SehatQ
SehatQ Profile
|
|
|
Stok Habis
Isoniazid tablet adalah obat yang digunakan mengobati penyakit tuberkulosis pada paru-paru.

Isoniazide Kimia Farma Tablet 100 mg (10 Strip @ 10 Tablet)


Harga Produk
Rp 0

Stok HabisCari produk lain dikategoriTuberkulosisataulihat selengkapnya dari Isoniazid

logo-prescription
Obat ResepProduk ini hanya dapat dibeli melalui Chat Dokter berdasarkan gejala Anda.

Deskripsi

Isoniazid tablet adalah obat yang dikombinasikan bersama obat lain untuk mengobati tuberkulosis (TB). Obat ini juga bisa digunakan sendiri untuk mencegah infeksi TB aktif pada orang yang berpotensi terinfeksi bakteri, misalnya memiliki hasil tes kulit TB positif.

Isoniazid tablet mengandung isoniazid sebagai zat aktif. Kandungan zat aktif dalam obat tersebut bekerja dengan cara menghentikan pertumbuhan bakteri penyebab infeksi.

Obat ini hanya efektif mengobati infeksi yang disebabkan bakteri, tetapi tidak akan bekerja untuk infeksi yang disebabkan virus, seperti flu. Obat ini merupakan golongan obat keras, sehingga untuk mendapatkannya harus menggunakan resep dokter.

Informasi zat aktif :

Isoniazid mampu melawan bakteri Mycobacterium tuberculosis yang tumbuh secara aktif. Obat ini bekerja dengan cara menghambat pembentukan asam mikolat pada bakteri. Proses penghambatan ini akan mengganggu dinding sel bakteri, sehingga membuat bakteri tersebut mati.

Berdasarkan cara kerja obat dalam tubuh, isoniazid memiliki status seperti :

  • Absorbsi : Mudah diserap dari saluran pencernaan.
  • Distribusi : Didistribusikan ke semua jaringan tubuh dan cairan tubuh. Melintasi plasenta dan memasuki ASI.
  • Metabolisme : Ditemukan di hati dan usus kecil.
  • Ekskresi : Melalui urine sebanyak 75 % dan feses dalam jumlah sedikit.

Kategori kehamilan dan menyusui :

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan Isoniazide tablet pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Interaksi obat :

  • Karbamezapin, etosuksimida, primidon, dan fenitoin.
    Penggunaan bersama isonizid dapat menghambat metabolisme obat di hati, sehingga fungsi obat menurun.
  • Klofazimin, sikloserin dan warfarin.
    Penggunaan bersama isoniazid dapat meningkatkan konsentrasi obat, sehingga kerja obat dalam tubuh tidak maksimal.
  • Obat antasida yang mengandung Al.
    Penggunaan bersama obat isoniazid dapat menyebabkan penyerapan obat berkurang, sehingga fungsi obat tidak maksimal.

Apa yang harus dilakukan jika dosis terlewat :

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali atas anjuran dokter.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa untuk mengonsumsi obat, cobalah untuk menggunakan pengingat (alarm) atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter :

Konsultasikan dengan dokter jika Anda mengalami:

  • Penglihatan kabur atau kehilangan penglihatan.
  • Sakit mata.
  • Kejang.
  • Demam.
  • Sakit tenggorokan.
  • Nyeri sendi.
  • Depresi mental.
  • Perubahan suasana hati.
  • Ruam kulit.
  • Perdarahan atau memar yang tidak biasa.

Indikasi (manfaat)

  • Mencegah dan mengobati penyakit tuberkulosis (TB).

Tuberkulosis adalah penyakit yang disebabkan infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyakit yang sering disingkat TB ini biasanya menyerang paru-paru.

Saat mengobati TB aktif, isoniazid tidak boleh diminum sendiri dan harus dikombinasikan bersama obat lain. Jika tidak, bakteri akan resisten atau kebal terhadap obat ini.

Komposisi

Isoniazid 100 mg.

Dosis

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk dokter.

  • Dewasa dengan BB 30-45 kg: 200 mg/hari dalam dosis tunggal.
  • Dewasa dengan BB lebih dari 45 kg: 300 mg/hari.
  • Anak-anak: 10 mg/kg BB/hari, dosis maksimal 300 mg/hari.

Aturan pakai

  • Sebaiknya diminum saat perut kosong.
  • Paling baik diminum 1 jam sebelum atau 2 jam setelah makan.
  • Dapat diberikan bersama makanan untuk mengurangi rasa tidak nyaman pada saluran pencernaan.

Efek Samping

  • Demam.
    Langkah pertama adalah mengompres tubuh menggunakan air hangat. Jika dalam beberapa jam ke depan demam belum juga turun, minumlah obat penurun demam, seperti parasetamol atau ibuprofen. Jika demam masih belum juga turun, segera hubungi dokter atau tenaga kesehatan lainnya untuk penanganan lebih lanjut.
  • Mual.
    Hindari makanan yang sulit dicerna. Jangan berbaring setelah makan. Beristirahatlah dengan posisi kepala lebih tinggi dari kaki Anda. Jika Anda merasa mual saat bangun di pagi hari, makanlah daging tanpa lemak atau keju sebelum tidur. Anda juga bisa menyediakan biskuit di samping tempat tidur dan makanlah sedikit sesaat setelah bangun tidur. Minumlah setidaknya enam gelas air sehari.
  • Muntah.
  • Mulut kering.
  • Anemia.
  • Sembelit.

Cara Penyimpanan

Simpan pada suhu 20-25°C dan terlindung dari cahaya matahari langsung.

Perhatian Khusus

  • Ibu hamil dan menyusui.
  • Pasien dengan penyakit kejang.
  • Pasien dengan penyakit diabetes.
  • Pasien yang terinfeksi HIV.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien hipersensitif terhadap zat aktif isoniazid.
  • Pasien dengan penyakit hati akut.

Nomor Izin Edar

GKL7212510010B1
SehatQ
Belum Ada UlasanJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.

Produk Terkait

FAQ

Mencegah dan mengobati penyakit tuberkulosis (TB). Tuberkulosis adalah penyakit yang disebabkan infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyakit yang sering disingkat TB ini biasanya menyerang paru-paru. Saat mengobati TB aktif, isoniazid tidak boleh diminum sendiri dan harus dikombinasikan bersama obat lain. Jika tidak, bakteri akan resisten atau kebal terhadap obat ini.

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk dokter. Dewasa dengan BB 30-45 kg: 200 mg/hari dalam dosis tunggal. Dewasa dengan BB lebih dari 45 kg: 300 mg/hari. Anak-anak: 10 mg/kg BB/hari, dosis maksimal 300 mg/hari.

Sebaiknya diminum saat perut kosong. Paling baik diminum 1 jam sebelum atau 2 jam setelah makan. Dapat diberikan bersama makanan untuk mengurangi rasa tidak nyaman pada saluran pencernaan.

Demam.Langkah pertama adalah mengompres tubuh menggunakan air hangat. Jika dalam beberapa jam ke depan demam belum juga turun, minumlah obat penurun demam, seperti parasetamol atau ibuprofen. Jika demam masih belum juga turun, segera hubungi dokter atau tenaga kesehatan lainnya untuk penanganan lebih lanjut.Mual.Hindari makanan yang sulit dicerna. Jangan berbaring setelah makan. Beristirahatlah dengan posisi kepala lebih tinggi dari kaki Anda. Jika Anda merasa mual saat bangun di pagi hari, makanlah daging tanpa lemak atau keju sebelum tidur. Anda juga bisa menyediakan biskuit di samping tempat tidur dan makanlah sedikit sesaat setelah bangun tidur. Minumlah setidaknya enam gelas air sehari.Muntah.Mulut kering.Anemia.Sembelit.

Nama Produk

Isoniazide Kimia Farma Tablet 100 mg (10 Strip @ 10 Tablet)