SehatQ
SehatQ Cart
SehatQ Profile

Lupred Tablet 5 mg (3 Strip @ 10 Tablet)


Harga Produk
Rp 108.000

Jumlah Produk
0

logo-prescription
Obat ResepKirimkan resep ke alamat email apotek@sehatq.comJumlah pembelian obat terbatas.SehatQ memiliki kewenangan untuk tidak memproses pesanan lebih lanjut jika resep tidak dapat diverifikasi.

Deskripsi

Lupred Tablet 5 mg (3 Strip @ 10 Tablet) adalah obat untuk fungsi obat lupred, antara lain: membantu mengatasi kondisi alergi mengatasi gangguan pernapasan, seperti asma mengatasi peradangan, seperti radang sendi karena sistem kekebalan tubuh menyerang jaringannya sendiri (rheumatoid arthritis) dan peradangan kulit yang disertai perubahan pada kulit menjadi kering, bersisik, tebal, dan mudah terkelupas (psoriasis) selain mengatasi peradangan, prednisolon juga terkadang digunakan untuk mengobati gejala dari jenis kanker tertentu.

Informasi zat aktif :

Prednisolone memberikan bantuan untuk area tubuh yang meradang. Ini digunakan untuk mengobati sejumlah kondisi yang berbeda, seperti peradangan, bengkak, alergi parah, masalah adrenal, arthritis, asma, masalah darah atau sumsum tulang, masalah mata atau penglihatan, lupus, kondisi kulit, masalah ginjal, kolitis ulserativa, dan peningkatan multiple sclerosis. Prednisolone adalah kortikosteroid yang mampu bekerja pada sistem kekebalan untuk membantu meredakan pembengkakan, kemerahan, gatal, dan reaksi alergi.

Bedasarkan proses kerja obat dalam tubuh, prednisolone diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan mudah setelah pemberian melalui mulut.
  • Distribusi: Dihilangkan dengan cepat dari darah dan didistribusikan ke otot, hati, kulit, usus, dan ginjal. Terikat secara luas pada protein plasma (transkortin dan albumin); hanya bagian yang tidak terikat yang aktif. Adrenokortikoid didistribusikan ke dalam ASI dan melalui plasenta.
  • Metabolisme: Dimetabolisme di hati.
  • Ekskresi: Metabolit tidak aktif, dan sejumlah kecil obat yang tidak termetabolisme, diekskresikan dalam urine. Jumlah obat yang tidak signifikan dikeluarkan melalui tinja. Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) sekitar 18 hingga 36 jam.

Kategori kehamilan dan menyusui :

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan Lupred tablet pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Interaksi obat :

  • Amfoterisin B dan obat diuretik
    Penggunaan bersama obat di atas dapat meningkatkan risiko hipokalemia atau kadar kalium yang rendah dalam darah.
  • Antasida, kolestiramin, dan kolestipol
    Obat di atas dapat menurunkan penyerapan prednisolone, sehingga efektivitasnya dalam mengatasi alergi dan peradangan akan menurun.
  • Barbiturat, phenytoin, dan rifampicin
    Obat di atas dapat mengurangi efektivitas prednisolone.
  • Glikosida jantung
    Penggunaan dengan glikosida jantung dapat menurunkan kadar kalium dalam darah (hipokalemia) dan meningkatkan risiko toksisitas atau keracunan pada pasien yang menerima obat ini.
  • Estrogen
    Estrogen dapat meningkatkan efektivitas prednisolone dan menyebabkan risiko efek samping, seperti sakit kepala dan vertigo.
  • Insulin dan antidiabetik oral
    Penggunaan bersama obat di atas dapat menyebabkan hiperglikemia atau peningkatan kadar glukosa dalam darah. Sesuaikan dosis obat ini dengan kebutuhan.
  • Isoniazid dan salisilat
    Prednisolone dapat meningkatkan metabolisme obat di atas, sehingga efektivitas obat akan menurun.
  • Antikoagulan oral
    Prednisolone dapat dapat mengurangi efektivitas antikoagulan oral dalam menghambat pembekuan darah.
  • NSAID
    Penggunaan bersama NSAID dapat meningkatkan risiko terjadinya luka pada saluran pencernaan.

Apa yang harus dilakukan jika dosis terlewat :

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal menggunakan obat sebelumnya, segera gunakan obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan gunakan obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan menggunakan total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa menggunakan obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter :

Hubungi dokter Anda segera jika Anda mengalami:

  • Sesak napas (bahkan dengan aktivitas ringan), pembengkakan, dan penambahan berat badan yang cepat.
  • Memar, kulit menipis, atau luka apa pun yang tidak akan sembuh.
  • Depresi berat, perubahan kepribadian, dan pikiran atau perilaku yang tidak biasa.
  • Nyeri baru atau tidak biasa di lengan atau kaki atau di punggung Anda.
  • Feses berdarah, batuk darah atau muntah yang terlihat seperti bubuk kopi.
  • Sakit parah di perut bagian atas menyebar ke punggung, mual dan muntah.
  • Kejang.
  • Kalium rendah yang ditandai dengan kram kaki, sembelit, detak jantung tidak teratur, dada Anda berdebar-debar, peningkatan rasa haus atau buang air kecil, mati rasa atau kesemutan.

Lupred Tablet 5 mg (3 Strip @ 10 Tablet)
Golongan Obat
Obat Keras
Informasi Tambahan
obat resep
Kandungan Utama
Prednisolon
Kelas Terapi
-
Klasifikasi
-
Kemasan
1 box isi 3 strip @ 10 tablet (5 mg)
Produsen
Fahrenheit

Informasi Zat Aktif

Prednisolone memberikan bantuan untuk area tubuh yang meradang. Ini digunakan untuk mengobati sejumlah kondisi yang berbeda, seperti peradangan, bengkak, alergi parah, masalah adrenal, arthritis, asma, masalah darah atau sumsum tulang, masalah mata atau penglihatan, lupus, kondisi kulit, masalah ginjal, kolitis ulserativa, dan peningkatan multiple sclerosis. Prednisolone adalah kortikosteroid yang mampu bekerja pada sistem kekebalan untuk membantu meredakan pembengkakan, kemerahan, gatal, dan reaksi alergi.

Bedasarkan proses kerja obat dalam tubuh, prednisolone diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan mudah setelah pemberian melalui mulut.
  • Distribusi: Dihilangkan dengan cepat dari darah dan didistribusikan ke otot, hati, kulit, usus, dan ginjal. Terikat secara luas pada protein plasma (transkortin dan albumin); hanya bagian yang tidak terikat yang aktif. Adrenokortikoid didistribusikan ke dalam ASI dan melalui plasenta.
  • Metabolisme: Dimetabolisme di hati.
  • Ekskresi: Metabolit tidak aktif, dan sejumlah kecil obat yang tidak termetabolisme, diekskresikan dalam urine. Jumlah obat yang tidak signifikan dikeluarkan melalui tinja. Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) sekitar 18 hingga 36 jam.

Indikasi (manfaat)

Fungsi obat Lupred, antara lain:

  • Membantu mengatasi kondisi alergi
  • Mengatasi gangguan pernapasan, seperti asma
  • Mengatasi peradangan, seperti radang sendi karena sistem kekebalan tubuh menyerang jaringannya sendiri (rheumatoid arthritis) dan peradangan kulit yang disertai perubahan pada kulit menjadi kering, bersisik, tebal, dan mudah terkelupas (psoriasis)

Selain mengatasi peradangan, prednisolon juga terkadang digunakan untuk mengobati gejala dari jenis kanker tertentu.

Komposisi

Prednisolone 5 mg

Dosis

Dewasa: 1-4 tablet/hari. Dosis harus dikurangi secara bertahap hingga mencapai dosis efektif terendah.

Aturan pakai

Dikonsumsi bersama makanan.

Perlu Resep

Ya

Efek Samping

  • Penambahan berat badan
    Cobalah makan tanpa menambah porsi Anda. Olahraga teratur juga akan membantu menjaga berat badan Anda agar tetap stabil.
  • Gangguan pencernaan
    Minum prednisolone dengan makanan untuk mengurangi kemungkinan masalah perut. Hindari makanan dengan rasa yang kuat, seperti pedas saat minum obat ini. Jika gejala terus berlanjut, hubungi dokter.
  • Masalah tidur
    Minumlah prednisolon di pagi hari, sehingga kadarnya paling rendah pada waktu tidur.
  • Kegelisahan
    Jika Anda gelisah saat mencoba tidur, minum prednisolon di pagi hari, sehingga kadarnya paling rendah pada waktu tidur.
  • Banyak berkeringat
    Coba kenakan pakaian longgar. Gunakan kipas angin. Jika cara ini tidak membantu, bicarakan dengan dokter karena Anda mungkin dapat mencoba obat lain.
  • Retensi atau penumpukan cairan, seperti bengkak di tangan atau pergelangan kaki
  • Pusing
  • Sensasi rasa pusing dan merasa sekeliling seperti berputar (vertigo)
  • Gagal jantung kongestif
  • Kelemahan otot
  • Luka pada dinding lambung (tukak lambung)
  • Peradangan pada organ pankreas (pankreatitis)
  • Gugup
  • Perubahan suasana hati, seperti mudah marah
  • Gelisah
  • Perubahan periode menstruasi
  • Sakit kepala
  • Nyeri atau kelemahan otot
  • Perut kembung dan rasa tidak nyaman pada perut
  • Gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit
  • Penurunan kadar kalium
  • Peningkatan tekanan darah tinggi (hipertensi)
  • Peningkatan tekanan bola mata (glaukoma)

Cara Penyimpanan

Simpan di tempat kering dan sejuk pada suhu di bawah 30 °C. Jauhkan dari cahaya matahari langsung.

Perhatian Khusus

  • Pasien yang memiliki gangguan tiroid
  • Pasien yang mengalami depresi dan penyakit mental
  • Pasien penderita tekanan darah tinggi
  • Pasien yang memiliki gangguan otot, seperti myasthenia gravis
  • Pasien penderita kencing manis
  • Pasien yang mengalami kejang
  • Pasien penderita peningkatan tekanan bola mata (glaukoma)
  • Ibu hamil dan menyusui
  • Pasien penderita gagal jantung
  • Pasien yang mengalami gangguan saraf
  • Hindari penghentian secara mendadak
  • Pasien yang menjalani operasi katarak

Kategori Kehamilan

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan Lupred tablet pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen obat ini
  • Pasien yang memiliki luka pada dinding lambung (tukak lambung)
  • Pasien yang mengalami penyakit tuberkulosis
  • Pasien penderita pengeroposan tulang (osteoporosis)
  • Pasien yang mengalami gangguan saraf (neurologis)
  • Pasien penderita gangguan ginjal dan jantung
  • Pasien yang mengalami infeksi jamur pada tubuh
  • Pasien penderita infeksi herpes pada mata

Interaksi (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Amfoterisin B dan obat diuretik
    Penggunaan bersama obat di atas dapat meningkatkan risiko hipokalemia atau kadar kalium yang rendah dalam darah.
  • Antasida, kolestiramin, dan kolestipol
    Obat di atas dapat menurunkan penyerapan prednisolone, sehingga efektivitasnya dalam mengatasi alergi dan peradangan akan menurun.
  • Barbiturat, phenytoin, dan rifampicin
    Obat di atas dapat mengurangi efektivitas prednisolone.
  • Glikosida jantung
    Penggunaan dengan glikosida jantung dapat menurunkan kadar kalium dalam darah (hipokalemia) dan meningkatkan risiko toksisitas atau keracunan pada pasien yang menerima obat ini.
  • Estrogen
    Estrogen dapat meningkatkan efektivitas prednisolone dan menyebabkan risiko efek samping, seperti sakit kepala dan vertigo.
  • Insulin dan antidiabetik oral
    Penggunaan bersama obat di atas dapat menyebabkan hiperglikemia atau peningkatan kadar glukosa dalam darah. Sesuaikan dosis obat ini dengan kebutuhan.
  • Isoniazid dan salisilat
    Prednisolone dapat meningkatkan metabolisme obat di atas, sehingga efektivitas obat akan menurun.
  • Antikoagulan oral
    Prednisolone dapat dapat mengurangi efektivitas antikoagulan oral dalam menghambat pembekuan darah.
  • NSAID
    Penggunaan bersama NSAID dapat meningkatkan risiko terjadinya luka pada saluran pencernaan.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal menggunakan obat sebelumnya, segera gunakan obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan gunakan obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan menggunakan total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa menggunakan obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hubungi dokter Anda segera jika Anda mengalami:

  • Sesak napas (bahkan dengan aktivitas ringan), pembengkakan, dan penambahan berat badan yang cepat.
  • Memar, kulit menipis, atau luka apa pun yang tidak akan sembuh.
  • Depresi berat, perubahan kepribadian, dan pikiran atau perilaku yang tidak biasa.
  • Nyeri baru atau tidak biasa di lengan atau kaki atau di punggung Anda.
  • Feses berdarah, batuk darah atau muntah yang terlihat seperti bubuk kopi.
  • Sakit parah di perut bagian atas menyebar ke punggung, mual dan muntah.
  • Kejang.
  • Kalium rendah yang ditandai dengan kram kaki, sembelit, detak jantung tidak teratur, dada Anda berdebar-debar, peningkatan rasa haus atau buang air kecil, mati rasa atau kesemutan.
SehatQ
Belum Ada UlasanJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.
Nama Produk

Lupred Tablet 5 mg (3 Strip @ 10 Tablet)