Stok Habis
Isoric tablet adalah obat untuk mengatasi kadar asam urat yang berlebih dalam tubuh.

Isoric Tablet 100 mg (5 Strip @ 10 Tablet)


Harga Produk
Rp 107.090

Jumlah Produk
0

logo-prescription
Obat ResepKirimkan resep ke alamat email apotek@sehatq.comJumlah pembelian obat terbatas.SehatQ memiliki kewenangan untuk tidak memproses pesanan lebih lanjut jika resep tidak dapat diverifikasi.

Deskripsi

Indikasi (manfaat) Obat

  • Mengobati batu saluran kemih.
  • Menurunkan kadar asam urat yang tinggi (hiperurisemia) akibat pengobatan kanker.
  • Mengobati kadar asam urat yang tinggi dalam darah (hiperurisemia).

Allopurinol digunakan untuk mengobati asam urat dan batu ginjal jenis tertentu. Obat ini juga digunakan untuk mencegah peningkatan kadar asam urat pada pasien yang menjalani kemoterapi. Allopurinol adalah obat asam urat bekerja dengan cara menurunkan kadar asam urat melalui mekanisme penghambat enzim xanthine oxidase, enzim xanthine oxidase ini bekerja dengan menghambat hipoksantin menjadi xanthine dan selanjutnya menjadi asam urat. Peningkatan kadar asam urat dalam darah dapat menyebabkan masalah pada ginjal.

Komposisi Obat

Allopurinol 100 mg.

Dosis Obat

Dewasa:

  • Hiperurisemia yang disebabkan pengobatan kanker: 600-800 mg/hari dikonsumsi dalam dosis terbagi, dikonsumsi selama 2-3 hari sebelum dilakukan pengobatan kanker.
  • Batu saluran kemih: 200-300 mg/hari dalam dosis tunggal atau terbagi.
  • Hiperurisemia:
    • Dosis awal: 100 mg/hari.
    • Perawatan:
      • Ringan: 100-300 mg/hari.
      • Cukup parah: 600 mg/hari.
    • Dosis maksimal: 900 mg/hari. Dosis 300 mg ke atas harus dikonsumsi dalam dosis terbagi.

Aturan pakai obat

Sebaiknya dikonsumsi sesudah makan.

Perlu Resep

Ya

Efek Samping Obat

  • Sakit kepala.
    Pastikan Anda beristirahat dan minum banyak cairan dan sebaiknya jangan mengonsumsi alkohol karena akan menimbulkan efek samping mengantuk serta mintalah Apoteker untuk merekomendasikan obat penghilang rasa sakit. Hubungi dokter Anda jika sakit kepala berlangsung lebih dari satu minggu atau jika kondisi bertambah parah.
  • Diare.
    Minum banyak cairan, seperti air untuk menghindari dehidrasi. Minumlah sedikit-sedikit, sesering mungkin jika Anda sedang sakit. Tanda-tanda dehidrasi termasuk buang air kecil lebih sedikit dari biasanya atau kencing berwarna gelap dan berbau tajam.
  • Mual.
    Tetap berpegang pada makanan sederhana dan jangan makan makanan kaya atau pedas. Jika Anda sedang sakit, cobalah sedikit air untuk menghindari dehidrasi.
  • Rasa tidak nyaman pada perut (dispepsia)
  • Nyeri sendi.
  • Kelelahan.
  • Gatal pada sebagian atau seluruh tubuh (pruritus).
  • Kerontokan rambut (alopecia).
  • Nyeri otot.
  • Gagal ginjal.
  • Muntah.
  • Nyeri pada perut.
  • Demam.
  • Kesemutan (parestesia).
  • Penurunan jumlah sel darah putih (leukopenia).
  • Tingginya kadar eosinofil dalam darah (eosinofilia).
  • Penurunan kadar trombosit dalam darah (trombositopenia).
  • Kelainan serius pada kulit, serta lapisan bola mata, dalam mulut, dubur, dan alat kelamin (sindrom Stevens-Johnson). Sindrom Stevens-Johnson adalah efek samping langka dari allopurinol yang ditandai dengan gejala seperti flu, diikuti oleh ruam merah atau ungu yang menyebar, dan membentuk lepuh. Kulit yang terkena akhirnya mati dan mengelupas dapat terjadi dalam 8 minggu pertama penggunaan allopurinol, atau ketika dosis ditingkatkan terlalu cepat. Ini juga dapat terjadi jika allopurinol dihentikan tiba-tiba selama beberapa hari dan kemudian dimulai kembali dengan dosis yang sama seperti sebelumnya. Hentikan penggunaan obat ini secara perlahan.

Cara Penyimpanan Obat

Simpan pada suhu di bawah 30°C. Jauhkan dari jangkauan anak-anak.

Perhatian Khusus

  • Pasien dengan riwayat pembedahan anatomosis intestinal, peradangan divertikula yang terdapat pada saluran pencernaan (divertikulitis), luka pada dinding lambung (tukak peptik) aktif atau laten, gangguan ginjal (insufisiensi ginjal), tekanan darah tinggi (hipertensi), pengeroposan tulang (osteoporosis), dan kelemahan otot (miastenia gravis).
  • Pasien dengan kondisi ketika tubuh hanya menghasilkan sedikit hormon tiroid (hipotiroid).
  • Pasien penderita peradangan pada usus besar (kolon) dan bagian akhir usus besar yang tersambung ke anus (kolitis ulseratif non spesifik).
  • Penggunaan bersama dengan asam asetilsalisilat.
  • Rusaknya organ hati akibat terbentuknya jaringan parut (sirosis).
  • Pasien penderita kencing manis (diabetes melitus).
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.
  • Penggunaan jangka panjang.
  • Anak-anak.
  • Bayi.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

Pasien yang memiliki alergi terhadap allopurinol.
-
SehatQ
Produk ini belum diulasJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.
Nama Produk

Isoric Tablet 100 mg (5 Strip @ 10 Tablet)

Jual dan Beli Isoric Tablet 100 mg (5 Strip @ 10 Tablet) dari Apotek Online Toko SehatQ

Isoric tablet adalah obat untuk mengatasi penyakit asam urat (gout). Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Isoric tablet mengandung zat aktif allopurinol.

Kadar asam urat tinggi melebihi batas normal disebut hiperurisemia. Kondisi ini biasanya disebabkan produksi asam urat berlebihan atau adanya gangguan saat mengeluarkan asam urat dari dalam tubuh, sehingga terjadi penumpukan asam urat.

Tingginya kadar asam urat dapat menyebabkan berbagai penyakit, seperti timbulnya kristal asam urat di ginjal dan saluran kemih. Hal tersebut dapat memicu timbulnya batu ginjal dan penyakit asam urat berupa nyeri dan pembengkakan sendi.

Informasi zat aktif :

Allopurinol bekerja dalam menghambat kerja enzim xanthine oksidase. Pemblokiran enzim xanthine oksidase dapat mencegah perubahan xanthine dan hypoxanthine menjadi asam urat.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, allopurinol diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Setelah pemberian oral, sekitar 80-90% dosis diserap.
  • Distribusi: Didistribusi secara luas ke seluruh tubuh kecuali di otak. 50% kadar obat ditemukan di seluruh tubuh.
  • Metabolisme: Dimetabolisme menjadi oxypurinol oleh xanthine oxidase. Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh) adalah 1 sampai 2 jam.
  • Ekskresi: 5-7% dari dosis allopurinol diekskresikan dalam urine dalam waktu 6 jam setelah konsumsi.

Kategori kehamilan dan menyusui :

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan Isoric tablet pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Interaksi obat :

  • Mercaptopurine.
    Menggunakan allopurinol bersama mercaptopurine dapat meningkatkan efek mercaptopurine, seperti sakit tenggorokan, demam, menggigil, nyeri tubuh dan otot, lemas, mudah memar atau berdarah, seriawan, urine berwarna gelap, mual parah, muntah, dan diare.
  • Azathioprine.
    Mengonsumsi azathioprine dengan allopurinol dapat meningkatkan efek samping azathioprine, seperti demam, menggigil, sakit tenggorokan, nyeri tubuh dan otot, lemas, mudah memar atau berdarah, seriawan, urine berwarna gelap, mual parah, muntah, dan diare.
  • Obat golongan tiazid dan diuretik, yaitu obat untuk meningkatkan pengeluaran air seni.
    Penggunaan bersama obat di atas dapat meningkatkan terjadinya risiko alergi.
  • Klorpropamid.
    Penggunaan bersama obat di atas dapat meningkatkan risiko terjadinya penurunan kadar gula darah dalam tubuh (hipoglikemia).
  • Lisinopril.
    Mengonsumsi lisinopril dengan allopurinol dapat menyebabkan timbulnya reaksi alergi parah.
  • Captopril.
    Penggunaan allopurinol bersama captopril dapat meningkatkan risiko toksisitas atau keracunan.
  • Obat penghambat pembekuan darah (antikoagulan), seperti dicumarol dan warfarin.
    Allopurinol dapat meningkatkan risiko terjadinya perdarahan jika dikonsumsi bersama antikoagulan.

Apa yang harus dilakukan jika dosis terlewat :

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali atas anjuran dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa menggunakan obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter :

Hentikan penggunaan obat ini dan hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Masalah pada organ hati yang ditandai dengan kehilangan nafsu makan, penurunan berat badan, sakit perut pada sisi kanan atas, gatal, urine berwarna gelap, feses berwarna tanah liat, dan perubahan warna pada kulit atau mata menjadi kekuningan.
  • Mati rasa, kesemutan, dan timbul rasa nyeri seperti terbakar.
  • Gejala flu, nyeri sendi, mudah memar, dan perdarahan yang tidak biasa.
  • Nyeri saat buang air kecil dan terdapat darah dalam urine.
  • Sedikit atau tidak bisa buang air kecil.
  • Gejala asam urat memburuk.
  • Ruam pada kulit.


Merek: {""id""=>1875, ""label""=>""Claritin"", ""data_custom""=>{""id""=>1875, ""label""=>""Claritin""}}
Bentuk sediaan: Tablet
Principal/Distributor obat: Interbat
Manufacture: Interbat
Kemasan obat: 1 box isi 5 strip @ 10 tablet (100 mg)

Indikasi/Manfaat Isoric Tablet 100 mg (5 Strip @ 10 Tablet)

  • Mencegah pengendapan asam urat dan kalsium oksalat.
  • Mengatasi peningkatan kadar asam urat dalam darah atau hiperurisemia primer.
  • Mengatasi peningkatan kadar asam urat dalam darah yang disebabkan penyakit lain atau hiperurisemia sekunder.
  • Mengatasi produksi asam urat berlebih pada pasien yang menjalani terapi kanker, seperti kanker darah yang terjadi karena produksi sel darah merah terlalu banyak pada sumsum tulang (polisitemia vera) dan terapi pengobatan kanker (sitostatik).

Allopurinol merupakan obat golongan inhibitor xanthine oxidase. Obat ini bekerja dengan cara menekan enzim xanthine oksidase untuk mengurangi pembentukan asam urat dan memperlambat sintesis purin. Purin adalah hasil metabolisme protein yang dapat meningkatkan kadar asam urat dan membentuk kristal asam urat.


Dosis Isoric Tablet 100 mg (5 Strip @ 10 Tablet)


Dewasa:

  • Hiperurisemia yang disebabkan pengobatan kanker: 600-800 mg/hari dikonsumsi dalam dosis terbagi, dikonsumsi selama 2-3 hari sebelum dilakukan pengobatan kanker.
  • Batu saluran kemih: 200-300 mg/hari dalam dosis tunggal atau terbagi.
  • Hiperurisemia:

Cara Penggunaan Isoric Tablet 100 mg (5 Strip @ 10 Tablet)


Sebaiknya dikonsumsi sesudah makan.

Cara Menyimpan Isoric Tablet 100 mg (5 Strip @ 10 Tablet)


Simpan pada suhu 15-30°C, serta terlindung dari cahaya matahari langsung dan tempat lembap.

Kontraindikasi/Jangan Menggunakan Isoric Tablet 100 mg (5 Strip @ 10 Tablet) Jika:


  • Pasien yang memiliki alergi terhadap allopurinol atau obat golongan xanthine oxidase inhibitor lainnya.
  • Pasien yang memiliki masalah pada hati dan kerusakan ginjal dari sedang hingga berat.
  • Pasien yang mengalami dehidrasi atau kekurangan cairan tubuh.
  • Pasien yang mengalami gagal jantung kronis.
  • Pasien yang mengalami serangan asam urat akut.

Yang Perlu Diperhatikan Saat/Sebelum Menggunakan Isoric Tablet 100 mg (5 Strip @ 10 Tablet)


  • Konsumsi obat ini sesudah makan untuk mengurangi iritasi pada lambung.
  • Pasien penderita kencing manis (diabetes melitus).
  • Pasien yang memiliki tekanan darah tinggi (hipertensi).
  • Selama penggunaan obat ini, hindari mengemudi kendaraan atau menjalankan mesin.
  • Untuk mencegah terjadinya batu ginjal, imbangi dengan peningkatan konsumsi cairan.
  • Pasien yang mengonsumsi obat ini dalam jangka panjang.
  • Pasien penderita gangguan tiroid.
  • Pasien penderita gangguan ginjal.
  • Pasien penderita gangguan hati.
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.
  • Anak-anak.
  • Bayi.
  • Lakukan pemeriksaan fungsi hati jika Anda mengalami gatal, serta penurunan nafsu makan dan berat badan.

Efek Samping Obat Isoric Tablet 100 mg (5 Strip @ 10 Tablet)


  • Diare.
    Untuk mengatasi diare ringan, Anda perlu mengganti cairan dan elektrolit (garam) yang hilang dengan meminum banyak air atau minuman olahraga kaya elektrolit. Hindari kopi, minuman berkafein, minuman manis, soda, dan alkohol karena memiliki efek pencahar.
  • Sakit kepala.
    Istirahat dan tidur yang cukup akan membantu Anda lebih rileks. Jika Anda duduk dalam waktu yang lama, bangun dan sering-seringlah bergerak. Lemaskan otot rahang, leher, dan bahu Anda.
  • Mual.
    Konsumsilah makanan ringan dan hindari makanan berat. Minumlah obat ini setelah makan. Hubungi dokter jika gejala berlangsung lebih dari beberapa hari atau bertambah buruk.
  • Penurunan jumlah sel darah putih (leukopenia).
  • Tingginya kadar eosinofil dalam darah (eosinofilia).
  • Penurunan kadar trombosit dalam darah (trombositopenia).
  • Kelainan serius pada kulit, lapisan bola mata, mulut, dubur, dan alat kelamin (sindrom Stevens-Johnson).
  • Gatal pada sebagian atau seluruh tubuh (pruritus).
  • Kerontokan rambut (alopecia).
  • Rasa tidak nyaman pada perut (dispepsia)
  • Nyeri sendi.
  • Kelelahan.
  • Nyeri otot.
  • Gagal ginjal.
  • Muntah.
  • Nyeri pada perut.
  • Demam.
  • Kesemutan (parestesia).