SehatQ
SehatQ Profile
Azithromycin tablet adalah antibiotik yang berfungsi untuk mengatasi infeksi yang diakibatkan bakteri

KEMENKES-Azithromycin Tablet 500 mg (1 Strip @ 10 Tablet)


Harga Produk
Rp 1

Jumlah Produk
1

Tersedia 1 Penjual

Kemenkes
Rp 500
Kemenkes
Tangerang Selatan11950.94 km
logo-prescription
Obat ResepProduk ini hanya dapat dibeli melalui Chat Dokter berdasarkan gejala Anda.

Deskripsi

Azithromycin digunakan untuk mengatasi infeksi ringan hingga sedang, yang diakibatkan oleh bakteri. Misalnya saja, infeksi saluran pernapasan atas dan bawah, infeksi kulit dan jaringan lunak, dan infeksi saluran kemih.

Obat ini juga dapat digunakan untuk mengobati penyakit kelamin, seperti peradangan saluran urine atau uretra (uretritis non-gonore) dan peradangan pada serviks atau dinding rahim (servisitis) yang disebabkan bakteri Chlamydia trachomatis

Azithromycin merupakan antibiotik golongan makrolida yang dapat mengatasi berbagai macam infeksi bakteri dengan cara menghentikan pertumbuhan bakteri tersebut.

Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter.

Beli obat online di Toko SehatQ - Pasti asli!

Nikmati promo GRATIS Ongkir ke seluruh Indonesia. Temukan kode promonya di https://toko.sehatq.com/voucher

KEMENKES-Azithromycin Tablet 500 mg (1 Strip @ 10 Tablet)
Golongan Obat
6
Informasi Tambahan
obat resep
Kandungan Utama
Azithromycin
Kelas Terapi
Antibiotik
Klasifikasi
-
Kemasan

1 strip @ 10 tablet (500 mg)

Produsen
-

Informasi Zat Aktif

Azithromycin akan menghambat pembentukan protein bakteri dengan mengikat subunit ribosom 50 untuk menghentikan pertumbuhan bakteri penyebab infeksi.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, Azithromycin diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan cepat dari saluran pencernaan. Kadar obat yang masuk ke dalam peredaran darah (ketersediaan hayati) sekitar 37%. Waktu saat obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu untuk konsentrasi puncak plasma) selama 2-3 jam.
  • Distribusi: Tersebar luas di jaringan kulit, paru-paru, amandel, dan serviks, serta dahak (sputum). Masuk ke dalam ASI. 
  • Metabolisme: Dimetabolisme di hati menjadi metabolit tidak aktif.
  • Ekskresi: Dikeluarkan melalui empedu dan urine. Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi terminal) sekitar 68-72 jam.

Indikasi (manfaat)

Mengobati infeksi bakteri, seperti:

  • Infeksi saluran napas atas dan bawah, seperti peradangan paru yang memburuk (eksaserbasi akut) dan bronkitis kronis yang disebabkan bakteri H. influenzae, M. catarrhalis, atau S. pneumoniae
  • Infeksi yang disebabkan peradangan pada paru (pneumonia)
  • Infeksi kulit dan struktur kulit tanpa komplikasi yang disebabkan bakteri Staphylococcus aureus, Staphylococcus pyogenes, dan Staphylococcus agalactiae
  • Peradangan pada dinding sinus (sinusitis) yang disebabkan bakteri H. influenzae, M. catarrhalis, atau S. pneumoniae
  • Peradangan pada faring atau tenggorokan (faringitis) yang disebabkan Streptococcus pyogenes
  • Radang amandel (tonsilitis) yang disebabkan Streptococcus pyogenes
  • Peradangan pada daerah serviks (servisitis)
  • Infeksi menular seksual
  • Peradangan pada saluran untuk mengeluarkan urine (uretra) yang disebabkan bakteri, tetapi tidak menyebabkan terjadinya kencing nanah atau gonorrhea (uretritis nongonokokal). Bakteri yang dapat menyebabkan uretritis, di antaranya C. trachomatis atau N. gonorrhoeae.

Komposisi

Azithromycin 500 mg

Dosis

Dewasa dan remaja berusia 16 tahun ke atas:

  • Servisitis dan uretritis non-gonokokal: 1.000 mg dikonsumsi dalam dosis tunggal
  • Infeksi saluran pernapasan atas dan bawah, serta infeksi kulit dan struktur kulit tanpa komplikasi:

Anak-anak: 10 mg/kg BB/hari, dikonsumsi selama 3 hari. Dosis dihitung dengan mengalikan berat badan pasien.

Aturan pakai

Sebaiknya dikonsumsi saat perut kosong, sekitar 1 jam sebelum atau 2 jam sesudah makan.

Perlu Resep

Ya

Efek Samping

  • Diare atau muntah
    Minum banyak cairan untuk mencegah terjadinya dehidrasi atau kekurangan cairan. Dehidrasi ditandai dengan gejala buang air kecil yang lebih sedikit dari biasanya dan urine berbau tajam. Minumlah air sedikit demi sedikit saat sedang merasa sakit. Jangan minum obat lain untuk mengatasi diare atau muntah tanpa konsultasi ke dokter.
  • Kehilangan nafsu makan
    Makanlah ketika merasa lapar dalam porsi kecil dan lebih sering dari biasanya. Pilihlah makanan ringan bergizi dengan kandungan tinggi kalori dan protein, seperti buah kering dan kacang-kacangan.
  • Sakit kepala
    Pastikan beristirahat dan minum banyak cairan. Jika gejala ini mengganggu, mintalah apoteker merekomendasikan obat penghilang rasa sakit. Hubungi dokter jika sakit kepala berlangsung lebih dari seminggu atau bertambah parah.
  • Pusing atau lelah
    Jika merasa mulai pusing, berbaringlah agar tidak pingsan, lalu duduk hingga merasa lebih baik. Jangan mengemudi kendaraan atau menjalankan mesin ketika merasa pusing. Hindari mengonsumsi alkohol karena dapat memperburuk keadaan.
  • Mual
    Konsumsi makanan ringan dan jangan makan terlalu banyak. Hindarilah makanan pedas.
  • Gangguan pengecapan rasa
    Jika Anda mengalami gangguan pada indera perasa, segera hubungi dokter.
  • Pusing dan merasa sekelilingnya seperti berputar (vertigo)
  • Rasa tidak enak pada perut (dispepsia)
  • Jantung berdebar-debar (palpitasi)
  • Gangguan irama jantung
  • Nyeri dada
  • Ruam pada kulit

Cara Penyimpanan

Simpan pada suhu 25°C.

Perhatian Khusus

  • Pasien dengan kanker darah atau kelenjar getah bening yang menjalani transplantasi sumsum tulang (transplantasi sel punca hematopoietik)
  • Pasien penderita gangguan elektrolit, terutama pasien yang memiliki kadar kalium rendah dalam darah (hipokalemia) dan kadar magnesium rendah dalam darah (hipomagnesia)
  • Pasien yang memiliki denyut jantung lebih lambat dari biasanya (bradikardia)
  • Pasien penderita gangguan irama jantung (aritmia)
  • Pasien penderita gangguan fungsi jantung berat
  • Pasien penderita gangguan ginjal berat
  • Pasien dengan kondisi gangguan irama jantung
  • Pasien penderita penyakit hati
  • Ibu hamil dan menyusui
  • Pasien lanjut usia
  • Pasien dengan kondisi lemah
  • Pasien penderita kelemahan otot (myasthenia gravis)
  • Pasien penderita gangguan ginjal berat

Hentikan penggunaan jika terjadi reaksi alergi, seperti (angioedema) dan reaksi alergi berat (anafilaksis).

Kategori Kehamilan

Kategori B: Penelitian tidak menemukan efek malformasi atau efek yang mengganggu perkembangan janin pada trimester pertama dan selanjutnya.
Studi pada reproduksi hewan telah membuktikan tingkat keamanan obat ini.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap antibiotik golongan makrolida
  • Pasien yang mengonsumsi turunan (derivat) ergot, yaitu obat yang dapat mengatasi sakit kepala sebelah atau migrain
  • Pasien dengan riwayat gangguan fungsi hati yang disebabkan penggunaan antibiotik

Interaksi (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Digoksin yang dapat mengatasi penyakit jantung, obat untuk mengatasi asam urat seperti kolkisin, dan obat penekan sistem imun seperti siklosporin
    Azithromycin dapat meningkatkan kadar obat di atas, sehingga dapat turut meningkatkan risiko efek samping, seperti sakit kepala, mual, dan muntah.
  • Golongan obat untuk mengatasi gangguan irama jantung, seperti kuinidin, prokainamid, dofetilid, amiodaron, sotalol, pimozid, cisapride, dan terfenadin
    Penggunaan azithromycin dan obat di atas dapat meningkatkan risiko gangguan irama jantung berkepanjangan (interval QT).
  • Warfarin
    Azithromycin dapat meningkatkan penghambatan pembekuan darah (antikoagulan), sehingga dapat turut meningkatkan risiko perdarahan.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya
    Jika masih dekat dengan jadwal sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali atas anjuran dokter.
  • Sering lupa mengonsumsi obat
    Jika sering lupa menggunakan obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Nyeri dada, detak jantung lebih cepat atau tidak teratur, perubahan warna kulit atau bagian putih mata menjadi kuning, serta kotoran pucat dengan urine berwarna gelap. Gejala tersebut bisa menjadi tanda masalah hati atau kandung empedu.
  • Telinga berdenging (tinnitus), gangguan pendengaran sementara, pusing hingga merasa sekeliling berputar (vertigo), dan sakit parah di perut atau punggung. Gejala tersebut bisa menjadi tanda peradangan pankreas (pankreatitis).
  • Diare dengan atau tanpa kram otot yang mengandung darah atau lendir. Segera hubungi dokter, jika Anda mengalami diare parah tanpa darah atau lendir selama lebih dari 4 hari.

NHS. https://www.nhs.uk/medicines/azithromycin/

Diakses pada 5 Juli 2021



Drugs. https://www.drugs.com/azithromycin.html

Diakses pada 5 Juli 2021



WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-1527-3223/azithromycin-oral/azithromycin-250-500-mg-oral/details

Diakses pada 5 Juli 2021



MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/azithromycin?mtype=generic

Diakses pada 5 Juli 2021



MedlinePlus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a697037.html

Diakses pada 5 Juli 2021



Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/azithromycin-oral-tablet#overview

Diakses pada 5 Juli 2021

SehatQ
Belum Ada UlasanJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.
Nama Produk

KEMENKES-Azithromycin Tablet 500 mg (1 Strip @ 10 Tablet)

Total

Rp 500