Isoniazide Tablet 300 mg (1 Strip @ 10 Tablet)


Harga Produk
Rp 0

Jumlah Produk
0

logo-prescription
Obat ResepKirimkan resep ke alamat email apotek@sehatq.comJumlah pembelian obat terbatas.SehatQ memiliki kewenangan untuk tidak memproses pesanan lebih lanjut jika resep tidak dapat diverifikasi.

Deskripsi

Isoniazide Tablet adalah obat keras atau obat resep yang mengandung isoniazid 300 mg.. Beli obat online di Toko SehatQ - Pasti asli!

Nikmati promo GRATIS Ongkir ke seluruh Indonesia. Temukan kode promonya di https://toko.sehatq.com/voucher

Isoniazide Tablet 300 mg (1 Strip @ 10 Tablet)
Golongan Obat
Obat Keras
Informasi Tambahan
obat resep
Kandungan Utama
Isoniazid.
Kelas Terapi
Antituberkulosis.
Klasifikasi Obat
Antituberkulosis
Kemasan
1 Strip @ 10 Tablet (300 mg)
Produsen
-

Informasi Zat Aktif

Isoniazid adalah antibiotik yang dapat melawan bakteri Mycobacterium tuberculosis penyebab tuberkulosis (TB). Cara kerja obat ini adalah dengan menekan sintesis atau pembentukan asam mikolat pada bakteri, sehingga membuat bakteri tersebut mati.

Berdasarkan cara kerja obat dalam tubuh, isoniazid memiliki status seperti :

  • Absorbsi : Mudah diserap dari saluran pencernaan.
  • Distribusi : Didistribusikan ke semua jaringan tubuh dan cairan tubuh. Melintasi plasenta dan memasuki ASI.
  • Metabolisme : Ditemukan di hati dan usus kecil.
  • Ekskresi : Melalui urine sebanyak 75 % dan melalui feses dalam jumlah sedikit.

Indikasi (manfaat) Obat

Mencegah dan mengobati penyakit tuberkulosis (TB).

Komposisi Obat

Isoniazid 300 mg.

Dosis Obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk dokter.

  • Anak-anak : 10 mg/kg BB/hari, dosis maksimal 300 mg/hari.
  • Dewasa dengan BB 30-45 kg: 200 mg/hari dalam dosis tunggal.
  • Dewasa dengan BB lebih dari 45 kg: 300 mg/hari.

Aturan pakai obat

  • Sebaiknya diminum saat perut kosong.
  • Paling baik diminum 1 jam sebelum atau 2 jam setelah makan.
  • Dapat diberikan bersama makanan untuk mengurangi rasa tidak nyaman pada saluran pencernaan.

Perlu Resep

Ya

Efek Samping Obat

  • Muntah.
    Minumlah banyak cairan, seperti air untuk menghindari kekurangan cairan atau dehidrasi. Minumlah sedikit demi sedikit. Jangan minum obat lain untuk mengobati muntah tanpa berbicara dengan dokter atau apoteker.
  • Demam.
    Langkah pertama adalah mengompres tubuh menggunakan air hangat. Jika dalam beberapa jam ke depan demam belum juga turun, minumlah obat penurun demam, seperti parasetamol atau ibuprofen. Jika demam masih belum juga turun, segera hubungi dokter atau tenaga kesehatan lainnya untuk penanganan lebih lanjut.
  • Mual.
    Hindari makanan yang sulit dicerna. Jangan berbaring setelah makan. Beristirahatlah dengan posisi kepala lebih tinggi dari kaki Anda. Jika Anda merasa mual saat bangun di pagi hari, makanlah daging tanpa lemak atau keju sebelum tidur. Anda juga bisa menyediakan biskuit di samping tempat tidur dan makanlah sedikit sesaat setelah bangun tidur. Minumlah setidaknya enam gelas air sehari.
  • Mulut kering.
  • Vertigo.
  • Anemia.
  • Sembelit.

Cara Penyimpanan Obat

Simpan di tempat kering dan sejuk pada suhu di bawah 30 °C. Jauhkan dari cahaya matahari langsung.

Perhatian Khusus

  • Pasien dengan penyakit kejang.
  • Pasien yang kecanduan alkohol.
  • Ibu hamil dan menyusui.
  • Pasien dengan penyakit diabetes.
  • Pasien yang terinfeksi HIV.

Kategori Kehamilan

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan Isoniazide tablet pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien dengan kondisi penyakit hati akut.
  • Pasien hipersensitif terhadap zat aktif isoniazid.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Zalcitabine.
    Penggunaan bersama obat isoniazid dapat meningkatkan risiko neuropati perifer, yaitu gangguan yang terjadi akibat kerusakan pada sistem saraf perifer.
  • Karbamezapin, etosuksimida, primidon, fenitoin.
    Penggunaan bersama isonizid dapat menghambat metabolisme obat di hati, sehingga fungsi obat berkurang.
  • Klofazimin, sikloserin, dan warfarin.
    Penggunaan bersama isoniazid dapat meningkatkan konsentrasi obat dalam tubuh, sehingga fungsi obat berkurang.
  • Obat antasida yang mengandung Al.
    Penggunaan bersama obat isoniazid dapat menyebabkan penyerapan obat berkurang, sehingga fungsi obat berkurang.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali atas anjuran dokter.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa untuk mengonsumsi obat, cobalah untuk menggunakan pengingat (alarm) atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Konsultasikan dengan dokter jika Anda mengalami:

  • Sakit tenggorokan.
  • Nyeri sendi.
  • Depresi mental.
  • Penglihatan kabur atau kehilangan penglihatan.
  • Sakit mata.
  • Kejang.
  • Demam.
  • Perubahan suasana hati.
  • Ruam kulit.
  • Perdarahan atau memar yang tidak biasa.
-
SehatQ
Produk ini belum diulasJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.
Nama Produk

Isoniazide Tablet 300 mg (1 Strip @ 10 Tablet)