuk mengonsumsi obat, cobalah untuk menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau meminta bantuan orang lain untuk membantu mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter :

Hentikan penggunaan obat ini dan hubungi dokter Anda segera jika Anda mengalami:

  • Tanda pertama ruam kulit, betapapun ringannya.
  • Tanda-tanda perdarahan perut, seperti feses berdarah atau, batuk darah atau muntah yang terlihat seperti bubuk kopi.
  • Masalah hati yang ditandai dengan mual, sakit perut bagian atas, gatal, perasaan lelah, gejala seperti flu, kehilangan nafsu makan, urine berwarna gelap, tinja berwarna tanah liat, dan penyakit kuning (kulit atau mata menguning).
  • Sesak napas (bahkan dengan pengerahan tenaga ringan).
  • Pembengkakan atau penambahan berat badan yang cepat.
  • Masalah ginjal seperti sedikit atau tidak ada kencing, nyeri atau sulit buang air kecil, bengkak di kaki atau pergelangan kaki, dan merasa lelah atau sesak napas.
  • Sel darah merah rendah atau anemia yang ditandai dengan kulit pucat, merasa pusing atau sesak napas, detak jantung cepat, dan kesulitan berkonsentrasi.
  • Reaksi kulit yang parah seperti demam, sakit tenggorokan, bengkak di wajah atau lidah Anda, rasa terbakar di mata Anda, nyeri kulit diikuti oleh ruam kulit merah atau ungu yang menyebar (terutama di wajah atau tubuh bagian atas), dan menyebabkan lepuh dan pengelupasan.

Meloxin Tablet 15 mg (5 Strip @ 10 Tablet)
Golongan Obat
Obat Keras
Informasi Tambahan
obat resep
Kandungan Utama
Meloxicam
Kelas Terapi
-
Klasifikasi
-
Kemasan
1 box isi 5 strip @ 10 tablet (15 mg)
Produsen
Interbat

Informasi Zat Aktif

Meloxicam adalah obat golongan NSAID. Obat ini bekerja dengan memblok enzim cyclooxygenase di tubuh. Enzim ini berperan dalam pembentukan prostaglandin, yaitu senyawa yang dapat menyebabkan terjadinya peradangan di tubuh, misalnya nyeri dan pembengkakan. Dengan menghalangi kerja enzim tersebut, maka produksi prostaglandin di tubuh akan berkurang, begitu juga dengan gejala peradangan yang terjadi.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, meloxicam diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan baik dari saluran pencernaan. Waktu saat obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu puncak konsentrasi plasma) selama 4-5 jam.
  • Distribusi: Volume distribusi: kira-kira 10 liter. Ikatan protein plasma sekitar 99,4%.
  • Metabolisme: Dimetabolisme di hati melalui.
  • Ekskresi: Melalui urine dan feses sebagai metabolit tidak aktif. Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) sekitar 15-22 jam.

Indikasi (manfaat)

  • Mengatasi nyeri pada peradangan sendi yang disebabkan gesekan antara ujung tulang penyusun sendi (osteoarthritis)
  • Meringankan gejala peradangan sendi (arthritis)
  • Meringankan peradangan sendi akibat sistem kekebalan tubuh menyerang jaringannya sendiri (rheumatoid arthritis).
  • Mengobati peradangan sendi pada punggung belakang yang menyebabkan nyeri dan kaku (ankylosing spondylitis)

Komposisi

Meloxicam 15 mg

Dosis

  • Rheumatoid arthritis: 15 mg/hari, dosis dapat dikurangi hingga 7,5 mg/hari
  • Osteoarthritis: 7,5 mg/hari, dosis dapat ditingkatkan hingga 15 mg/hari
  • Pasien penderita gagal ginjal atau yang melakukan cuci darah:
    • Dosis maksimal: 7,5 mg/hari

Aturan pakai

Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan. Dapat dikonsumsi dengan makanan untuk mengurangi rasa tidak nyaman pada saluran pencernaan.

Perlu Resep

Ya

Efek Samping

  • Mual
    Konsumsilah makanan ringan dan hindari makanan berat atau pedas. Minumlah obat ini setelah makan. Hubungi dokter Anda jika gejala berlangsung lebih dari beberapa hari atau semakin memburuk.
  • Diare dan muntah
    Konsumsi banyak cairan untuk mencegah terjadinya dehidrasi atau kekurangan cairan. Dehidrasi ditandai dengan gejala buang air kecil yang lebih sedikit dari biasanya dan urine berbau tajam. Minumlah air sedikit demi sedikit saat sedang merasa sakit. Jangan minum obat lain untuk mengatasi diare atau muntah tanpa konsultasi ke dokter.
  • Sakit kepala
    Beristirahatlah dan minum banyak cairan. Hindari mengonsumsi alkohol. Mintalah apoteker merekomendasi obat untuk menghilangkan rasa sakit. Sakit kepala biasanya akan hilang dalam minggu pertama mengonsumsi obat ini. Jika sakit kepala berlangsung lebih lama, segera hubungi dokter.
  • Pusing
    Berbaringlah hingga pusing hilang, lalu bangun secara perlahan. Bergeraklah dengan hati-hati. Beristirahatlah yang banyak. Minumlah banyak cairan terutama air, serta hindari kopi, rokok, alkohol, dan obat-obatan.
  • Kesulitan buang air besar (konstipasi)
  • Gangguan pencernaan dan perut terasa tidak nyaman
  • Perut kembung
  • Badan lemas
  • Kemerahan pada kulit
  • Kesulitan tidur (insomnia)
  • Sakit kepala hingga terasa seperti berputar (vertigo)
  • Mengantuk
  • Perubahan suasana hati
  • Telinga berdering (tinnitus)
  • Gatal dan ruam kulit
  • Dehidrasi
  • Kecemasan

Cara Penyimpanan

Simpan di tempat kering dan sejuk pada suhu di bawah 30 °C. Jauhkan dari cahaya matahari langsung.

Perhatian Khusus

  • Pasien penderita penyakit jantung
  • Pasien penderita tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, ataupun diabetes
  • Pasien yang merokok, serta memiiki riwayat serangan jantung, stroke, atau pembekuan darah
  • Pada penggunaan jangka panjang dan dosis tinggi dapat menyebabkan risiko serangan jantung dan stroke
  • Pasien yang memiliki riwayat asma, gangguan pencernaan, penyakit hati, penyakit jantung, atau stroke
  • Anak-anak
  • Hindari mengemudi kendaraan atau menjalankan mesin
  • Pasien yang sedang menjalani terapi dengan mengonsumsi obat penghambat pembekuan darah (antikoagulan)
  • Pasien penderita lanjut usia
  • Pasien dengan retensi atau penumpukan cairan atau gagal jantung
  • Pasien dengan riwayat sakit maag atau perdarahan
  • Pasien penderita asma
  • Pasien penderita penyakit ginjal atau sedang menjalani cuci darah
  • Pasien penderita penyakit hati

Kategori Kehamilan

Pada trimester pertama dan kedua:
Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan Meloxin tablet pada ibu hamil, namun ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Pada trimester ketiga:
Kategori D: Hasil penelitian menunjukkan bahwa obat ini menimbulkan risiko pada janin manusia.
Penggunaan pada ibu hamil dapat dipertimbangkan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Misalnya, bila obat dibutuhkan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau penyakit serius, di mana obat lain tidak efektif atau tidak bisa diberikan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien penderita luka pada dinding lambung (tukak lambung aktif) selama 6 bulan terakhir
  • Wanita hamil trimester ketiga
  • Pasien yang memiliki alergi terhadap meloxicam, asetosal, atau obat antiinflamasi nonsteroid lainnya
  • Anak-anak 15 tahun ke bawah
  • Pasien yang memiliki riwayat perdarahan pada saluran pencernaan
  • Pasien penderita atau memiliki riwayat asma, jaringan yang tumbuh di bagian dalam saluran hidung (polip nasal), biduran (urtikaria), dan pembengkakan akibat penumpukan cairan pada beberapa bagian tubuh yang biasanya berada di sekitar mata, pipi, atau bibir (angioedema)
  • Pasien penderita gangguan fungsi hati berat
  • Pasien yang mengalami pendarahan pada saluran pencernaan, pendarahan pada serebrovaskular, atau kelainan pendarahan lainnya
  • Pasien penderita penyakit ginjal berat
  • Pasien penderita penyakit radang usus
  • Pasien penderita gagal jantung berat

Interaksi (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Alkohol
    Pasien yang mengonsumsi alkohol dapat menyebabkan iritasi mukosa lambung.
  • Penghambat pembekuan darah atau obat pengencer darah, seperti warfarin, heparin, dan kumarin
    Penggunaan bersama obat di atas dapat meningkatkan perdarahan.
  • Obat diuretik
    Penggunaan bersama obat untuk memudahkan pengeluaran air seni (diuretik) dapat menyebabkan gangguan fungsi ginjal.
  • Kortikosteroid
    Penggunaan bersama kortikosteroid dapat menyebabkan peningkatan risiko luka pada dinding lambung.
  • Kontrasepsi IUD
    Penggunaan bersama kontrasepsi IUD dapat menyebabkan penurunan efektivitas IUD.
  • Kolestiramin
    Penggunaan bersama kolestiramin dapat mempercepat eliminasi meloxicam, sehingga efektivitas meloxicam dalam mengatasi peradangan akan berkurang.
  • Penggunaan bersama AINS, seperti aspirin, ibuprofen, asam mefenamat, dan naproksen
    Penggunaan bersama obat di atas dapat meningkatkan risiko luka dan pendarahan pada saluran pencernaan.
  • Methotrexate
    Penggunaan bersama methotrexate dapat meningkatkan toksisitas hematologik atau gangguan pada darah.
  • Obat antihipertensi
    Penggunaan bersama obat penurun tekanan darah tinggi dapat menurunkan efek obat antihipertensi.
  • Ciclosporin
    Penggunaan bersama ciclosporin dapat meningkatkan kerusakan pada ginjal (nefrotoksik).
  • Lithium
    Meloxicam dapat meningkatkan kadar lithium dalam plasma, sehingga dapat menyebabkan toksisitas atau keracunan.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutnya konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa untuk mengonsumsi obat, cobalah untuk menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau meminta bantuan orang lain untuk membantu mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hentikan penggunaan obat ini dan hubungi dokter Anda segera jika Anda mengalami:

  • Tanda pertama ruam kulit, betapapun ringannya.
  • Tanda-tanda perdarahan perut, seperti feses berdarah atau, batuk darah atau muntah yang terlihat seperti bubuk kopi.
  • Masalah hati yang ditandai dengan mual, sakit perut bagian atas, gatal, perasaan lelah, gejala seperti flu, kehilangan nafsu makan, urine berwarna gelap, tinja berwarna tanah liat, dan penyakit kuning (kulit atau mata menguning).
  • Sesak napas (bahkan dengan pengerahan tenaga ringan).
  • Pembengkakan atau penambahan berat badan yang cepat.
  • Masalah ginjal seperti sedikit atau tidak ada kencing, nyeri atau sulit buang air kecil, bengkak di kaki atau pergelangan kaki, dan merasa lelah atau sesak napas.
  • Sel darah merah rendah atau anemia yang ditandai dengan kulit pucat, merasa pusing atau sesak napas, detak jantung cepat, dan kesulitan berkonsentrasi.
  • Reaksi kulit yang parah seperti demam, sakit tenggorokan, bengkak di wajah atau lidah Anda, rasa terbakar di mata Anda, nyeri kulit diikuti oleh ruam kulit merah atau ungu yang menyebar (terutama di wajah atau tubuh bagian atas), dan menyebabkan lepuh dan pengelupasan.
SehatQ
Belum Ada UlasanJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.
Nama Produk

Meloxin Tablet 15 mg (5 Strip @ 10 Tablet)