SehatQ
SehatQ Profile
|
|
|
Kolton Tablet adalah obat untuk mengobati kadar asam urat yang tinggi dalam darah (hiperurisemia) akibat pengobatan kanker

Kolton Tablet 100 mg (1 Strip @ 10 Tablet)


Harga Produk
Mulai dari
Rp 13.603


Tersedia 11 Penjual

Urutkan
Apotek Kosambi
Rp 15.000
Apotek KosambiKota Jakarta Barat
11.97 km
Apotek Sanis
Rp 16.500
Apotek SanisKota Tangerang Selatan
15.94 km
Apotek Salva Medika
Rp 18.058
Apotek Salva MedikaKota Bekasi
16.02 km
Apotek Syifa Zanra Medika
Rp 19.900
Apotek Syifa Zanra MedikaKota Jakarta Timur
17.38 km
logo-prescription
Obat ResepProduk ini hanya dapat dibeli melalui Chat Dokter berdasarkan gejala Anda.

Deskripsi

Kolton Tablet adalah obat untuk menurunkan kadar asam urat dalam kondisi di mana asam urat telah terjadi, misalnya pada kondisi sakit sendi akibat kadar asam urat tinggi, kulit tophi, batu ginjal atau risiko klinis yang dapat diprediksi.

Kolton Tablet mengandung zat aktif allopurinol. Obat ini termasuk ke dalam golongan obat penghambat xanthine-oxidase. Obat ini bekerja dengan cara menurunkan kadar asam urat dalam darah.

Obat ini merupakan obat keras. Penggunaan obat ini harus di bawah pengawasan tenaga kesehatan, seperti dokter atau apoteker untuk mencegah penyalahgunaan obat.

Beli obat online di Toko SehatQ - Pasti asli!

Nikmati promo GRATIS Ongkir ke seluruh Indonesia. Temukan kode promonya di https://toko.sehatq.com/voucher

Kolton Tablet 100 mg (1 Strip @ 10 Tablet)
Golongan Obat
Obat Keras
Informasi Tambahan
obat resep
Kandungan Utama

Allopurinol

Kelas Terapi

Hiperurisemia

Klasifikasi

Inhibitor xanthine oxidase

Kemasan

1 strip @ 10 tablet (100 mg)

Produsen
Pharos

Informasi Zat Aktif

Allopurinol adalah obat untuk mengobati kadar asam urat yang tinggi di dalam darah dan jenis batu ginjal tertentu.

Jika tubuh membuat terlalu banyak asam urat atau ginjal tidak dapat menyaring asam urat tersebut dengan baik, asam urat dapat menumpuk. Penumpukan tersebut menimbulkan pembentukan kristal kecil dan tajam di sekitar persendian.

Selain itu, obat ini juga digunakan untuk mencegah peningkatan asam urat pada pasien yang menjalani kemoterapi untuk mengobati kanker. Saat melakukan kemoterapi, sel kanker akan melepaskan asam urat. Kadar asam urat yang meningkat dan berlebihan dapat menyebabkan penyakit asam urat (gout) dan ginjal.

Obat ini termasuk ke dalam golongan obat penghambat xanthine-oxidase yang bekerja dengan menurunkan kadar asam urat dalam darah.

Indikasi (manfaat)

  • Mengobati kadar asam urat yang tinggi dalam darah (hiperurisemia)
  • Menurunkan kadar asam urat yang tinggi (hiperurisemia) akibat pengobatan kanker atau kemoterapi
  • Mengatasi batu saluran kemih

Allopurinol adalah obat asam urat bekerja dengan cara menghambat enzim xanthine oxidase enzim. Dengan menghambat enzim xanthine oxidase, perubahan hipoksantin menjadi xanthine dan selanjutnya menjadi asam urat pun akan turut terhambat.

Peningkatan kadar asam urat dapat menyebabkan masalah asam urat dan ginjal.

Komposisi

Allopurinol 100 mg

Dosis

Hiperurisemia akibat terapi keganasan atau kanker

  • Dewasa: 200-400 mg/m2 setiap hari sebagai infus tunggal atau dalam dosis terbagi pada interval 6-8 atau 12-jam, dimulai 1-2 hari sebelum dilakukannya pengobatan kanker. Dosis maksimal sebanyak 600 mg/hari.
  • Anak-anak:
    • 10 tahun ke bawah: 200 mg/m2 per hari sebagai dosis awal
    • 10 tahun ke atas: 200-400 mg/m2 setiap hari. Dosis dapat diberikan sebagai infus tunggal atau dalam dosis terbagi pada interval 6, 8, atau 12 jam, dimulai 1-2 hari sebelum dilakukannya pengobatan kanker. Dosis maksimal sebanyak 600 mg/hari

Oral

Hiperurisemia

  • Dewasa: 100 mg/hari sebagai dosis awal, kemudian disesuaikan dengan efektivitas serum urat
    • Dosis pemeliharaan: 100-200 mg/hari
    • Kondisi ringan: 300-600 mg/hari
    • Kondisi cukup berat: 700-900 mg/hari
    • Dosis maksimal: 900 mg/hari

Dosis lebih dari 300 mg setiap hari harus diberikan dalam dosis terbagi.

Hiperurisemia akibat pengobatan keganasan atau kanker

  • Dewasa: 600-800 mg/hari dalam dosis terbagi, 2-3 hari sebelum dilakukannya pengobatan kanker.
  • Anak-anak:
    • 6 tahun ke bawah: 150 mg/hari
    • 6-10 tahun: 300 mg/hari
    • Dosis alternatif 15 tahun ke bawah: 10-20 mg/kgBB/hari.
    • Dosis maksimal: 400 mg/hari

Batu saluran kemih (kalsium oksalat) berulang

  • Dewasa: 200-300 mg/hari dalam dosis tunggal atau terbagi

Aturan pakai

Sebaiknya dikonsumsi sesudah makan

Perlu Resep

Ya

Efek Samping

  • Rasa tidak nyaman pada perut (dispepsia)
  • Demam
  • Nyeri sendi
  • Gagal ginjal
  • Mual
  • Muntah
  • Nyeri pada perut
  • Kesemutan (parestesia)
  • Kelelahan
  • Gatal pada sebagian atau seluruh tubuh (pruritus)
  • Kerontokan rambut (alopecia)
  • Diare
  • Nyeri otot
  • Sakit kepala
  • Penurunan jumlah sel darah putih (leukopenia)
  • Tingginya kadar eosinofil dalam darah (eosinofilia)
  • Penurunan kadar trombosit dalam darah (trombositopenia)
  • Kelainan serius pada kulit, serta lapisan bola mata, dalam mulut, dubur, dan alat kelamin (sindrom Stevens-Johnson).
    Sindrom Stevens-Johnson adalah efek samping langka dari allopurinol yang ditandai dengan gejala flu diikuti ruam merah atau ungu yang menyebar dan membentuk lepuh. Bagian kulit tersebut akhirnya mati dan mengelupas.
    Kondisi ini dapat terjadi dalam 8 minggu pertama penggunaan allopurinol atau ketika dosis ditingkatkan terlalu cepat. Selain itu, kondisi ini juga dapat terjadi jika allopurinol dihentikan tiba-tiba selama beberapa hari dan kemudian dimulai kembali dengan dosis yang sama seperti sebelumnya. Hentikan penggunaan obat ini secara perlahan.

Cara Penyimpanan

Simpan di tempat kering dan sejuk pada suhu di bawah 30 °C. Jauhkan dari cahaya matahari langsung.

Perhatian Khusus

  • Pasien dengan gangguan penyimpanan zat besi, termasuk penyakit ketika kadar zat besi di dalam tubuh terlalu berlebihan (hematokromatosis)
  • Pasien dengan gangguan tiroid
  • Pasien yang mengalami serangan asam urat akut
  • Pasien dengan gangguan ginjal atau hati
  • Ibu hamil dan menyusui
  • Anak-anak
  • Pasien yang menggunakan allopurinol (300-600 mg) bersama merkaptopurin atau azatioprin

Kategori Kehamilan

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan Kolton tablet pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen obat ini

Interaksi (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Aziatiopirin dan merkaptopurin.
    Allopurinol dapat mengurangi metabolisme aziatiopirin dan merkaptopurin sehingga meningkatkan risiko terjadinya kerusakan sumsum tulang yang parah.
  • Dikumarol, klorpropamid, dan vidarabin.
    Allopurinol dapat memperpanjang waktu paruh dari obat-obat di atas.
  • Siklosporin.
    Allopurinol dapat meningkatkan kadar siklosporin.
  • Diuretik tiazid.
    Allopurinol dapat meningkatkan risiko alergo [ada pasien yang mengalami penurunan fungsi ginjal.
  • Teofilin.
    Allopurinol dapat menghambat metabolisme teofilin.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Jika efek samping tidak kunjung hilang atau bertambah buruk, segera hubungi dokter Anda.

Nomor Izin Edar

DKL2140407110A1
SehatQ
Belum Ada UlasanJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.

Produk Terkait

FAQ

Mengobati kadar asam urat yang tinggi dalam darah (hiperurisemia)Menurunkan kadar asam urat yang tinggi (hiperurisemia) akibat pengobatan kanker atau kemoterapiMengatasi batu saluran kemihAllopurinol adalah obat asam urat bekerja dengan cara menghambat enzim xanthine oxidase enzim. Dengan menghambat enzim xanthine oxidase, perubahan hipoksantin menjadi xanthine dan selanjutnya menjadi asam urat pun akan turut terhambat.Peningkatan kadar asam urat dapat menyebabkan masalah asam urat dan ginjal.

Hiperurisemia akibat terapi keganasan atau kankerDewasa: 200-400 mg/m2 setiap hari sebagai infus tunggal atau dalam dosis terbagi pada interval 6-8 atau 12-jam, dimulai 1-2 hari sebelum dilakukannya pengobatan kanker. Dosis maksimal sebanyak 600 mg/hari.Anak-anak:10 tahun ke bawah: 200 mg/m2 per hari sebagai dosis awal10 tahun ke atas: 200-400 mg/m2 setiap hari. Dosis dapat diberikan sebagai infus tunggal atau dalam dosis terbagi pada interval 6, 8, atau 12 jam, dimulai 1-2 hari sebelum dilakukannya pengobatan kanker. Dosis maksimal sebanyak 600 mg/hariOralHiperurisemiaDewasa: 100 mg/hari sebagai dosis awal, kemudian disesuaikan dengan efektivitas serum uratDosis pemeliharaan: 100-200 mg/hariKondisi ringan: 300-600 mg/hariKondisi cukup berat: 700-900 mg/hariDosis maksimal: 900 mg/hariDosis lebih dari 300 mg setiap hari harus diberikan dalam dosis terbagi.Hiperurisemia akibat pengobatan keganasan atau kankerDewasa: 600-800 mg/hari dalam dosis terbagi, 2-3 hari sebelum dilakukannya pengobatan kanker.Anak-anak:6 tahun ke bawah: 150 mg/hari6-10 tahun: 300 mg/hariDosis alternatif 15 tahun ke bawah: 10-20 mg/kgBB/hari.Dosis maksimal: 400 mg/hariBatu saluran kemih (kalsium oksalat) berulangDewasa: 200-300 mg/hari dalam dosis tunggal atau terbagi

Sebaiknya dikonsumsi sesudah makan

Rasa tidak nyaman pada perut (dispepsia)DemamNyeri sendiGagal ginjalMualMuntahNyeri pada perutKesemutan (parestesia)KelelahanGatal pada sebagian atau seluruh tubuh (pruritus)Kerontokan rambut (alopecia)DiareNyeri ototSakit kepalaPenurunan jumlah sel darah putih (leukopenia)Tingginya kadar eosinofil dalam darah (eosinofilia)Penurunan kadar trombosit dalam darah (trombositopenia)Kelainan serius pada kulit, serta lapisan bola mata, dalam mulut, dubur, dan alat kelamin (sindrom Stevens-Johnson).Sindrom Stevens-Johnson adalah efek samping langka dari allopurinol yang ditandai dengan gejala flu diikuti ruam merah atau ungu yang menyebar dan membentuk lepuh. Bagian kulit tersebut akhirnya mati dan mengelupas. Kondisi ini dapat terjadi dalam 8 minggu pertama penggunaan allopurinol atau ketika dosis ditingkatkan terlalu cepat. Selain itu, kondisi ini juga dapat terjadi jika allopurinol dihentikan tiba-tiba selama beberapa hari dan kemudian dimulai kembali dengan dosis yang sama seperti sebelumnya. Hentikan penggunaan obat ini secara perlahan.

Nama Produk

Kolton Tablet 100 mg (1 Strip @ 10 Tablet)

Total

Rp 15.000