SehatQ
SehatQ Profile
Lipitor tablet adalah obat untuk mengontrol kadar kolesterol dan trigliserida dalam darah

Lipitor Tablet 20 mg (1 Strip @ 10 Tablet)


Harga Produk
Mulai dari
Rp 17.000

Jumlah Produk
1

Tersedia 155 Penjual

Apotek Sumber Sehat Sejahtera 2
Rp 238.201
Apotek Sumber Sehat Sejahtera 2
Kota Jakarta Pusat1.54 km
Apotek Kota Bambu
Rp 259.400
Apotek Kota Bambu
Kota Jakarta Barat2.96 km
Apotek Plaza Medika Grogol
Rp 297.400
Apotek Plaza Medika Grogol
Kota Jakarta Barat3.59 km
Apotek Sehat Krendang
Rp 259.200
Apotek Sehat Krendang
Kota Jakarta Barat3.71 km
logo-prescription
Obat ResepPembelian, dosis, dan penggunaan obat ini harus sesuai petunjuk dokter. Kami segera menghubungi Anda untuk membantu proses transaksi.

Deskripsi

Lipitor tablet adalah obat untuk mengontrol kadar trigliserida kolesterol yang tinggi dalam darah pada pasien hiperlipidemia. Hiperlipidemia merupakan kondisi tingginya kadar lipid atau lemak di dalam darah.

Obat ini mengandung zat aktif atorvastatin calcium. Atorvastatin sebaiknya diknsumsi sembari menjalankan diet yang tepat untuk membantu menurunkan kolesterol jahat dan lemak, seperti LDL atau low-density lipoprotein dan trigliserida.

Selain diet rendah kolesterol atau lemak, mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat juga dapat membuat obat ini bekerja lebih baik. Cobalah mulai berolahraga, menurunkan berat badan jika kelebihan berat badan, dan berhenti merokok.

Jika kadar kolesterol dan lemak terkendali, risiko terjadinya stroke dan serangan jantung akan menurun.

Lipitor tablet merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter.

Beli obat online di Toko SehatQ - Pasti asli!

Nikmati promo GRATIS Ongkir ke seluruh Indonesia. Temukan kode promonya di https://toko.sehatq.com/voucher

Lipitor Tablet 20 mg (1 Strip @ 10 Tablet)
Golongan Obat
Obat Keras
Informasi Tambahan
obat resep
Kandungan Utama
Atorvastatin calcium
Kelas Terapi
Agen dislipidemia
Klasifikasi
Statin
Kemasan
1 strip @ 10 tablet (20 mg)
Produsen
Pfizer Indonesia

Informasi Zat Aktif

Atorvastatin termasuk dalam kelompok obat HMG-CoA reductase inhibitor, atau disebut juga golongan statin.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, atorvastatin diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan cepat dari saluran pencernaan. Kadar obat yang masuk ke dalam peredaran darah sekitar 12-14%. Waktu saat obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma adalah 1-2 jam.
  • Distribusi: Volume distribusi kira-kira 381 L. Pengikatan protein plasma sebesar 98% ke atas.
  • Metabolisme: Dimetabolisme di hati, menjalani metabolisme jalur pertama secara luas di mukosa saluran pencernaan dan hati
  • Ekskresi: Terutama melalui empedu dan urine. Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) kira-kira selama 14 jam.

Indikasi (manfaat)

  • Membantu meningkatkan kadar kolesterol baik dalam tubuh, seperti HDL atau high-density lipoprotein
  • Mengobati pasien yang memiliki kadar lemak tinggi dalam darah (hiperlipidemia) dan hiperlipidemia kombinasi
  • Mengobati pasien dengan hiperkolesterolemia familial homozigot, yaitu tingginya kadar kolesterol total yang berkisar antara 600-1.000 mg/dl dan tidak dapat diobati
  • Mengobati pasien dengan hiperkolesterolemia familial heterozigot, yaitu tingginya kadar kolesterol total yang berkisar antara 350-600 mg/dl
  • Menurunkan kolesterol jahat dan lemak, seperti LDL atau low-density lipoprotein dan trigliserida

Atorvastatin bekerja dengan menghambat enzim yang dibutuhkan tubuh untuk membuat kolesterol. Hal tersebut akan memperlambat produksi kolesterol, sehingga akan mengurangi jumlah kolesterol yang mungkin menumpuk di dinding arteri dan menghalangi aliran darah ke jantung, otak, dan bagian tubuh lainnya.

Obat ini juga dapat membantu mencegah masalah kesehatan lainnya, misalnya nyeri dada, serangan jantung, atau stroke yang disebabkan tersumbatnya pembuluh darah oleh lemak.

Komposisi

Atorvastatin calcium 20 mg

Dosis

  • Dosis awal umum: 10 mg/hari. Penyesuaian dosis harus dilakukan dengan interval waktu selama 4 minggu. Dosis maksimum adalah 80 mg/hari.
  • Kisaran dosis: 10-80 mg/hari
  • Hiperkolesterolemia primer dan hiperlipidemia kombinasi: 10 mg/hari
  • Hiperkolesterolemia familial homozigot: 80 mg/hari
  • Hiperkolesterolemia familial heterozigot pada anak usia 10-17 tahun: 10 mg/hari dosis maksimal 20 mg/hari

Aturan pakai

Dapat dikonsumsi bersama atau tanpa makanan.

Perlu Resep

Ya

Efek Samping

  • Sembelit atau perut kembung
    Konsumsi makanan yang mengandung serat tinggi, seperti sayur, buah segar, dan sereal, serta minumlah banyak air putih. Cobalah lebih teratur berolahraga, seperti berjalan kaki atau berlari. Jika cara ini tidak membantu, konsultasikan kepada dokter atau apoteker.
  • Sakit tenggorokan
    Cobalah berkumur dengan air asin hangat. Minumlah parasetamol atau ibuprofen untuk meringankan rasa sakit. Jika gejala ini berlangsung lebih dari satu minggu, konsultasikan kepada apoteker atau dokter.
  • Sakit kepala
    Pastikan untuk beristirahat yang cukup dan minum banyak cairan. Hindari mengonsumsi alkohol. Mintalah apoteker merekomendasikan obat penghilang rasa sakit. Sakit kepala biasanya akan hilang setelah minggu pertama mengonsumsi atorvastatin. Jika sakit kepala berlangsung lebih dari seminggu atau bertambah buruk, segera hubungi dokter Anda.
  • Sakit atau nyeri pada punggung dan persendian
    Jika mengalami nyeri otot yang tidak biasa, kelemahan, atau kelelahan yang bukan disebabkan olahraga atau kerja keras, konsultasikan ke dokter. Mungkin Anda memerlukan tes darah untuk memeriksa penyebabnya. Anda juga dapat meminta rekomendasi obat penghilang rasa sakit kepala apoteker.
  • Mual atau gangguan pencernaan
    Konsumsilah makanan sederhana dan hindari makanan pedas. Minum obat ini setelah makan untuk membantu mengurangi efek samping ini. Jika Anda terus mengalami gejala ini, mintalah apoteker merekomendasikan antasida. Hubungi dokter jika gejala berlanjut beberapa hari atau bertambah parah.
  • Diare
    Minum banyak air untuk menghindari dehidrasi. Kondisi dehidrasi ditandai dengan penurunan frekuensi dan jumlah buang air kecil atau urine yang berwarna gelap dan berbau tajam.
  • Mimisan
    Cobalah mengoleskan vaselin tipis-tipis pada tepi dalam hidung
  • Munculnya gejala pilek
    Minumlah paracetamol atau ibuprofen secara teratur selama beberapa hari. Jika gejala kembali setelah berhenti mengonsumsi obat, konsultasikan kepada dokter.
  • Perubahan warna kulit, sklera mata, dan jaringan lainnya menjadi kekuningan (ikterus kolestatik)
  • Kerontokan rambut (alopecia)
  • Kerusakan pada saraf perifer yang sering menyebabkan gejala kelemahan, mati rasa, dan nyeri yang biasanya dirasakan di tangan dan kaki (neuropati perifer)
  • Insomnia
  • Rasa tidak nyaman pada perut (dispepsia)
  • Kelainan otot (miopati)
  • Nyeri otot (mialgia
  • Ketidakmampuan ereksi secara konsisten atau mempertahankan ereksi (impotensi)
  • Kekakuan otot
  • Sakit perut
  • Penurunan nafsu makan (anoreksia)
  • Kelelahan (astenia)
  • Peradangan pada kelenjar pankreas (pankreatitis)
  • Muntah
  • Sakit tenggorokan

Cara Penyimpanan

Simpan di tempat kering pada suhu di bawah 25°C, serta terhindar dari cahaya matahari langsung.

Perhatian Khusus

  • Lakukan pemeriksaan fungsi hati sebelum melakukan terapi dan lakukan pemeriksaan secara berkala
  • Pasien yang mengonsumsi alkohol
  • Pasien yang memiliki gangguan pada otot
  • Pasien yang memiliki kadar tiroid rendah dalam tubuh (hipotiroidisme)
  • Pasien penderita gangguan ginjal atau hati
  • Hentikan penggunaan obat ini jika kadar ALT atau AST meningkat 3 kali lipat dari batas normal karena dapat menyebabkan kerusakan organ hati
  • Hentikan penggunaan jika mengalami peningkatan kadar kreatin fosfokinase dan terdiagnosis miopati atau kelainan otot
  • Selama mengonsumsi obat ini, sebaiknya pasien menerapkan pola hidup sehat, seperti berolahraga, meningkatkan konsumsi makanan berserat tinggi, tidak merokok dan minum alkohol, serta melakukan diet rendah kolestrol
  • Hindari mengemudi kendaraan atau menjalankan mesin
  • Pasien yang baru mengalami stroke

Kategori Kehamilan

Kategori X: Penggunaan Lipitor tablet tidak disarankan pada ibu hamil.
Penelitian menunjukkan adanya dampak berupa kelainan pada janin, mengganggu pertumbuhan dan perkembangan janin, serta risiko efek sampingnya lebih besar pada wanita hamil daripada manfaatnya.
Konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsi obat ini. Khususnya bagi ibu hamil pada trimester pertama, harus lebih berhati-hati mengingat efek sampingnya dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan organ janin.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap atorvastatin atau obat golongan statin lainnya
  • Pasien penderita penyakit hati, seperti penyumbatan pada saluran empedu atau kolestasis, peningkatan kadar enzim hati, peradangan pada organ hati (hepatitis), dan penyakit kuning
  • Ibu hamil dan menyusui
  • Pasien yang mengonsumsi obat siklosporin, asam fusidat sistemik, telaprevir, glekaprevir, pibrentasvir, dan kombinasi tipranavir atau ritonavir

Interaksi (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Rifampicin, efavirenz, phenytoin, antasida Al atau Mg, dan colestipol
    Penggunaan atorvastatin dengan obat di atas dapat menurunkan kadar atorvastatin dalam plasma, sehingga efektivitasnya dalam menurunkan kolesterol akan berkurang
  • Digoksin dan kontrasepsi oral, seperti norethindron dan etinil estradiol
    Atorvastatin dapat menyebabkan peningkatan kadar serum digoksin dan kontrasepsi oral, sehingga dapat menyebabkan risiko efek samping digoksin, seperti sakit kepala dan mual
  • Asam fusidat sistemik
    Penggunaan atorvastatin bersama atau dalam 7 hari setelah penggunaan asam fusidat sistemik dapat menyebabkan kerusakan dan kematian jaringan otot rangka yang fatal (rhabdomyolysis)
  • Penghambat protease HIV dan HCV, itraconazole, ketoconazole, clarithromycin, erythromycin, verapamil, diltiazem, fenofibrat, gemfibrozil, kombinasi ezetimibe, niasin, dan ritikina
    Penggunaan atorvastatin dan obat-obat di atas dapat meningkatkan risiko gangguan otot (miopati), serta kerusakan dan kematian jaringan otot rangka (rhabdomyolysis)
  • Kombinasi ciclosporin, telaprevir, glekaprevir/pibrentasvir, dan tipranavir/ritonavir
    Penggunaan atorvastatin dan obat-obatan di atas dapat meningkatkan risiko gangguan otot (miopati), serta kerusakan dan kematian jaringan otot rangka (rhabdomyolysis)

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya
    Jika masih dekat dengan jadwal sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali atas anjuran dokter.
  • Sering lupa mengonsumsi obat
    Jika sering lupa mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hentikan penggunaan atorvastatin untuk sementara waktu jika Anda mengalami:

  • Penurunan tekanan darah menjadi sangat rendah (hipotensi)
  • Infeksi penyakit parah
  • Operasi atau keadaan darurat medis
  • Kejang yang tidak terkontrol
  • Ketidakseimbangan elektrolit, seperti kadar kalium tinggi atau rendah dalam darah Anda

NHS. https://www.nhs.uk/medicines/atorvastatin/
Diakses pada 13 Juli 2021

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-841/atorvastatin-oral/details
Diakses pada 13 Juli 2021

Patient. https://patient.info/medicine/atorvastatin-tablets-lipitor
Diakses pada 13 Juli 2021

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a600045.html
Diakses pada 13 Juli 2021

Rxlist. https://www.rxlist.com/consumer_atorvastatin_lipitor/drugs-condition.htm
Diakses pada 13 Juli 2021

Drugs. https://www.drugs.com/atorvastatin.html
Diakses pada 13 Juli 2021

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/atorvastatin-oral-tablet#about
Diakses pada 13 Juli 2021

SehatQ
Belum Ada UlasanJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.
Nama Produk

Lipitor Tablet 20 mg (1 Strip @ 10 Tablet)

Total

Rp 238.201

Jual dan Beli Lipitor Tablet 20 mg (1 Strip @ 10 Tablet) dari Apotek Online Toko SehatQ

Lipitor merupakan obat keras yang mengandung atorvastatin. Lipitor digunakan sebagai sebagai terapi tambahan untuk menurunkan kadar kolesterol jahat, sehingga menurunkan risiko penyakit jantung koroner, serangan jantung, dan stroke.
Merek: Lipitor
Bentuk sediaan: Tablet
Principal/Distributor obat: Pfizer
Manufacture: Pfizer
Kemasan obat: 1 strip @ 10 tablet.

Indikasi/Manfaat Lipitor Tablet 20 mg (1 Strip @ 10 Tablet)

Menurunkan kadar kolesterol jahat, sehingga menurunkan risiko penyakit jantung koroner, serangan jantung, dan stroke.

Dosis Lipitor Tablet 20 mg (1 Strip @ 10 Tablet)


  • Dosis awal : 1 x sehari 10 mg.
  • Dosis pemeliharaan : 1 x sehari 10-80 mg.

Cara Penggunaan Lipitor Tablet 20 mg (1 Strip @ 10 Tablet)


Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makan.

Cara Menyimpan Lipitor Tablet 20 mg (1 Strip @ 10 Tablet)


Simpan pada suhu dibawah 25°C.

Kontraindikasi/Jangan Menggunakan Lipitor Tablet 20 mg (1 Strip @ 10 Tablet) Jika:


  • Hipersensitifitas terhadap atorvastatin.
  • Pasien dengan penyakit hati aktif atau kenaikan serum transaminase.
  • Wanita hamil atau menyusui.

Yang Perlu Diperhatikan Saat/Sebelum Menggunakan Lipitor Tablet 20 mg (1 Strip @ 10 Tablet)


  • Lakukan pengecekan seccara berkala mengenai kenaikan kreatin fosfokinase & transaminase.
  • Penggunaan bersama dengan siklosporin, eritromisin, derivat asam fibrat, niasin, dapat meningkatkan risiko kelainan otot (miopati).

Efek Samping Obat Lipitor Tablet 20 mg (1 Strip @ 10 Tablet)


  • Mual, diare, kembung, sembelit.
  • Sakit kepala, nyeri otot, nyeri dada, lemas, bengkak, kram otot, kesemutan.
  • Ruam, biduran.