Kolton Tablet 100 mg (1 Strip @ 10 Tablet)


Harga Produk
Rp 16.800

Jumlah Produk
0

logo-prescription
Obat ResepKirimkan resep ke alamat email apotek@sehatq.comJumlah pembelian obat terbatas.SehatQ memiliki kewenangan untuk tidak memproses pesanan lebih lanjut jika resep tidak dapat diverifikasi.

Deskripsi

Kolton Tablet 100 mg (1 Strip @ 10 Tablet) adalah obat untuk mengobati kadar asam urat yang tinggi dalam darah (hiperurisemia).
Kolton Tablet 100 mg (1 Strip @ 10 Tablet)
Golongan Obat
Obat Keras
Informasi Tambahan
obat resep
Kandungan Utama
Allopurinol
Kelas Terapi
-
Klasifikasi Obat
-
Kemasan
1 strip @ 10 tablet (100 mg)
Produsen
Pharos

Informasi Zat Aktif

Alopurinol digunakan untuk mengobati dan mencegah kadar asam urat tinggi dalam darah dan sejenis batu ginjal yang mungkin disebabkan oleh obat kanker atau untuk pasien batu ginjal yang mengandung kalsium.

Indikasi (manfaat) Obat

  • Mengobati kadar asam urat yang tinggi dalam darah (hiperurisemia)
  • Menurunkan kadar asam urat yang tinggi (hiperurisemia) akibat pengobatan kanker atau kemoterapi
  • Mengatasi batu saluran kemih

Allopurinol adalah obat asam urat bekerja dengan cara menghambat enzim xanthine oxidase enzim. Dengan menghambat enzim xanthine oxidase, perubahan hipoksantin menjadi xanthine dan selanjutnya menjadi asam urat pun akan turut terhambat.

Peningkatan kadar asam urat dapat menyebabkan masalah asam urat dan ginjal.

Komposisi Obat

Allopurinol 100 mg

Dosis Obat

Dewasa:

  • Hiperurisemia:
    • Dosis awal: 100 mg/hari
    • Perawatan:
      • Ringan: 100-300 mg/hari
      • Cukup parah: 600 mg/hari
    • Dosis maksimal: 900 mg/hari, dosis 300 mg ke atas harus dikonsumsi dalam dosis terbagi
  • Hiperurisemia akibat pengobatan kanker: 600-800 mg/hari dalam dosis terbagi, dikonsumsi selama 2-3 hari sebelum dilakukan pengobatan kanker
  • Batu saluran kemih: 200-300 mg/hari dalam dosis tunggal atau terbagi

Aturan pakai obat

Sebaiknya dikonsumsi sesudah makan

Perlu Resep

Ya

Efek Samping Obat

  • Rasa tidak nyaman pada perut (dispepsia)
  • Demam
  • Nyeri sendi
  • Gagal ginjal
  • Mual
  • Muntah
  • Nyeri pada perut
  • Kesemutan (parestesia)
  • Kelelahan
  • Gatal pada sebagian atau seluruh tubuh (pruritus)
  • Kerontokan rambut (alopecia)
  • Diare
  • Nyeri otot
  • Sakit kepala
  • Penurunan jumlah sel darah putih (leukopenia)
  • Tingginya kadar eosinofil dalam darah (eosinofilia)
  • Penurunan kadar trombosit dalam darah (trombositopenia)
  • Kelainan serius pada kulit, serta lapisan bola mata, dalam mulut, dubur, dan alat kelamin (sindrom Stevens-Johnson).
    Sindrom Stevens-Johnson adalah efek samping langka dari allopurinol yang ditandai dengan gejala flu diikuti ruam merah atau ungu yang menyebar dan membentuk lepuh. Bagian kulit tersebut akhirnya mati dan mengelupas.
    Kondisi ini dapat terjadi dalam 8 minggu pertama penggunaan allopurinol atau ketika dosis ditingkatkan terlalu cepat. Selain itu, kondisi ini juga dapat terjadi jika allopurinol dihentikan tiba-tiba selama beberapa hari dan kemudian dimulai kembali dengan dosis yang sama seperti sebelumnya. Hentikan penggunaan obat ini secara perlahan.

Cara Penyimpanan Obat

Simpan di tempat kering dan sejuk pada suhu di bawah 30 °C. Jauhkan dari cahaya matahari langsung.

Perhatian Khusus

  • Pasien dengan gangguan penyimpanan zat besi, termasuk penyakit ketika kadar zat besi di dalam tubuh terlalu berlebihan (hematokromatosis)
  • Pasien dengan gangguan tiroid
  • Pasien yang mengalami serangan asam urat akut
  • Pasien dengan gangguan ginjal atau hati
  • Ibu hamil dan menyusui
  • Anak-anak
  • Pasien yang menggunakan allopurinol (300-600 mg) bersama merkaptopurin atau azatioprin

Kategori Kehamilan

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan Kolton tablet pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen obat ini

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Aziatiopirin dan merkaptopurin.
    Allopurinol dapat mengurangi metabolisme aziatiopirin dan merkaptopurin sehingga meningkatkan risiko terjadinya kerusakan sumsum tulang yang parah.
  • Dikumarol, klorpropamid, dan vidarabin.
    Allopurinol dapat memperpanjang waktu paruh dari obat-obat di atas.
  • Siklosporin.
    Allopurinol dapat meningkatkan kadar siklosporin.
  • Diuretik tiazid.
    Allopurinol dapat meningkatkan risiko alergo [ada pasien yang mengalami penurunan fungsi ginjal.
  • Teofilin.
    Allopurinol dapat menghambat metabolisme teofilin.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Jika efek samping tidak kunjung hilang atau bertambah buruk, segera hubungi dokter Anda.
-
SehatQ
Produk ini belum diulasJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.
Nama Produk

Kolton Tablet 100 mg (1 Strip @ 10 Tablet)