SehatQ
SehatQ Cart
SehatQ Profile

Januvia Tablet 25 mg (1 Blister @ 14 Tablet)


Harga Produk
Rp 0

Jumlah Produk
0

logo-prescription
Obat ResepKirimkan resep ke alamat email apotek@sehatq.comJumlah pembelian obat terbatas.SehatQ memiliki kewenangan untuk tidak memproses pesanan lebih lanjut jika resep tidak dapat diverifikasi.

Deskripsi

Januvia Tablet adalah obat keras atau obat resep yang mengandung sitagliptin 25 mg. Beli obat online di Toko SehatQ - Pasti asli!

Nikmati promo GRATIS Ongkir ke seluruh Indonesia. Temukan kode promonya di https://toko.sehatq.com/voucher

Januvia Tablet 25 mg (1 Blister @ 14 Tablet)
Golongan Obat
Obat Keras
Informasi Tambahan
obat resep
Kandungan Utama
Sitagliptin
Kelas Terapi
-
Klasifikasi
-
Kemasan
1 Blister @ 14 Tablet
Produsen
Merck Sharp Dohme Pharma

Indikasi (manfaat)

Tambahan terhadap diet dan olahraga untuk memperbaiki kontrol Glikemik pada Diabetes Melitus tipe-2. Terapi kombinasi dengan Metformin atau Tiazolidinedion pada Diabetes Melitus tipe-2 yang tidak dapat dikontrol secara adekuat dengan monoterapi saja, diet.

Komposisi

Sitagliptin 25 mg

Dosis

  • Fungsi ginjal normal : 1 x sehari 1 tablet
  • Insufisiensi ginjal derajat sedang (CrCl/bersihan Kreatinin minimum 30 mL/mnt hingga maximum 50 mL/mnt) : 1 x sehari 1/2 tablet
  • Penurunan fungsi ginjal berat 25 mg sekali sehari.

Aturan pakai

Dapat dikonsumsi sebelum atau sesudah makan.

Perlu Resep

Ya

Efek Samping

  • Diare.
  • Mual.
  • Muntah.
  • Kembung.
  • Rasa tidak nyaman pada perut.
  • Gangguan pencernaan.
  • Sakit kepala.
  • Kelelahan.

Cara Penyimpanan

Simpan di tempat kering dan sejuk pada suhu di bawah 30 °C. Jauhkan dari cahaya matahari langsung.

Perhatian Khusus

  • Pasien penderita gangguan fungsi ginjal termasuk penyakit penyakit ginjal intrinsik dan kurangnya asupan nutrisi yang diperlukan oleh organ ginjal (hipoperfusi ginjal).
  • Pasien yang memiliki kadar oksigen dalam darah rendah (hipoksemia).
  • Dapat menyebabkan terjadinya dehidrasi.
    Pasien penderita gangguan fungi hati.
  • Pemantauan fungsi ginjal dan kadar vitamin B12 secara berkala tiap satu tahun sekali.
  • Hindari konsumsi alkohol secara berlebih.
  • Penggunaan bersama obat penurun kadar glukosa darah (hipoglikemia).
  • Penggunaan bersama obat yang mempengaruhi fungsi ginjal.
  • Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen obat ini.
  • Penggunaan obat bersama dengan yang memberikan perubahan dinamika dari aliran darah (hemodinamika) atau mengganggu disposisi metformin.
  • Wanita hamil dan menyusui.
  • Pasien penderita peradangan pada kelenjar pankreas (pankreatitis).
  • Pasien lanjut usia.
  • Anak-anak 18 tahun ke bawah.

Kategori Kehamilan

Kategori B: Penelitian tidak menemukan efek malformasi atau efek yang mengganggu perkembangan janin pada trimester pertama dan selanjutnya.
Studi pada reproduksi hewan telah membuktikan tingkat keamanan obat ini.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien penderita gangguan funsi ginjal.
  • Pasien dengan kondisi syok atau kolaps kardiovaskular.
  • Pasien yang mengalami serangan jantung (infark miokard akut).
  • Pasien penderita infeksi aliran darah yang cukup serius dan lebih dikenal juga sebagai kondisi keracunan darah (septikema).
  • Pasien yang memiliki kadar asam sangat tinggi di dalam tubuh (asidosis metabolik akut atau kronis).
  • Pasien yang mengalami komplikasi diabetes akibat tingginya produksi asam dalam tubuh (ketoasidosis diabetikum).
  • Pasien penderita diabetes melitus tipe 1.
  • Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen obat ini.
  • Pasien yang terapi dengan insulin.

Interaksi (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Obat kationik.
  • Digoksin.
  • Gliburid.
  • Furosemid.
  • Nifedipin.
  • Kortikosteroid.
  • Fenotiazin.
  • Produk-produk tiroid.
  • Estrogen.
  • Kontrasepsi oral.
  • Fenitoin.
  • Asam nikotinat.
  • Obat terapi gagal jantung akut (simpatomimetik).
  • Penghambat kanal kalsium.
  • Isoniazid.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Jika efek samping tidak kunjung hilang atau bertambah buruk, segera hubungi dokter Anda.
SehatQ
Belum Ada UlasanJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.
Nama Produk

Januvia Tablet 25 mg (1 Blister @ 14 Tablet)