Kalmethasone Tablet 0.5 mg (10 Strip @ 10 Tablet)


Harga Produk
Rp 14.000

Jumlah Produk
0

logo-prescription
Obat ResepKirimkan resep ke alamat email apotek@sehatq.comJumlah pembelian obat terbatas.SehatQ memiliki kewenangan untuk tidak memproses pesanan lebih lanjut jika resep tidak dapat diverifikasi.

Deskripsi

Indikasi (manfaat) Obat

Terapi kondisi inflamasi dan alergi dan juga penyakit lain yang responsif terhadap glukokortikoid.

Komposisi Obat

Dosis Obat

Dosis awal: 0.75-9mg/hari dengan 0.5-9 mg/hari
Dosis disesuaikan dengan respon terhadap pengobatan.

Aturan pakai obat

Dikonsumsi dengan makanan.

Perlu Resep

Ya

Efek Samping Obat

Gangguan cairan dan elektrolit, muskuloskeletal, gangguan pencernaan, gangguan dermatologi, gangguan saraf, gangguan endokrin, optalmikus, metabolik, kardiovaskuler, hipersensitivitas.

Perhatian Khusus

Pasien dengan hipotiroidisme, sirosis, hipertensi, CHF, kolitis ulserativa, gangguan tromboemboli, osteoporosis, glaukoma, katarak atau tuberkulosis mata, diabetes, tukak lambung. Pantau kadar glukosa darah pada penderita diabetes dan indeks koagulasi pada pasien yang menggunakan warfarin. Lansia, anak-anak dan remaja, kehamilan dan menyusui.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

Penderita herpes simpleks okuler. Obat sebaiknya tidak diberikan tunggal tanpa disertai pemberian terapi kausal yang sesuai pada pasien dengan infeksi piogenik atau jamur.

-
SehatQ
Produk ini belum diulasJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.
Nama Produk

Kalmethasone Tablet 0.5 mg (10 Strip @ 10 Tablet)

Jual dan Beli Kalmethasone Tablet 0.5 mg (10 Strip @ 10 Tablet) dari Apotek Online Toko SehatQ

Kalmethasone tablet adalah obat untuk mengatasi alergi dan meringankan peradangan, misalnya radang sendi atau arthritis, dermatitis, dan asma. Obat Kalmethasone mengandung zat aktif yaitu dexamethasone yang mampu mengurangi gejala peradangan di tubuh.

Selain itu, obat ini juga dapat digunakan untuk mengobati penyakit lupus, radang usus besar, gangguan kulit seperti psoriasis, gangguan pada darah, ginjal, dan mata, serta penyakit tiroid.

Obat ini termasuk dalam golongan obat keras, sehingga untuk mendapatkannya harus menggunakan resep dokter. Hal tersebut dilakukan guna mencegah penyalahgunaan obat yang tidak diinginkan.

Informasi zat aktif :

Dexamethasone adalah obat golongan kortikosteroid, yaitu obat yang mirip hormon steroid yang membantu memblokir respons sistem imun di tubuh. Kondisi peradangan dapat membuat sistem imun terlalu aktif dan bisa merusak jaringan di tubuh. Itu sebabnya, obat steroid, seperti dexamethasone digunakan untuk meredakan gejala peradangan tersebut.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, dexamethasone diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Mudah diserap dari saluran pencernaan.
  • Distribusi: Melintasi plasenta dan memasuki ASI.
  • Metabolisme: Dimetabolisme di hati.
  • Ekskresi: Melalui urine hingga 65%. Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) adalah 4 ± 0,9 jam.

Kategori kehamilan dan menyusui :

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan Kalmethasone tablet pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Interaksi obat :

  • Aspirin.
    Mengonsumsi aspirin dengan dexamethasone dapat meningkatkan efek samping pada saluran pencernaan, seperti peradangan dan perdarahan.
  • Ciprofloxacin.
    Mengonsumsi dexamethasone dengan ciprofloxacin dapat menyebabkan peradangan pada tendon (tendinitis).
  • Furosemide.
    Mengonsumsi dexamethasone bersama furosemide menyebabkan nyeri atau kram otot, kehilangan nafsu makan, kelemahan, dan pusing.
  • Ibuprofen dan naproxen.
    Mengonsumsi dexamethasone bersama obat di atas dapat meningkatkan risiko efek samping dalam saluran cerna, seperti peradangan dan perdarahan.

Apa yang harus dilakukan jika dosis terlewat :

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali atas anjuran dokter.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa untuk mengonsumsi obat, cobalah untuk menggunakan pengingat (alarm) atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter :

Konsultasikan dengan dokter jika Anda mengalami:

  • Pingsan.
  • Kelelahan.
  • Penurunan buang air kecil.
  • Menstruasi tidak teratur.
  • Nyeri otot.
  • Kram perut.
  • Kotoran berdarah atau berwarna hitam.
  • Sakit punggung.
  • Penurunan penglihatan.
  • Mulut kering.
  • Sakit mata.
  • Sesak napas.


Merek: Kalmethasone
Bentuk sediaan: Tablet
Principal/Distributor obat: Kalbe Farma
Manufacture: Kalbe Farma
Kemasan obat: 1 box isi 10 strip @ 10 tablet (0,5 mg)

Indikasi/Manfaat Kalmethasone Tablet 0.5 mg (10 Strip @ 10 Tablet)

Fungsi obat kalmethasone, yaitu:

  • Mengatasi alergi dan peradangan, seperti peradangan pada sendi, usus, ginjal, mata, dan lainnya.
  • Menekan sistem imun.
  • Mengobati lupus.
  • Mengatasi psoriasis, yaitu peradangan kulit yang membuat ruam,kering, mudah terkelupas, dan bersisik.
  • Mengatasi gangguan pernapasan.

Dexamethasone tidak hanya bekerja dengan menurunkan respons kekebalan tubuh, tetapi juga menghambat pelepasan zat alami yang memicu peradangan.


Dosis Kalmethasone Tablet 0.5 mg (10 Strip @ 10 Tablet)


Penggunaan obat harus sesuai petunjuk dokter.

  • Dewasa: 0.5-9 mg/hari sebagai dosis awal, dalam dosis terbagi. Dosis maksimal: 1,5 mg/hari.
  • Anak-anak: 0.02-0.3 mg/kg BB/hari, dalam dosis terbagi 3-4.

Cara Penggunaan Kalmethasone Tablet 0.5 mg (10 Strip @ 10 Tablet)


Harus dikonsumsi bersama makan.

Cara Menyimpan Kalmethasone Tablet 0.5 mg (10 Strip @ 10 Tablet)


Simpan pada suhu di bawah 30°C dan terlindung dari cahaya matahari langsung.

Kontraindikasi/Jangan Menggunakan Kalmethasone Tablet 0.5 mg (10 Strip @ 10 Tablet) Jika:


  • Pasien yang melakukan vaksinasi.
  • Pasien penderita pengeroposan tulang.
  • Pasien yang memiliki luka pada dinding lambung atau usus 12 jari (ulkus peptikum).
  • Pasien hipersensitif terhadap zat aktif dexamethasone.
  • Pasien penderita herpes pada mata (herpes simpleks okular).
  • Pasien dengan kondisi infeksi jamur sistemik.
  • Pasien yang mengalami kesulitan membedakan kenyataan dan imajinasi (psikosis) atau gangguan kecemasan (psikoneurotik).

Yang Perlu Diperhatikan Saat/Sebelum Menggunakan Kalmethasone Tablet 0.5 mg (10 Strip @ 10 Tablet)


  • Pasien penderita gangguan fungsi hati dan fungsi ginjal.
  • Pasien penderita kencing manis (diabetes).
  • Pasien yang mengalami gangguan pada mata, seperti peningkatan tekanan bola mata (glaukoma) dan katarak.
  • Pasien penderita tekanan darah tinggi (hipertensi).
  • Pasien penderita kelemahan otot.
  • Pasien dengan penyakit gagal jantung.
  • Pasien yang memiliki kadar tiroid rendah dalam tubuh (hipotiroidisme).
  • Pemberhentian obat ini harus dilakukan secara bertahap.
  • Pasien penderita malaria.
  • Pasien penderita gangguan pencernaan, seperti luka pada dinding lambung dan peradangan pada usus besar.

Efek Samping Obat Kalmethasone Tablet 0.5 mg (10 Strip @ 10 Tablet)


  • Muntah.
    Duduk atau berbaring dalam posisi bersandar. Minumlah sedikit minuman manis. Hal ini dikarenakan, minuman dengan kandungan gula mampu membantu menenangkan perut. Namun, hindari minuman asam.
  • Mual.
    Hindari makanan yang sulit dicerna. Jangan berbaring setelah makan. Beristirahatlah dengan kepala lebih tinggi dari kaki Anda. Jika Anda merasa mual saat bangun di pagi hari, makanlah daging tanpa lemak atau keju sebelum tidur. Anda juga bisa menyiapkan biskuit di samping tempat tidur Anda dan makanlah sedikit saat bangun tidur. Minumlah setidaknya enam gelas air sehari.
  • Sakit kepala.
    Istirahat dan tidur yang cukup akan membantu Anda lebih rileks. Jika Anda duduk untuk waktu yang lama, bangun dan sering-seringlah bergerak. Buatlah rahang, leher, dan bahu Anda lebih rileks.
  • Penglihatan kabur.
  • Penurunan jumlah urine.
  • Kegelisahan.
  • Pembengkakan pada organ akibat penumpukan jaringan.
  • Perubahan suasana hati, seperti depresi.
  • Kesulitan tidur.
  • Kelelahan.