Lameson tablet adalah obat untuk mengatasi peradangan dan reaksi alergi

Lameson Tablet 16 mg (1 Strip @ 10 Tablet)


Harga Produk
Mulai dari
Rp 12.449

Jumlah Produk
1

Tersedia 30 Penjual

Apotek Golden Sehat
Rp 12.449
Apotek Golden Sehat
Kota Bekasi21.74 km
Apotek Deka Farma
Rp 99.750
Apotek Deka Farma
Kota Bogor51.2 km
Apotek Sumber Sehat Sejahtera 2
Rp 100.084
Apotek Sumber Sehat Sejahtera 2
Kota Jakarta Pusat1.54 km
Apotek Subur Jaya
Rp 101.580
Apotek Subur Jaya
Jakarta Utara8.91 km
logo-prescription
Obat ResepKirimkan resep ke alamat email apotek@sehatq.comJumlah pembelian obat terbatas.SehatQ memiliki kewenangan untuk tidak memproses pesanan lebih lanjut jika resep tidak dapat diverifikasi.

Deskripsi

Lameson tablet adalah obat untuk meredakan peradangan dan reaksi alergi seperti gatal dan kemerahan, serta mengatasi penyakit autoimun. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Lameson tablet mengandung zat aktif metyhlprednisolone.

Methylprednisolone digunakan untuk mengobati gejala peradangan pada kondisi radang sendi, kelainan darah, alergi parah, kanker tertentu, gangguan mata, penyakit kulit, ginjal, usus, dan paru-paru, serta gangguan sistem kekebalan. Obat ini dapat menurunkan respons sistem kekebalan tubuh terhadap berbagai penyakit untuk mengurangi gejala, seperti pembengkakan, nyeri, dan reaksi alergi. Obat ini dapat digunakan bersama obat lain untuk mengatasi gangguan hormon.

Informasi zat aktif :

Methylprednisolone termasuk dalam kelas obat yang disebut glukokortikoid. Methylprednisolone bekerja dengan mengurangi peradangan dan mengubah respons kekebalan tubuh.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, methylprednisolone memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan mudah setelah pemberian melalui mulut atau oral.
  • Distribusi: Didistribusikan dengan cepat ke otot, hati, kulit, usus, dan ginjal. Didistribusikan ke dalam ASI dan melalui plasenta.
  • Metabolisme: Dimetabolisme di hati menjadi metabolit glukuronida dan sulfat yang tidak aktif.
  • Ekskresi: Metabolit tidak aktif dan sejumlah kecil obat yang tidak termetabolisme dikeluarkan oleh ginjal. Jumlah obat yang tidak signifikan dikeluarkan melalui feses. Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi terminal) adalah 18 hingga 36 jam.

Kategori kehamilan dan menyusui :

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan Lameson tablet pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Interaksi obat :

  • Aldesleukin, mifepriston, clopidogrel, warfarin, ibuprofen, celecoxib, aspirin, dan salisilat.
    Penggunaan obat di atas bersama methylprednisolone dapat menyebabkan risiko pendarahan atau timbul memar pada kulit.
  • Ketoconazol, boseprevir, ciclosporin, erythromicin, rifamisin, phenitoin, phenobarbital, dan telaprevir.
    Penggunaan obat di atas bersama methylprednisolone dapat menyebabkan terganggunya kerja methylprednisolone dalam mengatasi gatal dan peradangan.

Apa yang harus dilakukan jika dosis terlewat :

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal menggunakan obat sebelumnya, segera gunakan obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan gunakan obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan menggunakan total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa menggunakan obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter :

Jangan berhenti menggunakan obat ini tanpa berkonsultasi dengan dokter Anda. Menghentikan obat secara tiba-tiba dapat menyebabkan hilangnya nafsu makan, sakit perut, muntah, kantuk, kebingungan, sakit kepala, demam, nyeri sendi dan otot, kulit mengelupas, serta penurunan berat badan.

Jika Anda mengonsumsi obat ini dalam dosis besar dan waktu yang lama, dokter mungkin akan menurunkan dosis secara bertahap agar tubuh Anda dapat beradaptasi, sebelum menghentikan obat sepenuhnya. Perhatikan efek samping yang terjadi saat Anda mengurangi dosis secara bertahap dan setelah berhenti meminum obat ini.

Jika terjadi efek samping, segera hubungi dokter. Anda mungkin perlu meningkatkan dosis obat sementara waktu atau kembali mengonsumsinya.

Indikasi (manfaat) Obat

Mengatasi alergi dan peradangan pada:

  • Peradangan pada sendi (artritis), kulit, sel darah, ginjal, mata, tiroid, dan usus besar atau kolon (kolitis).
  • Gangguan kulit, seperti gatal-gatal, kemerahan, dermatitis, psoriasis, sindrom Stevens-Johnson, dan kelainan kulit lainnya yang responsif terhadap kortikosteroid.
  • Peradangan pada sendi yang disebabkan sistem kekebalan tubuh menyerang jaringannya sendiri (rheumatoid arthritis).
  • Mengobati penyakit kelainan pada darah.
  • Pasien dengan kondisi sistem kekebalan tubuh menyerang jaringannya sendiri (autoimun).
  • Mengatasi asma bronkial.
  • Mengobati alergi parah.
  • Mengobati jenis kanker tertentu.
  • Mengobati gangguan kolagen, seperti lupus eritematosus sistemik.
  • mengobati kelainan endokrin.

Methylprednisolone adalah obat golongan kortikosteroid yang bekerja pada sistem kekebalan untuk membantu meredakan pembengkakan, kemerahan, gatal, dan reaksi alergi.

Komposisi Obat

Methylprednisolone 16 mg.

Dosis Obat

Dewasa dan anak-anak berusia 12 tahun ke atas:

  • Dosis awal: 4-48 mg/hari, dikonsumsi dalam dosis tunggal atau dosis terbagi.
  • Dosis pemeliharaan: 4-16 mg/hari.

Anak-anak berusia 12 tahun ke bawah: 0,8-1,5 mg/kgBB/hari.

  • Dosis maksimal: 80 mg/hari.

Dosis dihitung dengan mengalikan berat badan pasien.

Aturan pakai obat

Dikonsumsi bersama makanan.

Perlu Resep

Ya

Efek Samping Obat

  • Muntah.
    Minumlah banyak air untuk menggantikan cairan yang hilang dan mencegah terjadinya dehidrasi. Dehidrasi ditandai dengan penurunan frekuensi dan jumlah urine, serta urine berwarna gelap dan berbau menyengat. Konsumsilah makanan sederhana dan hindari makanan kaya rasa, seperti makanan pedas.
  • Pusing.
    Jika Anda mulai merasa pusing, baringkan tubuh Anda agar tidak pingsan, lalu duduklah sampai Anda merasa lebih baik. Berhati-hatilah saat mengemudi atau mengoperasikan mesin jika Anda pusing.
  • Mudah berkeringat.
    Penggunaan methylprednisolone dapat meningkatkan kadar gula darah yang akan memperburuk penderita diabetes. Jadi, konsultasilah dengan dokter jika mengalami gejala kadar gula darah tinggi, seperti mudah merasa haus dan meningkatnya kecenderungan ingin buang air kecil. Methylprednisolone juga dapat menurunkan kemampuan tubuh dalam melawan infeksi yang menyerang dan akan memperparah infeksi. Konsultasikan juga kepada dokter jika memiliki gejala infeksi, seperti demam, menggigil, sakit tenggorokan terus menerus, dan batuk.
  • Mual.
    Konsumsilah makanan ringan dan hindari makanan berat atau pedas. Minumlah obat ini setelah makan. Hubungi dokter Anda jika gejala berlangsung lebih dari beberapa hari atau semakin memburuk.
  • Sakit kepala.
    Istirahat dan tidur yang cukup akan membantu Anda lebih rileks. Jika Anda duduk dalam waktu yang lama, bangun dan sering-seringlah bergerak. Lemaskan otot rahang, leher, dan bahu Anda.
  • Gangguan tidur.
  • Rasa terbakar pada dada.
  • Keringat berlebih.
  • Luka pada dinding lambung (tukak lambung).
  • Perubahan nafsu makan.
  • Kesulitan bernapas.
  • Rasa tidak nyaman pada perut (dispepsia).
  • Gatal-gatal.
  • Diare.
  • Kesulitan buang air besar (sembelit).

Cara Penyimpanan Obat

Simpan pada suhu di bawah 30°C dan terlindung dari cahaya matahari langsung.

Perhatian Khusus

  • Bayi.
  • Pasien yang mengonsumsi obat ini dalam jangka panjang.
  • Rusaknya organ hati akibat terbentuknya jaringan parut (sirosis).
  • Pasien penderita kencing manis (diabetes melitus).
  • Anak-anak.
  • Pasien dengan kondisi ketika tubuh hanya menghasilkan sedikit hormon tiroid (hipotiroid).
  • Pasien penderita peradangan pada usus besar (kolon) dan bagian akhir usus besar yang tersambung ke anus (kolitis ulseratif non spesifik).
  • Pasien penderita tuberkulosis.
  • Penggunaan bersama asam asetilsalisilat dapat meningkatkan efek samping pada saluran pencernaan, seperti peradangan, perdarahan, dan maag.
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.
  • Pasien dengan riwayat pembedahan pada saluran pencernaan, peradangan berupa kantung-kantung kecil (divertikula) yang muncul pada dinding saluran pencernaan (divertikulitis), luka pada dinding lambung (tukak peptik) aktif atau laten, gangguan ginjal (insufisiensi ginjal), tekanan darah tinggi (hipertensi), pengeroposan tulang (osteoporosis), dan kelemahan otot (myasthenia gravis).

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen obat ini.
  • Pasien penderita infeksi jamur sistemik.
  • Pasien penderita infeksi parasit di dalam usus besar (amebiasis).
  • Pasien penderita gangguan mental.
  • Pasien penderita penyakit saraf yang dapat menyebabkan kelumpuhan permanen (poliomielitis).
  • Pasien yang mengalami pengeroposan tulang (osteoporosis).
  • Pasien penderita luka pada dinding lambung (tukak lambung).
  • Pasien penderita peningkatan tekanan bola mata menjadi terlalu tinggi (glaukoma sudut tertutup).
  • Pasien yang mengalami infeksi virus.
-
SehatQ
Produk ini belum diulasJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.
Nama Produk

Lameson Tablet 16 mg (1 Strip @ 10 Tablet)

Total

Rp 12.449