SehatQ
SehatQ Cart
SehatQ Profile
Lapistan Kaplet adalah obat untuk membantu meringankan nyeri ringan hingga sedang

Lapistan Kaplet 500 mg (1 Strip @ 10 Kaplet)


Harga Produk
Mulai dari
Rp 16.000

Jumlah Produk
1

Tersedia 22 Penjual

Apotek Cinta Sehat
Rp 16.000
Apotek Cinta Sehat
Kota Bekasi20.98 km
Apotek A.K.A Farma
Rp 16.000
Apotek A.K.A Farma
Kota Jakarta Barat7.74 km
Apotek Rakyat
Rp 16.500
Apotek Rakyat
Kota Manado2173.72 km
Apotek Happy
Rp 17.000
Apotek Happy
Kota Medan1410.35 km
logo-prescription
Obat ResepKirimkan resep ke alamat email apotek@sehatq.comJumlah pembelian obat terbatas.SehatQ memiliki kewenangan untuk tidak memproses pesanan lebih lanjut jika resep tidak dapat diverifikasi.

Deskripsi

Lapistan Kaplet 500 mg (1 Strip @ 10 Kaplet) adalah obat untuk membantu meringankan nyeri ringan hingga sedang, seperti:

sakit kepala.
sakit gigi.
nyeri haid.
nyeri otot dan sendi.
nyeri karena trauma.
nyeri setelah operasi.
nyeri setelah pencabutan gigi.

asam mefenamat memiliki sifat analgesik atau meringankan rasa nyeri, antipiretik atau menurunkan demam, dan antiinflamasi atau meredakan peradangan.

Informasi zat aktif :

Asam mefenamat termasuk dalam golongan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID). Obat digunakan untuk mengobati rasa nyeri dan bengkak akibat peradangan. Caranya adalah dengan menekan kerja enzim siklooksigenase 1 dan 2 yang berperan dalam produksi prostaglandin.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, asam mefenamat diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan cepat di saluran pencernaan. Waktu ketika obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu puncak konsentrasi plasma): 2-4 jam.
  • Distribusi: Melewati ASI. Ikatan protein plasma: 90% ke atas untuk albumin.
  • Metabolisme: Metabolisme di hati menjadi 3-asam karboksimefenamat.
  • Ekskresi: Melalui urine sekitar 52% (6% sebagai glukuronida, 25% sebagai asam 3-hidroksimefenamat, dan 21% sebagai asam 3-karboksimefenamat) dan feses hingga 20% (terutama sebagai asam 3-karboksimfenamat). Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat sekitar 2 jam.

Kategori kehamilan dan menyusui :

Pada trimester pertama dan kedua:
Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan Lapistan tablet pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Pada trimester ketiga:
Kategori D: Hasil penelitian menunjukkan bahwa obat ini menimbulkan risiko pada janin manusia. Penggunaan pada ibu hamil dapat dipertimbangkan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Misalnya, bila obat dibutuhkan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau penyakit serius ketika obat lain tidak efektif atau tidak bisa diberikan.

Interaksi obat :

  • Obat pereda peradangan nonsteroid lain atau salisilat, seperti aspirin dan obat penghambat proses pembekuan darah (antikoagulan), seperti warfarin.
    Penggunaan asam mefenamat bersama obat-obatan di atas dapat meningkatkan risiko perdarahan.
  • Lithium.
    Penggunaan asam mefenamat bersama lithium akan meningkatan kadar lithium dalam tubuh dan menurunkan pengeluaran lithium pada ginjal, sehingga dapat menimbulkan efek samping, seperti muntah, masalah koordinasi, diare, dan otot lemah.
  • Obat diuretik atau obat untuk meningkatkan pengeluaran urine, seperti furosemid dan hidroklortiazid.
    Penggunaan bersama asam mefenamat dapat menurunkan efek obat diuretik.
  • Ciclosporin dan takrolimus.
    Penggunaan bersama obat-obatan di atas dapat meningkatkan risiko gangguan fungsi ginjal.
  • Digoxin dan metotreksat.
    Asam mefenamat dapat meningkatkan serum digoxin dan metotreksat, sehingga turut meningkatkan risiko keracunan.

Apa yang harus dilakukan jika dosis terlewat :

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter :

Jika efek samping tidak kunjung hilang atau bertambah buruk, segera hubungi dokter Anda.

Lapistan Kaplet 500 mg (1 Strip @ 10 Kaplet)
Golongan Obat
Obat Keras
Informasi Tambahan
obat resep
Kandungan Utama
Asam mefenamat
Kelas Terapi
-
Klasifikasi
-
Kemasan
1 strip @ 10 kaplet (500 mg)
Produsen
Lapi Laboratories

Informasi Zat Aktif

Asam mefenamat termasuk dalam golongan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID). Obat digunakan untuk mengobati rasa nyeri dan bengkak akibat peradangan. Caranya adalah dengan menekan kerja enzim siklooksigenase 1 dan 2 yang berperan dalam produksi prostaglandin.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, asam mefenamat diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan cepat di saluran pencernaan. Waktu ketika obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu puncak konsentrasi plasma): 2-4 jam.
  • Distribusi: Melewati ASI. Ikatan protein plasma: 90% ke atas untuk albumin.
  • Metabolisme: Metabolisme di hati menjadi 3-asam karboksimefenamat.
  • Ekskresi: Melalui urine sekitar 52% (6% sebagai glukuronida, 25% sebagai asam 3-hidroksimefenamat, dan 21% sebagai asam 3-karboksimefenamat) dan feses hingga 20% (terutama sebagai asam 3-karboksimfenamat). Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat sekitar 2 jam.

Indikasi (manfaat)

Membantu meringankan nyeri ringan hingga sedang, seperti:

  • Sakit kepala.
  • Sakit gigi.
  • Nyeri haid.
  • Nyeri otot dan sendi.
  • Nyeri karena trauma.
  • Nyeri setelah operasi.
  • Nyeri setelah pencabutan gigi.

Asam mefenamat memiliki sifat analgesik atau meringankan rasa nyeri, antipiretik atau menurunkan demam, dan antiinflamasi atau meredakan peradangan.

Komposisi

Asam mefenamat 500 mg.

Dosis

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk dokter.

  • Dewasa dan anak-anak berusia di atas 14 tahun: 500 mg sebanyak 3 kali/hari.

Aturan pakai

Harus dikonsumsi bersama makan.

Perlu Resep

Ya

Efek Samping

  • Sakit kepala.
    Istirahat dan tidur yang cukup bisa membuat tubuh Anda lebih relaks. Jika Anda duduk dalam waktu yang lama, bangun dan sering-seringlah bergerak. Lemaskan otot rahang, leher, dan bahu Anda.
  • Pusing.
    Jika Anda mulai merasa pusing, berbaringlah agar tidak pingsan, lalu duduklah sampai Anda merasa lebih baik. Berhati-hatilah saat mengemudi atau mengoperasikan mesin jika Anda mengalami efek samping ini.
  • Sakit perut.
    Cobalah istirahat agar tubuh Anda lebih relaks. Mengompres perut menggunakan bantalan panas atau botol air minum berisi air hangat dapat membantu meredakan efek samping ini.
  • Mual.
    Hindari makanan yang sulit dicerna. Jangan berbaring setelah makan. Beristirahatlah dengan posisi kepala lebih tinggi dari kaki Anda. Jika Anda merasa mual saat bangun di pagi hari, makanlah daging tanpa lemak atau keju sebelum tidur atau taruh biskuit biasa di samping tempat tidur Anda dan makanlah sedikit sebelum bangun. Minumlah setidaknya enam gelas air sehari.
  • Diare.
    Untuk mengatasi diare ringan, Anda perlu mengganti cairan dan elektrolit (garam) yang hilang dengan meminum banyak air atau minuman olahraga kaya elektrolit. Hindari kopi, minuman berkafein, minuman manis, soda, dan alkohol karena memiliki efek pencahar. Sebaiknya, hindari juga produk susu.
  • Muntah.
  • Mengantuk.
  • Kesulitan buang air besar.
  • Telinga berdenging (tinnitus).
  • Peningkatan tekanan darah (hipertensi).

Cara Penyimpanan

Simpan di tempat kering dan sejuk pada suhu di bawah 30 °C. Jauhkan dari cahaya matahari langsung.

Perhatian Khusus

  • Ibu hamil dan menyusui.
  • Pasien penderita gagal ginjal dan hati.
  • Pasien lanjut usia.
  • Risiko gangguan sistem pembuluh darah.
  • Pasien penderita gangguan jantung.
  • Dapat menyebabkan kerusakan hati.
  • Pasien penderita kencing manis (diabetes melitus).
  • Pasien penderita gagal jantung.
  • Pasien yang mengalami dehidrasi atau kekurangan cairan.
  • Risiko gangguan jantung dapat meningkat seiring dengan lama penggunaan obat. Pasien dengan riwayat gangguan jantung memiliki risiko kambuh lebih besar.
  • Pasien dengan kadar lemak dalam darah tinggi (hiperlipidemia).
  • Pasien yang mengalami penurunan jumlah darah dan cairan dalam tubuh secara drastis (hipovolemia).

Kategori Kehamilan

Pada trimester pertama dan kedua:
Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan Lapistan tablet pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Pada trimester ketiga:
Kategori D: Hasil penelitian menunjukkan bahwa obat ini menimbulkan risiko pada janin manusia. Penggunaan pada ibu hamil dapat dipertimbangkan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Misalnya, bila obat dibutuhkan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau penyakit serius ketika obat lain tidak efektif atau tidak bisa diberikan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien hipersensitif terhadap zat aktif asam mefenamat.
  • Pasien penderita gagal jantung.
  • Pasien dengan riwayat penyakit asma.
  • Pasien penderita peradangan di rongga hidung akibat reaksi alergi.
  • Pasien penderita penyakit biduran.
  • Pasien yang menggunakan obat golongan nonsteroid karena dapat menyebabkan sensititvitas silang (cross sensitivity), yaitu reaksi kepekaan terhadap zat yang memiliki struktur kimia sama.
  • Pasien penderita gangguan fungsi ginjal yang berat.
  • Pasien yang memiliki luka pada dinding lambung (tukak lambung) dan usus 12 jari (ulkus duodenum).
  • Pasien penderita peradangan pada saluran pencernaan.
  • Pasien yang mengalami pengencangan otot-otot yang melapisi saluran udara (bronkus) di paru-paru (bronkospasma).

Interaksi (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Obat pereda peradangan nonsteroid lain atau salisilat, seperti aspirin dan obat penghambat proses pembekuan darah (antikoagulan), seperti warfarin.
    Penggunaan asam mefenamat bersama obat-obatan di atas dapat meningkatkan risiko perdarahan.
  • Lithium.
    Penggunaan asam mefenamat bersama lithium akan meningkatan kadar lithium dalam tubuh dan menurunkan pengeluaran lithium pada ginjal, sehingga dapat menimbulkan efek samping, seperti muntah, masalah koordinasi, diare, dan otot lemah.
  • Obat diuretik atau obat untuk meningkatkan pengeluaran urine, seperti furosemid dan hidroklortiazid.
    Penggunaan bersama asam mefenamat dapat menurunkan efek obat diuretik.
  • Ciclosporin dan takrolimus.
    Penggunaan bersama obat-obatan di atas dapat meningkatkan risiko gangguan fungsi ginjal.
  • Digoxin dan metotreksat.
    Asam mefenamat dapat meningkatkan serum digoxin dan metotreksat, sehingga turut meningkatkan risiko keracunan.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Jika efek samping tidak kunjung hilang atau bertambah buruk, segera hubungi dokter Anda.
SehatQ
Belum Ada UlasanJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.
Nama Produk

Lapistan Kaplet 500 mg (1 Strip @ 10 Kaplet)

Total

Rp 16.000