Lasix tablet adalah obat untuk mengatasi pembengkakan dan mengurangi kadar garam berlebih pada tubuh

Lasix Tablet 40 mg (10 Strip @ 10 Tablet)


Harga Produk
Mulai dari
Rp 92.400

Jumlah Produk
1

Tersedia 13 Penjual

Apotek Simpenan
Rp 92.400
Apotek Simpenan
Kota Sukabumi98.76 km
Apotek Ade
Rp 618.750
Apotek Ade
Kota Jakarta Selatan8.27 km
Apotek Melati Mas
Rp 699.720
Apotek Melati Mas
Kota Tangerang Selatan21.66 km
Apotek Manjur Sehat
Rp 710.000
Apotek Manjur Sehat
Kota Tangerang Selatan20.57 km
logo-prescription
Obat ResepKirimkan resep ke alamat email apotek@sehatq.comJumlah pembelian obat terbatas.SehatQ memiliki kewenangan untuk tidak memproses pesanan lebih lanjut jika resep tidak dapat diverifikasi.

Deskripsi

Lasix tablet adalah obat untuk mengatasi retensi cairan (edema) dan terapi dalam menurunkan tekanan darah tinggi (hipertensi). Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Lasix tablet mengandung zat aktif furosemide.
Furosemide termasuk dalam obat golongan loop diuretik atau diuretik kuat yang dapat membantu tubuh dalam membuang kelebihan air dan garam dalam tubuh. Furosemide digunakan untuk mengurangi kelebihan cairan dalam tubuh (edema) yang disebabkan oleh kondisi seperti gagal jantung, penyakit hati, dan penyakit ginjal. Ini dapat mengurangi gejala seperti sesak napas dan bengkak di lengan, kaki, dan perut. Obat ini juga digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi. Menurunkan tekanan darah tinggi membantu mencegah stroke, serangan jantung, dan masalah ginjal.

Informasi zat aktif :

Furosemide termasuk dalam kelompok obat diuretik loop, atau dikenal juga sebagai pil air. Furosemide tablet bekerja pada ginjal untuk meningkatkan aliran urine.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, furosemide diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Cukup cepat diserap dari saluran pencernaan. Kadar obat yang masuk ke dalam peredaran darah (ketersediaan hayati) sekitar 60-70%.
  • Distribusi: Melintasi plasenta dan memasuki ASI. Ikatan protein plasma: Hingga 99%, terutama albumin.
  • Metabolisme: Mengalami metabolisme di hati.
  • Ekskresi: Terutama melalui urine sebagai obat yang tidak berubah. Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) sekitar 2 jam.

Kategori kehamilan dan menyusui :

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan Lasix tablet pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Interaksi obat :

  • Penghambat monoamin oksidase (MAOI).
    MAOI dapat meningkatkan risiko penurunan tekanan darah hingga di bawah normal (hipotensi).
  • Carbamazepine.
    Carbamazepine dapat mengurangi pengeluaran natrium dalam urine.
  • Cephalosporine seperti sefalotin dan NSAID.
    Obat di atas dapat meningkatkan gangguan atau kerusakan pada ginjal.
  • Antidiabetik.
    Furosemide dapat melawan efek penurunan kadar gula darah dari obat antidiabetik.
  • Indometasin.
    Indometasin dapat menurunkan efek penurunan tekanan darah.
  • Salisilat.
    Salisilat dapat mengurangi efek diuretik furosemide.
  • Aminoglikosida, asam etakrinik, dan obat ototoksik lainnya.
    Penggunaan bersama obat di atas dapat meningkatkan gangguan fungsi pendengaran atau ototoksisitas.
  • Aliskiren.
    Aliskiren dapat mengurangi kadar serum furosemide, sehingga efektivitas furosemide dalam mengatasi bengkak akan menurun.
  • ACE inhibitor atau reseptor angiotensin II.
    Penggunaan furosemide dengan obat di atas dapat meningkatkan risiko penurunan tekanan darah (hipotensi).
  • Diuretik hemat kalium.
    Penggunaan dengan furosemide dapat meningkatkan kadar kalium dalam darah hingga di atas normal (hiperkalemia).
  • Glikosida jantung dan antihistamine.
    Penggunaan obat di atas dapat meningkatkan risiko gangguan pada jantung.
  • Lithium.
    Furosemide dapat menurunkan serum lithium, sehingga efektivitas lithium dalam mengatasi gangguan suasana hati akan menurun.

Apa yang harus dilakukan jika dosis terlewat :

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter :

Hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Memar atau pendarahan yang tidak dapat dijelaskan, demam, sakit tenggorokan, dan seriawan. Gejala ini ini bisa menjadi tanda terjadinya kelainan darah.
  • Sakit perut parah yang menjalar hingga punggung. Gejala ini bisa menjadi tanda peradangan pankreas (pankreatitis).
  • Sakit parah di sisi tubuh atau adanya darah di urine. Gejala ini bisa menjadi tanda peradangan ginjal.
  • Telinga berdenging (tinnitus) atau kehilangan pendengaran.

Indikasi (manfaat) Obat

  • Mengurangi cairan berlebih dalam tubuh yang dapat menyebabkan pembengkakan (edema). Biasanya, kelebihan cairan ini disebabkan gagal jantung, penyakit hati, dan penyakit ginjal.
  • Mengurangi gejala akibat kelebihan cairan, seperti sesak napas serta pembengkakan di lengan, kaki, dan perut.
  • Menurunkan tekanan darah tinggi, sehingga membantu mencegah stroke, serangan jantung, dan masalah ginjal.
  • Meningkatkan pengeluaran air seni.

Obat furosemide bekerja dengan membantu tubuh membuang kelebihan garam dan air. Caranya adalah dengan meningkatkan jumlah urine yang diproduksi tubuh. Menurunkan kelebihan garam dan air akan membantu menurunkan tekanan darah dan mengurangi pembengkakan.

Komposisi Obat

Furosemide 40 mg.

Dosis Obat

Edema:

  • Dewasa: ½ - 2 tablet sebanyak 1 kali/hari.

Hipertensi:

  • Dewasa: 1 tablet sebanyak 2 kali/hari.

Aturan pakai obat

Dikonsumsi sebelum makan.

Perlu Resep

Ya

Efek Samping Obat

  • Frekuensi buang air kecil meningkat.
    Efek samping ini berlangsung sekitar 6 jam setelah mengonsumsi obat ini dan merupakan efek yang wajar. Jika merasa tidak nyaman, ubahlah waktu konsumsi obat yang paling sesuai untuk Anda, selama tidak lebih dari jam 4 sore. Jika frekuensi masih meningkat, segera hubungi dokter atau apoteker Anda.
  • Mulut kering.
    Kunyahlah permen karet atau hisap permen bebas gula.
  • Sakit kepala.
    Beristirahat dan minumlah banyak air. Jangan minum terlalu banyak alkohol. Mintalah apoteker merekomendasikan obat penghilang rasa sakit. Segera hubungi dokter Anda jika sakit kepala berlangsung lebih dari seminggu atau memburuk.
  • Mual dan muntah.
    Minumlah obat ini sesudah makan. Minum air secara teratur untuk mencegah terjadinya dehidrasi. Hindari mengonsumsi makanan pedas. Efek samping ini biasanya akan hilang setelah beberapa hari. Hubungi dokter untuk meminta rekomendasi obat antimual dan muntah jika efek ini terjadi dalam waktu yang cukup lama.
  • Pusing.
    Jika mulai merasa pusing, berbaringlah agar tidak pingsan, duduklah sampai Anda merasa lebih baik. Jangan mengemudi atau menggunakan mesin saat Anda merasa pusing.
  • Kram atau kelemahan otot.
    Jika Anda merasakan nyeri otot yang tidak biasa atau kelemahan yang bukan karena olahraga atau kerja keras, bicarakan dengan dokter Anda. Anda mungkin perlu tes darah untuk memeriksa penyebabnya.
  • Merasa haus.
  • Diare.
  • Sembelit.
  • Kehilangan nafsu makan.
  • Mati rasa atau kesemutan.
  • Penglihatan kabur.

Cara Penyimpanan Obat

Simpan pada suhu 25-30°C dan terhindar dari cahaya matahari langsung.

Perhatian Khusus

  • Pasien penderita gangguan fungi hati atau ginjal.
  • Pasien yang mengalami pembesaran kelenjar prostat (hipertrofi prostat).
  • Pasien dengan gangguan pendengaran.
  • Lakukan pemantauan cairan dan elektrolit.
  • Pasien penderita kerusakan organ hati, seperti sirosis hati.
  • Pasien lanjut usia.
  • Ibu hamil dan menyusui.
  • Pasien yang memiliki kadar natrium rendah dalam darah (hiponatremia).
  • Anak-anak.
  • Pasien penderita gangguan saluran kemih.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang mengalami kekurangan elektrolit.
  • Pasien yang mengalami peningkatan asam urat.
  • Pasien penderita gagal ginjal akut atau memiliki gangguan mengeluarkan urine.
  • Awal kehamilan.
  • Pasien dengan kadar kalium rendah dalam darah (hipokalemia).
  • Pasien yang mengonsumsi obat lithium.
  • Pasien yang memiliki alergi terhadap furosemide dan sulfonamida.
-
SehatQ
Produk ini belum diulasJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.
Nama Produk

Lasix Tablet 40 mg (10 Strip @ 10 Tablet)

Total

Rp 92.400