Kalium Diklofenak adalah obat untuk mengatasi nyeri dan peradangan

Kalium Diklofenak Tablet 50 mg (1 Strip @ 10 Tablet)


Harga Produk
Mulai dari
Rp 6.300

Jumlah Produk
1

Tersedia 31 Penjual

Apotek Bahagia Bekasi
Rp 6.300
Apotek Bahagia Bekasi
Kota Bekasi20.49 km
Apotek Nico Sehat
Rp 6.300
Apotek Nico Sehat
Kota Jakarta Timur7.14 km
Apotek Lucky Star
Rp 6.930
Apotek Lucky Star
Kota Jakarta Utara7.54 km
Apotek Wibawa Mukti
Rp 7.000
Apotek Wibawa Mukti
Kota Bekasi20.86 km
logo-prescription
Obat ResepKirimkan resep ke alamat email apotek@sehatq.comJumlah pembelian obat terbatas.SehatQ memiliki kewenangan untuk tidak memproses pesanan lebih lanjut jika resep tidak dapat diverifikasi.

Deskripsi

Kalium Diklofenak Tablet 50 mg (1 Strip @ 10 Tablet) adalah obat untuk mengatasi nyeri dan peradangan, seperti:

kondisi peradangan sendi akut dan kronis akibat sistem kekebalan tubuh menyerang jaringannya sendiri (rheumatoid arthritis).
peradangan sendi yang disebabkan gesekan pada ujung tulang penyusun sendi (osteoarthritis).
peradangan kronis yang menyebabkan menutupnya celah antara ruas tulang (ankylosing spondylitis).
nyeri akibat menstruasi.
nyeri pascatrauma, nyeri setelah operasi, dan nyeri lainnya.

dalam meredakan peradangan, kalium diklofenak bekerja dengan cara mengurangi zat dalam tubuh yang menyebabkan nyeri dan peradangan.

Informasi zat aktif :

Kalium diklofenak dikenal sebagai obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID). Obat ini memiliki aktivitas sebagai antinyeri, penurun demam, dan antiinflamasi atau antiradang. Obat in digunakan untuk meredakan nyeri, serta mengatasi masalah persendian, otot, dan tulang.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, kalium diklofenak diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap cepat dan hampir seluruhnya. Penyerapan obat dapat tertunda oleh makanan.
  • Distribusi: Hampir 100% obat terikat dengan protein.
  • Metabolisme: Menjalani metabolisme jalur pertama, dengan 60% obat yang tidak berubah mencapai peredaran darah.
  • Ekskresi: Dikeluarkan melalui urine sekitar 40-60%.

Kategori kehamilan dan menyusui :

Pada trimester pertama dan kedua:
Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan Kalium Diklofenak tablet pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Pada trimester ketiga:
Kategori D: Hasil penelitian menunjukkan bahwa obat ini menimbulkan risiko pada janin manusia. Penggunaan pada ibu hamil dapat dipertimbangkan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Misalnya, bila obat dibutuhkan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau penyakit serius, di saat obat lain tidak efektif atau tidak bisa diberikan.

Interaksi obat :

  • Colestipol dan cholestyramine.
    Obat ini dapat menurunkan kadar dan efektivitas Aclonac tablet dalam mengatasi peradangan dan nyeri.
  • Digoxin atau glikosida jantung.
    Penggunaan bersama obat di atas dapat meningkatkan risiko efek samping pada penyakit jantung.
  • Penghambat ACE, diuretik, diuretik, ciclosporin, dan tacrolimus.
    Penggunaan obat di atas bersama kalium diklofenak dapat menyebabkan tingginya kadar kalium dalam darah dan kerusakan ginjal.
  • Zidovudin.
    Penggunaan bersama zidovudin menyebabkan gangguan perdarahan.
  • Digoxin, lithium, methotrexate, pemetrexed, dan phenytoin.
    Penggunaan bersama obat di atas dapat menyebabkan keracunan.
  • Aspirin, antiplatelet, dan obat penghambat pembekuan darah (antikoagulan), seperti warfarin.
    Penggunaan bersama obat di atas dapat menyebabkan luka pada saluran pencernaan dan meningkatkan risiko terjadinya perdarahan dan memar.
  • Kortikosteroid dan antidepresan selective serotonin reuptake inhibitors (SSRI), seperti escitalopram dan fluoxetine.
    Penggunaan bersama obat di atas dapat menyebabkan terjadinya luka pada saluran pencernaan dan perdarahan.

Apa yang harus dilakukan jika dosis terlewat :

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali atas anjuran dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa menggunakan obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter :

Hentikan penggunaan dan hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Gejala flu.
  • Ruam pada kulit.
  • Timbul masalah hati seperti mual, diare, sakit perut (sisi kanan atas), kelelahan, gatal, urine gelap, dan penyakit kuning (kulit atau mata menguning).
  • Gangguan pada jantung seperti pembengkakan, penambahan berat badan yang cepat, dan sesak napas.
  • Tanda-tanda perut berdarah seperti feses berdarah, batuk darah atau muntah yang terlihat seperti bubuk kopi.
  • Masalah ginjal yang ditandai dengan sedikit atau tidak mengeluarkan urine, nyeri atau sulit buang air kecil, bengkak di lengan atau kaki Anda, dan merasa lelah atau sesak napas.

Kalium Diklofenak Tablet 50 mg (1 Strip @ 10 Tablet)
Golongan Obat
Obat Keras
Informasi Tambahan
obat resep
Kandungan Utama
Kalium diklofenak
Kelas Terapi
-
Klasifikasi Obat
-
Kemasan
1 strip @ 10 tablet (50 mg)
Produsen
-

Informasi Zat Aktif

Kalium diklofenak dikenal sebagai obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID). Obat ini memiliki aktivitas sebagai antinyeri, penurun demam, dan antiinflamasi atau antiradang. Obat in digunakan untuk meredakan nyeri, serta mengatasi masalah persendian, otot, dan tulang.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, kalium diklofenak diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap cepat dan hampir seluruhnya. Penyerapan obat dapat tertunda oleh makanan.
  • Distribusi: Hampir 100% obat terikat dengan protein.
  • Metabolisme: Menjalani metabolisme jalur pertama, dengan 60% obat yang tidak berubah mencapai peredaran darah.
  • Ekskresi: Dikeluarkan melalui urine sekitar 40-60%.

Indikasi (manfaat) Obat

Mengatasi nyeri dan peradangan, seperti:

  • Kondisi peradangan sendi akut dan kronis akibat sistem kekebalan tubuh menyerang jaringannya sendiri (rheumatoid arthritis).
  • Peradangan sendi yang disebabkan gesekan pada ujung tulang penyusun sendi (osteoarthritis).
  • Peradangan kronis yang menyebabkan menutupnya celah antara ruas tulang (ankylosing spondylitis).
  • Nyeri akibat menstruasi.
  • Nyeri pascatrauma, nyeri setelah operasi, dan nyeri lainnya.

Dalam meredakan peradangan, kalium diklofenak bekerja dengan cara mengurangi zat dalam tubuh yang menyebabkan nyeri dan peradangan.

Komposisi Obat

Kalium diklofenak 50 mg.

Dosis Obat

Dewasa dan anak-anak berusia 14 tahun ke atas:

  • Dosis awal: 1 kaplet/hari.
  • Dosis lanjutan: ½ kaplet sebanyak 4 kali/hari (setiap 6 jam).

Aturan pakai obat

Dikonsumsi sesuai petunjuk dokter. Tablet ditelan secara utuh, jangan dikunyah atau dihancurkan terlebih dahulu.

Perlu Resep

Ya

Efek Samping Obat

  • Sakit kepala.
    Pastikan Anda istirahat dan minum banyak cairan. Jangan minum terlalu banyak alkohol. Mintalah apoteker merekomendasikan obat penghilang rasa sakit alternatif. Sakit kepala biasanya akan hilang setelah minggu pertama mengonsumsi diklofenak. Hubungi dokter jika berlangsung lebih dari seminggu atau bertambah parah.
  • Pusing hingga merasa sekeliling seperti berputar (vertigo).
    Jika Anda mulai merasa pusing, baringkan tubuh Anda agar tidak pingsan. Duduklah sampai Anda merasa lebih baik. Berhati-hatilah saat mengemudi atau mengoperasikan mesin jika Anda mengalami efek samping ini.
  • Muntah atau diare.
    Minumlah banyak air, terutama jika Anda sedang sakit. Hubungi dokter atau apoteker jika Anda memiliki tanda-tanda dehidrasi, seperti buang air kecil lebih jarang dari biasanya atau air seni berwarna gelap dan berbau menyengat. Jangan minum obat lain tanpa berbicara dengan dokter atau apoteker.
  • Sakit perut, perut kembung, dan penurunan nafsu makan.
    Hindari makanan yang menyebabkan perut bergas, seperti kacang-kacangan dan bawang. Makanlah dalam porsi kecil secara perlahan dan olahragalah secara teratur.
  • Mual.
    Minum diklofenak dengan atau setelah makan. Hindari mengonsumsi makanan pedas.
  • Tekanan darah tinggi (hipertensi).
  • Kesulitan buang air besar (sembelit).
  • Luka pada dinding lambung (tukak lambung).
  • Maag.
  • Nyeri dada.
  • Mengantuk.
  • Biduran.
  • Asma.

Cara Penyimpanan Obat

Simpan di tempat kering dan sejuk pada suhu di bawah 30 °C. Jauhkan dari cahaya matahari langsung.

Perhatian Khusus

  • Pasien penderita penyakit jantung.
  • Pasien penderita tekanan darah tinggi.
  • Pasien dengan kondisi asma.
  • Pasien yang berisiko mengalami perdarahan.
  • Pasien dengan gangguan perdarahan.
  • Pasien yang memiliki masalah pada lambung.
  • Pasien penderita masalah pada ginjal.
  • Pasien yang mengonsumsi alkohol.
  • Anak-anak berusia 14 tahun ke bawah.
  • Pasien yang mengalami perdarahan pada lambung atau usus.
  • Ibu hamil dan menyusui.
  • Pasien yang mengalami gangguan pancernaan atau riwayat luka pada dinding lambung.
  • Pasien penderita penyakit hati atau ginjal.
  • Pasien yang merokok.
  • Pasien lanjut usia.

Kategori Kehamilan

Pada trimester pertama dan kedua:
Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan Kalium Diklofenak tablet pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Pada trimester ketiga:
Kategori D: Hasil penelitian menunjukkan bahwa obat ini menimbulkan risiko pada janin manusia. Penggunaan pada ibu hamil dapat dipertimbangkan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Misalnya, bila obat dibutuhkan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau penyakit serius, di saat obat lain tidak efektif atau tidak bisa diberikan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien dengan penyakit pembuluh darah di otak, terutama pembuluh darah arteri otak.
  • Pasien yang memiliki alergi terhadap aspirin atau obat antiinflamasi nonsteroid lainnya.
  • Pasien dengan kondisi plak menumpuk di dalam arteri yang menyalurkan darah menuju otak, organ tubuh, dan anggota tubuh.
  • Pasien penderita luka pada dinding lambung atau usus (tukak lambung atau usus).
  • Pasien yang memiliki alergi terhadap kalium diklofenak.
  • Pasien yang mengalami perdarahan pada saluran pencernaan.
  • Pasien penderita gagal jantung.
  • Penderita penyakit jantung iskemik.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Colestipol dan cholestyramine.
    Obat ini dapat menurunkan kadar dan efektivitas Aclonac tablet dalam mengatasi peradangan dan nyeri.
  • Digoxin atau glikosida jantung.
    Penggunaan bersama obat di atas dapat meningkatkan risiko efek samping pada penyakit jantung.
  • Penghambat ACE, diuretik, diuretik, ciclosporin, dan tacrolimus.
    Penggunaan obat di atas bersama kalium diklofenak dapat menyebabkan tingginya kadar kalium dalam darah dan kerusakan ginjal.
  • Zidovudin.
    Penggunaan bersama zidovudin menyebabkan gangguan perdarahan.
  • Digoxin, lithium, methotrexate, pemetrexed, dan phenytoin.
    Penggunaan bersama obat di atas dapat menyebabkan keracunan.
  • Aspirin, antiplatelet, dan obat penghambat pembekuan darah (antikoagulan), seperti warfarin.
    Penggunaan bersama obat di atas dapat menyebabkan luka pada saluran pencernaan dan meningkatkan risiko terjadinya perdarahan dan memar.
  • Kortikosteroid dan antidepresan selective serotonin reuptake inhibitors (SSRI), seperti escitalopram dan fluoxetine.
    Penggunaan bersama obat di atas dapat menyebabkan terjadinya luka pada saluran pencernaan dan perdarahan.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali atas anjuran dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa menggunakan obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hentikan penggunaan dan hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Gejala flu.
  • Ruam pada kulit.
  • Timbul masalah hati seperti mual, diare, sakit perut (sisi kanan atas), kelelahan, gatal, urine gelap, dan penyakit kuning (kulit atau mata menguning).
  • Gangguan pada jantung seperti pembengkakan, penambahan berat badan yang cepat, dan sesak napas.
  • Tanda-tanda perut berdarah seperti feses berdarah, batuk darah atau muntah yang terlihat seperti bubuk kopi.
  • Masalah ginjal yang ditandai dengan sedikit atau tidak mengeluarkan urine, nyeri atau sulit buang air kecil, bengkak di lengan atau kaki Anda, dan merasa lelah atau sesak napas.
-
SehatQ
Produk ini belum diulasJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.
Nama Produk

Kalium Diklofenak Tablet 50 mg (1 Strip @ 10 Tablet)

Total

Rp 6.300