Mefinal Kapsul 250 mg (1 Strip @ 10 Kapsul)


Harga Produk
Rp 0

Jumlah Produk
0

logo-prescription
Obat ResepKirimkan resep ke alamat email apotek@sehatq.comJumlah pembelian obat terbatas.SehatQ memiliki kewenangan untuk tidak memproses pesanan lebih lanjut jika resep tidak dapat diverifikasi.

Deskripsi

Nikmati promo GRATIS Ongkir ke seluruh Indonesia. Temukan kode promonya di https://toko.sehatq.com/voucher

Mefinal Kapsul 250 mg (1 Strip @ 10 Kapsul)
Golongan Obat
Obat Keras
Informasi Tambahan
obat resep
Kandungan Utama
Asam mefenamat
Kelas Terapi
Antiinflamasi, analgesik, dan antipiretik
Klasifikasi Obat
Non-Steroidal Anti-Inflammatory Drugs (NSAID)
Kemasan
1 strip @ 10 kapsul (1000 mg)
Produsen
Interbat

Informasi Zat Aktif

Asam mefenamat termasuk ke dalam golongan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID). Obat ini memiliki kemampuan sebagai anti-peradangan, antinyeri atau analgesik, dan antipiretik atau antidemam.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, asam mefenamat diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan cepat di saluran pencernaan. Waktu ketika obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu puncak konsentrasi plasma): 2-4 jam.
  • Distribusi: Melewati ASI. Ikatan protein plasma: 90% ke atas untuk albumin.
  • Metabolisme: Metabolisme di hati menjadi 3-asam karboksilat mefenamat.
  • Ekskresi: Melalui urine dan feses. Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat sekitar 2 jam.

Indikasi (manfaat) Obat

Membantu mengatasi:

  • Infeksi saluran nafas
  • Infeksi kemih kelamin
  • Infeksi kulit dan jaringan lunak

Komposisi Obat

Asam mefenamat 250 mg

Dosis Obat

Dewasa dan anak-anak berusia 14 tahun ke atas:

  • Dosis awal: 500 mg pada pemberian pertama.
  • Dosis lanjutan: 250 mg/6 jam.
    Obat dapat dikonsumsi maksimal selama 7 hari.

Aturan pakai obat

Dikonsumsi sesudah makan.

Perlu Resep

Ya

Efek Samping Obat

  • Sakit perut.
    Istirahatkan tubuh Anda agar lebih relaks. Makan dan minum secara perlahan dalam porsi lebih sedikit, tetapi lebih sering dapat membantu mengurangi efek samping ini. Anda juga bisa mengompres perut dengan bantalan panas atau botol berisi air panas.
  • Mual.
    Hindari makanan yang sulit dicerna. Jangan berbaring setelah makan. Beristirahatlah dengan posisi kepala lebih tinggi dari kaki Anda. Jika Anda merasa mual saat bangun di pagi hari, makanlah daging tanpa lemak atau keju sebelum tidur. Anda juga bisa menyediakan biskuit di samping tempat tidur dan makanlah sedikit sesaat setelah bangun tidur. Minumlah setidaknya enam gelas air sehari.
  • Diare.
    Minumlah sedikit air, tetapi lebih sering. Jika Anda mengalami gejala dehidrasi, seperti buang air kecil lebih jarang dari biasanya atau urine berwarna gelap dan berbau menyengat, segera hubungi dokter. Hindari mengonsumsi obat lain untuk menghentikan diare tanpa berkonsultasi dengan apoteker atau dokter terlebih dahulu.
  • Muntah.
    Konsumsi banyak air untuk menggantikan cairan yang hilang dari dalam tubuh dan mencegah dehidrasi. Kondisi dehidrasi ditandai dengan penurunan frekuensi dan jumlah urine, serta urine berwarna gelap dan berbau menyengat. Hindari konsumsi makanan pedas.
  • Sakit kepala.
    Ketika merasa sakit kepala, jangan mengonsumsi alkohol karena akan memperburuk keadaan Anda. Pastikan Anda beristirahat dan minum banyak cairan. Sebelum mengonsumsi obat penghilang rasa sakit, mintalah rekomendasi kepada apoteker.
  • Kesulitan buang air besar (sembelit).
  • Telinga berdenging (tinnitus).
  • Peningkatan tekanan darah (hipertensi).
  • Pusing.
  • Mengantuk.

Cara Penyimpanan Obat

Simpan di tempat kering dan sejuk pada suhu di bawah 30 °C. Jauhkan dari cahaya matahari langsung.

Perhatian Khusus

  • Pasien penderita tekanan darah tinggi (hipertensi).
  • Pasien penderita gagal ginjal dan hati.
  • Pasien lanjut usia.
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.
  • Risiko pada sistem pembuluh darah.
  • Pasien penderita gangguan jantung.
  • Dapat menyebabkan kerusakan pada hati.
  • Pasien penderita kencing manis (diabetes melitus).
  • Pasien penderita gagal jantung.
  • Pasien yang mengalami dehidrasi.
  • Pasien yang mengalami penurunan jumlah darah dan cairan dalam tubuh secara drastis (hipovolemia).
  • Dapat meningkatkan kadar enzim yang bekerja untuk membantu hati dalam mencerna lemak, yaitu SGOT atau SGPT.
  • Risiko gangguan jantung dapat meningkat seiring dengan lama penggunaan obat. Pasien dengan riwayat gangguan jantung memiliki risiko kambuh lebih besar.
  • Pasien dengan kondisi kadar lipid atau lemak dalam darah meningkat tinggi (hiperlipidemia).
  • Penggunaan bersama obat antiinflamasi nonsteroid, seperti meloxicam dapat meningkatkan risiko penyumbatan pembuluh darah jantung, serangan jantung (infark miokard), maupun stroke yang dapat berakibat fatal.

Kategori Kehamilan

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan Mefinal kapsul pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.


Kategori D (pada trimester 3 dan menjelang persalinan): Hasil penelitian menunjukkan bahwa obat ini menimbulkan risiko pada janin manusia.
Penggunaan pada ibu hamil dapat dipertimbangkan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Misalnya, bila obat dibutuhkan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau penyakit serius, ketika obat lain tidak efektif atau tidak bisa diberikan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap asam mefenamat.
  • Pasien penderita gagal jantung.
  • Pasien dengan riwayat asma.
  • Wanita hamil pada trimester terakhir.
  • Pasien yang mengalami peradangan pada usus besar (gastritis).
  • Pasien penderita peradangan pada saluran pencernaan.
  • Pasien penderita biduran (urtikaria).
  • Pasien penderita gangguan fungsi ginjal berat.
  • Pasien penderita peradangan yang terjadi pada rongga hidung akibat reaksi alergi (rhinitis alergi).
  • Pasien yang mengalami pengencangan otot-otot yang melapisi saluran udara (bronkus) di paru-paru (bronkospasma).
  • Penggunaan obat ini dikontraindikasikan untuk pasien yang mengalami nyeri setelah operasi arteri koroner (coronary artery bypass graft).
  • Pasien dengan riwayat pendarahan pada saluran pencernaan akibat penggunaan obat untuk mengatasi nyeri dan peradangan golongan aintiinflamasi nonsteroid (NSAID).
  • Pasien yang memiliki luka pada dinding lambung (tukak lambung) dan usus 12 jari (ulkus duodenum).

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Ciclosporin dan takrolimus.
    Penggunaan bersama siklosporin dan takrolimus dapat meningkatkan risiko gangguan fungsi pada ginjal (nefrotoksisitas).
  • Digoxin dan metotreksat.
    Asam mefenamat dapat meningkatkan serum digoksin dan metotreksat, sehingga dapat meningkatkan risiko keracunan.
  • Obat golongan ACE inhibitor, antagonis angiotensin II, dan beta blocker untuk menurunkan tekanan darah tinggi.
    Asam mefenamat dapat mengurangi efek penurunan tekanan darah pada obat tekanan darah tinggi (antihipertensi).
  • Furosemid dan hidroklortiazid.
    Penggunaan obat di atas bersama asam mefenamat dapat menurunkan efek obat di atas dalam mengeluarkan urine.
  • Obat antiinflamasi nonsteroid lain atau salisilat, seperti aspirin dan obat penghambat proses pembekuan darah (antikoagulan), seperti warfarin.
    Penggunaan asam mefenamat bersama obat-obatan di atas dapat meningkatkan risiko perdarahan.
  • Lithium.
    Penggunaan asam mefenamat bersama lithium akan meningkatan kadar lithium dalam plasma dan penurunan ekskresi lithium pada ginjal, sehingga dapat menimbulkan risiko efek samping.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hentikan penggunaan asam mefenamat dan segera hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Tanda awal ruam kulit, walau ringann.
  • Sesak napas walau melakukan aktivitas ringan.
  • Sel darah merah rendah (anemia) yang ditandai dengan kulit pucat, merasa pusing, sesak napas, detak jantung cepat, dan kesulitan berkonsentrasi.
  • Reaksi kulit parah, seperti demam, sakit tenggorokan, bengkak di wajah atau lidah, rasa terbakar di mata, atau nyeri kulit diikuti ruam kulit merah atau ungu yang menyebar, terutama di wajah atau tubuh bagian atas, serta menyebabkan kulit melepuh dan mengelupas.
  • Pembengkakan atau penambahan berat badan yang cepat.
  • Masalah hati, seperti mual, sakit perut bagian atas, gatal, perasaan lelah, gejala seperti flu, kehilangan nafsu makan, urine berwarna gelap, tinja berwarna tanah liat, dan penyakit kuning.
  • Masalah ginjal yang ditandai dengan sedikit atau tidak ada kencing, nyeri atau sulit buang air kecil, bengkak di kaki atau pergelangan kaki, merasa lelah atau sesak napas.
  • Tanda-tanda perdarahan perut, seperti feses berdarah atau tinggal, batuk darah, atau muntah terlihat seperti bubuk kopi.
-
SehatQ
Produk ini belum diulasJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.
Nama Produk

Mefinal Kapsul 250 mg (1 Strip @ 10 Kapsul)