SehatQ
SehatQ Profile
Stok Habis
Lacoldin tablet adalah obat yang digunakan untuk meredakan gejala flu

Lacoldin Tablet (1 Strip - 10 Tablet)


Harga Produk
Mulai dari
Rp 19.100

Jumlah Produk
0

Tersedia 36 Penjual

Apotek Plaza Medika Grogol
Rp 25.000
Apotek Plaza Medika Grogol
Kota Jakarta Barat3.59 km
Apotek Rave Pharma
Rp 20.200
Apotek Rave Pharma
Kota Jakarta Pusat3.8 km
Apotek Madinah Farma
Rp 22.600
Apotek Madinah Farma
Kota Jakarta Barat5.96 km
Apotek Golden Sehat Duri Raya
Rp 23.400
Apotek Golden Sehat Duri Raya
Kota Jakarta Barat6.45 km

Deskripsi

Lacoldin tablet adalah obat untuk meredakan gejala flu, seperti demam, pilek, hidung tersumbat, batuk, dan sakit kepala.

Obat ini mengandung zat aktif paracetamol, phenylpropanolamine, dextromethorphan, dan chlorpheniramine maleate.

Paracetamol dapat meredakan rasa nyeri dan menurunkan demam. Phenylpropanolamine digunakan untuk meringankan gejala hidung tersumbat. Dextromethorphan HBr dapat mengatasi batuk kering, sedangkan chlorpheniramine digunakan untuk meredakan gejala alergi, seperti bersin-bersin.

Obat ini merupakan obat bebas terbatas, sehingga frekuensi penggunaannya harus sesuai dengan kemasan atau anjuran dari dokter, apoteker, atau tenaga kesehatan lainnya.

Beli obat online di Toko SehatQ - Pasti asli!

Nikmati promo GRATIS Ongkir ke seluruh Indonesia. Temukan kode promonya di https://toko.sehatq.com/voucher

Lacoldin Tablet (1 Strip - 10 Tablet)
Golongan Obat
4
Informasi Tambahan
-
Kandungan Utama
Paracetamol, phenylpropanolamine HCl, chlorpheniramine maleate, dextromethorphan HBr
Kelas Terapi
Antitusif, ekspektoran, dekongestan, analgetik, antihistamin
Klasifikasi
-
Kemasan

1 strip @ 10 tablet

Produsen
Lapi Laboratories

Informasi Zat Aktif

Sebagai penurun demam, paracetamol bekerja dengan menghambat pusat pengatur panas hipotalamus. Sementara, sebagai pereda nyeri, paracetamol bekerja dengan cara mengurangi zat penyebab peradangan, yaitu prostaglandin.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, paracetamol diketahui memiliki status:

  • Absorbsi: Diserap dengan baik setelah pemberian oral dan dubur. 
  • Distribusi: Didistribusikan ke sebagian besar jaringan tubuh. Melewati plasenta dan memasuki ASI. 
  • Metabolisme: Terutama dimetabolisme di hati.
  • Ekskresi: Dikeluarkan melalui urine.

Phenylpropanolamine bekerja dengan cara mempersempit pembuluh darah pada hidung, sinus, dan dada untuk melancarkan daera tersebut dan mengurangi penyumbatan pada hidung.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, paracetamol diketahui memiliki status:

  • Absorbsi: Diserap dengan baik dari saluran pencernaan.
  • Metabolisme: Mengalami metabolisme hati parsial.
  • Ekskresi: Dikeluarkan melalui urine.

Chlorpheniramine bekerja secara kompetitif dengan cara menghambat reseptor histamin H1- di saluran pencernaan dan pernapasan dan pembuluh darah. Hal tersebut dapat mencegah pelepasan zat yang memicu reaksi alergi dan inflamasi atau peradangan, seperti histamin, prostaglandin, dan leukotrien.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, chlorpheniramine diketahui memiliki status:

  • Absorbsi: Mudah diserap dari saluran pencernaan.
  • Distribusi: Didistribusikan secara luas di tubuh dan sistem saraf pusat, serta memasuki ASI.
  • Metabolisme: Mengalami metabolisme lintas pertama yang ekstensif di hati oleh enzim CYP450 menjadi metabolit aktif dan tidak aktif.
  • Ekskresi: Dikeluarkan melalui urine dan feses.

Dextromethorphan bekerja dengan cara menekan pusat batuk yang mengakibatkan penurunan sensitivitas reseptor batuk.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, dextromethorphan diketahui memiliki status:

  • Absorbsi: Cepat diserap dari saluran pencernaan.
  • Distribusi: Didistribusikan secara luas.
  • Metabolisme: Dimetabolisme di hati.
  • Ekskresi: Dikeluarkan melalui urine.

Indikasi (manfaat)

Meringankan gejala flu, seperti:

Paracetamol merupakan obat analgesik atau pereda nyeri dan antipiretik atau penurun demam. Phenylpropanolamine termasuk dalam golongan obat dekongestan yang mampu mengurangi hidung tersumbat.

Dextromethorphan adalah agen antitusif, yaitu obat yang digunakan untuk meredakan batuk. Sementara, chlorpheniramine merupakan obat antihistamin atau antialergi.

Komposisi

  • Paracetamol 500 mg
  • Phenylpropanolamin HCl 12,5 mg
  • Dextromethorphan HBr 15 mg
  • Clorpheniramin maleate 2 mg

Dosis

  • Dewasa dan anak-anak berusia 12 tahun ke atas: 1 tablet sebanyak 3-4 kali/hari
  • Anak-anak berusia 6-12 tahun: ½ tablet sebanyak 3-4 kali/hari

Aturan pakai

Dikonsumsi setelah makan.

Perlu Resep

Tidak

Efek Samping

  • Mengantuk
  • Gangguan pencernaan
  • Gangguan gerakan dan reaksi menjadi lambat (psikomotor)
  • Detak jantung melebihi 100 kali/menit (takikardia)
  • Gangguan irama jantung (aritmia)
  • Mulut kering
  • Jantung berdebar-debar (palpitasi)
  • Kesulitan buang air kecil (retensi urine)
  • Kerusakan hati jika digunakan jangka panjang dalam dosis besar

Cara Penyimpanan

Simpan pada suhu di bawah 30°C dalam wadah tertutup rapat. Hindarkan dari cahaya matahari langsung.

Perhatian Khusus

  • Pasien penderita tekanan darah tinggi (hipertensi) berat
  • Pasien penderita penyakit jantung
  • Pasien penderita kencing manis (diabetes melitus)
  • Pasien dengan gangguan fungsi hati dan ginjal berat

Kategori Kehamilan

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan Lacoldin tablet pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien penderita tekanan darah tinggi (hipertensi) berat
  • Pasien penderita penyakit jantung
  • Pasien penderita kencing manis (diabetes melitus)
  • Pasien dengan gangguan fungsi hati dan ginjal berat

Interaksi (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Obat penekan sistem saraf pusat
    Penggunaan bersama dapat meningkatkan efek kerja obat penekan sistem saraf pusat, sehingga akan meningkatkan efek samping obat.
  • Obat golongan penghambat monoamine oxidase (MAO inhibitor), seperti furozolidon, linezolid, fenelzin, dan transilpromin
    Penggunaan bersama Lacoldin dapat meningkatkan efek samping obat.
  • Antikoagulan (Warfarin)
    Kandungan paracetamol di dalam Lacoldin tablet dapat meningkatkan efek obat antikoagulan.
  • Metoclopramide HCl
    Penggunaan bersama Lacoldin dapat meningkatkan efek samping obat.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya
    Jika masih dekat dengan jadwal sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali atas anjuran dokter.
  • Sering lupa mengonsumsi obat
    Jika sering lupa mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Segera hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Tinja berwarna tanah liat
  • Koma
  • Kebingungan
  • Sembelit
  • Batuk atau suara sesak
  • Sulit bernapas
  • Kelelahan ekstrim
  • Sering buang air kecil
  • Gusi berdarah
  • Sakit punggung dan perut
  • Adanya darah dalam urine atau tinja
  • Penglihatan kabur
  • Nyeri dada
  • Panas dingin

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/lacoldin?type=brief&lang=id
Diakses pada 28 Juni 2021

Drugs. https://www.drugs.com/mtm/phenylpropanolamine.html
Diakses pada 28 Juni 2021

Medscape. https://reference.medscape.com/drug/tylenol-acetaminophen-343346#0
Diakses pada 28 Juni 2021

Drugs. https://www.drugs.com/acetaminophen.html
Diakses pada 28 Juni 2021

SehatQ
Belum Ada UlasanJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.
Nama Produk

Lacoldin Tablet (1 Strip - 10 Tablet)

Total

Rp 0

Jual dan Beli Lacoldin Tablet (1 Strip - 10 Tablet) dari Apotek Online Toko SehatQ

Lacoldin digunakan untuk meringankan gejala flu, demam, sakit kepala, hidung tersumbat, dan bersin yang disertai batuk. Lacoldin merupakan obat bebas terbatas.


Merek: Lacoldin
Bentuk sediaan: tablet
Principal/Distributor obat: Lapi Laboratories
Manufacture: Lapi Laboratories
Kemasan obat: 1 strip isi 10 tablet

Indikasi/Manfaat Lacoldin Tablet (1 Strip - 10 Tablet)

Meringankan gejala flu seperti demam, sakit kepala, hidung tersumbat, dan bersin-bersin yang disertai batuk

Dosis Lacoldin Tablet (1 Strip - 10 Tablet)


  • Dewasa dan anak > 12 tahun : 3-4 x sehari 1 tablet
  • Anak 6-12 tahun : 3-4 x sehari ½ tablet


Cara Penggunaan Lacoldin Tablet (1 Strip - 10 Tablet)


Sebaiknya diberikan bersamaan dengan makan

Cara Menyimpan Lacoldin Tablet (1 Strip - 10 Tablet)



Kontraindikasi/Jangan Menggunakan Lacoldin Tablet (1 Strip - 10 Tablet) Jika:


Tidak boleh diberikan pada pasien yang peka terhadap obat simpatomimetik lain.


Yang Perlu Diperhatikan Saat/Sebelum Menggunakan Lacoldin Tablet (1 Strip - 10 Tablet)


  • Tidak boleh diberikan melebihi dosis yang dianjurkan.
  • Hati-hati penggunaan pada penderita tekanan darah tinggi atau yang memiliki potensi tekanan darah tinggi.
  • Bila dalam 3 hari gejala flu tidak berkurang segera hubungi dokter.
  • Hentikan penggunaan obat ini jika terjadi susah tidur, jantung berdebar dan pusing.


Efek Samping Obat Lacoldin Tablet (1 Strip - 10 Tablet)


  • Mengantuk
  • Gangguan pencernaan
  • Gangguan psikomotor
  • Takikardi
  • Aritmia
  • Mulut kering
  • Palpitasi
  • Retensi urin
  • Kerusakan hati (dosis besar, terapi jangka panjang)