Kolkatriol Kapsul 0,25 mcg (1 botol @ 30 Kapsul) | Manfaat dan Indikasi Obat, Dosis, Efek Samping"
Kolkatriol kapsul adalah obat untuk mengobati osteoporosis dan hipoparatiroid.

Kolkatriol Kapsul 0,25 mcg (1 botol @ 30 Kapsul)


Harga Produk
Mulai dari
Rp 8.462

Jumlah Produk
1

Tersedia 10 Penjual

Apotek Golden Sehat Duri Raya
Rp 8.462
Apotek Golden Sehat Duri Raya
Jakarta Barat6.45 km
Apotek Golden Sehat
Rp 8.462
Apotek Golden Sehat
Kota Bekasi21.74 km
Apotek Lucky Star
Rp 195.300
Apotek Lucky Star
Kota Jakarta Utara7.54 km
Apotek Ade
Rp 228.071
Apotek Ade
Kota Jakarta Selatan8.27 km
logo-prescription
Obat ResepKirimkan resep ke alamat email apotek@sehatq.comJumlah pembelian obat terbatas.SehatQ memiliki kewenangan untuk tidak memproses pesanan lebih lanjut jika resep tidak dapat diverifikasi.

Deskripsi

Kolkatriol kapsul adalah obat untuk mengatasi tulang yang mengalami penurunan kepadatan (osteoporosis) dan kadar hormon paratiroid rendah dalam tubuh (hipoparatiroid). Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Kolkatriol kapsul mengandung zat aktif kalsitriol.

Informasi zat aktif :

Kalsitriol adalah bentuk aktif dari vitamin D3 (cholecalciferol). Obat ini merangsang reseptor vitamin D di usus, ginjal, kelenjar paratiroid dan tulang untuk meningkatkan transportasi dan penyerapan Ca sehingga meningkatkan kadar Ca serum. Obat ini juga menstimulasi resorpsi tulang dan reabsorpsi Ca di tubulus ginjal sehingga menurunkan kadar hormon paratiroid (PTH) dan mempertahankan homeostasis Ca-fosfat.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, glibenklamid diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan cepat dari saluran gastrointestinal. Waktu untuk konsentrasi plasma puncak: Dalam 2-6 jam (oral).
  • Distribusi: Pengikatan protein plasma: 99,9%, terutama untuk protein pengikat vitamin D; albumin dan lipoprotein.
  • Metabolisme: Dimetabolisme di hati dan ginjal menjadi asam kalsitroat dan metabolit lakton.
  • Ekskresi: Terutama melalui feses (27%); urin (7%).Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi): 5-8 jam.

Kategori kehamilan dan menyusui :

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan kolkatriul tablet pada ibu hamil, namun ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Interaksi obat :

  • Diuretik tiazid.
    Meningkatnya risiko peningkatan kadar kalsium dalam darah (hiperkalsemia) dengan diuretik tiazid.
  • Kolestiramin dan sevelamer.
    Penyerapan usus menurun dengan sequestrants asam empedu misalnya kolestiramin dan sevelamer.
  • Karbamazepin, fenobarbital, dan fenitoin serta kortikosteroid.
    Obat di atas dapat mengurangi efek dari kalsitriol.
  • Digitalis.
    Dapat menyebabkan gangguan irama jantung (aritmia jantung) dengan digitalis.
  • Antasida.
    Dapat menyebabkan peningkatan kadar magnesium dalam darah (hipermagnesemia) dengan agen yang mengandung Mg seperti antasida pada pasien yang mengalami cuci darah (dialisis).
  • Vitamin D.
    Dapat menyebabkan penekanan hormon paratiroid yang berlebihan dengan pemberian vitamin D yang berlebihan.

Apa yang harus dilakukan jika dosis terlewat :

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutnya konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa untuk mengonsumsi obat, cobalah untuk menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau meminta bantuan orang lain untuk membantu mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter :

  • Jika Anda mengalami gejala dehidrasi seperti merasa sangat haus atau panas, tidak dapat buang air kecil, berkeringat banyak, atau kulit panas dan kering.
  • Kadar kalsium tinggi seperti mual, muntah, sembelit, peningkatan rasa haus atau buang air kecil, kelemahan otot, nyeri tulang, kebingungan, kurang energi, atau perasaan lelah atau kadar kalsium rendah yang ditandai dengan kejang atau kontraksi otot, mati rasacdi sekitar mulut, atau di jari tangan dan kaki.

Indikasi (manfaat) Obat

Mengobati:

  • Gangguan tulang yang ditandai dengan penurunan massa tulang yang menyebabkan tulang menjadi rapuh dan mudah patah (osteoporosis postmenopause).
  • Perubahan bentuk dan struktur tulang pada pasien dengan penyakit ginjal kronis (osteodistrofi ginjal).
  • Kekurangan vitamin D yang membuat tulang mengalami perlunakan dan menjadi melemah (rakhitis).
  • Kekurangan hormon tiroid paska bedah.
  • Kekurangan hormon tiroid yang tidak diketahui penyebabnya (hipoparatiroid idiopatik).
  • Kondisi di mana kadar hormon paratiroid dalam tubuh tinggi, namun kadar kalsium dalam darah dan tulang rendah (pseudohipoparatiroidisme).

Kalsitriol adalah bentuk vitamin D aktif buatan manusia. Kebanyakan orang mendapatkan cukup vitamin D dari paparan sinar matahari dan dari produk makanan yang diperkaya misalnya, produk susu, dan vitamin. Vitamin D membantu mengontrol hormon paratiroid dan kadar mineral tertentu misalnya kalsium dan fosfor yang dibutuhkan untuk membangun dan menjaga kekuatan tulang. Sebelum vitamin D biasa dapat digunakan oleh tubuh, perlu diubah menjadi bentuk aktif oleh hati dan ginjal. Kalsitriol digunakan pada pasien dengan penyakit ginjal yang tidak dapat membuat cukup bentuk aktif Vitamin D. Obat ini bekerja dengan membantu tubuh menggunakan lebih banyak kalsium yang ditemukan dalam makanan atau suplemen dan mengatur produksi hormon paratiroid tubuh.

Komposisi Obat

Kalsitriol 0,25 mcg.

Dosis Obat

Dewasa:

  • Osteoporosis postmenopause: 1 kapsul sebanyak 2 kali/hari.
  • Osteodistrofi ginjal pada penderita dialisis: 1 kapsul/hari dosis dapat ditingkatkan pada interval 2 sampai 4 minggu.
  • Hipoparatiroidisme dan rakhitis: 1 kapsul sebanyak 1 kali/hari, diberikan pada pagi hari.

Bayi dan anak usia 1-5 tahun:

  • Osteodistrofi ginjal pada penderita dialisis (dengan hipoparatiroidisme): 0,25-0,75 mcg/hari.

Aturan pakai obat

Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.

Perlu Resep

Ya

Efek Samping Obat

  • Kehilangan nafsu makan, penurunan berat badan, mual, rasa haus, berkeringat, rasa logam di mulut Anda, dan buang air kecil lebih sering.
    Ini adalah tanda-tanda bahwa mungkin ada terlalu banyak kalsium dalam darah Anda. Hubungi dokter Anda sesegera mungkin. Dosis Anda mungkin perlu disesuaikan.
  • Sakit kepala.
    Minumlah banyak air dan mintalah apoteker Anda untuk merekomendasikan obat penghilang rasa sakit yang sesuai. Jika ini terus berlanjut, bicarakan dengan dokter Anda.
  • Merasa mual dan ketidaknyamanan perut.
    Tetaplah pada makanan sederhana, hindari makanan yang kaya rasa atau pedas. Jika kondisi ini terus berlanjut, bicarakan dengan dokter Anda, karena sakit adalah tanda terlalu banyak kalsium dalam darah Anda.
  • Ruam dan infeksi saluran kemih.
    Jika efek ini merepotkan, bicarakan dengan dokter Anda.
  • Kesulitan buang air besar (konstipasi).
    Konsumsi cairan yang cukup, konsumsi makanan yang mengandung serat tinggi seperti sayuran, buah segar, dan sereal.
  • Nyeri otot.
  • Mengantuk.
  • Pusing.

Cara Penyimpanan Obat

Simpan dalam ruang ber-AC (suhu di bawah 25°C), dalaam wadah tertutup rapat, terlindung dari cahaya dan kelembaban.

Perhatian Khusus

  • Wanita hamil dan ibu menyusui.
  • Anak-anak atau pasien yang menjalani cuci darah (dialisis).
  • Pasien yang tidak dapat bergerak, setelah operasi cenderung mempunyai resiko kalsium dalam darah tinggi (hiperkalsemia).
  • Pasien gangguan fungsi ginjal.
  • Pasien yang mengalami kekurangan vitamin D (rakhitis) yang resisten terhadap vitamin D.
  • Hindari asupan vitamin D yang berlebihan dan pertahankan asupan kalsium dari makanan yang cukup.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien penderita dengan tingkat kalsium dalam darah di atas normal (hiperkalsemia).
  • Pasien yang memiliki alergi terhadap kalsitriol.
  • Pasien yang mengalami keracunan (toksisitas) pada vitamin D.
-
SehatQ
Produk ini belum diulasJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.
Nama Produk

Kolkatriol Kapsul 0,25 mcg (1 botol @ 30 Kapsul)

Total

Rp 8.462