Stok Habis
Interpril tablet adalah obat untuk mengatasi tekanan darah tinggi dan serangan jantung

Interpril Tablet 10 mg (1 Strip @ 10 Tablet)


Harga Produk
Rp 65.194

Jumlah Produk
0

logo-prescription
Obat ResepKirimkan resep ke alamat email apotek@sehatq.comJumlah pembelian obat terbatas.SehatQ memiliki kewenangan untuk tidak memproses pesanan lebih lanjut jika resep tidak dapat diverifikasi.

Deskripsi

Interpril tablet adalah obat untuk mengatasi tekanan darah tinggi (hipertensi) dan serangan jantung. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Interpril tablet mengandung lisinopril.

Lisinopril dapat digunakan sendiri atau bersama obat lain untuk menurunkan tekanan darah. Tekanan darah tinggi akan menambah beban kerja jantung dan pembuluh darah arteri.

Jika berlanjut dalam waktu lama, jantung dan pembuluh darah arteri mungkin tidak berfungsi dengan baik, serta dapat merusak pembuluh darah otak, jantung, dan ginjal. Hal ini dapat mengakibatkan stroke, gagal jantung atau gagal ginjal.

Informasi zat aktif :

Lisinopril merupakan golongan penghambat ACE (angiotensin-converting enzyme). Obat ini akan menghambat enzim yang berperan dalam mengubah angiotensin I menjadi angiotensin II, yaitu hormon yang dapat mempersempit pembuluh darah, untuk menurunkan tekanan darah.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, lisinopril diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap secara perlahan dan tidak lengkap dari saluran pencernaan. Kadar obat yang masuk ke dalam peredaran darah sekitar 25%.Waktu saat obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu puncak konsentrasi plasma) sekitar 7 jam.
  • Distribusi: Melintasi plasenta.
  • Ekskresi: Terutama melalui urine. Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) adalah 12 jam.

Kategori kehamilan dan menyusui :

Kategori D: Hasil penelitian menunjukkan bahwa obat ini menimbulkan risiko pada janin manusia.
Penggunaan pada ibu hamil dapat dipertimbangkan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Misalnya, bila obat dibutuhkan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau penyakit serius, di saat obat lain tidak efektif atau tidak bisa diberikan.

Interaksi obat :

  • Obat pengontrol tekanan darah (antihipertensi) dan peluruh air seni (diuretik)

    Penggunaan bersama dapat menurunkan tekanan darah hingga di bawah normal (hipotensi).
  • Aliskiren

    Penggunaan bersama aliskiren dapat meningkatan risiko penurunan tekanan darah (hipotensi), peningkatan kadar kalium (hiperkalemia), dan gagal ginjal.
  • Spironolakton dan amilorid, suplemen kalium, trimetoprim, dan siklosporin

    Penggunaan bersama dapat meningkatan kadar kalium dalam darah (hiperkalemia).
  • Insulin

    Penggunaan bersama insulin dapat meningkatkan efek insulin dalam menurunkan kadar gula darah.
  • Obat NSAID

    Penggunaan bersama obat NSAID dapat menyebabkan penurunan fungsi ginjal dan mengurangi efek obat antihipertensi.
  • Lithium

    Penggunaan bersama dapat meningkatkan kadar serum lithium dan menyebabkan keracunan (toksisitas).

Apa yang harus dilakukan jika dosis terlewat :

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya
    Jika masih dekat dengan jadwal sebelumnya, segera gunakan obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat
    Jangan menggunakan total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat
    Jika sering lupa mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter :

Segera hubungi dokter jika Anda mengalami efek samping serius di bawah ini:

  • Pingsan
  • Gejala kadar kalium darah tinggi, seperti kelemahan otot serta detak jantung lambat atau tidak teratur

Indikasi (manfaat) Obat

  • Menurunkan tekanan darah tinggi (hipertensi)
  • Mengatasi penyakit ginjal yang disebabkan diabetes (nefropati diabetik)
  • Mengobati penyakit gagal jantung
  • Terapi setelah mengalami serangan jantung

Lisinopril bekerja mengurangi produksi hormon angiotensin II. Dengan berkurangnya produksi hormon tersebut, pembuluh darah pun dapat melebar, sehingga aliran darah lebih lancar dan jantung dapat lebih efisien memompa darah.

Komposisi Obat

Lisinopril 10 mg

Dosis Obat

Dewasa:
Hipertensi:

    • Dosis awal: 20 mg/hari

Hipertensi berat atau deplesi volume:

    • Dosis awal: 5 mg/hari
    • Dosis pemeliharaan: 20 mg/hari
    • Dosis maksimal: 80 mg/hari

Gagal jantung:

    • Dosis awal: 2,5 atau 5 mg/hari, dosis dapat ditingkatkan hingga di bawah 10 mg dalam rentang waktu minimal 2 minggu
    • Dosis maksimal: 40 mg/hari

Setelah serangan jantung:

    • Dosis awal: 5 mg/hari selama 2 hari dimulai dalam waktu 24 jam setelah mengalami gejala. Dosis dapat ditingkatkan hingga 10 mg/hari

Pasien dengan tekanan darah sistolik rendah:

    • Dosis awal: 2,5 mg/hari

Nefropati diabetik: 10 mg/hari, dosis dapat ditingkatkan hingga 20 mg/hari

Anak-anak berusia 6-16 tahun dengan berat badan:

  • 20-50 kg:
  • 50 kg ke atas:

Aturan pakai obat

Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.

Perlu Resep

Ya

Efek Samping Obat

  • Muntah
    Minumlah banyak air untuk menggantikan cairan yang hilang dari dalam tubuh dan mencegah dehidrasi. Kondisi dehidrasi ditandai dengan penurunan frekuensi dan jumlah urine, atau urine berwarna gelap dan berbau menyengat. Hindari konsumsi makanan pedas.
  • Diare
    Untuk mengatasi diare ringan, Anda perlu mengganti cairan dan elektrolit (garam) yang hilang dengan meminum banyak air atau minuman olahraga kaya elektrolit. Hindari kopi, minuman berkafein, minuman manis, soda, dan alkohol karena memiliki efek pencahar.
  • Sakit kepala
    Istirahat dan tidur yang cukup akan membantu Anda lebih rileks. Jika Anda duduk dalam waktu yang lama, bangun dan sering-seringlah bergerak. Lemaskan otot rahang, leher, dan bahu Anda.
  • Batuk kering
    Penggunaan obat batuk biasanya tidak membantu meredakan batuk yang disebabkan lisinopril. Terkadang, batuk membaik dengan sendirinya. Hubungi dokter jika batuk mengganggu tidur Anda. Walaupun Anda berhenti meminum lisinopril, batuk dapat memakan hingga satu bulan untuk sembuh.
  • Pusing
    Berbaringlah hingga pusing hilang, lalu bangun secara perlahan. Bergeraklah dengan hati-hati. Beristirahatlah yang banyak. Minumlah banyak air, serta hindari kopi, rokok, alkohol, dan obat-obatan.
  • Gatal atau ruam
    Minumlah antihistamin yang dapat dibeli di apotek. Mintalah saran obat antihistamin yang cocok kepada apoteker
  • Penglihatan kabur
    Hindari mengemudi kendaraan atau menjalankan mesin. Jika berlangsung lebih dari satu hari, segera hubungi dokter Anda. Dokter mungkin perlu mengubah perawatan Anda.

Cara Penyimpanan Obat

Simpan pada suhu 15-30°C dan terlindung dari tempat lembap.

Perhatian Khusus

  • Pasien yang memiliki kadar kalium tinggi dalam tubuh (hiperkalemia)
  • Pasien dengan gangguan penyempitan pada katup aorta jantung (stenosis aorta berat)
  • Pasien yang mengalami kelainan pembuluh darah
  • Pasien penderita gangguan ginjal dan hati
  • Pasien dengan riwayat serangan jantung
  • Ibu menyusui
  • Anak-anak

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap lisinopril
  • Pasien yang mengonsumsi obat sacubitril
  • Pasien dengan riwayat pembengkakan karena reaksi alergi (angioedema)
  • Penggunaan bersama obat aliskiren pada pasien gangguan ginjal atau kencing manis (diabetes melitus)
  • Wanita hamil
-
SehatQ
Produk ini belum diulasJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.
Nama Produk

Interpril Tablet 10 mg (1 Strip @ 10 Tablet)