SehatQ
SehatQ Cart
SehatQ Profile
Intunal Forte tablet adalah obat untuk membantu meredakan gejala flu misalnya hidung tersumbat

Intunal Forte Tablet (1 Strip @ 4 Tablet)

5,0(1)

Harga Produk
Rp 4.400

Jumlah Produk
1

Tersedia 1 Penjual

Apotek Benedetto
Rp 4.400
Apotek Benedetto
Kota Jakarta Barat4.79 km

Deskripsi

Intunal Forte tablet adalah obat untuk membantu meringankan gejala-gejala flu, seperti demam, sakit kepala, hidung terumbat, bersin, dan batuk.

Obat ini mengandung zat aktif paracetamol, phenylpropanolamine HCl, dexchlorpheniramine maleate, dextromethorphan HBr, dan glyceryl guaicolate.

Pracetamol dalam obat ini bekerja dengan menurunkan demam dan pereda nyeri. Lalu, phenylpropanolamine digunakan untuk mengobati hidung tersumbat yang disebabkan alergi, demam, iritasi sinus, dan flu biasa.

Dexchlorpheniramine maleate berfungsi untuk mengatasi alergi. Sementara, glyceryl guaiacolate digunakan sebagai ekspektoran atau peluruh dahak.

Intunal Forte tablet merupakan obat bebas terbatas yang tidak memerlukan resep dokter.

Beli obat online di Toko SehatQ - Pasti asli!

Nikmati promo GRATIS Ongkir ke seluruh Indonesia. Temukan kode promonya di https://toko.sehatq.com/voucher

Intunal Forte Tablet (1 Strip @ 4 Tablet)
Golongan Obat
Obat Bebas Terbatas
Informasi Tambahan
-
Kandungan Utama
Paracetamol, phenylpropanolamine HCl, dexchlorpheniramine maleat, dextromethorphan HBr, dan glyceryl guaiacolate
Kelas Terapi
Obat flu
Klasifikasi
Analgesik non-opioid dan dekongestan
Kemasan
1 strip @ 4 tablet
Produsen
Meprofarm

Informasi Zat Aktif

Paracetamol termasuk dalam kelas obat antipiretik atau antidemam dan analgesik atau antinyeri dan meredakan nyeri (analgetik). Obat ini.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, paracetamol diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan baik setelah pemberian oral. Waktu saat obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu puncak konsentrasi plasma) sekitar 10-60 menit (oral).
  • Distribusi: Didistribusikan ke sebagian besar jaringan tubuh. Melintasi plasenta dan memasuki ASI. Ikatan protein plasma sekitar 10-25%.
  • Metabolisme: Terutama dimetabolisme di hati melalui konjugasi asam glukuronat dan sulfat, selanjutnya dimetabolisme melalui konjugasi dengan glutathione di hati dan ginjal.
  • Ekskresi: Terutama melalui urine. Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) sekitar 1-3 jam.

Glyceryl guaicolat bertindak sebagai ekspektoran, yaitu obat untuk meredakan batuk berdahak dan memudahkan pengeluaran dahak.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, glyceryl guaicolat diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan baik dari saluran gastrointestinal atau pencernaan. Waktu saat obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu untuk konsentrasi plasma puncak) kira-kira 15 menit.
  • Distribusi: Memasuki ASI dalam jumlah kecil.
  • Metabolisme: Dimetabolisme di hati.
  • Ekskresi: Terutama melalui urine. Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) kira-kira 1 jam.

Phenylpropanolamine sering digunakan secara oral sebagai garam HCl untuk mengatasi hidung tersumbat.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, phenilpropanolamie diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan mudah dan sempurna dari saluran pencernaan. Waktu saat obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu untuk konsentrasi plasma puncak) 1-2 jam.
  • Metabolisme: Menjalani metabolisme hati parsial
  • Ekskresi: Melalui urine 80-90% (tidak berubah). Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh) sekitar 3-5 jam.

Dexchlorpheniramine maleate termasuk dalam golongan obat antihistamin atau antialergi.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, dexchlorpheniramine maleate diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan baik dari saluran pencernaan. Makanan di perut menunda penyerapan, tetapi tidak memengaruhi ketersediaan hayati.
  • Distribusi: Didistribusikan secara luas ke dalam tubuh, obat itu sekitar 72% terikat protein
  • Metabolisme: Metabolisme sebagian besar di sel mukosa pencernaan dan hati
  • Ekskresi: Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh) adalah 12 hingga 43 jam pada orang dewasa dan 10 hingga 13 jam pada anak-anak. Obat dan metabolit diekskresikan dalam urine.

Dextrometorphan termasuk dalam kelas obat antitusif, yaitu obat untuk mengurangi frekuensi batuk.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, dextrometorphan diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan mudah dari saluran cerna.
  • Distribusi: Tidak diketahui.
  • Metabolisme: Dimetabolisme secara ekstensif oleh hati.
  • Ekskresi: Dibuang melalui urine dan feses.

Indikasi (manfaat)

  • Meringankan gejala-gejala flu seperti demam, sakit kepala, hidung tersumbat, dan bersin-bersin yang disertai batuk

Paracetamol dapat mengurangi produksi senyawa prostaglandin yang menyebabkan terjadinya peradangan dan pembengkakan.

Phenylpropanolamine bekerja dengan menyempitkan pembuluh darah vena dan arteri di tubuh. Penyempitan pembuluh darah di sinus, hidung, dan dada memungkinkan drainase area tersebut, sehingga mengurangi hambatan atau penyumbatan.

Dexchlorpheniramine bekerja dengan memblokir zat histaminy ang dibuat tubuh selama mengalami reaksi alergi. Selain itu, obat ini juga bekerja dengan memblokir zat alami lain yang dibuat tubuh, yaitu asetilkolin. Memblokir asetilkolin membantu mengurangi gejala seperti mata berair dan hidung meler.

Dextromethorphan bekerja dengan cara menekan refleks batuk dengan tindakan langsung di pusat batuk di medula (jaringan ginjal yang halus).

Glyceryl guaiacolate bekerja dengan mengencerkan lendir di saluran udara untuk memudahkan batuk lendir dan membersihkan saluran udara.

Komposisi

  • Paracetamol 500 mg
  • Phenylpropanolamine HCl 15 mg
  • Dexchlorpheniramine maleate 2 mg
  • Dextromethorphan HBr 15 mg
  • Glyceryl guaiacolate 50 mg

Dosis

  • Dewasa: 1-2 tablet sebanyak 3-4 kali/hari
  • Anak-anak: ½ sebanyak 3-4 kali/hari

Aturan pakai

Dikonsumsi sesudah makan.

Perlu Resep

Tidak

Efek Samping

  • Muntah
    Duduk atau berbaring dalam posisi bersandar. Minumlah sedikit minuman manis karena minuman dengan gula di dalamnya bisa membantu menenangkan perut. Namun, hindari minuman asam, seperti jus jeruk atau jus anggur.
  • Sakit kepala
    Istirahat dan tidur yang cukup akan membantu Anda lebih rileks. Jika Anda duduk untuk waktu yang lama, bangun dan sering-seringlah bergerak.
  • Mual
    Hindari makanan yang sulit dicerna. Jangan berbaring setelah makan. Beristirahatlah dengan posisi kepala lebih tinggi dari kaki Anda. Jika Anda merasa mual saat bangun di pagi hari, makanlah daging tanpa lemak atau keju sebelum tidur.
    Anda juga bisa meletakkan biskuit di samping tempat tidur Anda dan makanlah sedikit sesaat setelah bangun tidur. Minumlah setidaknya enam gelas air sehari.
  • Mengantuk
    Beristirahatlah dan jangan mengemudi kendaraan atau menjalankan mesin ketika mengantuk.
  • Mulut kering
    Cobalah mengonsumsi permen atau permen karet bebas gula.
  • Perdarahan pada lambung jika digunakan dalam dosis besar
  • Sakit kepala yang membuat penderita mengalami sensasi seperti berputar (vertigo)
  • Kerusakan hati jika digunakan jangka panjang
  • Jantung berdebar-debar (palpitasi)
  • Kesulitan buang air kecil (retensi urine)
  • Gangguan irama jantung (aritmia)
  • Gangguan pergerakan badan (psikomotor)

Cara Penyimpanan

Simpan pada suhu di bawah 30°C.

Perhatian Khusus

  • Pasien penderita asma
  • Pasien penderita tekanan darah tinggi atau dengan risiko tekanan darah tinggi atau stroke
  • Pasien dengan kemampuan berpikir rendah (debil)
  • Pasien yang kekurangan oksigen (hipoksia)
  • Anak-anak berusia 6 tahun ke bawah
  • Pasien dengan kelebihan hormon tiroid dalam tubuh (hipertiroid)
  • Pasien dengan gangguan pada kandung kemih untuk mengeluarkan urine (retensi urine)
  • Ibu hamil dan menyusui
  • Pasien yang mengonsumsi alkohol karena akan meningkatkan risiko terjadinya kerusakan hati
  • Pasien yang memiliki tekanan dalam bola mata yang tinggi (glaukoma)
  • Pasien penderita pembesaran prostat jinak (hipertrofi prostat)

Kategori Kehamilan

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan paracetamol dan dextromethorphan pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap kandungan obat ini
  • Penderita dengan gangguan fungsi hati yang berat 
  • Pasien dengan penyakit jantung
  • Pasien dengan diabetes mellitus
  • Pasien yang memiliki kadar tiroid tinggi dalam tubuh (hipertiroid)
  • Pasien penderita tekanan darah tinggi (hipertensi)
  • Pasien yang mengalami kerusakan pada ginjal

Interaksi (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Phenobarbital, carbamazepine, dan phenytoin
    Penggunaan bersama obat di atas dapat meningkatkan potensi terjadinya kerusakan hati.
  • Colestiramine dan lixisenatide
    Penggunaan bersama obat di atas dapat menurunkan efektivitas paracetamol.
  • Obat yang memberikan rangsangan pada saraf (antikoagulan), seperti warfarin
    Penggunaan bersama warfarin dapat meningkatkan risiko terjadinya memar dan perdarahan.
  • Obat golongan penghambat monoamine oxidase (MAO inhibitor)
    Penggunaan bersama obat di atas dapat meningkatkan tekanan darah hingga di atas normal (hipertensi).
  • Cetirizine dan zolpidem
    Penggunaan cetirizine bersama chlorpheniramine dapat meningkatkan efek samping, seperti pusing, kantuk, dan kesulitan berkonsentrasi. Beberapa orang, terutama orang tua, mungkin juga mengalami gangguan dalam berpikir, menilai, dan koordinasi motorik.
  • Chloramphenicol
    Penggunaan bersama paracetamol dapat meningkatkan kadar chloramphenicol dalam tubuh.
  • Metoclopramide dan domperidone
    Jika dikonsumsi bersama obat di atas dapat meningkatkan absorpsi atau penyerapan paracetamol.
  • Phenobarbital rifampicin, carbamazepin, dan pheytoin
    Penggunaan bersama obat di atas dapat menurunkan kadar paracetamol.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya
    Jika masih dekat dengan jadwal sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali atas anjuran dokter.
  • Sering lupa mengonsumsi obat
    Jika sering lupa mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hentikan penggunaan obat ini dan hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Demam tidak turun setelah tiga hari atau nyeri tidak mereda setelah lima hari
  • Timbul ruam pada kulit, kemerahan atau pembengkakan, serta sakit kepala berkelanjutan
  • Perburukan gejala atau timbul gejala baru

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-363/dextromethorphan-hbr-oral/details
Diakses pada 7 Juli 2021

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a682492.html
Diakses pada 7 Juli 2021

Drugs. https://www.drugs.com/mtm/acetaminophen-chlorpheniramine-phenylpropanolamine.html
Diakses pada 7 Juli 2021

Drugs. https://www.drugs.com/mtm/phenylpropanolamine.html
Diakses pada 7 Juli 2021

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/phenylpropanolamine?mtype=generic
Diakses pada 7 Juli 2021

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/dexchlorpheniramine?mtype=generic
Diakses pada 7 Juli 2021

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a682494.html
Diakses pada 7 Juli 2021

Drugs. https://www.drugs.com/paracetamol.html
Diakses pada 7 Juli 2021

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-57595/paracetamol-oral/details
Diakses pada 7 Juli 2021

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/paracetamol?mtype=generic
Diakses pada 7 Juli 2021

NHS. https://www.nhs.uk/medicines/paracetamol-for-adults/
Diakses pada 7 Juli 2021

Ulasan Pembeli
51 ulasan
5
100%
(1)
4
0%
(0)
3
0%
(0)
2
0%
(0)
1
0%
(0)

3IA10_Farid Haikal

Pembelian dariApotek Adhi
07 Jul 2021
Nama Produk

Intunal Forte Tablet (1 Strip @ 4 Tablet)

Total

Rp 4.400

Jual dan Beli Intunal Forte Tablet (1 Strip @ 4 Tablet) dari Apotek Online Toko SehatQ

Intunal Forte adalah obat yang berkhasiat untuk mengatasi gejala flu seperti demam, sakit kepala, hidung tersumbat serta bersin - bersin yang disertai batuk. Intunal Forte mengandung paracetamol, phenylpropanolamine HCl, dexchlorpheniramine maleate, dextromethorphan HBr, dan glyceryl guaiacolate. Berbeda dengan Intunal biasa, Intunal Forte mengandung komposisi zat aktif yang dosisnya dua kali lebih tinggi, cocok untuk Anda yang kondisi flu dan batuknya tidak cukup diatasi dengan Intunal biasa. Intunal Forte merupakan obat bebas terbatas sehingga frekuensi penggunaannya harus sesuai dengan kemasan atau anjuran dari dokter, apoteker, atau tenaga kesehatan lainnya. Beli online Intunal Forte dengan harga terbaru hanya di Toko SehatQ, pasti asli!
Merek: Intunal
Bentuk sediaan: Tablet
Principal/Distributor obat: Meprofarm
Manufacture: Meprofarm
Kemasan obat: 1 Strip @ 4 Tablet

Indikasi/Manfaat Intunal Forte Tablet (1 Strip @ 4 Tablet)

Meringankan gejala flu seperti: demam, sakit kepala, hidung tersumbat, dan bersin-bersin yang disertai batuk.

Dosis Intunal Forte Tablet (1 Strip @ 4 Tablet)


  • Dewasa: 1 tablet sebanyak 3 kali/hari.
  • Anak-anak 6-12 tahun: ½ tablet sebanyak 3 kali/hari.

Cara Penggunaan Intunal Forte Tablet (1 Strip @ 4 Tablet)


Dikonsumsi sesudah makan.

Cara Menyimpan Intunal Forte Tablet (1 Strip @ 4 Tablet)


Simpan pada tempat sejuk dan kering, serta terlindung dari cahaya.

Kontraindikasi/Jangan Menggunakan Intunal Forte Tablet (1 Strip @ 4 Tablet) Jika:


Hipertiroid, hipetensi, penyakit jantung, terapi MAOI, nefropati.


Yang Perlu Diperhatikan Saat/Sebelum Menggunakan Intunal Forte Tablet (1 Strip @ 4 Tablet)


  • Penderita tekanan darah tinggi berat
  • Sedang mengonsumsi anti depresan tipe penghambat monoamin oxidase (MAO)
  • Bila dalam 3 hari gejala flu tidak berkurang segera hubungi dokter atau unit pelayanan kesehatan
  • Hentikan penggunaan obat ini jika terjadi susah tidur
  • Jantung berdebar
  • Pusing

Efek Samping Obat Intunal Forte Tablet (1 Strip @ 4 Tablet)


Mengantuk, pusing, gangguan pencernaan, menurunkan nafsu makan, mulut kering.