SehatQ
SehatQ Cart
SehatQ Profile
Lodia tablet adalah obat yang digunakan untuk mengobati diare akut dan kronis

Lodia Tablet 2 mg (1 Strip @ 10 Tablet)


Harga Produk
Mulai dari
Rp 11.745

Jumlah Produk
1

Tersedia 83 Penjual

Mandjur
Rp 13.100
Mandjur
Kota Jakarta Pusat1.32 km
Apotek Melati Mas
Rp 11.745
Apotek Melati Mas
Kota Tangerang Selatan21.66 km
Apotek A.K.A Farma
Rp 12.400
Apotek A.K.A Farma
Kota Jakarta Barat7.74 km
Apotek Eksotika
Rp 12.510
Apotek Eksotika
Kota Semarang406.47 km
logo-prescription
Obat ResepKirimkan resep ke alamat email apotek@sehatq.comJumlah pembelian obat terbatas.SehatQ memiliki kewenangan untuk tidak memproses pesanan lebih lanjut jika resep tidak dapat diverifikasi.

Deskripsi

Lodia tablet adalah obat yang digunakan untuk mengobati diare akut yang tidak diketahui penyebabnya dan diare kronis yang berlangsung lebih dari dua minggu.

Obat ini juga digunakan untuk mengurangi jumlah feses pada orang yang akan menjalani pembedahan ileostomy. Pembedahan ini umumnya dilakukan pada pasien dengan gangguan fungsi usus besar dan rektum.

Lodia tablet mengandung zat aktif loperamide. Selain kondisi di atas, loperamide juga dapat mencegah diare berulang yang disebabkan penyakit Crohn, kolitis ulseratif atau radang usus kronis, dan sindrom usus pendek.

Obat ini merupakan obat keras, sehingga untuk menggunakan obat harus dengan resep dokter. Hal tersebut guna menghindari penyalahgunaan penggunaan obat dan efek samping yang tidak diinginkan.

Beli obat online di Toko SehatQ - Pasti asli!

Nikmati promo GRATIS Ongkir ke seluruh Indonesia. Temukan kode promonya di https://toko.sehatq.com/voucher

Lodia Tablet 2 mg (1 Strip @ 10 Tablet)
Golongan Obat
Obat Keras
Informasi Tambahan
obat resep
Kandungan Utama
Loperamide
Kelas Terapi
Antidiare
Klasifikasi
Agonis opioid
Kemasan
1 Strip @ 10 Tablet (2 mg)
Produsen
Sanbe Farma

Informasi Zat Aktif

Loperamide, zat aktif dalam obat ini, merupakan obat golongan agonis opioid reseptor yang bekerja dengan cara memperlambat pergerakan usus.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, loperamid diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap buruk di saluran pencernaan. Kadar obat yang masuk ke dalam peredaran darah (ketersediaan hayati) sekitar 0,3%.
  • Distribusi: Didistribusikan ke otak. Memasuki ASI dalam jumlah kecil.
  • Metabolisme: Hampir sepenuhnya dimetabolisme di hati.
  • Ekskresi: Dikeluarkan terutama melalui feses dan air seni. Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) kira-kira selama 10 jam.

Indikasi (manfaat)

  • Mengatasi diare akut yang tidak diketahui penyebabnya dan diare yang terjadi dalam waktu yang lama atau diare kronis
  • Mengurangi jumlah feses pada orang yang akan menjalani operasi terkait masalah buang air besar yang disebabkan adanya gangguan pada usus besar (ileostomy)

Loperamide bekerja dengan memperlambat aktivitas usus Anda. Proses tersebut akan membuat usus memiliki lebih banyak waktu untuk menyerap zat-zat dari makanan dan menyerap kembali air yang keluar. Dengan begitu, feses akan lebih padat.

Komposisi

Loperamide HCl 2 mg

Dosis

Diare kronis

  • Dewasa:
    • Dosis awal: 2-4 tablet dikonsumsi dalam dosis terbagi, tambah 1 tablet setiap buang air besar
    • Dosis maksimal: Maksimal 8 tablet/hari. Hentikan penggunaan apabila selama 48 jam tidak terlihat perbaikan.

Diare akut nonspesifik

  • Dewasa:
    • Dosis awal: 2 tablet, dilanjutkan dengan 1 tablet setiap setelah buang air besar
    • Dosis maksimal: Maksimal 8 tablet/hari. Hentikan penggunaan apabila selama 48 jam tidak terlihat perbaikan.
  • Anak-anak:
    • 4-8 tahun: 1 mg (1/2 tablet) sebanyak 3-4 kali/hari dalam dosis terbagi
    • 9-12 tahun: 1 tablet sebanyak 4 kali/hari dalam dosis terbagi, selama 5 hari

 

Aturan pakai

Dapat diberikan dengan atau tanpa makanan.

Perlu Resep

Ya

Efek Samping

  • Perut kembung
    Hindari makanan yang mengandung gas, seperti lentil, kacang-kacangan, dan bawang. Makanlah secara perlahan dengan porsi lebih sedikit, tetapi lebih sering. Berolahraga secara teratur juga mungkin dapat membantu mengurangi efek samping ini.
    Minumlah obat yang bisa Anda beli di apotek untuk membantu mengatasi angin, seperti tablet arang atau simethicone.
  • Kesulitan buang air besar (sembelit)
    Konsumsilah lebih banyak makanan berserat tinggi, seperti buah, sayuran segar, dan sereal, serta minumlah banyak air. Lakukan olahraga dengan berjalan-jalan atau berlari setiap hari. Jika cara ini tidak membantu, segera hubungi apoteker atau dokter Anda.
  • Mual
    Coba minum loperamide dengan atau setelah makan atau ngemil. Konsumsilah makanan sederhana dan hindari makanan kaya rasa atau pedas.
  • Pusing
    Jika Anda mulai merasa pusing, berbaringlah agar tidak pingsan, lalu duduklah sampai Anda merasa lebih baik. Berhati-hatilah saat mengemudi atau mengoperasikan mesin jika Anda pusing.
  • Muntah
  • Nyeri perut
  • Ruam kulit
  • Letih
  • Mengantuk
  • Infeksi bakteri Clostridium difficile pada usus (toksik megakolon)

Cara Penyimpanan

Simpan pada suhu 20-25°C dan terlindung dari cahaya matahari langsung.

Perhatian Khusus

  • Pasien penderita gangguan irama jantung (aritmia)
  • Pasien penderita acquired immune deficiency syndrome (AIDS)
  • Pasien penderita peningkatan tekanan bola mata (glaukoma)
  • Pasien penderita penyumbatan pada pyloric
  • Pasien dengan sembelit, perut kembung, dan kelumpuhan usus (ileus)
  • Pasien yang mengalami pendarahan pada leher kandung kemih
  • Pasien penderita peradangan pada usus besar (kolitis akut)
  • Pasien yang mengalami infeksi bakteri atau parasit
  • Anak-anak berusia di bawah 2 tahun 
  • Pasien dengan gangguan fungsi hati
  • Ibu hamil dan menyusui

Hindari mengemudi kendaraan atau menjalankan mesin jika Anda mengantuk, pusing, dan kelelahan. Imbangi penggunaan obat ini dengan minum cairan yang cukup.

Jika selama 48 jam sejak digunakan tidak ada perbaikan, hentikan penggunaan obat. Obat ini tidak direkomendasikan untuk penggunaan jangka panjang.

Kategori Kehamilan

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan Lodia tablet pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin. Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien disentri akut yang ditandai dengan feses berdarah dan demam tinggi
  • Pasien dengan kelumpuhan otot usus (ileus)
  • Pasien dengan peradangan usus besar kronis
  • Pasien dengan penumpukan gas atau cairan di dalam perut yang menyebabkan perut atau pinggang mengembung (distensi abdomen)
  • Pasien dengan peradangan pada usus besar atau usus halus (enterokolitis)
  • Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen obat ini
  • Pasien penderita diare karena infeksi
  • Pasien yang mengalami kesulitan buang air besar (sembelit)

Interaksi (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Desmopresin oral
    Lorapamid dapat meningkatkan efek dan kadar desmopresin oral, sehingga dapat menyebabkan terjadinya efek samping.
  • Quinidine, ritonavir, dan ketoconazole
    Obat di atas dapat meningkatkan kadar Lodia tablet, sehingga akan menimbulkan reaksi terjadinya efek samping
  • Kuinidin, ritonavir, gemfibrozil, ketokonazol, dan itrakonazol
    Penggunaan lorapamid dengan obat di atas dapat meningkatkan konsentrasi obat dan risiko efek samping.
  • Saquinavir
    Lodia tablet dapat menurunkan sebagian kadar saquinavir dalam tubuh, sehingga akan menurunkan efektivitas saquinavir.
  • Obat golongan narkotika yang dapat mengurangi rasa sakit (opioid), obat untuk mengatasi alergi (antihistamin), obat untuk mengurangi pergerakan usus (antikolinergik), dan obat untuk gangguan mental seperti halusinasi (antipsikotik)
    Penggunaan bersama obat di atas dapat menyebabkan sembelit atau kesulitan buang air besar.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya
    Jika masih dekat dengan jadwal sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali atas anjuran dokter.
  • Sering lupa mengonsumsi obat
    Jika sering lupa mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hentikan penggunaan dan hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Diare yang berair atau berdarah
  • Sakit perut atau perut kembung
  • Diare yang sedang berlangsung atau memburuk
  • Detak jantung cepat, dada berdebar-debar, sesak napas, dan pusing tiba-tiba seperti akan pingsan

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/lodia/?type=brief
Diakses pada 10 Juni 2021

Drugs. https://www.drugs.com/mtm/loperamide.html
Diakses pada 10 Juni 2021

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-4789-4025/loperamide-oral/loperamide-oral/details
Diakses pada 10 Juni 2021

NHS. https://www.nhs.uk/medicines/loperamide/
Diakses pada 10 Juni 2021

Patient. https://patient.info/medicine/loperamide-for-diarrhoea-imodium-diah-limit-dioraleze-entrocalm-norimode
Diakses pada 10 Juni 2021

SehatQ
Belum Ada UlasanJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.
Nama Produk

Lodia Tablet 2 mg (1 Strip @ 10 Tablet)

Total

Rp 13.100

Jual dan Beli Lodia Tablet 2 mg (1 Strip @ 10 Tablet) dari Apotek Online Toko SehatQ

Lodia Tablet diformulasikan khusus untuk mengurangi frekuensi buang air besar dan memadatkan feses agar kinerja saluran pencernaan dapat ditekan. Lodia Tablet mengandung loperamid yang bekerja efektif untuk meredakan diare kronis yang terjadi dalam waktu yang lama (2 minggu) atau diare tanpa penyebab spesifik (diare akut non spesifik).


Loperamid akan memperlambat saluran cerna sehingga usus dapat menyerap nutrisi serta zat dari makanan, hal tersebut yang akan membantu feses atau tinja menjadi lebih padat. Dengan demikian, frekuensi buang air besar yang cair dan terjadi terus-menerus dapat dikurangi.


Lodia Tablet dapat diberikan kepada ibu hamil setelah berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu dan apabila manfaat yang diberikan lebih besar dibandingkan risiko yang mungkin akan terjadi pada janin. Penggunaan Lodia Tablet harus berdasarkan anjuran dari dokter, apoteker, dan tenaga kesehatan lainnya. Beli online Lodia Tablet dengan harga terbaru di Toko SehatQ, pasti asli!


Merek: Lodia
Bentuk sediaan: Tablet
Principal/Distributor obat: Sanbe Farma
Manufacture: Sanbe Farma
Kemasan obat: 1 strip @ 10 tablet

Indikasi/Manfaat Lodia Tablet 2 mg (1 Strip @ 10 Tablet)

  • Mengatasi diare akut yang tidak diketahui penyebabnya (diare akut non spesifik).
  • Mengbati diare yang berlangsung lama hingga lebih dari 2 minggu (diare kronik).

Dosis Lodia Tablet 2 mg (1 Strip @ 10 Tablet)


Diare akut non spesifik:

  • Dosis awal: 2 tablet/hari.
  • Dosis lazim: 1 hingga 2 tablet sebanyak 1-2 kali/hari.

Diare kronik:

  • Dosis: 2 hingga 4 tablet/hari.

Hentikan terapi apabila setelah 48 jam tidak menunjukan perbaikan. Peningkatan dosis dapat terjadi sesuai dengan anjuran dari dokter.


Cara Penggunaan Lodia Tablet 2 mg (1 Strip @ 10 Tablet)


Dapat dikonsumsi sebelum makan atau bersama dengan makanan.

Cara Menyimpan Lodia Tablet 2 mg (1 Strip @ 10 Tablet)


Simpan pada tempat sejuk dan kering, serta terlindung dari sinar matahari langsung.

Kontraindikasi/Jangan Menggunakan Lodia Tablet 2 mg (1 Strip @ 10 Tablet) Jika:


  • Penderita hipersensitif terhadap loperamid.
  • Pasien yang mengalami konstipasi.
  • Pasien dengan peradangan usus yang akut (kolitis akut).
  • Ibu hamil dan menyusui.
  • Bayi dan anak usia dibawah 12 tahun.

Yang Perlu Diperhatikan Saat/Sebelum Menggunakan Lodia Tablet 2 mg (1 Strip @ 10 Tablet)


  • Pasien dengan gangguan fungsi hati.
  • Pasien diare yang di sebabkan oleh infeksi bakteri atau parasit.
  • Jangan digunakan apabila pasien mengalami demam tinggi atau tinja berdarah.

Efek Samping Obat Lodia Tablet 2 mg (1 Strip @ 10 Tablet)


  • Sakit perut, kembung, susah buang air besar (konstipasi), mual, muntah.
  • Pelebaran usus besar yang terjadi dengan cepat (megakolon toksik).
  • Pusing.
  • Rasa lelah.
  • Ruam pada kulit.