SehatQ
SehatQ Profile
Paracetamol kaplet adalah obat untuk meringankan rasa sakit dan menurunkan demam

KEMENKES-Paracetamol Kaplet 500 mg (1 Strip @ 10 Kaplet)


Harga Produk
Rp 1

Jumlah Produk
1

Tersedia 1 Penjual

Kemenkes
Rp 100
Kemenkes
Tangerang Selatan11950.94 km
logo-prescription
Obat ResepProduk ini hanya dapat dibeli melalui Chat Dokter berdasarkan gejala Anda.

Deskripsi

Paracetamol kaplet adalah obat untuk meringankan rasa sakit, seperti sakit gigi, kram menstruasi, nyeri otot, sakit kepala, dan nyeri akibat radang sendi.

Pada penderita radang sendi, penggunaan obat ini hanya dapat mengurangi rasa sakit pada radang sendi ringan, tetapi tidak akan mengobati radang sendi itu sendiri.

Selain itu, obat ini juga dapat membantu menurunkan demam, misalnya demam yang terjadi setelah imunisasi.

Obat ini merupakan obat bebas yang tidak memerlukan resep dokter.

Beli obat online di Toko SehatQ - Pasti asli!

Nikmati promo GRATIS Ongkir ke seluruh Indonesia. Temukan kode promonya di https://toko.sehatq.com/voucher

KEMENKES-Paracetamol Kaplet 500 mg (1 Strip @ 10 Kaplet)
Golongan Obat
Obat Bebas
Informasi Tambahan
-
Kandungan Utama
Paracetamol
Kelas Terapi
Analgetik dan antipiretik
Klasifikasi
Analgesik non-opioid
Kemasan
1 strip @ 10 kaplet (500 mg)
Produsen
-

Informasi Zat Aktif

Paracetamol termasuk dalam kelas obat antipirektik atau penurun demam dan analgesik atau pereda nyeri.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, paracetamol diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan cepat dan sempurna melalui saluran pencernaan.
  • Distribusi: Didistribusikan ke sebagian besar jaringan tubuh.
  • Metabolisme: Sekitar 90% hingga 95% dimetabolisme di hati.
  • Ekskresi: Dikeluarkan dalam urine.

Indikasi (manfaat)

  • Menurunkan demam
  • Meredakan nyeri ringan hingga sedang
  • Meringankan nyeri akibat radang sendi, seperti osteoarthritis

Paracetamol mampu mengurangi produksi prostaglandin di otak. Prostaglandin merupakan bahan kimia yang menyebabkan terjadinya peradangan dengan gejala, seperti demam, nyeri, dan pembengkakan.

Selain itu, paracetamol juga meredakan demam dengan bekerja langsung pada pusat pengatur panas di otak.

Komposisi

Paracetamol 500 mg

Dosis

  • Dewasa dan anak-anak 12 tahun ke atas: 1-2 kaplet sebanyak 3-4 kali/hari. Dosis maksimal sebanyak 8 kaplet/hari
  • Anak-anak 6-12 tahun: ½ kaplet sebanyak 3-4 kali/hari. Dosis maksimal sebanyak 4 kaplet/hari.

Jika diperlukan, berikan 4-6 jam dengan maksimal 4 dosis dalam 24 jam.

Aturan pakai

Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.

Perlu Resep

Tidak

Efek Samping

  • Muntah
    Minum banyak cairan untuk menghindari terjadinya kekurangan cairan atau dehidrasi. Minumlah sedikit demi sedikit. Jangan minum obat lain untuk mengobati muntah tanpa berbicara dengan apoteker atau dokter.
  • Mual
    Coba minum paracetamol dengan atau setelah makan. Konsumsilah makanan sederhana dan hindari makanan dengan rasa yang kuat, pedas.
  • Kerusakan hati jika digunakan jangka panjang dan dalam dosis besar
  • Rendahnya jumlah trombosit di dalam tubuh (trombositopenia)
  • Penurunan jumlah sel neutrofil (jenis sel darah putih yang membantu melawan infeksi) dalam darah (neutropenia)
  • Rendahnya jumlah sel darah putih di dalam tubuh (leukopenia)
  • Sakit pada perut bagian atas
  • Kehilangan nafsu makan
  • Gatal
  • Feses berwarna gelap
  • Kelelahan
  • Perubahan warna kulit atau sklera mata menjadi kekuningan
  • Penurunan tekanan darah (hipotensi)
  • Ruam pada kulit
  • Biduran (urtikaria)
  • Gangguan tidur (insomnia)
  • Urine berwarna gelap
  • Reaksi alergi
  • Pembengkakan akibat penumpukan cairan pada beberapa bagian tubuh yang biasanya berada di sekitar mata, pipi, atau bibir (angioedema)
  • Rasa gatal pada sebagian atau seluruh tubuh (pruritus)

Cara Penyimpanan

Simpan pada suhu di bawah 30°C serta terlindung dari cahaya matahari langsung.

Perhatian Khusus

  • Pasien yang mengalami kekurangan gizi kronis
  • Ibu hamil dan menyusui
  • Pasien yang mengonsumsi alkohol
  • Pasien yang mengalami gangguan fungsi ginjal berat
  • Pasien penderita gangguan fungsi hati

Obat ini dapat menyebabkan kelainan serius pada kulit, serta lapisan bola mata, rongga mulut, dubur, dan alat kelamin (sindrom Stevens-Johnson).

Hentikan penggunaan jika demam tidak turun setelah tiga hari atau nyeri tidak hilang setelah lima hari, serta terjadi anafilaksis atau reaksi alergi berat.

Kategori Kehamilan

Kategori B: Penelitian tidak menemukan efek malformasi atau efek yang mengganggu perkembangan janin pada trimester pertama dan selanjutnya.
Studi pada reproduksi hewan telah membuktikan tingkat keamanan obat ini.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien penderita penyakit hati berat
  • Pasien yang memiliki alergi terhadap paracetamol

Interaksi (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Chloramphenicol
    Penggunaan chloramphenicol bersama paracetamol dapat meningkatkan kadar chloramphenicol dalam tubuh, sehingga efektivitas chloramphenicol dalam mengatasi infeksi akan meningkat dan menimbulkan efek samping, seperti sakit kepala.
  • Rifampicin, phenytoin, carbamazepine, dan phenobarbital
    Paracetamol dapat menurunkan konsentrasi dan efektivitas obat di atas dalam mengatasi tuberkulosis dan kejang.
  • Metoklopramid dan domperidone
    Penggunaan bersama metoklopramid dan domperidone meningkatkan penyerapan paracetamol, sehingga dapat menyebabkan efek samping, seperti mual dan muntah.
  • Kolestiramin
    Penggunaan bersama kolestiramin dapat menurunkan penyerapan paracetamol, sehingga efektivitas paracetamol dalam mengatasi demam akan berkurang.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya
    Jika masih dekat dengan jadwal sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali atas anjuran dokter.
  • Sering lupa mengonsumsi obat
    Jika sering lupa menggunakan obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hentikan penggunaan dan hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Sakit tenggorokan setelah dua hari penggunaan
  • Ruam kulit, sakit kepala berkelanjutan, mual, muntah, kemerahan, atau pembengkakan
  • Perburukan gejala atau timbul gejala baru
  • Demam setelah tiga hari penggunaan
  • Masih merasakan sakit setelah tujuh hari penggunaan atau lima hari pada anak-anak

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/paracetamol?mtype=generic
Diakses pada 1 Juli 2021

Drugs. https://www.drugs.com/paracetamol.html
Diakses pada 1 Juli 2021

NHS. https://www.nhs.uk/medicines/paracetamol-for-adults/
Diakses pada 1 Juli 2021

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-57595/paracetamol-oral/details
Diakses pada 1 Juli 2021

Patient. https://patient.info/medicine/paracetamol-calpol-disprol-hedex-panadol
Diakses pada 1 Juli 2021

Health Navigator. https://www.healthnavigator.org.nz/medicines/p/paracetamol/
Diakses pada 1 Juli 2021

SehatQ
Belum Ada UlasanJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.
Nama Produk

KEMENKES-Paracetamol Kaplet 500 mg (1 Strip @ 10 Kaplet)

Total

Rp 100