SehatQ
SehatQ Profile
|
|
|
Kamolas sirup berguna untuk meredakan nyeri tingkat ringan hingga sedang, serta menurunkan demam

Kamolas Sirup 60 ml


Harga Produk
Mulai dari
Rp 6.300

Jumlah Produk
1

Tersedia 4 Penjual

Urutkan
Apotek Aldi
Rp 15.900
Apotek AldiKota Jakarta Utara
13.82 km
Apotek Simpenan
Rp 8.085
Apotek SimpenanKota Sukabumi
98.76 km
Apotek Jitu
Rp 6.300
Apotek JituKota Palembang
422.28 km
Apotek Mall 24 Sukowono
Rp 6.485
Apotek Mall 24 SukowonoKabupaten Jember
801 km

Deskripsi

Kamolas sirup adalah obat yang berfungsi untuk menurunkan demam dan mengurangi rasa nyeri pada bayi usia 0 bulan hingga anak usia 12 tahun.

Demam pada anak dapat terjadi karena beberapa faktor, seperti infeksi dan reaksi alami tubuh akibat masuknya zat asing dari proses vaksinasi atau imunisasi. Demam terkadang disertai nyeri ringan pada persendian dan otot.

Kamolas sirup mengandung zat aktif paracetamol yang merupakan obat untuk meringankan rasa sakit dan menurunkan suhu tubuh.

Kamolas sirup termasuk dalam golongan obat bebas yang tidak memerlukan resep dokter.

Tersedia juga varian lain Kamolas, yaitu:

Beli obat online di Toko SehatQ, pasti asli dan aman digunakan!

Nikmati promo GRATIS ongkir ke seluruh Indonesia. Temukan kode promonya di sini.

Kamolas Sirup 60 ml
Golongan Obat
Obat Bebas
Informasi Tambahan
obat resep
Kandungan Utama
Paracetamol
Kelas Terapi
Obat demam dan nyeri
Klasifikasi
Antipiretik dan analgesik
Kemasan

1 box isi 1 botol @ 60 ml (120 mg)

Produsen
Solas Langgeng Sejahtera

Informasi Zat Aktif

Paracetamol termasuk dalam golongan obat pereda nyeri (analgesik) dan penurun suhu tubuh (antipiretik). Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, paracetamol diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Dapat diserap dengan cepat di saluran pencernaan. Waktu ketika obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu untuk konsentrasi plasma puncak) sekitar 10-60 menit setelah pemberian oral.
  • Distribusi: Memasuki ASI dalam jumlah kecil dan didistribusikan ke sebagian besar jaringan tubuh
  • Metabolisme: Dimetabolisme dalam hati.
  • Ekskresi: Dikeluarkan melalui urine.

Indikasi (manfaat)

  • Menurukan demam pada anak usia 0 hingga 12 tahun
  • Mengurangi nyeri yang timbul setelah vaksinasi atau imunisasi

Paracetamol bekerja langsung di pusat saraf otak (hipotalamus). Hipotalamus menjadi pusat pengendali suhu tubuh yang dapat memproses pesan kimiawi yang dibawa zat prostaglandin apabila tubuh mengalami infeksi atau nyeri.

Kinerja prostaglandin ini yang kemudian akan menimbulkan respons nyeri dan peningkatkan suhu tubuh. Paracetamol akan menekan aktivitas enzim cyclooxsygenase yang membentuk senyawa prostaglandin.

Selain itu, paracetamol juga akan menghambat respons hipotalamus, sehingga demam atau rasa nyeri dapat berkurang.

Komposisi

Tiap 5 ml mengandung: paracetamol 120 mg

Dosis

Anak anak:

  • Usia 0-1 tahun: ½ sendok takar 5 ml (2,5 ml) sebanyak 3-4 kali/hari
  • Usia 1-2 tahun: 5 ml sebanyak 3-4 kali/hari
  • Usia 2-6 tahun: 1-2 sendok takar 5 ml (5-10 ml) sebanyak 3-4 kali/hari
  • Usia 6-9 tahun: 2-3 sendok takar 5 ml (10-15 ml) sebanyak 3-4 kali/hari
  • Usia 9-12 tahun: 3-4 sendok takar 5 ml (15-20 ml) sebanyak 3-4 kali/hari

Aturan pakai

  • Dikocok terlebih dahulu.
  • Dikonsumsi setelah makan.

Perlu Resep

Tidak

Efek Samping

  • Pusing
    Jika mulai merasa pusing, hentikan aktivitas Anda dan segera duduk atau berbaring agar tidak pingsan. Sebaiknya, hindari mengemudi atau mengoperasikan mesin jika Anda mengalami efek samping ini.
  • Merasa mual dan timbul rasa tidak nyaman di perut
    Konsumsi makanan ringan, tidak berminyak, atau pedas agar perut terasa nyaman kembali. Seimbangkan dengan minum air putih sebanyak enam gelas/hari dan jangan berbaring setelah makan.
  • Muntah
    Perbanyak minum air untuk menggantikan cairan yang hilang dan mencegah dehidrasi. Dehidrasi yang dibiarkan berlanjut akan menyebabkan penurunan frekuensi buang air kecil serta urine berwarna gelap dan berbau menyengat.
  • Reaksi alergi
    Timbul kemerahan di kulit, gatal-gatal, pembengkakan, atau memar di beberapa bagian tubuh. Jika efek samping ini terus berlanjut sebaiknya segera hubungi dokter.
  • Sulit buang air kecil (retensi urine)
  • Jantung berdebar dengan kencang
  • Kulit dan mata berwarna kuning
  • Urine bewarna keruh
  • Nyeri di bagian punggung bawah
  • Sakit tenggorokan
  • Merasa kelelahan

Cara Penyimpanan

Simpan pada suhu di bawah 30°C.

Perhatian Khusus

  • Pasien yang memiliki riwayat tekanan darah tinggi
  • Pasien dengan gangguan fungsi ginjal dan hati yang ringan
  • Pasien dengan denyut jantung tidak teratur
  • Pasien yang mengalami pembesaran prostat jinak
  • Ibu hamil dan menyusui
  • Pasien yang mengalami gangguan di saraf mata (glaukoma)

Pemakaian dalam jangka panjang akan menyebabkan kerusakan hati.

Jika nyeri atau demam tidak kunjung reda dalam dua hari, segera hubungi dokter. Hentikan pemakaian satu minggu sebelum operasi karena akan menghambat proses pembekuan darah.

Kategori Kehamilan

Kategori B: Penelitian tidak menemukan efek malformasi atau efek yang mengganggu perkembangan janin pada trimester pertama dan selanjutnya. Studi pada reproduksi hewan telah membuktikan tingkat keamanan obat ini.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang alergi berat terhadap paracetamol
  • Pasien yang memiliki penyakit kardiovaskular, seperti serangan jantung (infark miokard)
  • Pasien yang mengalami tekanan darah tinggi akut (hipertensi)
  • Pasien yang mengalami gangguan irama jantung (aritmia)
  • Pasien dengan gangguan ginjal, paru, dan hati yang berat
  • Pasien yang menderita penyakit kencing manis (diabetes)
  • Pasien yang mengonsumsi alkohol karena dapat meningkatkan risiko keracunan

Interaksi (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Warfarin dan kumarin
    Pemberian dua jenis obat tersebut dengan paracetamol dapat meningkatkan efek antikoagulan atau menghambat pembekuan darah dan menyebabkan pendarahan.
  • Ranitidine
    Obat ini biasa digunakan untuk menurunkan asam lambung. Apabila diberikan bersama paracetamol dalam dosis tinggi akan meningkatkan risiko keracunan di organ hati.
  • Carbamazepine, fenobarbital, dan fenitoin
    Obat tersebut merupalan obat untuk pasien kejang (epilepsi). Jika digunakan bersama paracetamol dapat mengurangi efektivitas masing-masing obat (efek antagonis) serta meningkatkan risiko kerusakan hati.
  • Phenothiazine
    Obat ini biasa digunakan pada pasien dengan ganggguan mental. Apabila diberikan bersama paracetamol akan menyebabkan tubuh tidak mampu mengatasi suhu dingin (hipotermia berat).
  • Cholestyramine
    Obat ini dikhususkan untuk menurunkan kadar kolesterol tinggi. Apabila Anda mengonsumsi paracetamol kemudian satu jam setelahnya mengonsumsi cholestyramine, penyerapan paracetamol akan terganggu.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya
    Jika masih dekat dengan jadwal sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali atas anjuran dokter.
  • Sering lupa mengonsumsi obat
    Jika sering lupa minum obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hentikan penggunaan obat ini dan segera hubungi dokter jika Anda mengalami efek samping serius, seperti:

  • Detak jantung berdebar dengan cepat atau tidak teratur
  • Sesak napas
  • Tubuh mengalami pembengkakan
  • Gemetar yang tidak terkendali (tremor)
  • Reaksi alergi berat (anafilaksis)
  • Demam atau nyeri tidak kunjung sembuh dalam dua hari
  • Mual dan muntah berkepanjangan

NHS. https://www.nhs.uk/medicines/paracetamol-for-adults/
Diakses pada tanggal 13 September 2021

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/paracetamol?mtype=generic
Diakses pada tanggal 13 September 2021

Drugs.com. https://www.drugs.com/paracetamol.html
Diakses pada 13 September 2021

Drugs.com. https://www.drugs.com/drug-interactions/acetaminophen,paracetamol.html
Diakses pada 13 September 2021

Drugs.com. https://www.drugs.com/sfx/paracetamol-side-effects.html
Diakses pada 13 September 2021

MayoClinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/fever/symptoms-causes/syc-20352759
Diakses pada 13 September 2021

Healthline. https://www.healthline.com/health/prostaglandins
Diakses pada 10 September 2021

Sesuai kemasan per September 2021

SehatQ
Belum Ada UlasanJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.

Produk Terkait

FAQ

Menurukan demam pada anak usia 0 hingga 12 tahunMengurangi nyeri yang timbul setelah vaksinasi atau imunisasiParacetamol bekerja langsung di pusat saraf otak (hipotalamus). Hipotalamus menjadi pusat pengendali suhu tubuh yang dapat memproses pesan kimiawi yang dibawa zat prostaglandin apabila tubuh mengalami infeksi atau nyeri.Kinerja prostaglandin ini yang kemudian akan menimbulkan respons nyeri dan peningkatkan suhu tubuh. Paracetamol akan menekan aktivitas enzim cyclooxsygenase yang membentuk senyawa prostaglandin.Selain itu, paracetamol juga akan menghambat respons hipotalamus, sehingga demam atau rasa nyeri dapat berkurang.

Anak anak:Usia 0-1 tahun: ½ sendok takar 5 ml (2,5 ml) sebanyak 3-4 kali/hariUsia 1-2 tahun: 5 ml sebanyak 3-4 kali/hariUsia 2-6 tahun: 1-2 sendok takar 5 ml (5-10 ml) sebanyak 3-4 kali/hariUsia 6-9 tahun: 2-3 sendok takar 5 ml (10-15 ml) sebanyak 3-4 kali/hariUsia 9-12 tahun: 3-4 sendok takar 5 ml (15-20 ml) sebanyak 3-4 kali/hari

Dikocok terlebih dahulu.Dikonsumsi setelah makan.

PusingJika mulai merasa pusing, hentikan aktivitas Anda dan segera duduk atau berbaring agar tidak pingsan. Sebaiknya, hindari mengemudi atau mengoperasikan mesin jika Anda mengalami efek samping ini.Merasa mual dan timbul rasa tidak nyaman di perutKonsumsi makanan ringan, tidak berminyak, atau pedas agar perut terasa nyaman kembali. Seimbangkan dengan minum air putih sebanyak enam gelas/hari dan jangan berbaring setelah makan.MuntahPerbanyak minum air untuk menggantikan cairan yang hilang dan mencegah dehidrasi. Dehidrasi yang dibiarkan berlanjut akan menyebabkan penurunan frekuensi buang air kecil serta urine berwarna gelap dan berbau menyengat.Reaksi alergiTimbul kemerahan di kulit, gatal-gatal, pembengkakan, atau memar di beberapa bagian tubuh. Jika efek samping ini terus berlanjut sebaiknya segera hubungi dokter.Sulit buang air kecil (retensi urine)Jantung berdebar dengan kencangKulit dan mata berwarna kuningUrine bewarna keruhNyeri di bagian punggung bawahSakit tenggorokanMerasa kelelahan

Nama Produk

Kamolas Sirup 60 ml

Total

Rp 15.900