SehatQ
SehatQ Profile
|
|
|
Licidal sirup 60 ml obat antihistamin yang digunakan untuk rhinitis alergi, urtikaria idiopatik, rhinitis pharenial.

Licidal Sirup 60 ml


Harga Produk
Mulai dari
Rp 6.930

Jumlah Produk
1

Tersedia 2 Penjual

Urutkan
Apotek Margasari
Rp 15.000
Apotek MargasariKota Tangerang
24.26 km
Apotek Simpenan
Rp 6.930
Apotek SimpenanKota Sukabumi
98.76 km

Deskripsi

Licidal adalah obat antihistamin yang digunakan untuk meredakan gejala alergi seperti mata berair, hidung berair, gatal pada mata atau hidung, dan gatal-gatal. Licidal merupakan golongan obat bebas terbatas. Licidal mengandung cetirizine hydrochloride sebagai zat aktifnya.

Beli obat online di Toko SehatQ - Pasti asli!

Nikmati promo GRATIS Ongkir ke seluruh Indonesia. Temukan kode promonya di https://toko.sehatq.com/voucher

Indikasi (manfaat)

Mengobati:

  • Biduran yang berlangsung selama 6 minggu ke atas (urtikaria idiopatik kronik) dan tidak diketahui penyebabnya secara signifikan (urtikaria idiopatik kronis).
  • Peradangan pada mukosa hidung yang disebabkan reaksi alergi terhadap alergen tertentu dan terjadi sepanjang tahun (rhinitis alergi perenial).
  • Reaksi alergi yang terjadi karena adanya perubahan musim (rhinitis alergi musiman).

Cetirizine bekerja dengan menghalangi zat histamin yang dibuat tubuh Anda selama terjadi reaksi alergi. Histamin dilepaskan dari sel yang menyimpan histamin (sel mast) dan kemudian melekat pada sel lain yang memiliki reseptor untuk histamin.

Penempelan histamin ke reseptor menyebabkan sel menjadi aktif dan melepaskan bahan kimia lain yang menghasilkan gejala alergi, misalnya bersin. Cetirizine dan antihistamin generasi kedua lainnya tidak mudah masuk ke otak, sehingga jarang menimbulkan rasa kantuk.

Komposisi

Tiap 5 ml: Cetirizine hydrochloride 5 mg

Dosis

Dewasa dan anak 12 tahun ke atas: 2 sendok takar sebanyak 1 kali/hari.
Anak-anak:
- 6 bulan-1 tahun: ½ sendok takar sebanyak 1 kali/hari (penggunaan tidak lebih dari 1 minggu).
- 1-2 tahun: ½ sebanyak 1 kali/hari.
- 2-6 tahun: 1 sendok takar sebanyak 1 kali/hari.
- 6-12 tahun: 2 sendok takar sebanyak 1 kali/hari.

Aturan pakai

Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.

Efek Samping

  • Sakit kepala.
    Beristirahatlah dan minum banyak cairan. Hindari mengonsumsi alkohol. Minta rekomendasi obat untuk menghilangkan rasa sakit pada apoteker. Sakit kepala biasanya akan hilang dalam minggu pertama mengonsumsi obat ini. Jika sakit kepala berlangsung lebih lama, segera hubungi dokter.
  • Gatal pada sebagian atau seluruh tubuh (pruritus).
    Gantikan dengan mengonsumsi obat antialergi yang tidak menimbulkan rasa kantuk. Jika tidak membantu, konsultasikan dengan dokter.
  • Mulut kering.
    Mengunyah permen karet atau menghisap permen bebas gula.
  • Mual.
    Konsumsilah obat ini dengan makanan. Hindari mengonsumsi makanan pedas.
  • Pusing.
    Jika mulai merasa pusing, berbaringlah agar tidak pingsan, atau duduk hingga merasa lebih baik. Hindari mengemudikan kendaraan atau menjalankan mesin.
  • Sakit perut.
    Coba untuk beristirahat. Makan lebih sering dalam jumlah lebih sedikit. Kompres perut Anda menggunakan bantalan panas atau botol berisi air panas. Jika rasa sakit memburuk, segera hubungi dokter Anda.
  • Diare.
    Minumlah banyak cairan. Segera hubungi dokter jika mengalami tanda dehidrasi, seperti penurunan frekuensi buang air kecil dan urine berwarna gelap. Jangan mengonsumsi obat lain untuk mengatasi diare tanpa berkonsultasi dengan dokter.
  • Sakit tenggorokan.
    Untuk yang berusia 16 tahun ke atas, Anda dapat mencoba berkumur dengan larutan aspirin (1 tablet aspirin terlarut dalam setengah gelas air) atau menggunakan obat kumur untuk menghilangkan rasa sakit, seperti Oraldene. Jika gejala bertahan lebih dari seminggu, segera hubungi dokter atau apoteker. Untuk anak-anak usia 16 tahun ke bawah tidak boleh diberi aspirin.
  • Gejala flu.
    Jika Anda berusia 16 tahun ke atas, Anda dapat mencoba minum aspirin atau ibuprofen secara teratur selama beberapa hari. Anak-anak lebih mungkin mendapatkan gejala-gejala ini, tetapi harus diberikan ibuprofen saja, bukan aspirin. Anak-anak di bawah usia 16 tahun tidak boleh diberikan asprin. Jika gejala Anda atau anak Anda kembali ketika Anda berhenti minum obat penghilang rasa sakit, konsultasikan dengan dokter atau apoteker.
  • Gatal atau ruam.
    Jika mengalami ruam setelah mengonsumsi obat ini, segera hubungi dokter atau apoteker Anda. Anda mungkin memerlukan jenis obat antihistamin yang berbeda.
  • Kaki dan tangan terasa kesemutan.
    Jika efek samping ini tidak kunjung hilang, segera hubungi dokter.
  • Timbul rasa gelisah.
    Cobalah mengonsumsi cetirizine tepat sebelum tidur. Jika gejalanya tidak hilang, segera hubungi dokter atau apoteker Anda. Anda mungkin memerlukan jenis antihistamin yang berbeda.
  • Pasien yang memiliki denyut jantung di atas normal atau 100 kali/menit (takikardi).
  • Biduran (urtikaria).
  • Mengantuk dan kelelahan.
  • Muntah.
  • Perasaan tidak nyaman (malaise).
  • Pembengkakan pada kulit akibat penumpukan cairan (angioedema).
  • Kejang.
  • Sulit tidur (insomnia).
  • Halusinasi.
  • Peradangan pada faring (faringitis).

Cara Penyimpanan

Simpan pada suhu di bawah 30°C.

Perhatian Khusus

  • Pasien dengan peningkatan risiko retensi urine atau sulit buang air kecil.
  • Pasien epilepsi dan berisiko mengalami kejang.
  • Pasien penderita gangguan fungsi hati atau ginjal ringan hingga sedang.
  • Wanita hamil dan menyusui.
  • Hindari mengemudikan kendaraan atau menjalankan mesin.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen obat ini.
  • Bayi yang lahir prematur.
  • Anak-anak berusia 2 tahun ke bawah.
  • Pasien penderita penyakit ginjal berat.
SehatQ
Belum Ada UlasanJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.

Produk Terkait

FAQ

Mengobati:Biduran yang berlangsung selama 6 minggu ke atas (urtikaria idiopatik kronik) dan tidak diketahui penyebabnya secara signifikan (urtikaria idiopatik kronis).Peradangan pada mukosa hidung yang disebabkan reaksi alergi terhadap alergen tertentu dan terjadi sepanjang tahun (rhinitis alergi perenial).Reaksi alergi yang terjadi karena adanya perubahan musim (rhinitis alergi musiman).Cetirizine bekerja dengan menghalangi zat histamin yang dibuat tubuh Anda selama terjadi reaksi alergi. Histamin dilepaskan dari sel yang menyimpan histamin (sel mast) dan kemudian melekat pada sel lain yang memiliki reseptor untuk histamin. Penempelan histamin ke reseptor menyebabkan sel menjadi aktif dan melepaskan bahan kimia lain yang menghasilkan gejala alergi, misalnya bersin. Cetirizine dan antihistamin generasi kedua lainnya tidak mudah masuk ke otak, sehingga jarang menimbulkan rasa kantuk.

Dewasa dan anak 12 tahun ke atas: 2 sendok takar sebanyak 1 kali/hari.Anak-anak:- 6 bulan-1 tahun: ½ sendok takar sebanyak 1 kali/hari (penggunaan tidak lebih dari 1 minggu).- 1-2 tahun: ½ sebanyak 1 kali/hari.- 2-6 tahun: 1 sendok takar sebanyak 1 kali/hari.- 6-12 tahun: 2 sendok takar sebanyak 1 kali/hari.

Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.

Sakit kepala. Beristirahatlah dan minum banyak cairan. Hindari mengonsumsi alkohol. Minta rekomendasi obat untuk menghilangkan rasa sakit pada apoteker. Sakit kepala biasanya akan hilang dalam minggu pertama mengonsumsi obat ini. Jika sakit kepala berlangsung lebih lama, segera hubungi dokter.Gatal pada sebagian atau seluruh tubuh (pruritus). Gantikan dengan mengonsumsi obat antialergi yang tidak menimbulkan rasa kantuk. Jika tidak membantu, konsultasikan dengan dokter.Mulut kering. Mengunyah permen karet atau menghisap permen bebas gula.Mual. Konsumsilah obat ini dengan makanan. Hindari mengonsumsi makanan pedas.Pusing. Jika mulai merasa pusing, berbaringlah agar tidak pingsan, atau duduk hingga merasa lebih baik. Hindari mengemudikan kendaraan atau menjalankan mesin.Sakit perut. Coba untuk beristirahat. Makan lebih sering dalam jumlah lebih sedikit. Kompres perut Anda menggunakan bantalan panas atau botol berisi air panas. Jika rasa sakit memburuk, segera hubungi dokter Anda.Diare. Minumlah banyak cairan. Segera hubungi dokter jika mengalami tanda dehidrasi, seperti penurunan frekuensi buang air kecil dan urine berwarna gelap. Jangan mengonsumsi obat lain untuk mengatasi diare tanpa berkonsultasi dengan dokter.Sakit tenggorokan. Untuk yang berusia 16 tahun ke atas, Anda dapat mencoba berkumur dengan larutan aspirin (1 tablet aspirin terlarut dalam setengah gelas air) atau menggunakan obat kumur untuk menghilangkan rasa sakit, seperti Oraldene. Jika gejala bertahan lebih dari seminggu, segera hubungi dokter atau apoteker. Untuk anak-anak usia 16 tahun ke bawah tidak boleh diberi aspirin.Gejala flu. Jika Anda berusia 16 tahun ke atas, Anda dapat mencoba minum aspirin atau ibuprofen secara teratur selama beberapa hari. Anak-anak lebih mungkin mendapatkan gejala-gejala ini, tetapi harus diberikan ibuprofen saja, bukan aspirin. Anak-anak di bawah usia 16 tahun tidak boleh diberikan asprin. Jika gejala Anda atau anak Anda kembali ketika Anda berhenti minum obat penghilang rasa sakit, konsultasikan dengan dokter atau apoteker.Gatal atau ruam. Jika mengalami ruam setelah mengonsumsi obat ini, segera hubungi dokter atau apoteker Anda. Anda mungkin memerlukan jenis obat antihistamin yang berbeda.Kaki dan tangan terasa kesemutan. Jika efek samping ini tidak kunjung hilang, segera hubungi dokter.Timbul rasa gelisah. Cobalah mengonsumsi cetirizine tepat sebelum tidur. Jika gejalanya tidak hilang, segera hubungi dokter atau apoteker Anda. Anda mungkin memerlukan jenis antihistamin yang berbeda.Pasien yang memiliki denyut jantung di atas normal atau 100 kali/menit (takikardi).Biduran (urtikaria).Mengantuk dan kelelahan.Muntah.Perasaan tidak nyaman (malaise).Pembengkakan pada kulit akibat penumpukan cairan (angioedema).Kejang.Sulit tidur (insomnia).Halusinasi.Peradangan pada faring (faringitis).

Nama Produk

Licidal Sirup 60 ml

Total

Rp 15.000