Lopamid tablet adalah obat untuk mengatasi diare, seperti diare saat berpergian

Lopamid Tablet 2 mg (1 Strip @ 10 Tablet)


Harga Produk
Mulai dari
Rp 2.625

Jumlah Produk
1

Tersedia 44 Penjual

Apotek Zaafirah
Rp 2.625
Apotek Zaafirah
Kota Depok27.42 km
Apotek Subur Jaya
Rp 2.630
Apotek Subur Jaya
Jakarta Utara8.91 km
Apotek Ade
Rp 2.970
Apotek Ade
Kota Jakarta Selatan8.27 km
Apotek Putih
Rp 3.000
Apotek Putih
Kota Jakarta Selatan6.41 km
logo-prescription
Obat ResepKirimkan resep ke alamat email apotek@sehatq.comJumlah pembelian obat terbatas.SehatQ memiliki kewenangan untuk tidak memproses pesanan lebih lanjut jika resep tidak dapat diverifikasi.

Deskripsi

Lopamid tablet adalah obat untuk mengatasi diare akut yang berlangsung kurang dari 2 minggu atau diare kronis yang berlangsung lebih dari 2 minggu. Selain itu, kegunaan obat Lopamid lainnya adalah untuk mengatasi diare yang terjadi saat bepergian.

Lopamid tablet merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Obat ini mengandung zat aktif loperamide. Zat aktif ini juga dapat digunakan untuk mengendalikan diare yang berhubungan dengan penyakit radang usus, ketika seluruh atau sebagian lapisan usus bengkak, teriritasi, atau terluka.

Selain itu, loperamide juga dapat digunakan untuk mengurangi jumlah cairan pada orang yang melakukan prosedur ileostomy, yaitu pembedahan untuk membuat lubang pembuangan melalui perut.

Informasi zat aktif :

Loperamide bekerja dengan memperlambat pergerakan usus, sehingga frekuensi buang air besar berkurang dan feses menjadi lebih padat. Loperamide dapat membantu meredakan diare, tetapi tidak mengobati penyebab diare, seperti infeksi atau sakit perut.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, loperamid diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Buruk, diserap di saluran pencernaan. Kadar obat yang masuk ke dalam peredaran darah (ketersediaan hayati) sekitar 0,3%.
  • Distribusi: Buruk, didistribusikan ke otak. Memasuki ASI (jumlah kecil).
  • Metabolisme: hampir sepenuhnya dimetabolisme di hati.
  • Ekskresi: Terutama melalui feses (sebagai obat dan metabolit yang tidak berubah) dan urine. Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) kira-kira 10 jam.

Kategori kehamilan dan menyusui :

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan Lopamid tablet pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Interaksi obat :

  • Kuinidin, amiodaron, ritonavir, gemfibrozil, ketokonazol, dan itrakonazol.
    Obat di atas dapat meningkatkan kadar atau efek loperamide, sehingga dapat menyebabkan konstipasi.

Apa yang harus dilakukan jika dosis terlewat :

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali atas anjuran dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa menggunakan obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter :

Hentikan penggunaan dan hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Diare berair atau berdarah.
  • Sakit perut atau kembung.
  • Diare yang memburuk.
  • Detak jantung cepat, dada berdebar-debar, sesak napas, dan pusing tiba-tiba seperti akan pingsan.

Lopamid Tablet 2 mg (1 Strip @ 10 Tablet)
Golongan Obat
Obat Keras
Informasi Tambahan
obat resep
Kandungan Utama
-
Kelas Terapi
-
Klasifikasi Obat
-
Kemasan
1 strip @ 10 tablet (2 mg)
Produsen
Harsen

Indikasi (manfaat) Obat

  • Mengatasi diare yang berlangsung selama 2 minggu ke bawah (diare akut) atau 2 minggu ke atas (diare kronis).
  • Mengatasi diare saat perjalanan atau berpergian.

Diare akut pada orang dewasa mulai tiba-tiba dan dalam banyak kasus mereda dalam beberapa hari. Penyebab yang paling umum adalah infeksi karena bakteri, virus, atau kuman. Loperamide bisa membantu mengatasi diare akut.

Dalam mengatasi diare, loperamide akan mengurangi aliran cairan dan elektrolit ke dalam usus, serta memperlambat gerakan usus. Selain minum obat, perbanyaklah minum air untuk mencegah dehidrasi saat mengalami diare.

Komposisi Obat

Loperamide 2 mg.

Dosis Obat

Diare akut (non spesifik):

  • Dosis awal: 4 mg sebanyak 1-2 kali/hari.
  • Dosis lazim: 2-4 mg sebanyak 1-2 kali/hari.
  • Dosis maksimal: 16 mg/hari.

Diare kronik:

  • Dosis lazim: 4-8 mg/hari.
  • Dosis maksimal: 16 mg/hari.

Aturan pakai obat

Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.

Perlu Resep

Ya

Efek Samping Obat

  • Kesulitan buang air besar (sembeliti).
    Hentikan penggunaan loperamid dan minum banyak air. Jika cara ini tidak membantu, segera hubungi dokter Anda.
  • Pusing.
    Jika loperamide membuat Anda merasa pusing saat berdiri, cobalah bangun dengan sangat lambat atau tetap duduk sampai Anda merasa lebih baik. Jika Anda mulai merasa pusing, berbaringlah agar tidak pingsan, duduklah sampai Anda merasa lebih baik. Berhati-hatilah saat mengemudikan kendaraan atau menggunakan mesin.
  • Sakit perut.
    Konsumsi loperamid dengan atau setelah makan. Makanlah dalam jumlah sedikit dan hindari makanan pedas.
  • Sakit kepala.
    Istirahat yang cukup dan konsumsi banyak cairan. Jangan minum terlalu banyak alkohol. Mintalah apoteker merekomendasikan obat penghilang rasa sakit. Segera hubungi dokter Anda jika sakit kepala berlangsung lebih dari seminggu atau bertambah buruk.
  • Lesu.
  • Ruam pada kulit.
  • Kelelahan.
  • Mual.
  • Otot usus mengalami kelumpuhan (ileus).
  • Zat (gas atau cairan) menumpuk di dalam perut yang menyebabkan perut atau pinggang mengembung melebihi ukuran normal (distensi abdomen).
  • Nyeri pada perut.
  • Feses berdarah.
  • Gatal pada sebagian atau seluruh tubuh (pruritus).
  • Kehilangan kesadaran sementara (sinkop).
  • Detak jantung berdetak terlalu cepat.
  • Nyeri pada perut.
  • Pelebaran atau pembesaran usus besar (megakolon toksik).
  • Mulut kering.
  • Pusing.
  • Muntah.
  • Pembengkakan akibat penumpukan cairan pada beberapa bagian tubuh yang biasanya berada di sekitar mata, pipi, atau bibir (angioedema).
  • Ruam pada kulit.

Cara Penyimpanan Obat

Simpan pada suhu di bawah 20-25°C.

Perhatian Khusus

  • Pasien penderita acquired immune deficiency syndrome (AIDS).
  • Pasien yang mengalami pendarahan pada leher kandung kemih.
  • Dapat menyebabkan terjadinya dehidrasi, sehingga harus mengonsumsi cairan dan elektrolit.
  • Pasien penderita peningkatan tekanan bola mata (glaukoma).
  • Pasien penderita penyumbatan pada pyloric.
  • Pasien penderita gangguan irama jantung (aritmia).
  • Pasien penderita gangguan hati.
  • Anak-anak.
  • Wanita hamil dan menyusui.
  • Hentikan penggunaan jika terjadi sembelit, perut kembung, dan kelumpuhan pada usus (ileus).

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap loperamide.
  • Pasien dengan kondisi gas atau cairan menumpuk di dalam perut yang menyebabkan perut atau pinggang mengembung (distensi abdomen).
  • Pasien yang mengalami demam tinggi.
  • Pasien penderita diare karena infeksi.
  • Pasien yang mengalami diare berdarah.
  • Pasien dengan kondisi otot usus mengalami kelumpuhan (ileus).
  • Pasien dengan peradangan kronis pada usus besar.
  • Pasien disentri akut.
  • Pasien dengan peradangan pada usus besar atau usus halus (enterokolitis).
  • Hindari penggunaan pada pasien yang mengalami kesulitan buang air besar (konstipasi).
  • Diare akut yang berkaitan dengan organisme yang mempenetrasi mukosa usus atau kolitis pseudomembranosa yang disebabkan antibiotik spektrum luas.
  • Anak-anak berusia 2 tahun ke bawah.
-
SehatQ
Produk ini belum diulasJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.
Nama Produk

Lopamid Tablet 2 mg (1 Strip @ 10 Tablet)

Total

Rp 2.625

Jual dan Beli Lopamid Tablet 2 mg (1 Strip @ 10 Tablet) dari Apotek Online Toko SehatQ

Lopamid tablet adalah obat untuk mengatasi diare akut yang berlangsung kurang dari 2 minggu atau diare kronis yang berlangsung lebih dari 2 minggu. Selain itu, kegunaan obat Lopamid lainnya adalah untuk mengatasi diare yang terjadi saat bepergian.

Lopamid tablet merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Obat ini mengandung zat aktif loperamide. Zat aktif ini juga dapat digunakan untuk mengendalikan diare yang berhubungan dengan penyakit radang usus, ketika seluruh atau sebagian lapisan usus bengkak, teriritasi, atau terluka.

Selain itu, loperamide juga dapat digunakan untuk mengurangi jumlah cairan pada orang yang melakukan prosedur ileostomy, yaitu pembedahan untuk membuat lubang pembuangan melalui perut.

Informasi zat aktif :

Loperamide bekerja dengan memperlambat pergerakan usus, sehingga frekuensi buang air besar berkurang dan feses menjadi lebih padat. Loperamide dapat membantu meredakan diare, tetapi tidak mengobati penyebab diare, seperti infeksi atau sakit perut.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, loperamid diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Buruk, diserap di saluran pencernaan. Kadar obat yang masuk ke dalam peredaran darah (ketersediaan hayati) sekitar 0,3%.
  • Distribusi: Buruk, didistribusikan ke otak. Memasuki ASI (jumlah kecil).
  • Metabolisme: hampir sepenuhnya dimetabolisme di hati.
  • Ekskresi: Terutama melalui feses (sebagai obat dan metabolit yang tidak berubah) dan urine. Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) kira-kira 10 jam.

Kategori kehamilan dan menyusui :

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan Lopamid tablet pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Interaksi obat :

  • Kuinidin, amiodaron, ritonavir, gemfibrozil, ketokonazol, dan itrakonazol.
    Obat di atas dapat meningkatkan kadar atau efek loperamide, sehingga dapat menyebabkan konstipasi.

Apa yang harus dilakukan jika dosis terlewat :

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali atas anjuran dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa menggunakan obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter :

Hentikan penggunaan dan hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Diare berair atau berdarah.
  • Sakit perut atau kembung.
  • Diare yang memburuk.
  • Detak jantung cepat, dada berdebar-debar, sesak napas, dan pusing tiba-tiba seperti akan pingsan.


Merek: {""id""=>2218, ""label""=>""Lopamid"", ""data_custom""=>{""id""=>2218, ""label""=>""Lopamid""}}
Bentuk sediaan: Tablet
Principal/Distributor obat: Harsen
Manufacture: Harsen
Kemasan obat: 1 strip @ 10 tablet (2 mg)

Indikasi/Manfaat Lopamid Tablet 2 mg (1 Strip @ 10 Tablet)

  • Mengatasi diare yang berlangsung selama 2 minggu ke bawah (diare akut) atau 2 minggu ke atas (diare kronis).
  • Mengatasi diare saat perjalanan atau berpergian.

Diare akut pada orang dewasa mulai tiba-tiba dan dalam banyak kasus mereda dalam beberapa hari. Penyebab yang paling umum adalah infeksi karena bakteri, virus, atau kuman. Loperamide bisa membantu mengatasi diare akut.

Dalam mengatasi diare, loperamide akan mengurangi aliran cairan dan elektrolit ke dalam usus, serta memperlambat gerakan usus. Selain minum obat, perbanyaklah minum air untuk mencegah dehidrasi saat mengalami diare.


Dosis Lopamid Tablet 2 mg (1 Strip @ 10 Tablet)


Diare akut (non spesifik):

  • Dosis awal: 4 mg sebanyak 1-2 kali/hari.
  • Dosis lazim: 2-4 mg sebanyak 1-2 kali/hari.
  • Dosis maksimal: 16 mg/hari.

Diare kronik:

  • Dosis lazim: 4-8 mg/hari.
  • Dosis maksimal: 16 mg/hari.

Cara Penggunaan Lopamid Tablet 2 mg (1 Strip @ 10 Tablet)


Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.

Cara Menyimpan Lopamid Tablet 2 mg (1 Strip @ 10 Tablet)


Simpan pada suhu di bawah 20-25°C.

Kontraindikasi/Jangan Menggunakan Lopamid Tablet 2 mg (1 Strip @ 10 Tablet) Jika:


  • Pasien yang memiliki alergi terhadap loperamide.
  • Pasien dengan kondisi gas atau cairan menumpuk di dalam perut yang menyebabkan perut atau pinggang mengembung (distensi abdomen).
  • Pasien yang mengalami demam tinggi.
  • Pasien penderita diare karena infeksi.
  • Pasien yang mengalami diare berdarah.
  • Pasien dengan kondisi otot usus mengalami kelumpuhan (ileus).
  • Pasien dengan peradangan kronis pada usus besar.
  • Pasien disentri akut.
  • Pasien dengan peradangan pada usus besar atau usus halus (enterokolitis).
  • Hindari penggunaan pada pasien yang mengalami kesulitan buang air besar (konstipasi).
  • Diare akut yang berkaitan dengan organisme yang mempenetrasi mukosa usus atau kolitis pseudomembranosa yang disebabkan antibiotik spektrum luas.
  • Anak-anak berusia 2 tahun ke bawah.

Yang Perlu Diperhatikan Saat/Sebelum Menggunakan Lopamid Tablet 2 mg (1 Strip @ 10 Tablet)


  • Pasien penderita acquired immune deficiency syndrome (AIDS).
  • Pasien yang mengalami pendarahan pada leher kandung kemih.
  • Dapat menyebabkan terjadinya dehidrasi, sehingga harus mengonsumsi cairan dan elektrolit.
  • Pasien penderita peningkatan tekanan bola mata (glaukoma).
  • Pasien penderita penyumbatan pada pyloric.
  • Pasien penderita gangguan irama jantung (aritmia).
  • Pasien penderita gangguan hati.
  • Anak-anak.
  • Wanita hamil dan menyusui.
  • Hentikan penggunaan jika terjadi sembelit, perut kembung, dan kelumpuhan pada usus (ileus).

Efek Samping Obat Lopamid Tablet 2 mg (1 Strip @ 10 Tablet)


  • Kesulitan buang air besar (sembeliti).
    Hentikan penggunaan loperamid dan minum banyak air. Jika cara ini tidak membantu, segera hubungi dokter Anda.
  • Pusing.
    Jika loperamide membuat Anda merasa pusing saat berdiri, cobalah bangun dengan sangat lambat atau tetap duduk sampai Anda merasa lebih baik. Jika Anda mulai merasa pusing, berbaringlah agar tidak pingsan, duduklah sampai Anda merasa lebih baik. Berhati-hatilah saat mengemudikan kendaraan atau menggunakan mesin.
  • Sakit perut.
    Konsumsi loperamid dengan atau setelah makan. Makanlah dalam jumlah sedikit dan hindari makanan pedas.
  • Sakit kepala.
    Istirahat yang cukup dan konsumsi banyak cairan. Jangan minum terlalu banyak alkohol. Mintalah apoteker merekomendasikan obat penghilang rasa sakit. Segera hubungi dokter Anda jika sakit kepala berlangsung lebih dari seminggu atau bertambah buruk.
  • Lesu.
  • Ruam pada kulit.
  • Kelelahan.
  • Mual.
  • Otot usus mengalami kelumpuhan (ileus).
  • Zat (gas atau cairan) menumpuk di dalam perut yang menyebabkan perut atau pinggang mengembung melebihi ukuran normal (distensi abdomen).
  • Nyeri pada perut.
  • Feses berdarah.
  • Gatal pada sebagian atau seluruh tubuh (pruritus).
  • Kehilangan kesadaran sementara (sinkop).
  • Detak jantung berdetak terlalu cepat.
  • Nyeri pada perut.
  • Pelebaran atau pembesaran usus besar (megakolon toksik).
  • Mulut kering.
  • Pusing.
  • Muntah.
  • Pembengkakan akibat penumpukan cairan pada beberapa bagian tubuh yang biasanya berada di sekitar mata, pipi, atau bibir (angioedema).
  • Ruam pada kulit.