SehatQ
SehatQ Cart
SehatQ Profile
Medixon tablet 16 mg untuk mengobati kelainan endokrin, reumatik, penyakit kolagen, kulit, pernafasan dan kelainan darah.

Medixon Tablet 16 mg (1 Strip @ 6 Tablet)


Harga Produk
Mulai dari
Rp 43.284

Jumlah Produk
1

Tersedia 40 Penjual

Apotek Plaza Medika Grogol
Rp 52.700
Apotek Plaza Medika Grogol
Kota Jakarta Barat3.59 km
Apotek Sehat Krendang
Rp 45.400
Apotek Sehat Krendang
Kota Jakarta Barat3.71 km
Apotek Rave Pharma
Rp 45.900
Apotek Rave Pharma
Kota Jakarta Pusat3.8 km
Apotek G+
Rp 53.300
Apotek G+
Kota Jakarta Barat5.89 km
logo-prescription
Obat ResepPembelian, dosis, dan penggunaan obat ini harus sesuai petunjuk dokter. Kami segera menghubungi Anda untuk membantu proses transaksi.

Deskripsi

Medixon adalah obat yang digunakan untuk mengatasi penyakit kolagen, alergi, peradangan pada kulit dan saluran pernafasan, penyakit hematologik. Obat ini merupakan golongan obat keras yang membutuhkan resep dokter. Medixon mengandung methylprednisolone sebagai zat aktifnya.

Beli obat online di Toko SehatQ - Pasti asli!

Nikmati promo GRATIS Ongkir ke seluruh Indonesia. Temukan kode promonya di https://toko.sehatq.com/voucher

Indikasi (manfaat)

  • Abnormalitas fungsi adrenokortikal.
  • Kumpulan penyakit jaringan ikat yang disebabkan oleh kelainan kolagen (penyakit kolagen).
  • Keadaan alergi.
  • Peradangan pada kulit.
  • Peradangan pada saluran pernapasan tertentu.
  • Penyakit hematologik.
  • Hiperkalsemia sehubungan dengan kanker.

Komposisi

Methylprednisolone 16 mg

Dosis

Dewasa:

  • Dosis awal: 4-48 mg/hari, dosis tunggu atau terbagi tergantung keadaan penyakit.
  • Penyakit sklerosis multipel: 160 mg/hari selama 1 minggu, kemudian 64 mg/2 hari dalam 1 bulan.

Anak-anak:

  • Insufisiensi adrenokortikal: 0,117 mg/kg BB/m2 permukaan tubuh/hari dalam dosis terbagi 3.
  • Indikasi lain: 0,417-1,67 mg/kg BB/hari dosis terbagi 3-4.

Aturan pakai

Dikonsumsi dengan makanan.

Perlu Resep

Ya

Efek Samping

  • Mudah berkeringat.
    Penggunaan metilprednisolon dapat menyebabkan naiknya kadar gula darah yang akan memperburuk penderita diabetes sehingga konsultasikan kepada dokter jika mengalami gejala kadar gula darah yang tinggi seperti mudah merasa haus dan meningkatnya kecenderungan ingin buang air kecil. Metilprednisolon juga dapat menurunkan kemampuan tubuh dalam melawan infeksi yang menyerang dan akan memperparah infeksi sehingga konsultasikan kepada dokter jika memiliki gejala infeksi seperti demam, menggigil, sakit tenggorokan terus menerus, batuk.
  • Perubahan nafsu makan.
  • Mual.
  • Muntah.
  • Rasa terbakar pada dada.
  • Sakit kepala.
  • Pusing.
  • Gangguan tidur.

Cara Penyimpanan

Simpan pada suhu di bawah 30°C dan jauhkan dari jangkauan anak-anak.

Perhatian Khusus

  • Pasien dengan riwayat pembedahan anatomosis intestinal, peradangan divertikula yang terdapat pada saluran pencernaan (divertikulitis), luka pada dinding lambung (tukak peptik) aktif atau laten, gangguan ginjal (insufisiensi ginjal), tekanan darah tinggi (hipertensi), pengeroposan tulang (osteoporosis), dan kelemahan otot (miastenia gravis).
  • Pasien penderita peradangan pada usus besar (kolon) dan bagian akhir usus besar yang tersambung ke anus (kolitis ulseratif non spesifik).
  • Pasien dengan kondisi ketika tubuh hanya menghasilkan sedikit hormon tiroid (hipotiroid).
  • Penggunaan jangka panjang.
  • Anak-anak.
  • Bayi.
  • Penggunaan bersama dengan asam asetilsalisilat.
  • Rusaknya organ hati akibat terbentuknya jaringan parut (sirosis).
  • Pasien penderita kencing manis (diabetes melitus).
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien penderita penyakit saraf yang dapat menyebabkan kelumpuhan permanen (poliomielitis).
  • Pasien penderita infeksi parasit di dalam usus besar (amubiasis).
  • Pasien penderita glaukoma sudut sempit atau sudut terbuka.
  • Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen obat ini.
  • Pasien penderita infeksi jamur sistemik.
  • Pasien penderita luka pada dinding lambung (tukak lambung).
  • Pengeroposan tulang (osteoporosis).
  • Gangguan psikiatrik.
  • Pasien penderita infeksi virus.
SehatQ
Belum Ada UlasanJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.
Nama Produk

Medixon Tablet 16 mg (1 Strip @ 6 Tablet)

Total

Rp 52.700

Jual dan Beli Medixon Tablet 16 mg (1 Strip @ 6 Tablet) dari Apotek Online Toko SehatQ

Medixon tablet adalah obat untuk mengatasi peradangan, seperti peradangan pada sendi, lupus, psoriasis, kolitis ulserativa, gangguan alergi, gangguan kelenjar endokrin, dan gangguan pada kulit, mata, paru-paru, perut, sistem saraf, atau sel darah. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter.

Obat Medixon mengandung methylprednisolone sebagai zat aktifnya. Methylprednisolone adalah obat kortikosteroid yang berfungsi untuk mencegah pelepasan zat penyebab peradangan dalam tubuh.

Informasi zat aktif :

Methylprednisolone bekerja pada sistem kekebalan untuk membantu meredakan pembengkakan, kemerahan, gatal, dan reaksi alergi di tubuh.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, methylprednisolone memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan mudah setelah pemberian melalui mulut atau oral.
  • Distribusi: Didistribusikan dengan cepat ke otot, hati, kulit, usus, dan ginjal. Didistribusikan ke dalam ASI dan melalui plasenta.
  • Metabolisme: Dimetabolisme di hati menjadi metabolit glukoronida dan sulfat yang tidak aktif.
  • Ekskresi: Metabolit tidak aktif dan sejumlah kecil obat yang tidak termetabolisme dikeluarkan oleh ginjal. Jumlah obat yang tidak signifikan dikeluarkan melalui feses. Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi terminal) adalah 18 hingga 36 jam.

Kategori kehamilan dan menyusui :

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan Medixon kaplet pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Interaksi obat :

  • Ketoconazol, boseprevir, ciclosporin, erythromicin, rifamisin, phenitoin, phenobarbital, dan telaprevir.
    Penggunaan obat di atas bersama methylprednisolone dapat menyebabkan terganggunya kerja methylprednisolone dalam mengatasi gatal dan peradangan.
  • Aldesleukin, mifepriston, clopidogrel, warfarin, ibuprofen, celecoxib, aspirin, dan salisilat.
    Penggunaan obat di atas bersama methylprednisolone dapat menyebabkan risiko terjadinya pendarahan atau timbul memar pada kulit.

Apa yang harus dilakukan jika dosis terlewat :

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali atas anjuran dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter :

Jangan berhenti menggunakan metilprednisolon tanpa berbicara dengan dokter Anda. Menghentikan obat secara tiba-tiba dapat menyebabkan hilangnya nafsu makan, sakit perut, muntah, kantuk, kebingungan, sakit kepala, demam, nyeri sendi dan otot, kulit mengelupas, dan penurunan berat badan.
Jika Anda mengonsumsi obat ini dalam dosis besar dan waktu yang lama, dokter mungkin akan menurunkan dosis secara bertahap agar tubuh Anda dapat beradaptasi, sebelum menghentikan obat sepenuhnya. Perhatikan efek samping di atas jika Anda secara bertahap mengurangi dosis dan menghentikan penggunaan obat ini. Jika mengalami efek samping tersebut, segera hubungi dokter. Anda mungkin perlu meningkatkan dosis obat sementara atau mulai meminum obat ini kembali.


Merek: Medixon
Bentuk sediaan: Tablet
Principal/Distributor obat: Dexa Medica
Manufacture: Dexa Medica
Kemasan obat: 1 strip @ 6 tablet (16 mg)

Indikasi/Manfaat Medixon Tablet 16 mg (1 Strip @ 6 Tablet)

  • Mengobati alergi dan peradangan.
  • Mengatasi asma bronkial.
  • Mengobati alergi parah.
  • Mengobati jenis kanker tertentu.
  • Mengobati penyakit kelainan pada darah.
  • Pasien dengan kondisi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang jaringannya sendiri (autoimun).
  • Mengobati gangguan kolagen, seperti lupus eritematosus sistemik.
  • mengobati kelainan endokrin.
  • Mengatasi peradangan sendi (artritis), gangguan kulit, sel darah, ginjal, mata, tiroid, dan usus seperti peradangan pada usus besar atau kolon (kolitis).
  • Mengatasi gangguan pada kulit, seperti gatal-gatal, kemerahan pada kulit, peradangan kulit (dermatitis), peradangan pada kulit yang ditandai dengan kemerahan, kulit kering, dan mudah terkelupas (psoriasis), kelainan pada kulit, mulut, alat kelamin, dubur, dan lapisan bola mata (sindrom Stevens-Johnson), dan kelainan kulit lainnya yang responsif terhadap kortikosteroid.
  • Penyakit peradangan pada sendi yang disebabkan sistem kekebalan tubuh menyerang jaringannya sendiri (rheumatoid arthritis).

Methylprednisolone mampu mengurangi respons sistem kekebalan tubuh terhadap berbagai penyakit, sehingga dapat mengurangi gejala pembengkakan, rasa sakit, dan reaksi alergi.


Dosis Medixon Tablet 16 mg (1 Strip @ 6 Tablet)


Dewasa dan anak-anak berusia 12 tahun ke atas:

  • Dosis awal: 4-48 mg/hari, dikonsumsi dalam dosis tunggal atau dosis terbagi.
  • Dosis pemeliharaan: 4-16 mg/hari.

Anak-anak berusia 12 tahun ke bawah: 0,8-1,5 mg/kgBB/hari.

  • Dosis maksimal: 80 mg/hari.

Dosis dihitung dengan mengalikan berat badan pasien.


Cara Penggunaan Medixon Tablet 16 mg (1 Strip @ 6 Tablet)


Dikonsumsi bersama makanan.

Cara Menyimpan Medixon Tablet 16 mg (1 Strip @ 6 Tablet)


Simpan pada suhu 30°C.

Kontraindikasi/Jangan Menggunakan Medixon Tablet 16 mg (1 Strip @ 6 Tablet) Jika:


  • Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen obat ini.
  • Pasien penderita luka pada dinding lambung (tukak lambung).
  • Pasien penderita peningkatan tekanan bola mata menjadi terlalu tinggi (glaukoma sudut tertutup).
  • Pasien yang mengalami infeksi virus.
  • Pasien penderita infeksi jamur sistemik.
  • Pasien penderita infeksi parasit di dalam usus besar (amebiasis).
  • Pasien penderita gangguan mental.
  • Pasien penderita penyakit saraf yang dapat menyebabkan kelumpuhan permanen (poliomielitis).
  • Pasien yang mengalami pengeroposan tulang (osteoporosis).


Yang Perlu Diperhatikan Saat/Sebelum Menggunakan Medixon Tablet 16 mg (1 Strip @ 6 Tablet)


  • Bayi.
  • Pasien yang mengonsumsi obat ini dalam jangka panjang.
  • Penggunaan bersama asam asetilsalisilat dapat meningkatkan risiko efek samping pada saluran pencernaan, seperti peradangan, perdarahan, dan maag.
  • Pasien dengan riwayat pembedahan pada saluran pencernaan, peradangan berupa kantung-kantung kecil (divertikula) yang muncul pada dinding saluran pencernaan (divertikulitis), luka pada dinding lambung (tukak peptik) aktif atau laten, gangguan ginjal (insufisiensi ginjal), tekanan darah tinggi (hipertensi), pengeroposan tulang (osteoporosis), dan kelemahan otot (myasthenia gravis).
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.
  • Rusaknya organ hati akibat terbentuknya jaringan parut (sirosis).
  • Pasien penderita kencing manis (diabetes melitus).
  • Pasien penderita tuberkulosis.
  • Anak-anak.
  • Pasien dengan kondisi ketika tubuh hanya menghasilkan sedikit hormon tiroid (hipotiroid).
  • Pasien penderita peradangan pada usus besar (kolon) dan bagian akhir usus besar yang tersambung ke anus (kolitis ulseratif non spesifik).


Efek Samping Obat Medixon Tablet 16 mg (1 Strip @ 6 Tablet)


  • Sakit kepala.
    Istirahat dan tidur yang cukup akan membantu Anda lebih relaks. Jika Anda duduk dalam waktu yang lama, bangun dan sering-seringlah bergerak. Lemaskan otot rahang, leher, dan bahu Anda.
  • Muntah.
    Minumlah banyak air untuk menggantikan cairan yang hilang dan mencegah terjadinya dehidrasi. Dehidrasi ditandai dengan penurunan frekuensi dan jumlah urine, serta urine berwarna gelap dan berbau menyengat. Konsumsilah makanan sederhana dan hindari makanan kaya rasa, seperti makanan pedas.
  • Pusing.
    Jika Anda mulai merasa pusing, baringkan tubuh Anda agar tidak pingsan, lalu duduklah sampai Anda merasa lebih baik. Berhati-hatilah saat mengemudi atau mengoperasikan mesin jika Anda pusing.
  • Mudah berkeringat.
    Penggunaan methylprednisolone dapat meningkatkan kadar gula darah yang akan memperburuk kondisi penderita diabetes. Jadi, berkonsultasilah dengan dokter jika mengalami kadar gula darah tinggi, seperti mudah merasa haus dan meningkatnya kecenderungan ingin buang air kecil. Methylprednisolone juga dapat menurunkan kemampuan tubuh dalam melawan infeksi yang menyerang dan akan memperparah infeksi. Konsultasikan juga kepada dokter jika memiliki gejala infeksi, seperti demam, menggigil, sakit tenggorokan terus menerus, dan batuk.
  • Mual.
    Konsumsilah makanan ringan dan hindari makanan berat atau pedas. Minumlah obat ini setelah makan. Hubungi dokter Anda jika gejala berlangsung lebih dari beberapa hari atau semakin memburuk.
  • Gangguan tidur.
  • Rasa terbakar pada dada.
  • Rasa tidak nyaman pada perut (dispepsia).
  • Gatal-gatal.
  • Diare.
  • Kesulitan buang air besar (sembelit).
  • Keringat berlebih.
  • Luka pada dinding lambung (tukak lambung).
  • Perubahan nafsu makan.
  • Kesulitan bernapas.