Stok Habis
Licoric tablet adalah obat untuk mengatasi kadar asam urat yang tinggi dalam darah

Licoric Kaplet (10 Strip @ 10 Kaplet)


Harga Produk
Rp 0

Jumlah Produk
0

logo-prescription
Obat ResepKirimkan resep ke alamat email apotek@sehatq.comJumlah pembelian obat terbatas.SehatQ memiliki kewenangan untuk tidak memproses pesanan lebih lanjut jika resep tidak dapat diverifikasi.

Deskripsi

Licoric kaplet adalah obat yang digunakan untuk mengatasi asam urat. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Licoric kaplet mengandung zat aktif aktif allopurinol.

Informasi zat aktif :

Allopurinol bekerja dalam menghambat kerja enzim xanthine oksidase. Pemblokiran enzim xanthine oksidase dapat mencegah perubahan xanthine dan hypoxanthine menjadi asam urat.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, allopurinol diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Setelah pemberian oral, sekitar 80-90% dosis diserap.
  • Distribusi: Didistribusi secara luas ke seluruh tubuh kecuali di otak. 50% kadar obat ditemukan di seluruh tubuh.
  • Metabolisme: Dimetabolisme menjadi oxypurinol oleh xanthine oxidase. Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh) adalah 1 sampai 2 jam.
  • Ekskresi: 5-7% dari dosis allopurinol diekskresikan dalam urine dalam waktu 6 jam setelah konsumsi.

Kategori kehamilan dan menyusui :

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan Licoric kaplet pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Interaksi obat :

  • Azathioprine.

    Mengonsumsi azathioprine dengan allopurinol dapat meningkatkan efek samping azathioprine, seperti demam, menggigil, sakit tenggorokan, nyeri tubuh dan otot, lemas, mudah memar atau berdarah, seriawan, urine berwarna gelap, mual parah, muntah, dan diare.
  • Mercaptopurine.

    Menggunakan allopurinol bersama mercaptopurine dapat meningkatkan efek mercaptopurine, seperti sakit tenggorokan, demam, menggigil, nyeri tubuh dan otot, lemas, mudah memar atau berdarah, seriawan, urine berwarna gelap, mual parah, muntah, dan diare.
  • Captopril.

    Penggunaan allopurinol bersama captopril dapat meningkatkan risiko toksisitas atau keracunan.
  • Obat penghambat pembekuan darah (antikoagulan), seperti dicumarol dan warfarin.

    Allopurinol dapat meningkatkan risiko terjadinya perdarahan jika dikonsumsi bersama antikoagulan.
  • Obat golongan tiazid dan diuretik, yaitu obat untuk meningkatkan pengeluaran air seni.

    Penggunaan bersama obat di atas dapat meningkatkan terjadinya risiko alergi.
  • Klorpropamid.

    Penggunaan bersama obat di atas dapat meningkatkan risiko terjadinya penurunan kadar gula darah dalam tubuh (hipoglikemia).
  • Lisinopril.

    Mengonsumsi lisinopril dengan allopurinol dapat menyebabkan timbulnya reaksi alergi parah.

Apa yang harus dilakukan jika dosis terlewat :

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali atas anjuran dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa menggunakan obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter :

Hentikan penggunaan obat ini dan hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Masalah pada organ hati yang ditandai dengan kehilangan nafsu makan, penurunan berat badan, sakit perut pada sisi kanan atas, gatal, urine berwarna gelap, feses berwarna tanah liat, dan perubahan warna pada kulit atau mata menjadi kekuningan.
  • Mati rasa, kesemutan, dan timbul rasa nyeri seperti terbakar.
  • Gejala flu, nyeri sendi, mudah memar, dan perdarahan yang tidak biasa.
  • Nyeri saat buang air kecil dan terdapat darah dalam urine.
  • Sedikit atau tidak bisa buang air kecil.
  • Gejala asam urat memburuk.
  • Ruam pada kulit.

Indikasi (manfaat) Obat

Manfaat allopurinol, antara lain:

  • Mencegah pengendapan asam urat dan kalsium oksalat.
  • Mengatasi peningkatan kadar asam urat dalam darah atau hiperurisemia primer.
  • Mengatasi peningkatan kadar asam urat dalam darah yang disebabkan penyakit lain atau hiperurisemia sekunder.
  • Mengatasi produksi asam urat berlebih pada pasien yang menjalani terapi kanker, seperti kanker darah yang terjadi karena produksi sel darah merah terlalu banyak pada sumsum tulang (polisitemia vera) dan terapi pengobatan kanker (sitostatik).

Kandungan obat allopurinol bekerja dengan cara menekan enzim xanthine oksidase untuk mengurangi pembentukan asam urat. Selain itu, kandungan allupurinol dalam obat ini juga dapat memperlambat sintesis purin, yaitu hasil metabolisme protein, yang dapat meningkatkan kadar asam urat dan membentuk kristal asam urat.

Komposisi Obat

Allopurinol 100 mg.

Dosis Obat

  • Dewasa:
    • Dosis awal: 100-300 mg/hari.
    • Dosis pemeliharaan: 200-600 mg/hari.
    • Dosis tunggal maksimum: 300 mg.
    • Bila memerlukan dosis yang lebih tinggi, maksimal 900 mg sehari.
    • Dosis harus disesuaikan dengan melakukan pemantauan kadar asam urat dalam serum atau air seni, atau:
      • Kondisi ringan: 2-10 mg/kgbb/hari atau 100-200 mg/hari.
      • Kondisi sedang: 300-600 mg/hari.
      • Kondisi berat: 700-900 mg/hari.
  • Anak-anak: 10-20 mg/kgbb/hari atau 100 - 400 mg/hari.
  • Penderita gangguan fungsi ginjal:
    • Dewasa:
      • Bersihan kreatinin 2-10 ml/menit: 100 mg/hari atau dengan interval lebih panjang.
      • Bersihan kreatinin 10-20 ml/menit: 100-200 mg/hari.
      • Bersihan kreatinin 20 ml/menit ke atas: dosis normal.
    • Dosis untuk penderita dengan dialisa:
      • Dosis alternatif: 300-400 mg segera setelah dialisa tanpa pemberian lagi diantara interval waktu.

Aturan pakai obat

Sebaiknya dikonsumsi sesudah makan.

Perlu Resep

Ya

Efek Samping Obat

  • Mual.

    Konsumsilah makanan ringan dan hindari makanan berat. Minumlah obat ini setelah makan. Hubungi dokter jika gejala berlangsung lebih dari beberapa hari atau bertambah buruk.
  • Diare.

    Untuk mengatasi diare ringan, Anda perlu mengganti cairan dan elektrolit (garam) yang hilang dengan meminum banyak air atau minuman olahraga kaya elektrolit. Hindari kopi, minuman berkafein, minuman manis, soda, dan alkohol karena memiliki efek pencahar.
  • Sakit kepala.

    Istirahat dan tidur yang cukup akan membantu Anda lebih rileks. Jika Anda duduk dalam waktu yang lama, bangun dan sering-seringlah bergerak. Lemaskan otot rahang, leher, dan bahu Anda.
  • Penurunan kadar trombosit dalam darah (trombositopenia).
  • Kelainan serius pada kulit, lapisan bola mata, mulut, dubur, dan alat kelamin (sindrom Stevens-Johnson).
  • Gatal pada sebagian atau seluruh tubuh (pruritus).
  • Penurunan jumlah sel darah putih (leukopenia).
  • Tingginya kadar eosinofil dalam darah (eosinofilia).
  • Kerontokan rambut (alopecia).
  • Rasa tidak nyaman pada perut (dispepsia).
  • Kesemutan (parestesia).
  • Nyeri sendi.
  • Kelelahan.
  • Nyeri otot.
  • Gagal ginjal.
  • Muntah.
  • Nyeri pada perut.
  • Demam.

Cara Penyimpanan Obat

Simpan pada suhu 15-30°C, serta terlindung dari cahaya matahari langsung dan tempat lembap.

Perhatian Khusus

  • Pasien penderita gangguan tiroid.
  • Pasien penderita gangguan ginjal.
  • Pasien penderita gangguan hati.
  • Pasien penderita kencing manis (diabetes melitus).
  • Pasien yang memiliki tekanan darah tinggi (hipertensi).
  • Pasien yang mengonsumsi obat ini dalam jangka panjang.
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.
  • Lakukan pemeriksaan fungsi hati jika Anda mengalami gatal, serta penurunan nafsu makan dan berat badan.
  • Selama penggunaan obat ini, hindari mengemudi kendaraan atau menjalankan mesin.
  • Untuk mencegah terjadinya batu ginjal, imbangi dengan peningkatan konsumsi cairan.
  • Konsumsi obat ini sesudah makan untuk mengurangi iritasi pada lambung.
  • Anak-anak.
  • Bayi.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang mengalami gagal jantung kronis.
  • Pasien yang mengalami serangan asam urat akut.
  • Pasien yang memiliki alergi terhadap allopurinol atau obat golongan xanthine oxidase inhibitor lainnya.
  • Pasien yang memiliki masalah pada hati dan kerusakan ginjal dari sedang hingga berat.
  • Pasien yang mengalami dehidrasi atau kekurangan cairan tubuh.
-
SehatQ
Produk ini belum diulasJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.
Nama Produk

Licoric Kaplet (10 Strip @ 10 Kaplet)