SehatQ
SehatQ Cart
SehatQ Profile

Lapiflox Kaplet 500 mg (1 Strip @ 6 Kaplet)


Harga Produk
Rp 105.000

Jumlah Produk
0

logo-prescription
Obat ResepKirimkan resep ke alamat email apotek@sehatq.comJumlah pembelian obat terbatas.SehatQ memiliki kewenangan untuk tidak memproses pesanan lebih lanjut jika resep tidak dapat diverifikasi.

Deskripsi

Lapiflox Kaplet adalah obat keras atau obat resep yang mengandung ciprofloxacin 500 mg. Beli obat online di Toko SehatQ - Pasti asli!

Nikmati promo GRATIS Ongkir ke seluruh Indonesia. Temukan kode promonya di https://toko.sehatq.com/voucher

Lapiflox Kaplet 500 mg (1 Strip @ 6 Kaplet)
Golongan Obat
Obat Keras
Informasi Tambahan
obat resep
Kandungan Utama
Ciprofloxacin
Kelas Terapi
Antiinfeksi
Klasifikasi
Antibiotik kuinolon
Kemasan
1 Strip @ 6 Kaplet
Produsen
Lapi Laboratories

Informasi Zat Aktif

Ciprofloxacin termasuk dalam golongan antibiotik kuinolon. Obat ini bekerja dengan cara menghentikan pertumbuhan atau perkembangan bakteri.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, ciprofloxacin diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Cepat dan terserap dengan baik dari saluran pencernaan. Kadar obat yang masuk ke dalam peredaran darah sekitar 70-80%.
  • Distribusi: Didistribusikan secara luas di jaringan. Melintasi plasenta, memasuki ASI, empedu (konsentrasi tinggi), dan cairan serebrospinal. Pengikatan protein plasma: 20-40%.
  • Metabolisme: Sebagian dimetabolisme di hati.
  • Ekskresi: Melalui urine sekitar 40-50% dalam bentuk obat tidak berubah, sekitar 15% sebagai metabolit. Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) sekitar 3-5 jam.

Indikasi (manfaat)

Ciprofloxacin membantu mengobati:

  • Infeksi pada perut.
  • Infeksi pada rongga perut.
  • Peradangan pada uretra (uretritis).
  • Infeksi saluran pernapasan.
  • Kencing nanah (gonore).
  • Infeksi saluran pencernaan.
  • Peradangan pada kandung kemih (sistitis).
  • Penyakit yang disebabkan infeksi bakteri Salmonella typhii (demam tifoid).
  • Peradangan pada kelenjar prostat (prostatitis).
  • Infeksi pada kulit dan jaringan lunak.
  • Infeksi pada tulang dan sendi.
  • Infeksi saluran kemih. 

Ciprofloxacin melawan infeksi yang disebabkan bakteri dengan cara menghentikan pertumbuhan bakteri tersebut.

Komposisi

Ciprofloxacin 500 mg

Dosis

Dewasa:

  • Demam tifoid: 500 mg/hari, dikonsumsi selama 7 hari.
  • Sistitis tanpa komplikasi: 250-500 mg, dikonsumsi dalam 2 dosis terbagi. Dikonsumsi selama 3 hari.
  • Infeksi tulang dan sendi: 500-750 mg dikonsumsi dalam 2 dosis terbagi. Dikonsumsi selama 3 bulan.
  • Perawatan dan anthrax: 500 mg/hari dalam dua dosis terbagi. Dikonsumsi selama 60 hari.
  • Prostatitis: 500-750 mg/hari, pada kondisi akut dikonsumsi selama 2-4 minggu dan pada kondisi kronis dikonsumsi selama 4-6 minggu.
  • Servisitis dan uretritis gonococcal: 500 mg/hari dikonsumsi dalam dosis tunggal.
  • Infeksi Pseudomonal saluran pernafasan bawah pada cystic fibrosis: 750 mg sebanyak 2 kali/hari.
  • Pencegahan meningitis meningokokus: 500 mg sebagai dosis tunggal.
  • Radang panggul: 500-750 mg dikonsumsi dalam dua dosis terbagi. Dikonsumsi selama 14 hari.
  • Infeksi saluran kemih tidak terkomplikasi: 250-500 mg/hari, dikonsumsi selama 3 hari.
  • Infeksi yang disebabkan bakteri usus: 500-750 mg, dikonsumsi dalam dua dosis terbagi. Dikonsumsi selama 5-14 hari.
  • Infeksi saluran pernapasan, infeksi kulit, dan jaringan lunak: 500-750 mg, dalam dua dosis terbagi. Dikonsumsi selama 7-14 hari.
  • Otitis eksterna: 750 mg/hari, dikonsumsi selama 28 hari-3 bulan.

Anak-anak: 

  • Perawatan dan anthrax: 10-15 mg/kgBB, dikonsumsi dalam dua dosis terbagi. Dikonsumsi selama 60 hari.
    Dihitung dengan mengalikan berat badan pasien. 
    • Dosis maksimal: 500 mg/hari.
  • Cystic fibrosis: 20 mg/kgBB, dikonsumsi dalam 2 dosis terbagi. Dikonsumsi selama 10-14 hari.
    • Dosis maksimal: 750 mg/hari.

Aturan pakai

Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan. Untuk mengurangi rasa tidak nyaman pada saluran pencernaan, dapat dikonsumsi bersama makanan.

Perlu Resep

Ya

Efek Samping

Efek pada saluran pencernaan:

  • Diare.
    Konsumsi banyak cairan, seperti air untuk menghindari dehidrasi. Kondisi dehidrasi ditandai dengan buang air kecil lebih sedikit dari biasanya atau air seni berbau tajam. Jangan minum obat lain untuk mengobati diare tanpa berbicara dengan apoteker atau dokter.
  • Mual.
    Konsumsi makanan sederhana dan hindari makanan kaya rasa atau pedas saat meminum obat ini. Mengonsumsi ciprofloxacin setelah Anda makan dapat membantu mengurangi mual.
  • Muntah.
  • Gangguan pencernaan.
  • Rasa tidak nyaman pada perut (dispepsia).
  • Nyeri pada perut.
  • Kehilangan nafsu makan (anoreksia).
  • Kesulitan menelan (disfagia).

Efek pada darah:

  • Peningkatan kadar eosinofil dalam darah (eosinofilia).
  • Penurunan kadar sel darah putih dalam darah (leukositopenia).
  • Anemia.
  • Kegagalan sumsum tulang membentuk granulosit (agranulositosis).

Reaksi alergi:

  • Erupsi kulit.
  • Biduran (urtikaria).
  • Kelainan serius pada kulit, lapisan bola mata, rongga mulut, dubur, dan alat kelamin (sindrom Stevens-Johnson).
  • Kemerahan pada kulit.
  • Gatal pada sebagian atau seluruh tubuh (pruritus).
  • Demam obat.
  • Reaksi alergi berat (reaksi anafilaksis).

Efek pada ginjal:

  • Infeksi yang menyebabkan peradangan dan pembengkakan pada ginjal.
  • Gagal ginjal.
  • Poliuria.
  • Peradangan pada vagina.

Efek pada sistem saraf:

  • Pusing.
  • Sakit kepala.
  • Letih.
  • Gangguan kesulitan tidur (insomnia).
  • Gangguan kondisi kejiwaan, seperti marah dan gelisah dengan atau tanpa pemicu (agitasi).
  • Gangguan gerakan gemetar yang tidak terkendali (tremor).

Efek pada hati:

  • Peradangan pada hati.

Efek pada kardiovaskular:

  • Detak jantung melebihi 100 kali/menit (takikardia).
  • Sensasi panas dan kemerahan pada wajah.
  • Pingsan.
  • Nyeri sendi.
  • Lemas.
  • Nyeri otot.
  • Jantung berdebar-debar (palpitasi).
  • Peningkatan tekanan darah hingga di atas normal (hipertensi).
  • Sakit kepala sebelah (migrain).
  • Telinga berdering (tinnitus).
  • Sesak napas.

Cara Penyimpanan

Simpan di tempat kering dan sejuk pada suhu di bawah 30 °C. Jauhkan dari cahaya matahari langsung.

Perhatian Khusus

  • Dapat mengganggu kemampuan mengemudi atau menjalankan mesin.
  • Pasien yang mengalami infeksi virus.
  • Hindarkan penderita dari sinar matahari yang berlebihan.
  • Pasien penderita penyakit jantung.
  • Pasien lanjut usia.
  • Anak-anak.
  • Pasien penderita tekanan darah tinggi (hipertensi).
  • Pasien penderita kencing manis (diabetes melitus).
  • Pasien yang mengalami kejang.
  • Pasien yang menerima transplantasi ginjal atau jantung atau paru-paru.
  • Pasien yang memiliki riwayat atau risiko mengalami gangguan irama jantung.
  • Pasien yang memiliki ambang kejang lebih rendah.
  • Pasien penderita peradangan pada sendi atau rheumatoid arthritis.
  • Pasien penderita gangguan ginjal dan hati.

Kategori Kehamilan

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan Lapiflox kaplet pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap ciprofloxacin atau antibiotik derivat quinolon lainnya.
  • Pasien yang memiliki riwayat tendon pecah.
  • Pasien penderita epilepsi atau pasien dengan gangguan kejang.
  • Pasien dengan riwayat melemahnya otot tubuh akibat gangguan pada saraf dan otot (myasthenia gravis).
  • Wanita hamil dan menyusui.
  • Anak-anak berusia 12 tahun ke bawah.
  • Jangan dikonsumsi bersama tizanidine.

Interaksi (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Kuinidin, prokainamid, amiodarone, dan sotalol.
    Penggunaan obat di atas bersama ciprofloxacin dapat menyebabkan terjadinya gangguan irama jantung.
  • Antasida seperti aluminium hidroksida dan magnesium hidroksida, serta suplemen yang mengandung zat besi dan zinc.
    Antasida dapat menurunkan penyerapan ciprofloxacin, sehingga efektivitasnya dalam mengatasi infeksi akan berkurang.
  • Susu, produk kalsium, multivitamin, dan suplemen mineral yang mengandung zat besi, zinc, dan kalsium.
    Dapat menurunkan kadar ciprofloxacin dalam tubuh, sehingga efektivitasnya dalam mengatasi infeksi akan berkurang.
  • Methotrexate.
    Ciprofloxcin dapat meningkatkan kadar methotrexate, sehingga dapat menimbulkan terjadinya keracunan atau toksisitas.
  • Tizanidin.
    Tizanidin dapat menurunkan tekanan darah hingga di bawah batas normal (hipotensi) dan menyebabkan efek sedatif.
  • Dexamethasone.
    Penggunaan bersama ciprofloxacin dapat meningkatkan risiko gangguan tendon yang parah.
  • Glibenklamid.
    Penggunaan bersama ciprofloxacin dapat meningkatkan efektivitas antidiabetes, sehingga dapat menimbulkan risiko hipoglikemia atau kadar gula dalam darah menjadi sangat rendah.
  • Probenesid.
    Penggunaan bersama probenesid dapat menyebabkan peningkatan konsentrasi plasma ciprofloxacin sheingga dapat menimbulkan efek samping seperti mual dan diare.
  • Warfarin.
    Penggunaan bersama ciprofloxcin dapat meningkatkan efek penghambat pembekuan darah sehingga meningkatkan terjadinya risiko perdarahan dan memar.
  • Obat antiinflamasi non-steroid (NSAID) seperti asam mefenamat.
    Penggunaan obat di atas dapat menyebabkan terjadinya kejang.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hubungi dokter apabila efek samping obat memburuk atau mengganggu aktivitas Anda.
SehatQ
Belum Ada UlasanJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.
Nama Produk

Lapiflox Kaplet 500 mg (1 Strip @ 6 Kaplet)