Medixon Tablet 8 mg (1 Strip @ 10 Tablet)


Harga Produk
Rp 42.535

Jumlah Produk
0

logo-prescription
Obat ResepKirimkan resep ke alamat email apotek@sehatq.comJumlah pembelian obat terbatas.SehatQ memiliki kewenangan untuk tidak memproses pesanan lebih lanjut jika resep tidak dapat diverifikasi.

Deskripsi

Medixon Tablet 8 mg (1 Strip @ 10 Tablet) adalah obat untuk mengobati alergi dan peradangan, seperti asma bronkial, jenis kanker tertentu, kelainan darah, penyakit autoimun, dan peradangan sendi.
Medixon Tablet 8 mg (1 Strip @ 10 Tablet)
Golongan Obat
Obat Keras
Informasi Tambahan
obat resep
Kandungan Utama
Methylprednisolone.
Kelas Terapi
-
Klasifikasi Obat
-
Kemasan
1 strip @ 10 tablet (8 mg)
Produsen
Ferron

Informasi Zat Aktif

Methylprednisolone bekerja pada sistem kekebalan untuk membantu meredakan pembengkakan, kemerahan, gatal, dan reaksi alergi di tubuh.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, methylprednisolone memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan mudah setelah pemberian melalui mulut atau oral.
  • Distribusi: Didistribusikan dengan cepat ke otot, hati, kulit, usus, dan ginjal. Didistribusikan ke dalam ASI dan melalui plasenta.
  • Metabolisme: Dimetabolisme di hati menjadi metabolit glukoronida dan sulfat yang tidak aktif.
  • Ekskresi: Metabolit tidak aktif dan sejumlah kecil obat yang tidak termetabolisme dikeluarkan oleh ginjal. Jumlah obat yang tidak signifikan dikeluarkan melalui feses. Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi terminal) adalah 18 hingga 36 jam.

Indikasi (manfaat) Obat

  • Mengobati alergi dan peradangan
  • Mengatasi asma bronkial
  • Mengobati alergi parah
  • Mengobati jenis kanker tertentu
  • Mengobati penyakit kelainan darah
  • Pasien dengan kondisi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang jaringannya sendiri (autoimun)
  • Mengobati gangguan kolagen, seperti lupus eritematosus sistemik
  • Mengobati kelainan endokrin
  • Mengatasi peradangan sendi (artritis), peradangan pada usus besar atau kolon (kolitis), serta gangguan pada sel darah, ginjal, mata, dan tiroid
  • Mengatasi gangguan pada kulit, seperti dermatitis, psoriasis, kelainan pada kulit, mulut, alat kelamin, dubur, dan lapisan bola mata (sindrom Stevens-Johnson), serta kelainan kulit lainnya yang responsif terhadap kortikosteroid.
  • Mengatasi peradangan pada sendi yang disebabkan sistem kekebalan tubuh menyerang jaringannya sendiri (rheumatoid arthritis)

Methylprednisolone mampu mengurangi respons sistem kekebalan tubuh terhadap berbagai penyakit, sehingga dapat mengurangi gejala pembengkakan, rasa sakit, dan reaksi alergi.

Komposisi Obat

Methylprednisolone 8 mg

Dosis Obat

Dewasa dan anak-anak berusia 12 tahun ke atas:

  • Dosis awal: 4-48 mg/hari, dikonsumsi dalam dosis tunggal atau dosis terbagi
  • Dosis pemeliharaan: 4-16 mg/hari

Anak-anak berusia 12 tahun ke bawah: 0,8-1,5 mg/kgBB/hari

  • Dosis maksimal: 80 mg/hari

Dosis dihitung dengan mengalikan berat badan pasien.

Aturan pakai obat

Dikonsumsi bersama makanan

Perlu Resep

Ya

Efek Samping Obat

  • Sakit kepala
    Istirahat dan tidur yang cukup akan membantu Anda lebih relaks. Jika Anda duduk dalam waktu yang lama, bangun dan sering-seringlah bergerak. Lemaskan otot rahang, leher, dan bahu Anda.
  • Muntah
    Minumlah banyak air untuk menggantikan cairan yang hilang dan mencegah terjadinya dehidrasi. Dehidrasi ditandai dengan penurunan frekuensi dan jumlah urine, serta urine berwarna gelap dan berbau menyengat. Konsumsilah makanan sederhana dan hindari makanan kaya rasa, seperti makanan pedas.
  • Pusing
    Jika Anda mulai merasa pusing, baringkan tubuh Anda agar tidak pingsan, lalu duduklah sampai Anda merasa lebih baik. Berhati-hatilah saat mengemudi atau mengoperasikan mesin jika Anda pusing.
  • Mudah berkeringat
    Methylprednisolone dapat meningkatkan kadar gula darah yang akan memperburuk kondisi penderita diabetes. Jadi, berkonsultasilah dengan dokter jika mengalami kadar gula darah tinggi, seperti mudah merasa haus dan meningkatnya kecenderungan ingin buang air kecil.
    Methylprednisolone juga dapat menurunkan kemampuan tubuh dalam melawan infeksi dan akan memperparah infeksi tersebut. Konsultasikan juga kepada dokter jika memiliki gejala infeksi, seperti demam, menggigil, sakit tenggorokan terus menerus, dan batuk.
  • Mual
    Konsumsilah makanan ringan dan hindari makanan berat atau pedas. Minumlah obat ini setelah makan. Hubungi dokter Anda jika gejala berlangsung lebih dari beberapa hari atau semakin memburuk.
  • Gangguan tidur
  • Rasa terbakar pada dada
  • Rasa tidak nyaman pada perut (dispepsia)
  • Gatal-gatal
  • Diare
  • Kesulitan buang air besar (sembelit)
  • Keringat berlebih
  • Luka pada dinding lambung (tukak lambung)
  • Perubahan nafsu makan
  • Kesulitan bernapas

Cara Penyimpanan Obat

Simpan di tempat kering dan sejuk pada suhu di bawah 30 °C. Jauhkan dari cahaya matahari langsung.

Perhatian Khusus

  • Bayi
  • Pasien yang mengonsumsi obat ini dalam jangka panjang
  • Penggunaan bersama asam asetilsalisilat dapat meningkatkan risiko efek samping pada saluran pencernaan, seperti peradangan, perdarahan, dan maag
  • Pasien dengan riwayat pembedahan pada saluran pencernaan, peradangan berupa kantung-kantung kecil (divertikula) yang muncul pada dinding saluran pencernaan (divertikulitis), luka pada dinding lambung (tukak peptik) aktif atau laten, gangguan ginjal (insufisiensi ginjal), tekanan darah tinggi (hipertensi), pengeroposan tulang (osteoporosis), dan kelemahan otot (myasthenia gravis)
  • Ibu hamil dan menyusui
  • Rusaknya organ hati akibat terbentuknya jaringan parut (sirosis)
  • Pasien penderita kencing manis (diabetes melitus)
  • Pasien penderita tuberkulosis
  • Anak-anak
  • Pasien dengan kondisi rendahnya hormon tiroid di dalam tubuh (hipotiroid)
  • Pasien penderita peradangan pada usus besar (kolon) dan bagian akhir usus besar yang tersambung ke anus (kolitis ulseratif nonspesifik)

Kategori Kehamilan

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan Medixon kaplet pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen obat ini
  • Pasien penderita luka pada dinding lambung (tukak lambung)
  • Pasien penderita peningkatan tekanan bola mata menjadi terlalu tinggi (glaukoma sudut tertutup)
  • Pasien yang mengalami infeksi virus
  • Pasien penderita infeksi jamur sistemik
  • Pasien penderita infeksi parasit di dalam usus besar (amebiasis)
  • Pasien penderita gangguan mental
  • Pasien penderita penyakit saraf yang dapat menyebabkan kelumpuhan permanen (poliomielitis)
  • Pasien yang mengalami pengeroposan tulang (osteoporosis)

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Ketoconazol, boseprevir, ciclosporin, erythromicin, rifamisin, phenitoin, phenobarbital, dan telaprevir.
    Penggunaan obat di atas bersama methylprednisolone dapat menyebabkan terganggunya kerja methylprednisolone dalam mengatasi gatal dan peradangan.
  • Aldesleukin, mifepriston, clopidogrel, warfarin, ibuprofen, celecoxib, aspirin, dan salisilat.
    Penggunaan obat di atas bersama methylprednisolone dapat menyebabkan risiko terjadinya pendarahan atau timbul memar pada kulit.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali atas anjuran dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Jangan berhenti menggunakan metilprednisolon tanpa berbicara dengan dokter Anda. Menghentikan obat secara tiba-tiba dapat menyebabkan hilangnya nafsu makan, sakit perut, muntah, kantuk, kebingungan, sakit kepala, demam, nyeri sendi dan otot, kulit mengelupas, dan penurunan berat badan.
Jika Anda mengonsumsi obat ini dalam dosis besar dan waktu yang lama, dokter mungkin akan menurunkan dosis secara bertahap agar tubuh Anda dapat beradaptasi, sebelum menghentikan obat sepenuhnya. Perhatikan efek samping di atas jika Anda secara bertahap mengurangi dosis dan menghentikan penggunaan obat ini. Jika mengalami efek samping tersebut, segera hubungi dokter. Anda mungkin perlu meningkatkan dosis obat sementara atau mulai meminum obat ini kembali.

-
SehatQ
Produk ini belum diulasJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.
Nama Produk

Medixon Tablet 8 mg (1 Strip @ 10 Tablet)