SehatQ
SehatQ Cart
SehatQ Profile
Flumin Plus sirup adalah obat untuk meringankan gejala flu seperti demam, sakit kepala, hidung tersumbat, dan bersin-bersin yang disertai batuk.

Lodecon Forte Kaplet (1 Strip @ 10 Kaplet)


Harga Produk
Rp 15.900

Jumlah Produk
1

Tersedia 1 Penjual

Apotek Tasya Farma
Rp 15.900
Apotek Tasya Farma
Kabupaten Tangerang34.33 km

Deskripsi

Flumin Plus sirup adalah obat untuk meringankan gejala flu seperti demam, sakit kepala, hidung tersumbat, dan bersin-bersin yang disertai batuk. Obat ini merupakan obat bebas terbatas. Flumin Plus sirup mengandung zat aktif parasetamol, fenilpropanolamin HCl, deksklorfeniramin maleat, guaifenesin, dan dekstrometorfan HBr. Parasetamol adalah obat untuk meredakan nyeri dan menurunkan demam, parasetamol bekerja dengan mengurangi produksi prostaglandin atau zat penyebab peradangan, penurunan prostaglandin dalam tubuh akan mengurangi gejela peradangan seperti demam dan nyeri. Fenilpropanolamin adalah obat untuk meringankan gejala hidung tersumbat yang bekerja dengan menciutkan pembuluh darah pada hidung, sinus, dan dada sehingga akan melancarkan daerah-daerah tersebut, serta mengurangi penyumbatan pada hidung. Deksklorfeniramin maleat adalah obat untuk mengatasi alergi yang bekerja dengan menghambat produksi histamin dalam tubuh saat mengalami reaksi alergi. Guaifenesin adalah obat yang dapat mengatasi batuk yang disebabkan akibat flu, peradangan pada paru, dan gangguan pernapasan lainnya, guaifenesin bekerja dengan dengan mengencerkan dahak pada saluran pernapasan sehingga melancarkan pernapasan. Dekstrometorfan HBr adalah obat untuk mengatasi batuk kering, obat ini bekerja dengan menekan batuk.

Beli obat online di Toko SehatQ - Pasti asli!

Nikmati promo GRATIS Ongkir ke seluruh Indonesia. Temukan kode promonya di https://toko.sehatq.com/voucher

Lodecon Forte Kaplet (1 Strip @ 10 Kaplet)
Golongan Obat
Obat Bebas Terbatas
Informasi Tambahan
-
Kandungan Utama
Parasetamol, fenilpropanolamin HCl, deksklorfeniramin maleat, guaifenesin, dan dekstrometorfan HBr
Kelas Terapi
Analgesik, antipiretik, antihistamin, dan dekongestan
Klasifikasi
-
Kemasan
1 box isi 1 botol @ 60 ml
Produsen
Zenith Pharmaceuticals

Informasi Zat Aktif

Paracetamol adalah obat yang dapat menurunkan demam (antipiretik) dan meredakan nyeri (analgetik). Obat ini dapat mengurangi produksi bahan kimia yang menyebabkan terjadinya peradangan dan pembengkakan, yaitu prostaglandin, di otak. paracetamol mengurangi rasa sakit dengan meningkatkan ambang rasa sakit.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, paracetamol diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan baik setelah pemberian oral. Waktu saat obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu puncak konsentrasi plasma) sekitar 10-60 menit (oral).
  • Distribusi: Didistribusikan ke sebagian besar jaringan tubuh. Melintasi plasenta dan memasuki ASI. Ikatan protein plasma sekitar 10-25%.
  • Metabolisme: Terutama dimetabolisme di hati melalui konjugasi asam glukuronat dan sulfat, selanjutnya dimetabolisme melalui konjugasi dengan glutathione di hati dan ginjal.
  • Ekskresi: Terutama melalui urine kurang dari 5% sebagai obat yang tidak berubah; 60-80% sebagai metabolit glukuronida dan 20-30% sebagai metabolit sulfat). Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) sekitar 1-3 jam.

Guaiphenesin bertindak sebagai ekspektoran dengan meningkatkan hidrasi kelenjar pernapasan dan mengurangi kekentalan dahak, sehingga mudah dikeluarkan melalui batuk.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, Guaiphenesin diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan baik dari saluran gastrointestinal. Waktu saat obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu untuk konsentrasi plasma puncak) kira-kira 15 menit.
  • Distribusi: Memasuki ASI (dalam jumlah kecil).
  • Metabolisme: Dimetabolisme di hati.
  • Ekskresi: Terutama melalui urine. Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) Kira-kira 1 jam.

Phenylpropanolamine sering digunakan secara oral sebagai garam HCl untuk mengatasi hidung tersumbat.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, phenilpropanolamie diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan mudah dan sempurna dari saluran pencernaan. Waktu saat obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu untuk konsentrasi plasma puncak) 1-2 jam.
  • Metabolisme: Menjalani metabolisme hati parsial.
  • Ekskresi: Melalui urine 80-90% (tidak berubah). Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh).
  • Sekitar 3-5 jam.

Dextrometorphan menekan refleks batuk dengan tindakan langsung pada pusat batuk di jaringan ginjal (medula). Dextromethorphan memiliki potensi antitusif yang hampir sama dengan kodein yang merupakan obat pereda nyeri. Namun, obat ini tidak menyebabkan kecanduan dan tidak memiliki aksi obat batuk berdahak (ekspektoran). Dextrometorphan juga menghasilkan lebih sedikit efek samping jika dibandingkan kodein. Obat ini digunakan untuk meredakan frekuensi batuk.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, dextrometorphan diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan mudah dari saluran cerna.
  • Distribusi: Tidak diketahui.
  • Metabolisme: Dimetabolisme secara ekstensif oleh hati.
  • Ekskresi: Sedikit yang diekskresikan tidak berubah terutama dalam urine, sekitar 7% sampai 10% diekskresikan dalam tinja.

Chlorpheniramine maleate termasuk dalam kelompok obat yang disebut antihistamin. Antihistamin membantu mengurangi gejala alergi dengan menghambat produksi zat histamin di tubuh.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, chlorpheniramine maleate diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan baik dari saluran GI. Makanan di perut menunda penyerapan tetapi tidak mempengaruhi kadar obat yang masuk ke dalam peredaran darah (ketersediaan hayati).
  • Distribusi: Didistribusikan secara luas ke dalam tubuh; obat itu sekitar 72% terikat protein.
  • Metabolisme: Metabolisme sebagian besar di sel mukosa GI dan hati (efek lintasan pertama).
  • Ekskresi: Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh) adalah 12 hingga 43 jam pada orang dewasa dan 10 hingga 13 jam pada anak-anak; obat dan metabolit diekskresikan dalam urin.

Indikasi (manfaat)

Meringankan gejala flu seperti: - Demam. - Sakit kepala. - Hidung tersumbat. - Bersin yang disertai batuk.

Komposisi

Tiap 5 ml:

  • Parasetamol 125 mg
  • Fenilpropanolamin HCI 3,5 mg
  • Deksklorfeniramin maleat 0,5 mg
  • Guaifenesin 50 mg
  • Dekstrometorfan HBr 5 mg

Dosis

  • Dewasa: 4 sendok takar 5 ml (20 ml) sebanyak 3 kali/hari
  • Anak-anak 6-12 tahun: 2 sendok takar 5 ml (10 ml) sebanyak 3 kali/hari

Aturan pakai

Dikonsumsi sesudah makan.

Perlu Resep

Tidak

Efek Samping

  • Mengantuk
  • Mual
  • Kesulitan buang air besar (konstipasi)
  • Muntah
  • Detak jantung melebihi 100 kali per menit (takikardi)
  • Gangguan yang terjadi pada irama jantung (aritmia)
  • Mulut kering
  • Jantung berdebar-debar (palpitasi)
  • Pada penggunaan dosis besar dan jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan hati
  • Gangguan pada kandung kemih untuk mengeluarkan urin (retensi urine)

Cara Penyimpanan

Simpan ditempat sejuk dan kering. Hindari paparan sinar matahari langsung.

Perhatian Khusus

  • Pasien dengan risiko tekanan darah tinggi (hipertensi) atau stroke seperti pasien dengan berat badan yang berlebih atau pasien lanjut usia
  • Pasien penderita gangguan fungsi hati
  • Pasien penderita gangguan fungsi ginjal
  • Pasien yang mengalami peningkatan tekanan bola mata (glaukoma)
  • Pasien yang mengalami pembesaran kelenjar prostat (hipertrofi prostat)
  • Pasien yang memiliki kadar hormon tiroid terlalu tinggi di dalam tubuh (hipertiroid)
  • Pasien yang mengalami kesulitan buang air kecil (retensi urine)
  • Pasien dalam kondisi lemah
  • Pasien yang mengonsumsi alkohol
  • Pasien kekurangan oksigen (hipoksia)
  • Dapat mengganggu kemampuan mengemudi atau menjalankan mesin
  • Anak-anak 6 tahun ke bawah

Kategori Kehamilan

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan Lodecon Forte kaplet pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien penderita tekanan darah tinggi yang berat (hipertensi berat)
  • Pasien penderita penyakit jantung
  • Pasien penderita kencing manis (diabetes melitus)
  • Pasien dengan gangguan fungsi hati yang berat
  • Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen obat ini

Interaksi (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Metoklopramid dapat meningkatkan efek dari parasetamol
  • Karbamazin, fenobarbital, dan fenitoin dapat meningkatkan risiko terjadinya kerusakan hati
  • Kolestiramin dapat mengurangi efek parasetamol
  • Obat penghambat pembekuan darah (antikoagulan) seperti warfarin dapat meningkatkan risiko terjadinya pendarahan
  • Penggunaan bersama penghambat monoamin oksidase seperti furozolidon, linezolid, fenelzin, dan transilpromin dapat meningkatkan tekanan darah

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutnya konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa untuk mengonsumsi obat, cobalah untuk menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau meminta bantuan orang lain untuk membantu mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Berhenti menggunakan obat ini dan hubungi dokter Anda segera jika Anda memiliki efek samping yang serius seperti:

  • Detak jantung cepat atau tidak teratur.
  • Perubahan suasana hati.
  • Gemetar tidak terkendali (tremor).
  • Kejang.
  • Mudah memar atau berdarah.
  • Tubuh merasa lemah yang tidak biasa.
  • Buang air kecil lebih sedikit dari biasanya atau tidak sama sekali.
  • Merasa sesak napas.
  • Tekanan darah tinggi.
SehatQ
Belum Ada UlasanJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.
Nama Produk

Lodecon Forte Kaplet (1 Strip @ 10 Kaplet)

Total

Rp 15.900